• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lembar peserta 2.1 Apa itu kerja layak? Apa artinya bagi pekerja rumah tangga?

Dalam dokumen Manual Pelatihan untuk Pelatih (Halaman 65-70)

ILO dan kerja layak

Didirikan pada tahun 1919, ILO adalah badan PBB yang ditujukan untuk mempromosikan keadilan sosial dan kemajuan ekonomi dan sosial yang selaras. Selama hampir satu abad, ILO telah menyatukan pemerintah, perwakilan pengusaha dan perwakilan pekerja untuk mengembangkan langkah-langkah untuk meningkatkan kondisi kerja dan kesejahteraan pekerja di seluruh dunia. ILO merupakan satu-satunya Badan “tripartit” PBB dimana ia menyatukan tiga pihak – pemerintah, organisasi pengusaha dan organisasi pekerja – untuk bersama-sama membentuk kebijakan dan program di dunia kerja. ILO adalah badan global yang bertanggungjawab menyusun dan mengawasi standar ketenagakerjaan internasional. Bekerja dengan 183 negara anggotanya, ILO berupaya untuk menjamin bahwa standar-standar ketenagakerjaan dihormati dalam hukum dan dalam praktik.

Banyak pekerja rumah tangga tidak mendapatkan kerja layak (lihat modul 1). Pekerja rumah tangga – baik warga negara ataupun migran, anak-anak, perempuan ataupun laki-laki – menjadi salah satu kelompok pekerja paling rentan. Di banyak negara, pekerjaan rumah tangga dikecualikan dari undang-undang ketenagakerjaan dan pekerja rumah tangga kurang atau tidak memiliki akses terhadapke perlindungan sosial. Ini berarti bahwa aturan hukum tidak berlaku untuk mereka dan tidak ada kantor dan pengawas untuk menegakkan aturan. Bahkan jika pekerja rumah tangga dilindungi oleh beberapa undang-undang dan peraturan, mereka pada umumnya tidak menyadarinya dan/ atau mengalami kesulitan untuk mengakses manfaat dan mekanisme penanganan yang menjadi hak mereka, bahkan sekalipun ketika hak asasi dan hak-hak ketenagakerjaan fundamental mereka dilanggar.

Pekerja rumah tangga, khususnya yang tinggal di rumah majikan (pekerja ‘tinggal di dalam’), seringkali bekerja dengan jam panjang atau bahkan berlebihan (misalnya 15-16 jam per hari),

Kerja layak bagi pekerja rumah tangga: Penyusunan standar

Situasi pekerja rumah tangga telah lama menjadi perhatian ILO. Pada tanggal 16 Juni 2011, delegasi pemerintah, pengusaha dan pekerja di Konferensi Perburuhan Internasional ILO mengadopsi serangkaian standar ketenagakerjaan internasional bersejarah yang bertujuan meningkatkan kondisi kerja puluhan juta pekerja rumah tangga di seluruh dunia.

Standar tersebut adalah Konvensi ILO No. 189 dan Rekomendasi No. 201 yang menyertainya tentang kerja layak bagi pekerja rumah tangga. Standar-standar ini menetapkan kesepakatan internasional tentang hak-hak pekerja rumah tangga di seluruh dunia: Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan, dan pekerja rumah tangga, sebagaimana pekerja lain, berhak atas kerja layak. Tanya jawab13 berikut ini menyoroti prinsip-prinsip dan ketentuan-ketentuan utama di dalam Konvensi:

T. Apa itu Konvensi No. 189?

Apa itu Konvensi ILO?

Sebuah perjanjian yang diadopsi oleh Konferensi ILO yang terdiri dari delegasi pemerintah, pekerja dan pengusaha dari 183 Negara Anggota ILO.

Tentang apakah Konvensi No. 189?

Konvensi No. 189 memberikan perlindungan khusus untuk pekerja rumah tangga. Konvensi ini menetapkan hak-hak dan prinsip-prinsip dasar, dan mewajibkan Negara-negara mengambil serangkaian langkah dengan tujuan untuk membuat kerja layak menjadi kenyataan bagi pekerja rumah tangga.

