Perhatikan gambar dan simaklah tulisan singkat di bawah ini!
Gambar 1.3. Paus Fransiskus bersama rabi Yahudi dan Imam besar Al Azhar.
Sumber: Pope2016.com, KAI (2016)
Paus Fransiskus meneladani semangat persaudaraan universal dalam cara hidup Fransiskus Assisi: ia memperlakukan segenap makhluk sebagai saudara dan saudari.
Santo Fransiskus mengajak kita untuk mencintai sesama baik yang jauh maupun yang dekat. Bagi Santo Fransiskus, semua makhluk adalah saudara.
Berdasarkan pengamatanmu terhadap gambar perjumpaan Paus Franiskus dengan tokoh agama Yahudi dan tokoh agama Islam, juga tokoh-tokoh agama lain di dunia, sekarang cobalah kalian membuat sebuah refleksi pribadi tentang perwujudan Gereja sebagai persekutuan yang terbuka di lingkungan rohani atau di parokimu!
2. Aksi
Buatlah rencana aksi untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di lingkungan rohani dan lingkungan sosial!
Doa Penutup
Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.
Ya Bapa yang Mahakasih, kami bersyukur atas berkat-Mu yang sungguh agung dan mulia. Dalam perjalanan Gereja-Mu di dunia, Engkau memberi janji dan membuka pintu kebaikan cinta kasih-Mu. Umat-Mu yang berziarah di dunia Engkau sertai dan satukan dalam persekutuan Gereja yang kudus. Jadikanlah kami menjadi orang yang terpanggil dan terlibat dalam karya dan misi Gereja-Mu yang membawa kabar kegembiraan, iman, harapan dan kasih bagi sesama.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.
Rangkuman
- Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb telah menandatangani “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together.” Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah baru Gereja Katolik yang selalu membuka diri membangun persaudaraan sejati umat manusia.
- Dokumen Abu Dhabi menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis di antara umat beragama, dan berisi beberapa pedoman yang harus disebarluaskan ke seluruh dunia.
- Gereja sebagai persekutuan yang terbuka harus selalu siap untuk berdialog dengan agama dan budaya manapun.
- Gereja perlu membangun kerja sama yang lebih intensif dengan siapa saja yang berkehendak baik.
- Gereja harus berpartisipasi aktif dan mau bekerja sama dengan siapa saja dalam membangun masyarakat yang adil, damai dan sejahtera.
- Persekutuan umat Allah harus menampakkan karya keselamatan Allah di dunia ini. Secara singkat dapat dikatakan bahwa Gereja menjadi tanda dan sarana (sakramen) keselamatan bagi dunia.
- Setiap anggota Gereja mendapat tugas berdasarkan potensi dan kemampuannya bagi terciptanya tata dunia yang lebih baik. Dengan demikian, anggota Gereja
sungguh menyadari bahwa bukan hanya dirinya satu-satunya yang terlibat di dalam masyarakat dengan segala persoalan yang ada.
- Gereja pada zaman sekarang harus menjadi persekutuan terbuka. Pentingnya keterbukaan, bukan hanya keterbukaan dengan sesama dalam iman dan keyakinan, melainkan keterbukaan terhadap agama yang lain, artinya kita membuka berbagai kemungkinan dialog dan kerja sama yang baik dengan sesama pihak yang berjuang bersama.
- Cara hidup umat perdana memberikan kita buah kesadaran bahwa kebersamaan dalam persekutuan itu penting. Hal-hal yang dapat terlihat, misalnya, segala sesuatu adalah milik bersama, hidup dalam persaudaraan kasih, saling memberi dan menerima sesuai kebutuhan, terbuka untuk semua orang, semangat dan keteladanan inilah yang dapat kita contoh, yaitu kepekaan terhadap situasi sosial ekonomi sesama saudara dalam persekutuan umat.
Penilaian
Aspek Pengetahuan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Jelaskan apa hakikat Gereja menurut Kis 2:41-47!
2. Jelaskan ciri Gereja sebagai umat Allah berdasarkan Kisah Para Rasul 2:41-47!
3. Jelaskan apa makna Gereja sebagai umat Allah!
4. Jelaskan apa makna umat Allah selalu dalam perjalanan, melewati padang pasir, menuju Tanah Terjanji!
5. Ciri Gereja sebagai umat Allah terlihat dalam hal apa saja?
6. Jelaskan apa dasar dan konsekuensi Gereja sebagai umat Allah!
7. Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb telah menandatangani “The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together.” (dokumen Abu Dhabi). Jelaskan inti dari pesan dokumen Abu Dhabi ini!
