Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Kegiatan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Slamet (2006:7) mengemukakan penelitian deskriptif bermaksud untuk memberikan uraian mengenai gejala sosial yang diteliti dengan mendeskripsikan indikator-indikator yang dijadikan dasar ada tidaknya suatu gejala yang diteliti. Sedangkan Narbuko dan Achmadi (2002: 44) menyebutkan penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha menuturkan pemecahan permasalahan berdasarkan data dengan menyajikan, menganalisis dan mengiterprestasi data.
Berdasarkan atas dasar kegunaannya penelitian ini adalah penelitian evaluasi (evaluation research). Penelitian ini dimaksudkan untuk menilai suatu program, kegiatan atau kebijakan yang ditujukan untuk mengintervensi masyarakat dengan tujuan memberikan umpan balik agar suatu program, kegiatan atau kebijakan memberikan dampak sesuai dengan yang diharapkan. Sugiyono (2006:9-10) menyebutkan evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk menjelaskan fenomena. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi, dimana tahap yang dievaluasi adalah implementasi atau pelaksanaan kerjasama antar daerah dalam sektor pariwisata.
Penelitian ini mendeskripsikan implementasi kerjasama antar daerah SUBOSUKAWONOSRATEN melalui tahap implementasi, yaitu i) Tahap interpretasi, ii) Tahap pengorganisasian, iii) Tahap aplikasi dalam bidang
commit to user
pariwisata.Faktor-faktor yang berpengaruh dilihat dari variabel i)Kecenderungan-kecenderungan (Political Will), ii)Komunikasi, iii)Standar, iv)Sumber-sumber Kebijakan, dan v)Struktur birokrasi.
B. Desain Penelitian Evaluasi
Teknik analisis evaluasi yang digunakan adalah teknik deskriptif evaluatif. Teknik deskriptif evaluatif yaitu suatu teknik analisis dengan cara menggambarkan data yang telah diolah dan didiskusikan serta dievaluasi secara tajam dan detail sehingga menghasilkan suatu kesimpulan atas data yang diolah tadi (Widodo.2007:135). Penelitian ini menggambarkan implementasi kerjasama antar daerah dan faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya.
Evaluai ditujukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi dengan
Guide Lines. Penelitian ini berusaha melihat apakah pelaksanaan kebijakan sesuai dengan perencanaan kebijakan.
C. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat dimana penelitian dilakukan untuk mendapatkan data/informasi. Lokasi dari penelitian ini di Surakarta sebagai koordinator kerjasama sektor Pariwisata di SUBOSUKAWONOSRATEN . Penelitian ini dilakukan di Surakarta karena menggunakan data sekunder yang sudah ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta.
commit to user D. Sumber Data
Sumber data merupakan sumber yang memiliki kekayaan informasi yang digunakan untuk meneliti dan memahami permasalahan atau topik penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa dokumen yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta dan data primer berupa wawancara sebagai upaya triangulasi data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
a. Sumber Data Primer
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2006:156). Sumber data Primer dalam penelitian ini adalah informan. Informasi diperoleh dari BKAD Subosukawonosraten yang berkedudukan di Bagian Kerjasama Antar Daerah Kota Surakarta, Koordinator Kerjasama antar daerah dalam bidang Pariwisata yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta , Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta.
b. Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2006:156). Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta.
commit to user E. Teknik Pengambilan Sampel (Informan)
Tidak semua populasi digunakan dalam penelitian, untuk itulah penelitian dilakukan pada sampel. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi yang ditetapkan untuk dipelajari. Menurut Sugiyono (2006:91) teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel.
Bungin (2003:53) menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data atau informasi harus ditelusuri sedalam seluas-luasnya agar mampu mendeskripsikan fenomena yang diteliti secara utuh untuk menjelaskan fenomena dan realitas sosial. Berkenaan dengan hal diatas maka dalam prosedur sampling yang terpenting adalah informan kunci (key informan). Untuk memilih sampel lebih tepat dilakukan secara sengaja. Sehingga penelitian ini menggunakan Sampling Purposive yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2006:96). Pertimbangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki pemahaman dan dipandang memiliki data mengenai penelitian yang dilakukan. Key Informan dalam penelitian ini adalah Koordinator BKAD SUBOSUKAWONOSRATEN serta Koordinator Kerjasama pariwisata di SUBOSUKAWONOSRATEN.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh data yang relevan dengan penelitian. Sedangkan instrumen pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.
commit to user
Pada penelitian kualitatif instrumen utama pengumpulan data adalah peneliti itu sendiri serta dilengkapi dengan instrumen lain. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Interview/ Wawancara
Menurut Narbuko dan Achmadi (2002:83) wawancara adalah proses tanya-jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dalam mana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan-keterangan. Interview merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan jalan bertanya langsung kepada informan.