Apa maksudnya meratifikasi sebuah Konvensi?

Bila suatu negara meratifikasi Konvensi, pemerintah secara resmi diharuskan untuk membuat komitmen untuk melaksanakan semua kewajiban yang ditetapkan di dalam Konvensi tersebut, dan melaporkan secara berkala kepada ILO mengenai langkah-langkah yang diambil dalam hal ini.

Rekomendasi No. 201 – bagaimana Rekomendasi ini terkait dengan Konvensi tersebut?

Rekomendasi No. 201 tentang Pekerja Rumah Tangga, yang juga diadopsi oleh Konferensi Perburuhan Internasional tahun 2011, melengkapi Konvensi No. 189. Tidak seperti Konvensi, Rekomendasi No. 201 tidak terbuka untuk ratifikasi. Rekomendasi ini memberikan pedoman praktis tentang kemungkinan langkah-langkah hukum dan langkah-langkah lain untuk mengimplementasikan hak-hak dan prinsip-prinsip yang dinyatakan di dalam Konvensi.

Bagaimana Konvensi akan diimplementasikan?

Konvensi dapat diimplementasikan dengan memperluas atau mengadaptasi undang-undang dan peraturan atau langkah-langkah lain yang telah ada, atau dengan mengembangkan langkah-langkah baru dan khusus untuk pekerja rumah tangga. Beberapa langkah yang diperlukan berdasarkan Konvensi dapat diambil secara bertahap.

T: Siapa yang dicakup oleh Konvensi

No. 189?

Apa itu pekerjaan rumah tangga?

Konvensi No. 189 mendefinisikan pekerjaan rumah tangga sebagai “pekerjaan yang dilaksanakan di atau untuk satu atau beberapa rumah tangga”.

Pekerjaan ini dapat mencakup tugas-tugas seperti membersihkan rumah, memasak, mencuci dan menyetrika pakaian, merawat anak, atau anggota sebuah keluarga yang lanjut usia atau sakit, berkebun, menjaga rumah, menjadi sopir untuk keluarga, bahkan merawat hewan peliharaan rumah tangga.

Siapa itu pekerja rumah tangga?

Di bawah Konvensi, pekerja rumah tangga adalah “setiap orang yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga dalam sebuah hubungan kerja”.

Seorang pekerja rumah tangga dapat bekerja secara penuh waktu atau paruh waktu; mungkin dipekerjakan oleh satu rumah tangga atau oleh beberapa majikan; mungkin tinggal di rumah majikan (pekerja tinggal di dalam) atau mungkin tinggal di kediamannya sendiri (tinggal di luar).

Seorang pekerja rumah tangga dimungkinkan bekerja di sebuah negara yang dia bukan merupakan warganya.

Seluruh pekerja rumah tangga dilindungi oleh Konvensi No. 189, meskipun negara-negara dapat memutuskan untuk mengecualikan beberapa kategori, dengan syarat-syarat yang sangat ketat.

Siapa majikan seorang pekerja rumah tangga?

Majikan seorang pekerja rumah tangga adalah salah satu anggota rumah tangga dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan atau agen atau perusahaan yang mempekerjakan pekerja rumah tangga dan menyalurkan mereka bagi rumah tangga.

Dalam mengimplementasikan Konvensi, akankah pekerja dan pengusaha dimintai pendapatnya?

Ketentuan-ketentuan Konvensi ini, harus dilaksanakan melalui konsultasi dengan para organisasi pekerja dan organisasi pengusaha yang paling representatif (Pasal 18).

Selain itu, konvensi tersebut mengharuskan Pemerintah berkonsultasi dengan organisasi pengusaha dan organisasi pekerja yang paling representatif dan, bila ada, dengan organisasi yang mewakili pekerja rumah tangga dan organisasi yang mewakili majikan pekerja rumah tangga mengenai empat hal khusus: (i) mengidentifikasi kategori pekerja yang akan dikecualikan dari ruang lingkup Konvensi, (ii) langkah-langkah tentang keselamatan dan kesehatan kerja, (iii) langkah-langkah tentang jaminan sosial, dan (iv) langkah-langkah untuk melindungi pekerja dari praktik-praktik pelecehan oleh agen ketenagakerjaan swasta (Pasal 2, 13 & 15).

