• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBAR KERJA -5 (LK-5)

Dalam dokumen BG Prakarya SMP Kelas 9 Edisi Revisi 2018 (Halaman 117-125)

Laporan praktik pembuatan wadah budi daya ikan konsumsi

Kelompok : ... Nama Anggota : ... Kelas : ...

1. Perencanaan menentukan dan merancang desain dan konstruksi wadah budi daya, membuat jadwal kegiatan, menyusun kebutuhan alat dan bahan serta tugas individu.

2. Persiapan alat dan bahan.

3. Proses pembuatan wadah budi daya ikan konsumsi. 4. Pengujian wadah budi daya ikan konsumsi.

5. Evaluasi kegiatan.

PENILAIAN

Guru menilai proses kerja peserta didik dalam membuat wadah budi daya pembesaran ikan. Penilaian dapat berupa penilain keterampilan dan sikap wirausaha. Gunakan format sebagai berikut.

No Nama Peserta Didik

Proyek : Pembuatan Wadah Budi Daya Pembesaran Ikan

Kriteria

Persiapan Pelaksanaan Penyajian/ Penampilan 1

2

Rubrik: Aspek Kriteria Rentang Skor 1 - 4 Bobot Persiapan Ide/gagasan karya 30% Kesesuaian alasan dalam

pemilihan ide/gagasan pem-buatan karya

Desain perencanaan (persia-pan alat, persia(persia-pan bahan, perencanaan pelaksanaan/ jadwal pembuatan karya

Pembagian kerja antar anggota kelompok (jika dibuat dalam kelompok)

Pelaksanaan

Kemampuan pembuatan karya/ produk sesuai dengan tahapan kerjanya Aspek Kriteria Rentang Skor 1 - 4 Bobot Persiapan

Kesesuaian tahapan pembua-tan dengan perencanaan

50% Originalitas gagasan,

kreativi-tas/inovasi pembuatan produk dan ketepatan hasil akhir karya/produk

Keselarasan pelaksanaan tanggung jawab kerja, jujur, dan mandiri

Kerapihan, Kebersihan, Ke-amanan dan keselamatan kerja (K3)

Kemampuan melakukan kerja secara teliti, detail secara indi-vidual

Kerjasama dan toleransi saat bekerja kelompok

Penyajian/ Penampilan

Kreativitas penyajian produk wadah budi daya

20% Kemampuan membuat laporan

Mengaplikasikan hasil belajar lewat tindakan perilaku (produk digunakan)

Rentang Skor: 1 – 4

1 = Kurang; 2 = Cukup; 3 = Baik; 4 = Sangat Baik

Perencanaan adalah serangkaian tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum melaksanakan kegiatan. Jadwal kegiatan pembuatan wadah budi daya adalah jadwal kegiatan tahapan pembuatan wadah budi daya, disertai waktu pelaksanaannya sesuai tahapan pembuatan.

Penting menyusun jadwal kegiatatan pembuatan untuk mengetahi kegiatan yang harus dilakukan sesuai waktunya, memudahkan mengontrol kegiatan, serta disiplin melakukan kegiatan sesuai jadwal perlu dilaksanakan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan wadah budi daya ikan konsumsi disusaikan dengan lokasi dan ketersediannya.

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan praktik pembuatan wadah budi daya, mintalah peserta didik memberikan penilaian kelompok dan refl eksi diri. Peserta didik diminta mengungkapkan pengalamannya selama melaksanakan kegiatan membuat wadah budi daya ikan konsumsi. Tanyakan pada peserta didik hal-hal berikut.

1. Setelah membuat wadah budi daya ikan konsumsi berminatkah mengem-bangkan mencoba membuatnya di lingkunganmu dalam skala kecil? 2. Adakah ide/inspirasi untuk membuat desain wadah budi daya yang inovatif?

PENGAYAAN

Peserta didik membuat desain dan kontruksi wadah budi daya kolam/bak terpal dengan berbagai bentuk dan bahan. Sertai penjelasan kekurangan dan kelebihan desain dan kontruksi kolam/bak terpal yang dibuat.

REMEDIAL

Peserta didik membuat desain dan konstruksi wadah budi daya kolam/bak terpal dengan rangka bambu dan besi. Tuliskan penjelasan kekurangan dan kelebihan desain dan konstruksi dengan bahan tersebut.

PERTEMUAN 5

1. Setelah membaca bahan bacaan dalam buku siswa, peserta didik menentukan jenis ikan yang akan di praktikkan budi daya pembesaran pada ikan konsumsi.

2. Mempelajari hal-hal apa saja yang harus dilakukan selama proses pemeliharaan.

INFORMASI UNTUK GURU

Ikan lele saat ini telah menjadi primadona baru di masyarakat karena perkembangan teknologi budi daya lele yang relative mudah, harganya relatif terjangkau, mudah dipelihara serta variasi olahan yang relatif beragam. Ikan lele merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki kandungan gizi baik serta cita rasa yang khas. Ikan lele mempunyai sifat unggul seperti pertumbuhan cepat dan lebih tahan terhadap penyakit. Dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang mempunyai kepadatan tinggi serta kondisi air minim. Jenis ikan lele yang biasa dibudi dayaka adalah lele lokal, lele dumbo, lele sangkuriang, dan lele phyton.

