• Tidak ada hasil yang ditemukan

Latar Belakang Masalah

Dalam dokumen PEN E E N R E A R P A A (Halaman 18-22)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peranan penting. Banyak perhatian khusus yang diarahkan pada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk menumbuh kembangkan sumber daya manusia dalam proses belajar mengajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Keberhasilan dalam menempuh setiap jalur pendidikan yang telah di tempuh, diukur berdasarkan hasil belajar dari masing-masing peserta didik.

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dengan pembaharuan kurikulum pendidikan. Saat ini kurikulum yang berlaku di Indonesia adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Secara umum, menurut E. Mulyasa (2007: 22) tujuan diterapkannya KTSP ini adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. Menurut Suharsimi Arikunto,dkk, (2009:2) berdasarkan hak otonom yang diberikan, sekolah sebagai satuan pendidikan harus mampu mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kondisi sekolah, sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut dapat berjalan secara efektif dan kondusif. Prinsip dalam pengembangan KTSP adalah berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkunganya. Dalam hal ini seorang guru dituntut kreatif dalam memilih serta mengembangkan materi pembelajaran.

Guru merupakan tenaga pengajar atau pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar, maka guru sebagai pendidik memegang

commit to user

peranan penting dalam menentukan hasil belajar yang akan dicapai siswa dan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, baik sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan, pengajar maupun pendidik sehingga guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang diperlukan agar materi yang disampaikan dapat diterima dangan baik. Begitu pentingnya peranan guru, sehingga Basrowi (2008:5) mengemukakan bahwa mutu guru akan sangat menentukan mutu generasi muda. Oleh karena itu, peningkatan mutu generasi muda dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam hal ini, guru menggunakan strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa membangun pengetahuan di benak mereka sendiri.

Bagi seorang guru, mengajar adalah aktivitas utama. Oleh karena itu, ia layak disebut guru, karena ada transfer ilmu kepada siswa. Untuk dapat membantu daya kreatif dan perkembangan siswa, dibutuhkan pendidik yang kreatif, inovatif, menguasai banyak metode pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan, situasi, dan intelegensi anak. Model pembelajaran yang digunakan guru sangat berpengaruh dalam menciptakan situasi belajar yang benar-benar menyenangkan dan mendukung kelancaran proses belajar mengajar, serta sangat membantu dalam pencapaian prestasi belajar yang memuaskan.

Kekurang aktifan dan rendahnya hasil belajar siswa merupakan fenomena yang umum terjadi di dalam pembelajaran. Jika hal tersebut tidak segera diatasi pembelajaran lebih lanjut tidak akan memberikan hasil yang optimal dan makin lama akan semakin buruk hasilnya. Pemahaman siswa merupakan hal yang sangat penting bagi tenaga pengajar didalam proses belajar mengajar, sehingga dapat menciptakan situasi dan kondisi yang tepat di dalam proses belajar mengajar serta memberi pengaruh yang optimal bagi siswa untuk mencapai hasil belajar yang baik. Dalam rangka meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa melalui kegiatan belajar mengajar di kelas, guru perlu mengembangkan kreativitasnya dan terus berinovasi dalam menata kembali desain pembelajaran yang selama ini di gunakan. Hal ini merupakan suatu tuntutan yang harus dilakukan oleh guru

commit to user

3

sehingga dengan perubahan ini diharapkan dapat memberikan kemajuan pada pola pikir siswa.

Sekolah menegah atas (SMA) adalah salah satu dari lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing untuk bisa melanjutkan studi akademik di perguruan tinggi negeri. Salah satu mata pelajaran yang ada di kurikulum SMA adalah Sosiologi. Sosiologi merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional untuk program Ilmu Sosial.

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan oleh penulis terhadap guru mata pelajaran sosiologi SMA Negeri 1 Ngemplak di temukan adanya permasalahan – permasalahan yang muncul dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran Sosiologi, sebagai mata pelajaran pokok yang harus benar – benar di kuasai oleh para siswa ternyata masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajarinya, sehingga menghasilkan belajar yang kurang optimal.

Permasalahan – permasalahan yang terjadi dapat di kemukakan sebagai berikut:

(1). Kekurang aktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran; (2). Kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi di kelas; (3). Nilai rata – rata kelas belum memenuhi nilai KKM pelajaran sosiologi.

Berdasarkan hasil observasi awal peneliti terhadap guru mata pelajaran sosiologi pada kelas XI IPS 2 SMA N 1 Ngemplak yang terdiri dari 34 siswa, dalam mata pelajaran sosiologi yang batas ketuntasannya (KKM) nya 72, diperoleh bahwa siswa yang mampu mencapai >72 hanya 55,88%. Sisanya memperoleh nilai di bawah batas ketuntasan nilai minimal. Dari hal tersebut menjadi permasalahan yang dipandang peneliti perlu segera diatasi. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sosiologi. Berangkat dari kondisi tersebut maka, penulis tergerak untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif. Dengan pembelajaran kooperatif ini diharapkan hasil belajar siswa meningkat

Banyak kendala yang dihadapi siswa dalam kegiatan belajar mengajar yang secara keseluruhan menimbulkan kesulitan bagi siswa. Selain itu proses transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh guru selama ini masih konvensional, kegiatan yang di lakukan siswa di dalam proses belajar mengajar

commit to user

adalah mendengar dan mencatat apa yang disampaikan guru. Adapun faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar adalah model mengajar yang digunakan guru. Dalam rangka menciptakan proses pembelajaran yang efektif agar hasil yang di capai siswa dapat optimal maka diperlukan usaha dari guru dalam memotivasi seluruh siswa untuk belajar dan saling membantu belajar satu sama lain serta usaha dari guru untuk dapat menyusun kegiatan kelas sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami ide, konsep, dan ketrampilan yang di berikan.

Penerapan model pembelajaran kooperatif di dalam kelas dapat meningkatkan kinerja siswa dalam tugas – tugas akademik. Melalui kegiatan belajar dengan teman sebaya maka akan membantu siswa dalam memahami konsep yang sulit. Pembelajaran kooperatif mempunyai beberapa tipe pendekatan yang salah satu di antaranya adalah make a match. Pemilihan teknik make a match pada penelitian ini didasarkan pada permasalahan yang dihadapi di kelas yang akan diberikan tindakan. make a match digunakan untuk menumbuhkan keaktifan siswa saling memberi semangat dalam pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif teknik make a match dicirikan oleh permainan kartu yang berisi pertanyaan dan jawaban. Keberhasilan belajar menurut model pembelajaran kooperatif teknik make a macth ini bukan semata – mata ditentukan oleh kemampuan individu secara utuh melainkan perolehan belajar itu akan semakin baik apabila dilakukan secara bersama – sama dalam kelompok kecil.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan penulis mengangkat judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik make a match sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2011/2012”.

commit to user

5

Dalam dokumen PEN E E N R E A R P A A (Halaman 18-22)