8. Jelaskan makna Gereja sebagai persekutuan yang terbuka!
9. Mengapa Gereja pada zaman sekarang harus menjadi persekutuan terbuka?
10. Jelaskan isi pesan dari cara atau semangat hidup umat perdana (Gereja awal) bagi Gereja sebagai persekutuan sepanjang zaman!
Aspek Keterampilan
a. Membuat rencana aksi yang akan dilakukan sebagai perwujudan dirinya sebagai anggota Gereja = umat Allah di rumah, lingkungan, dan paroki.
b. Membuat rencana aksi yang akan dilakukan sebagai perwujudan dirinya sebagai anggota Gereja = persekutuan yang terbuka dengan cara misalnya ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di lingkungan rohani dan lingkungan sosial.
c. Membuat refleksi tentang Gereja sebagai umat Allah.
d. Membuat refleksi tentang Gereja sebagai persekutuan yang terbuka berdasarkan artikel tentang dokumen Abu Dhabi.
Pedoman penilaian untuk refleksi sangat sistematis (Pembukaan – Isi
Aspek Sikap
a. Penilaian Sikap Spiritual
Nama : ...
Kelas/Semester : .../...
Petunjuk:
1. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya!
2. Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru!
No. Butir Instrumen Penilaian Selalu Sering Jarang Tidak pernah 1. Saya bersyukur kepada Tuhan
karena sebagai anggota Gereja atau umat Allah.
2. Saya bersyukur sebagai anggota Gereja atau umat Allah dengan selalu berdoa harian secara pribadi.
3. Saya bersyukur sebagai anggota Gereja atau umat Allah dengan selalu berdoa bersama dalam keluarga.
4. Saya bersyukur sebagai anggota Gereja atau umat Allah dengan selalu berdoa bersama di sekolah.
5. Saya selalu terlibat dalam kegiatan umat di lingkungan atau komunitas basisku.
6. Saya bersyukur kepada Tuhan karena memiliki Gereja sebagai persekutuan yang terbuka.
7. Saya bersyukur dengan cara menerima secara terbuka saudara seiman dari berbagai latar belakang asal-usul di lingkungan tempat saya tinggal.
8. Saya selalu bersyukur dengan cara bersikap terbuka untuk menerima nasihat atau bimbingan orang tua di rumah dalam kaitan dengan perkembangan iman saya.
9. Saya selalu bersyukur dengan bersikap terbuka untuk menerima bimbingan para guruku di sekolah berkaitan dengan perkembangan iman saya.
10. Saya bersyukur dengan selalu terbuka untuk terlibat dalam kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) di lingkungan/komunitas basis untuk mengembangkan imanku.
b. Penilaian Sikap Sosial
Nama : ...
Kelas/Semester : .../...
Petunjuk:
1. Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda √ pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya!
2. Serahkan kembali format yang sudah kamu isi kepada bapak/ibu guru!
No. Sikap/Nilai Butir Instrumen
Penilaian Selalu Sering Jarang Tidak pernah jawab sebagai anggota Gereja, umat Allah dalam hidupku sehari-hari.
2. Saya selalu ikut kerja gotong royong di lingkungan tempat saya tinggal
3. Saya selalu berusaha hidup damai dengan
4. Saya selalu berusaha hidup damai dengan sesama umat yang lain.
5. Saya selalu bekerja sama dengan semua
1. Saya berani bertanggung jawab atas identitas iman saya sebagai orang Katolik di tengah masyarakat.
2. Saya selalu ikut kerja gotong royong di lingkungan masyarakat tempat saya tinggal 3. Saya selalu bertanggung
jawab berusaha hidup damai dengan sesama yang beda agama dan keyakinan serta asal-usulnya.
4. Saya bertanggung jawab menerima sesama yang tidak seiman dalam pergaulanku 5. Saya selalu bekerja
sama dengan semua
Gambar 2.1. Paus Fransiskus menghadiri WYD di Panama tahun 2019.
Sumber: Dok.saltandlighttv.org
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami sifat-sifat Gereja yaitu satu, kudus, katolik, apostolik, dan dapat mengambil bagian dalam mewujudkan sifat-sifat Gereja itu dalam hidupnya sehari-hari.