Apa yang bisa pekerja rumah tangga lakukan untuk mendapatkan perlindungan yang dijamin oleh Konvensi No. 189?

Konvensi No. 189 menegaskan hak-hak dasar pekerja rumah tangga. Konvensi tersebut menetapkan standar kerja minimum untuk pekerja rumah tangga.

• Menggunakan ketentuan-ketentuan Konvensi dan Rekomendasi tersebut untuk mempengaruhi perubahan undang-undang dan meningkatkan kondisi kerja dan hidup pekerja rumah tangga, terlepas dari apakah negara tempat mereka bekerja telah meratifikasi Konvensi No.189.

T. Apa standar minimum yang

ditetapkan oleh Konvensi No. 189

untuk pekerja rumah tangga?

Hak-hak dasar pekerja rumah tangga

• Promosi dan perlindungan hak asasi manusia seluruh pekerja rumah tangga (Pembukaan; Pasal 3)

• Penghargaan dan perlindungan prinsip-prinsip dan hak-hak di tempat kerja: (a) kebebasan berserikat dan pengakuan efektif hak atas perundingan bersama, (b) penghapusan segala bentuk kerja paksa atau kerja wajib; (c) penghapusan pekerja anak; dan (d) penghapusan diskriminasi dalam hal pekerjaan dan jabatan (Pasal 3, 4, 11).

• Perlindungan efektif terhadap segala bentuk penyalahgunaan, pelecehan dan kekerasan (Pasal 5)

• Ketentuan kerja yang adail dan kondisi hidup yang layak (Pasal 6).

Informasi mengenai syarat dan ketentuan pekerjaan

Pekerja rumah tangga harus diberitahu tentang syarat dan ketentuan pekerjaan dengan cara yang mudah dimengerti, sebaiknya melalui kontrak tertulis. (Pasal 7).

Jam kerja

• Langkah-langkah yang bertujuan untuk menjamin perlakuan yang sama antara pekerja rumah tangga dan pekerja pada umumnya berkaitan dengan jam kerja normal, kompensasi lembur, jangka waktu istirahat harian dan mingguan,

sesuka mereka dan diharuskan untuk tetap melayani rumah tangga tersebut untuk menanggapi kemungkinan panggilan) (Pasal 10).

Pengupahan

• Upah minimum jika upah minimum ada untuk pekerja lain (Pasal 11).

• Pembayaran upah harus dibayarkan secara tunai, langsung ke pekerja, dan secara berkala paling lama satu bulan. Pembayaran dengan cek atau transfer bank – bila diperbolehkan oleh undang-undang atau kesepakatan bersama, atau dengan persetujuan pekerja (Pasal 12).

• Pembayaran dengan barang diperbolehkan dengan syarat tertentu: hanya porsi terbatas dari total upah; pekerja menyetujui; nilai moneternya adil dan layak; barang atau jasa yang diberikan sebagai pembayaran dengan barang adalah untuk kegunaan dan manfaat pribadi pekerja. Ini berarti bahwa seragam atau peralatan pelindung tidak boleh dianggap sebagai pembayaran dengan barang, tetapi sebagai alat yang harus disediakan oleh majikan untuk pekerja secara Cuma-cuma untuk pelaksanaan tugas mereka. (Pasal 12)

• Biaya yang dikenakan oleh agen ketenagakerjaan swasta tidak boleh dikurangkan dari upah (Pasal 15).

Keselamatan dan kesehatan kerja

• Hak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat (Pasal 13).

• Langkah-langkah dibuat untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja (Pasal 13).

Jaminan sosial

• Perlindungan jaminan sosial, termasuk tunjangan persalinan (Pasal 14).

• Persyaratan yang tidak kurang menguntungkan dari pada yang berlaku untuk pekerja pada umumnya (Pasal 14).

Standar tentang pekerja rumah tangga anak

• Kewajiban untuk menetapkan usia minimum untuk masuk ke pekerjaan rumah tangga (Pasal 4).