Bahan dan alat yang tepat pada kegiatan budi daya ikan lele menentukan keberhasilan budi daya. Bahan dan alat yang digunakan merupakan bahan yang aman dan memperhatikan persyaratan keamanan pangan.

Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat menggangu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Para pembudi daya ikan perlu memperhatikan cara budi daya ikan yang baik sesuai dengan KEP.02/MEN/2007. Cara budi daya ikan yang baik adalah memelihara ikan dan/ atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudi dayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan, obat ikan dan bahan kimia, serta bahan biologis.

Penggunaan pakan ikan sesuai dengan KEP.02/MEN/2007 tentang cara budi daya ikan yang baik. Penggunaan pakan ikan pada proses produksi harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1. Mengandung nutrisi yang terdiri dari sumber kalori dan protein sesuai kebutuhan dari masing-masing jenis dan umur ikan;

2. Meningkatkan pertumbuhan atau keindahan penampilan (eksotika) ikan secara optimal;

3. Tidak mengandung zat beracun, bahan pencemaran yang berbahaya bagi ikan dan atau manusia atau yang mengakibatkan penurunan produksi atau menyebabkan pencemaran/ kerusakan lingkungan;

4. Tidak mengandung antibiotik dan hormon; 5. Pakan telah terdaftar atau bersertifi kat;

6. Masih layak digunakan melalui proses uji mutu;

7. Tidak mengalami perubahan fi sik (tekstur, warna dan bau); 8. Kemasan, wadah, atau pembungkusnya tidak rusak;

9. Menggunakan bahan baku, pelengkap pakan dan imbuhan pakan yang memenuhi persyaratan.

a. Pemberian pakan tidak dicampur dengan antibiotik dan hormon. b. Bahan baku pakan, pelengkap pakan dan imbuhan pakan,

c. Tidak membahayakan ikan, manusia dan lingkungan serta harus memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

d. Bahan baku pakan, pelengkap pakan dan imbuhan pakan sebelum digunakan harus dilakukan pemeriksaan fi sik.

e. Laboratorium terhadap kandungan bahan asing, bahan kimia, mikro-organisme, dan zat beracun

Keamanan saat panen:

1. Kegiatan pembudi dayaan ikan diterapkan pada saat panen, penanganan, dan pendistribusian hasil.

3. Peralatan panen harus menggunakan bahan yang tidak merusak fi sik, tidak terbuat dari bahan yang beracun dan berbahaya serta berpotensi mencemari produk, tidak mudah korosif dan mudah dibersihkan.

4. Tara panen dilakukan dengan cepat dan cermat. Berikut keamanan pangan pada saat panen perlu diperhatikan.

PROSES PEMBELAJARAN

1. Kegiatan diawali dengan tanya jawab, menggali informasi tentang budi daya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diketahui.

2. Tanyakan pada peserta didik, pernahkah melihat kegiatan budi daya pembesaran ikan konsumsi?

3. Teknik apa saja yang harus diperhatikan saat kegiatan budi daya pembe-saran ikan konsumsi?

Tambahkan beberapa referensi buku, majalah atau artikel tentang kegiatan budi daya pembesaran ikan konsumsi.

Disajikan contoh tahapan kegiatan budi daya pembesaran ikan konsumsi, dengan memberikan gambaran kepada peserta didik tahapan kegiatan budi daya ikan konsumsi pada kolam/bak terpal, mulai dari tahapan perencanaan sampai panen dan pelaporan hasil budi daya.

Tanyakan pada peserta didik hal berikut: 1. Mengapa perlu sebuah perencanaan? 2. Mengapa perlu jadwal kegiatan?

3. Apa yang terjadi jika pelaksanaan budi daya tidak sesui jadwal yang telah ditentukan.

4. Apa alat yang diperlukan ketika akan melakukan kegiatan budi daya pembesaran ikan konsumsi.

5. Peserta didik melihat berbagai gambar alat yang diperlukan

6. Peserta didik menuliskan nama alat, fungsi dan cara menggunakannya.

PERTEMUAN 6

1. Menjelaskan proses tahapan budi daya pembesaran ikan.

2. Membuat rancangan praktik pemeliharaan budi daya pembesaran ikan.

INFORMASI UNTUK GURU

Secara umum teknik budi daya pembesaran ikan konsumsi pada perairan tawar, payau dan laut hampir sama. Tahapannya yaitu:

1. Persiapan wadah budi daya. a. Perbaikan pematang.

b. Pengolahan dasar kolam: pembuatan saluran air, pengapuran, pengi-sian air (diisi 25 cm) pemupukan dan pengipengi-sian air penuh.

