• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Paradigma Penelitian

Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini yaitu paradigma

konstruktivistik. Paradigma penelitian merupakan sudut pandang peneliti dalam

memandang suatu realitas yang diteliti. Menurut Pujileksono (2015), paradigma

konstruktivistik memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Paradigma penelitian yang melihat suatu realita dibentuk oleh berbagai

macam latar belakang sebagai bentuk konstruksi oleh realita tersebut.

Realita yang dijadikan sebagai objek penelitian merupakan suatu

tindakan sosial oleh aktor sosial. Dalam penelitian ini, objek penelitian

merupakan tindakan Abdur Arsyad yang menggunakan teknik retorika

dalam penampilan stand up comedy nya dan menjadikan stand up

comedy sebagai media untuk menyampaikan kritik sosial.

b. Latar belakang yang mengkontruksi realita tersebut dilihat dalam

bentuk konstruksi mental berdasarkan pengalaman sosial yang dialami

oleh aktor sosial sehingga sifatnya lokal dan spesifik. Dalam penelitian

ini, pengalaman pribadi Abdur sebagai seorang komika yang

menggunakan teknik retorika pada penampilan stand up comedy nya,

selain itu pengalaman pribadi Abdur sebagai seseorang yang berasal

pendorong yang menyebabkan ia menggunakan stand up comedy

untuk menyampaikan kritik sosial.

c. Penelitiannya mempertanyakan „mengapa‟ (why)? Penelitian ini

mempertanyakan bagaimana penerapan unsur-unsur retorika dalam

penampilan stand up comedy Abdur Arsyad dan mengapa Abdur

menyampaikan kritik sosial melalui penampilan stand up comedy nya?

d. Realita berada di luar peneliti namun dapat memahami melalui

interaksi dengan realita sebagai objek penelitian. Peneliti bukanlah

seorang komika seperti Abdur Arsyad yang menjadi objek penelitan

dalam penelitian ini, tetapi peneliti mampu memahami realita melalu

interaksi yang dilakukan peneliti dengan objek penelitian baik melalui

observasi dan wawancara yang peneliti lakukan untuk mendapatkan

data-data dalam penelitian ini.

e. Jarak antara peneliti dan objek penelitian tidak terlalu dekat, peneliti

tidak terlibat namun interaksi dengan objek penelitian. Seperti yang

sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, Peneliti bukanlah seorang

komika seperti Abdur Arsyad yang menjadi objek penelitan dalam

penelitian ini, sehingga peneliti memiliki jarak dengan objek penelitian

dalam penelitian ini.

f. Paradigma penelitian konstruktivistik sifatnya kualitatif, peneliti

memasukkan nilai-nilai pendapat ke dalam penelitiannya. Penelitian

dengan paradigma ini sifatnya subjektif. Penelitian ini menganalisis

penampilan stand up comedy oleh Abdur Arsyad, sehingga penelitian

ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan paradigm

konstruktivistik.

g. Tujuan untuk memahami apa yang menjadi konstruksi suatu realita.

Oleh karena itu peneliti harus dapat mengetahui faktor-faktor apa saja

yang mendorong suatu realita dapat terjadi dan menjelaskan

bagaimana faktor-faktor itu merekonstruksi realita tersebut. Penelitian

ini memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur retorika

dalam penampilan stand up comedy Abdur Arsyad dan penyampaian

materi kritik sosial dalam materi stand up comedy Abdur Arsyad.

3.2 Jenis Penelitian

Penelitian ini membahas tentang retorika stand up comedy Abdur Arsyad

yang memuat mengenai kritik sosial. Penelitian ini menganalisis bagimana

penerapan unsur-unsur retorika dalam penampilan stand up comedy Abdur

Arsyad dan mengapa Abdur Arsyad menyampaikan kritik sosialnya melalui stand

up comedy, sehingga penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.

Menurut Kriyantono (2014), penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan

fenomena dengan dalamnya melalui pengumpulan data

sedalam-dalamnya. Penelitian ini tidak mengutamakan besarnya populasi atau sampling,

bahkan populasi dan samplingnya terbatas. Jika data yang terkumpul sudah

mendalam dan bisa menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari

persoalan kedalaman (kualitas) data buka banyaknya (kuantitas) data. Denzin dan

Lincoln dalam Pujileksono (2015) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif

melibatkan penggunaan dan pengumpulan berbagai bahan empiris, seperti studi

kasus, pengalaman pribadi, intropeksi, riwayat hidup, wawancara, pengamatan,

teks sejarah, interaksional dan visual: yang menggambarkan momen rutin dan

problematis, serta maknanya dalam kehidupan individual dan kolektif.

Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap

realitas sosial atau fenomena sosial. Pujileksono (2015) mengatakan bahwa

metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah multi

metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi khusus yang digunakan.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis tekstual kualitatif

yang membahas mengenai cara persuasi pada suatu proses komunikasi. Analisis

tekstual berpusat pada pesan. Hal ini berarti bahwa analisis tekstual berfokus pada

kata-kata atau simbol yang digunakan dalam beberapa jenis wacana (West &

Turner, 2008). Analisis tekstual mengharuskan seorang peneliti untuk dapat

mengidentifikasi suatu teks tertentu secara cermat. Teks yang diteliti dapat

diartikan dan berupa apa saja seperti pidato kepresidenan, tuturan, film, acara

televisi, iklan, atau segala jenis wacana yang ingin diteliti oleh peneliti, termasuk

penampilan stand up comedy. Analisis tekstual menggabungkan metode dan teori

karena analisis tekstual tidak mementingkan prediksi atau hubungan sebab-akibat,

sebaliknya, metode ini berfokus pada gambaran menyeluruh dan pemahaman

mengenai praktik-praktik komunikasi. (West & Turner, 2008) juga menjelaskan

sehingga dalam penelitian ini peneliti menggunakan retorika Aristoteles yang di

dalamnya terdapat tiga hukum retorika yaitu ethos, pathos, logos untuk

menganalisis penerapan unsur-unsur retorika yang terdapat dalam penampilan

stand up comedy Abdur Arsyad.

3.3 Fokus Penelitian

Menurut Sugiyono (2015) dalam pandangan penelitian kualitatif, peneliti

kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel

penelitian, tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi aspek

tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi sinergis.

Dalam penelitian kualitatif terdapat batasan masalah yang disebut dengan fokus.

Fokus penelitian berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Fokus

penelitian dimaksudkan untuk membatasi studi bagi seorang peneliti dan

menentukan sasaran penelitian sehingga dapat mengklarifikasikan data yang

dikumpulkan, diolah, dianalisis, dalam suatu penelitian (Moleong, 2012). Fokus

penelitian akan membatasi studi dalam penelitian sehingga objek yang akan

diteliti tidak melebar dan terlalu luas. Pembatasan dalam penelitian kualitatif lebih

didasarkan pada tingkat kepentingan, urgensi, dan masalah yang akan dipecahkan.

Fokus pada penelitian ini adalah penerapan unsur-unsur retorika dalam materi

stand up comedy Abdur arsyad yang memuat mengenai kritik sosial. Kritik sosial

dalam materi stand up comedy Abdur Arsyad menceritakan tentang kesenjangan

3.4 Sumber dan Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data

sekunder. Menurut Sugiyono (2016) data primer yaitu data yang diperoleh

langsung dari sumber data. Data primer adalah sumber data yang langsung

memberikan data kepada pengumpul data, sedangkan data sekunder merupakan

sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,

misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen.

Data primer menurut Kriyantono (2014) merupakan data yang diperoleh

dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Pada penelitian ini,

sumber data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan Abdur arsyad dan

dokumentasi transkrip materi stand up comedy Abdur yang didapatkan dengan

menonton beberapa video stand up comedy Abdur arsyad pada Stand Up Comedy

Indonesia season IV yaitu show 1, show 6, show 9, dan pada saat grand final “sajak kapal tua”. Sedangkan data sekunder atau data pelengkap diperoleh dari

wawancara dengan Ulwan Fakhri yang merupakan perwakilan dari Stand Up Indo

Malang. Selain itu data sekunder juga didapatkan dari literatur-literatur seperti

buku, jurnal, dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam

sebuah penelitian. Hal tersebut dikarenakan tujuan utama dari penelitian adalah

untuk mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka

yang ditetapkan. Pemilihan dan penggunaan teknik pengumpulan data ditentukan

oleh kebutuhan peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan. Selain itu

teknik pengumpulan data juga disesuaikan dengan sumber daya peneliti, seperti

dana, jangkauan, dan penguasaan secara teknis. Pujileksono (2015) menyebutkan

bahwa penelitian analisis teks dengan paradigma konstruktivistik lebih sesuai

menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan seterusnya. Begitu pula

dengan Sugiyono (Sugiyono, 2015) menjelaskan bahwa dalam penelitian

kualitatif, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai

berikut :

1. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan

dokumen-dokumen yang dapat mendukung penelitian. Dokumen

merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk

tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi

dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan

wawancara dalam penelitian kualitatif (Sugiyono, 2015). Dokumen yang

digunakan penulis guna menunjang penelitian ini yaitu video stand up

comedy Abdur pada Stand Up Comedy Season IV, yang terdiri dari show

1, show 6, show 9, dan grand final “sajak kapal tua”. Video stand up

comedy Abdur merupakan salah satu transkrip acara TV dengan nama

acara Stand Up Comedy Season IV. Menurut Kriyantono (2014) transkrip

acara TV merupakan salah satu contoh dokumen yang berupa dokumen

2. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya

jawab secara lisan, baik langsung atau tidak langsung dengan sumber data

(Pujileksono, 2015). Menurut Sugiyono (2015) wawancara digunakan

sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi

pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi

juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih

mendalam. Dengan melakukan wawancara, peneliti dapat mengetahui

hal-hal yang mendalam tentang partisipan dalam menginterpretasikan situasi

dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui

observasi. Dalam penelitian ini, penulis mewawancarai Abdur Arsyad

untuk mengetahui lebih dalam mengenai alasan Abdur Arsyad

menggunakan stand up comedy sebagai media untuk menyampaikan kritik

sosial. Selain itu, peneliti juga mewawancarai beberapa komika dari

komunitas Stand Up Indo Malang, yaitu Ulwan Fakhri selaku ketua Stand

Up Indo Malang tahun 2017 untuk mengetahui bagaimana pendapatnya

terhadap Abdur Arsyad.

3.6 Unit Analisis Data

Unit analisis data dapat diartikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan

fokus penelitian. Unit analisis data dalam penelitian ini adalah transkrip dari video

penampilan stand up comedy Abdur Arsyad pada show 1, show 6, show 9, dan

ditayangkan oleh Kompas TV. Selain itu, terdapat unit analisis data yang lain

yaitu data yang diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan Abdur Arsyad

dan Ulwan Fakhri.

3.7 Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam sebuah

penelitian. Moleong (2012) menyebutkan bahwa analisis data dapat dikatakan

sebagai sebuah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola,

kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat

dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Analisis data

kualitatif bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh,

selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Menurut Kriyantono (2014) cara

berpikir induktif yaitu cara berpikir yang berangkat dari hal-hal yang khusus

(fakta empiris) menuju hal-hal yang umum (tataran konsep).

Analisis dilakukan pada data yang telah diperoleh dari observasi,

wawancara, dokumentasi, dan studi literatur yang telah dilakukan. Dalam

penelitian ini, peneliti menggunakan metode rhetorical analysis, yaitu metode

analisis tekstual kualitatif yang membahas mengenai cara persuasi pada suatu

proses komunikasi. Analisis retorika menggunakan retorika Arsitoteles yang

difokuskan untuk melihat unsur ethos, pathos, logos pada materi stand up comedy

Abdur Arsyad pada show 1, show 6, show 9, dan pada saat grand final.

Ethos Ethos merujuk pada karakter, intelegensi, dan niat

ketika hal-hal ini ditunjukkan melalui pidatonya.

Dalam Ethos, wawasan, karakter, dan etika dari

seorang pembicara akan mempengaruhi kredibiltas

pembicara di mata khalayak.

Pathos Pathos berkaitan dengan emosi yang dimunculkan

dari para pendengar. Pathos mempelajari psikologi

komunikan yang mendeskripsikan unsur-unsur

kejiwaan pendengar yang harus diketahui oleh

pembicara.

Logos Logos adalah bukti-bukti logis yang digunakan oleh

pembicara, atau argumen, rasionalisasi, dan wacana.

Logos mencakup penggunaan beberapa praktik

termasuk menggunakan klaim logis dan bahasa yang

jelas Logos berisi format pesan yang dibuat dan

disampaikan oleh orator untuk mempersuasif audien.

Tabel 3.1 Unsur Retorika dalam Penelitian

42