• Pekerja rumah tangga berusia 15 tahun tetapi kurang dari 18 tahun – pekerjaan mereka tidak boleh menghalangi mereka dari pendidikan wajib belajar, atau mengganggu kesempatan mereka untuk pendidikan lanjutan atau pelatihan keeja. (Pasal 4).

Standar tentang pekerja tinggal di dalam

• Kondisi hidup layak yang menghormati privasi pekerja (Pasal 6).

• Kebebasan untuk mencapai kesepakatan dengan majikan atau calon majikan mengenai apakah harus tinggal di dalam rumah tangga tersebut ataukah tidak (Pasal 9).

• Tidak ada kewajiban untuk tetap berada di rumah tangga tersebut atau dengan anggotanya selama jangka waktu istirahat atau cuti mereka (Pasal 9). • Hak untuk meyimpan sendiri dokumen

identitas dan dokumen perjalanan mereka (Pasal 9).

• Peraturan waktu siaga (Art.10).

Standar tentang pekerja rumah tangga yang bermigrasi untuk bekerja ke negara lain (migran internasional)

• Sebuah kontrak tertulis yang berlaku di negara tempat bekerja, atau tawaran kerja tertulis, sebelum berangkat ke negara tempat kerja (Pasal 8).

• Persyaratan yang jelas di mana pekerja rumah tangga berhak atas pemulangan setelah berakhirnya kerja mereka (Pasal 8).

• Perlindungan pekerja rumah tangga dari praktik-praktik pelecehan oleh agen ketenagakerjaan swasta (Pasal 15). • Kerjasama antara negara pengirim

dan negara penerima untuk menjamin penerapan efektif ketentuan-ketentuan Konvensi ini terhadap pekerja rumah tangga migran (Pasal 8).

Agen ketenagakerjaan swasta

Langkah-langkah harus dibuat (Pasal 15):

• Mengatur beroperasinya agen ketenagakerjaan swasta.

• Menjamin perangkat yang memadai untuk penyelidikan pengaduan oleh pekerja rumah tangga.

• Memberikan perlindungan yang memadai terhadap pekerja rumah tangga dan pencegahan pelecehan, dengan bekerjasama dengan Anggota lainnya bila perlu.

• Mempertimbangkan adanya perjanjian bilateral, regional atau multilateral yang mengikat untuk mencegah praktik pelecehan dan penipuan.

Penyelesaian perselisihan, pengaduan, penegakan

• Akses mudah ke pengadilan atau mekanisme penyelesaian perselisihan lainnya, termasuk mekanisme pengaduan yang mudah di akses (Pasal 17).

• Langkah-langkah harus dibuat untuk menjamin kepatuhan terhadap undang-undang nasional untuk perlindungan pekerja rumah tangga, termasuk langkah-langkah pengawasan ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Konvensi mengakui perlunya menyeimbangkan hak pekerja rumah tangga atas perlindungan dan hak atas privasi para anggota rumah tangga. (Pasal17)

Sumber untuk bacaan lebih lanjut:

International Labour Organization (ILO). 2011. “Special issue on the 100th Session of the International Labour Conference” dalam ACTRAV Info no. 5 (Jenewa, Bureau for Workers’ Activities (ACTRAV)). Terdapat di: www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---ed_dialogue/---actrav/documents/ publication/wcms_159729.pdf [19 Feb.2012].

ILO. 2011. Convention No. 189 Decent work for domestic workers (Jenewa, Conditions of Work and Employment Programme (TRAVAIL)). Terdapat di: http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---ed_protect/---protrav/--travail/documents/ publication/wcms_161104.pdf [5 Nov. 2011].

ILO. 2010. Report IV (1): Decent work for domestic workers, Konferensi Perburuhan Internasional, Sesi ke-99, Jenewa, 2010 (Jenewa).

ILO. 2007. Decent work for domestic workers, Labour Education 2007/3-4. No. 148-140 (Jenewa, Bureau for Workers’ Activities (ACTRAV)).

Dalam dokumen Manual Pelatihan untuk Pelatih (Halaman 65-70)