• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

D. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

1. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Menurut Suyatno (2009:53) model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw termasuk pembelajaran kooperatif dengan sintak seperti berikut ini. Pengarahan,informasi bahan ajar,buat kelompok heterogen, berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. Tiap anggota kelompok bertugas membahas bagian tertentu, bahan belajar tiap kelompok adalah sama. Buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Kembali ke kelompok asal, pelaksana tutorial pada kelompok asal oleh anggotaan kelompok ahli, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.

Arends dalam Yusuf (http://www.damandiri.or.id/file/yusufunsbab2.pdf) menyatakan bahwa pada model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok ahli”. Kelompok asal, yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok asal merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada anggota kelompok asal. Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut :

+ = X * + + + + X X X X = = = = * * * * + = X * + = X * + = X * Kelompok Asal Kelompok Ahli Gambar 2.1

Skema model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Dalam penerapan Jigsaw, siswa dibagi berkelompok dengan 5 atau 6 anggota kelompok belajar heterogen. Setiap anggota bertanggungjawab untuk mempelajari, menguasai bagian tertentu bahan yang diberikan kemudian menjelaskan pada anggota kelompoknya. Dengan demikian, terdapat rasa saling membutuhkan dan harus bekerjasama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Para anggota kelompok yang lain yang bertugas mendapat topik yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli. Kemudian anggota tim ahli kembali ke kelompok asal dan mengajarkan apa yang telah

dipelajarinya dan didiskusikan di dalam kelompok ahlinya untuk diajarkan kepada teman kelompoknya sendiri.

Strategi belajar model jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh siswa dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain. Dengan metode ini siswa dapat terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran karena mau tidak mau setiap siswa harus menyampaikan materi kepada teman lain dalam kelompok dengan menyampaikan materi siswa dituntut untuk memahami materi.

Dalam model kooperatif tipe Jigsaw ini, siswa meiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat, mengolah informasi yang didapat dan dapat melatih keterampilan berkomunikasi. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menyampaikan materi sehingga teman yang lain jelas demi keberhasilan kelompok.

2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif teknik jigsaw cukup mudah dalam pelaksanaannya. Dalam kelompok, siswa diberi bahan ajar atau materi pembelajaran yang berbeda untuk setiap anggota kelompok untuk selanjutnya dikerjakan dan dipelajari. Setelah anggota kelompok benar-benar memahami materi atau bahan ajar bagiannya, kemudian setiap kelompok dibagi atau dipecah dan digabungan dengan kelompok lain yang membahas bahan ajar yang sama. Dalam

kelompok baru membahas materi bahan ajar yang sama, kelompok berdiskusi untuk mempelajari materi mereka. Setelah kelompok memahami materi, setiap anggota kelompok kemudian kembali ke kelompok awal menjelaskan dan menjawab segala pertanyaan yang berkaiatan dengan materi yang mereka bahas pada kelompok yang mempunyai materi yang sama. Hal ini dilakukan secara begantian dan setiap siswa mempunyai catatan kecil tentang apa yang disampaikan temannya. Setelah selesai, anggota kelompok berdiskusi kembali guna menyamakan persepsi dan membuat kesimpulan tentang materi yang telah didapatkan. Langkah selanjutnya adalah evaluasi yang diberikan guru, baik dalam kelompok maupun kelas besar untuk mengetahui keberhasilan belajar.

Secara singkat, langkah-langkah yang telah diungkapkan di atas sama seperti langkah-langkah pembelajaran menurut Wena (2009:194) yaitu: 1) pembentukan kelompok asal, 2) pembelajaran kelompok asal, 3) pembentukan kelompok ahli, 4) diskusi kelompok asal, 5) diskusi kelas, 6) pemberian kuis, dan 7) pemberian penghargaan kelompok.

Menurut Muhammad Faiq Dzaki langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebagai berikut:

a. Siswa dikelompokkan dengan anggota ± 4 orang

b. Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda

c. Anggota dari tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk kelompok baru (kelompok ahli)

d. Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali kekelompok asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang mereka kuasai e. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi

f. Pembahasan

g. Penutup ( http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2009/03/model-pembelajaran-kooperatif-tipe_2116.html)

Suyatno (2009:119) menyatakan bahwa langkah-langkah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut:

a. Siswa dikelompokkan ke dalam 4 tim

b. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda c. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan

d. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagaian/subbab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka

e. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh f. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi

g. Guru memberi evaluasi h. Penutup

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan dalam model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah sebagai berikut :

a. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4-5 orang secara heterogen.

b. Setiap kelompok diberi tugas sejumlah dengan anggota kelompok (tiap siswa dalam kelompok mendapatkan tugas yang berbeda).

c. Siswa membaca tugas yang telah diperolehnya.

d. Guru memerintahkan siswa yang mempunyai tugas yang sama untuk berkelompok membentuk kelompok baru (kelompok ahli) dan mendiskusikan tugas tersebut.

e. Stelah selesai berdiskusi dengan tim ahli, siswa mencatat hasil diskusi kemudian melaporkan kepada teman yang lain dalam kelompok asal secara bergantian. f. Setelah selesai, guru menunjuk salah satu kelompok untuk mempresentasikan

hasilnya kemudian ditanggapi oleh kelompok lain.

g. Guru memberikan klarifikasi atas tugas yang dikasih serta memberikan evaluasi.

3. Kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Ibrahim, dkk (2000:70) menyatakan bahwa kelebihan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yaitu:

a. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain

b. Siswa dapat menguasai pelajaran yang disampaikan

c. Setiap anggota siswa berhak menjadi ahli dalam kelompoknya d. Dalam proses belajar mengajar siswa saling ketergantungan positif e. Setiap siswa dapat saling mengisi satu sama lain.

Sugiyanto (2008: 41-42) dalam kutipan Ian (http://ian43.wordpress.com/2010/12/23/pengertian-pembelajaran-kooperatif/)

menyatakan bahwa ada banyak keuntungan penggunaan pembelajaran kooperatif. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial.

b. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan – pandangan.

c. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.

d. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai – nilai sosial dan komitmen.

e. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri atau egois.

f. Membangun persahabatan yang dapat berlanjut hingga masa dewasa.

g. Berbagai ketrampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekkan.

h. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.

i. Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.

j. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.

k. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal atau cacat, etnis, kelas sosial,agama, dan orientasi tugas.

Kelebihan kooperatif tipe jigsaw adalah meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya mempelajari materi yang materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain.Meningkatkan bekerja sama secara kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan (Doantara yasa, 2008:1).

Ibrahim (2000:71) menyatakan bahwa kekurangan pembelajaran kooperatif, yaitu :

a. Membutuhkan waktu yang lama.

b. Siswa cenderung tidak mau apabila disatukan dengan temannya yang kurang pandai apabila ia sendiri yang pandai dan yang kurang pandaipun merasa minder apabila digabungkan dengan temannya yang pandai walaupun lama kelamaan perasaan itu akan hilang dengan sendirinya.