Instrumen yang digunakan untuk wawancara adalah interview guide.
Wawancara dilakukan pada :
1) Kepala Bagian Kerjasama Antar Daerah Kota Surakarta yang merupakan koordinator BKAD SUBOSUKAWONOSRATEN. 2) Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi wisata Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta sebagai perwakilan Koordinator Kerjasama Bidang Pariwisata SUBOSUKAWONOSRATEN.
3) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten periode 2004-2009 yang merupakan Koordinator Kerjasama Bidang Pariwisata SUBOSUKAWONOSRATEN periode pertama.
4) Kepala Bidang Seni Budaya Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta yang merupakan Kepala
commit to user
Bidang Pengembangan dan Promosi wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta 2004-2009.
5) Koordinator Association of The Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA).
6) Koordinator Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Surakarta.
b. Studi Dokumentasi
Studi dukumentasi dilakukan dengan melakukan kajian pada dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Instrumen pada teknik ini adalah dokumen yang dikaji. Dokumen yang dikaji adalah surat perjanjian kerjasama sektor pariwisata dan dokumen laporan kegiatan.
G. Validitas Data
Validitas data digunakan untuk membuktikan keshahihan penelitian sehingga tidak diragukan keabsahan hasil penelitian. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Ancok, 1995:122). Menurut Lincoln dan Guba (dalam Bugin, 2003: 59-63), ada 4 Standar yang digunakan menjamin hasil penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data untuk memperoleh data seluas-luasnya dan selengkap-lengkapnya.
Trianggulasi merupakan cara yang paling umum yang digunakan dalam menentukan validitas penelitian kualitatif. Melalui teknik ini dimungkinkan pengambilan kesimpulan berdasarkan beberapa pandangan.
commit to user
Penelitian ini menggunakan triangulasi data (Data Trianggulation) Patton (dalam Sutopo, 2002: 78) menyatakan Trianggulasi data mengarahkan peneliti untuk mengumpulkan data dengan menggunakan berbagai sumber data yang tersedia. Data yang sejenis akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang tersedia. Teknik ini juga sering disebut dengan trianggulasi sumber. Penelitian ini menggunakan trianggulasi data/sumber ini yaitu dengan menggunakan wawancara dan dokumen. Penelitian ini juga mengunakan berbagai sumber data yaitu wawancara dengan beberapa pihak. H. Teknik Analisis Data
Secara umum, penelitian kualitatif memiliki sifat interaktif dalam koleksi/pengumpulan data dengan analisis data. Sehingga untuk data kualitatif teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif. Pengumpulan data dianggap sebagai bagian integral dari kegiatan analisis data. Kegiatan pengumpulan data dan analisis berlangsung secara simultan dan serempak, prosesnya oleh Huberman dan Miles (dalam Bungin, 2003:69) dapat digambarkan sebagai berikut:
commit to user Gambar 3.1
Model Analisis Interaktif
Penelitian diawali dari pengumpulan data, melalui wawancara dan dokumen. Pengumpulan data peneliti harus secara aktif memilah-milah dan membandingkan data agar mendapatkan data yang mencakup muatan konsep, kategori dan konsep yang digunakan.
Hasil pengumpulan data tersebut kemudian direduksi (data reduction). Bungin (2003:70) mengungkapkan kegiatan ini mencakup kegiatan mengikhtiarkan hasil pengumpulan data selengkap mungkin dan memilah-memilahnya kedalam satuan konsep, kategori atau tema tertentu. Seperangkat hasil reduksi data tersebut diorganisasikan dalam bentuk (display data) tertentu untuk memudahkan upaya pemaparan dan penegasan kesimpulan (conclusion drawing and verification). Proses yang dilalui tidak hanya sekali melainkan berinteraktif/bolak-balik. DATA