2. Pemilihan benih. 3. Penebaran benih.

4. Pemeliharaan: pemberian pakan, pengelolaan kualitas air dan pengon-trolan pertumbuhan.

5. Pengendalian hama penyakit. 6. Panen dan pasca panen.

Sampling dilakukan untuk mengetahui keadaan ikan. Pertumbuhan dan perkembangan ikan yang bisa dievaluasi untuk menetukan langkah selanjutnya. Misal kebutuhan pakan berdasarkan bobot ikan. Pengendalian hama dan penyakit ikan. Sortasi bertujuan memisahkan hasil perikanan menurut jenis, ukuran, dan tingkat kesegarannya. Grading bertujuan mengelompokkan suatu jenis komoditas yang beragam menjadi beberapa tingkat /kelas sehingga masing-masing kelas seragam. Faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah waktu panen, alat panen, serta cara melakukan panen.

Peralatan yang harus disiapkan mencakup peralatan untuk menangkap ikan, menampung sementara, dan menimbang ikan. Penangkapan ikan perlu hati-hati, usahakan ikan jangan sampai terluka. Jika ikan terluka, maka biasanya ikan tidak tahan diangkut dalam waktu relative lama. Penangkapan yang kasar dapat menyebabkan kerusakan fi sik yang akan mengganggu kesehatan dan penampilan ikan.

Hal yang harus diperhatikan saat melakukan penebaran benih adalah cara penebaran benih saat dan kepadatan penebaran benih. Cara penebaran benih perlu diperhatikan agar bisa mengurangi kematian benih yang baru di sebar. Kepadatan penebaran benih bisa mempengaruhi pertumbuhan. Jumlah kepadatan yang tepat dapat memaksimalkan produksi.

Manajemen pemberian pakan yang tepat perlu diperhatikan. Hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pakan ikan yaitu:

1. Sifat dari jenis ikan yang dibudi dayakan (termasuk omnivor, herbivor atau karnivor).

2. Stadia budi daya (pembesaran).

4. Kebutuhan nutrisi ikan sesuai stadia ikan yang dibudi dayakan.

5. Jika menggunakan pakan buatan, pilihlah produk yang sesuai dengan kebutuhan ikan.

6. Jika menggunakan pakan alternatif, perhatikan nilai gizi dan tidak terce-mar penyakit dan zat berbahaya lainnya.

7. Berikan pakan sesuai kebutuhan.

Pengendalian penyakit ikan dengan obat alami dan ramah lingkungan perlu terus dikembangkan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan obat ikan dan bahan kimia, agar ikan aman dikonsumsi.

Jenis bahan alami yang dapat digunakan untuk pengendalian penyakit ikan dintaranya: garam, daun papaya, daun sirih, daun papaya, daun kipait dan kunyit. Pengendalian dan penanganan hama dan penyakit dilakukan agar kondisi ikan budi daya tetap sehat dan berproduksi secara optimal. Pengamatan kondisi ikan diperlukan untuk mengetahui kesehatan ikan. Ikan yang sakit biasa memiliki ciri-ciri: nafsu makan berkurang, berlendir, pucat, ada luka atau bercak di badan ikan. Pengobatan ikan dengan bahan alami lebih aman. Bahan obat-obatan dapat di temukan di sekitar lingkungan misalnya berupa tanaman. Segera pisahkan ikan yang sakit dan yang sehat. Rutin penggantian air/jaring bisa mencegah timbul dan penyebaran penyakit.

PROSES PEMBELAJARAN

Peserta didik akan kegiatan merancang praktik budi daya ikan konsumsi secara berkelompok. Hal yang akan dilakukan yaitu:

1. Kegiatan dilakukan dengan metode diskusi.

2. Peserta didik dibagi perkelompok dan tentukan ketua setiap kelompok. 3. Setiap kelompok berdiskusi merencanakan kegiatan budi daya dimulai

dengan menentukan jenis wadah budi daya sesuai lokasi, menentukan desain dan konstruksi wadah budi daya, analisa kebutuhan alat dan ba-han, pembuatan jadwal kegiatan serta pembagian tugas.

4. Guru berkeliling memastikan peserta didik berdiskusi dengan baik 5. Ajak semua peserta didik aktif berdiskusi dan menyampikan ide saat diskusi. 6. Rancangan kegiatan budi daya ikan konsumsi akan dipersentasikan

ter-lebih dahulu sebelum dilaksanakan

7. Peserta didik menjelaskan alasan memilih wadah budi daya dilihat dari berbagai aspek.

8. Peserta didik lain memberikan masukan untuk menyempurnakan rencana kegiatan.

9. Menyempurnakan rancangan kegiatan budi daya berdasarkan masukan yang didapatkan.

INTERAKSI DENGAN ORANG TUA

1. Diskusikan dengan orang tua tentang budi daya ikan konsumsi.

2. Tugaskan peserta didik menanyakan pendapat orang tua tentang ketertarikan pada budi daya ikan konsumsi.

Dalam dokumen BG Prakarya SMP Kelas 9 Edisi Revisi 2018 (Halaman 117-125)