• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

E. Validitas dan Reliabilitas

2. Uji Reliabilitas

Suharsimi Arikunto (1986:75) reliabilitas berhubungan dengan masalah

kepercayaan. Suatu tes dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi

jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Maka pengertian reliabilitas

tes, berhubungan dengan masalah ketetapan hasil berubah-ubah, perubahan yang

menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf

ketetapan dan ketelitian hasil (Masidjo, 1995:209).

Taraf reliabilitas suatu tes dapat dinyatakan dalam suatu koefisien yang

disebut koefisien reliabilitas. Masidjo (1995:243) koefisien reliabilitas dapat

dinyatakan dalam suatu bilangan dari -1,00 s/d 1,00. Koefisien yang dimaksud

adalah sebagai berikut :

Tabel 3.19

Koefisien reliabilitas

Interval Koefisien Kriteria

± 0,91 – ±1,00 Sangat tinggi

± 0,7 – ± 0,90 Tinggi

± 0,41 – ±0,70 Cukup

± 0,21 – ±0,40 Rendah

0 – ±0,20 Sangat Rendah

Dalam hal ini, reliabilitas dapat ditempuh dengan cara empiris atau

diujikan di lapangan. Reliabilitas empiris digunakan untuk mengukur ketetapan

dan ketelitian suatu tes yang dibuat oleh peneliti setelah diujikan di lapangan.

Taraf reliabilitas suatu tes dapat dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut

koefisien reliabilitas.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan reliabilitas teknik belah dua

dengan menggunakan rumus Product – Moment dari Pearson, dengan rumus

Keterangan :

rxy = koefisien rel

X = Item Ganjil

Y = Item Genap

Karena hasil

nomor gasal dan bagi

koreksi dari Spearman

Keterangan rumus :

rtt : koefis

rgg : koefis

rbb : koefis

Hasil reliabilitas dapa

F. Teknik Pengump 1. Observasi Met dengan se gejala pisi reliabilitas ap

il dari tes tersebut dibelah menjadi 2 bagia

agian nomor genap, kemudian dihitung mengg

an-Brown dengan rumus:

efisien reliabilitas

efisien gasal-genap

efisien belahan I dan II

pat dilihat pada Lampiran 11

mpulan Data

asi

etode observasi adalah pengumpulan data yang

sengaja, sistematis mengenai fenomena sosial d

isis untuk kemudian dilakukan pencatatan

ian, yaitu bagian

ggunakan formula

ang dilakukan

gejala-data.html#more).

Observasi merupakan suatu teknik pengamatan yang

dilaksanakan secara teliti terhadap suatu gejala dalam suatu situasi di

suatu tempat (Masidjo, 1995:59). Peneliti mengobservasi kegiatan

siswa selama pembelajaran berlangsung, baik penilaian keaktifan

maupun penilaian prestasi belajar. Pada penilaian keaktifan siswa,

peneliti mengobservasi siswa pada siklus I maupun siklus II dengan

cara memberi tanda checklist pada rubrik keaktifan (terlampir). Selain

itu, peneliti juga mengobservasi prestasi belajar siswa mengenai aspek

psikomotorik maupun aspek afektif dengan cara memberi nilai

(terlampir).

2. Wawancara

Menurut Masidjo (1995:72 ) wawancara adalah suatu proses tanya

jawab sepihak antara pewawancara (interviewer) dan yang

diwawancarai (interviewee), yang dilaksanakan sambil bertatap muka,

baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan maksud

memperoleh jawaban dari interviewee. Proses tanya jawab dilakukan

dengan menggunan pedoman wawancara (Masidjo, 1995:73).

Pedoman wawancara merupakan daftar pertanyan yang disusun

sedemikian rupa sehingga dapat mengarahkan dan sesuai dengan

mengajar pada setiap pertemuan dalam siklus I dan siklus II untuk

mengetahui pendapat mereka ketika pelaksanaan model pembelajaran

kooperatif tipe Jigsaw.

3. Tes

Tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa, tes yang

digunakan yaitu tes tertulis. Tes tertulis berupa tes obyektif pilihan

ganda dan isian singkat yang dilaksanakan disetiap akhir siklus I dan

siklus II untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar

siswa pada mata pelajaran IPS khusunya perjuangan para tokoh

menuju kemerdekaan.

G. Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk menganalisis data-data yang

telah berhasil dikumpulkan yaitu dengan teknik analisis data deskriptif (statistik

deskriptif). Statistik deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang

tujuannya untuk melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau

menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Analisis data ini dapat

menggambarkan dengan tepat mengenai rata-rata, perbedaan,

hubungan-hubungan, dan sebagainya.

Analisis data deskriptif dapat ditempuh dengan cara membandingkan data

sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan. Analisis data berdasarkan

1. Kriteria Keberhasilan

Kriteria keberhasilan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata

pelajaran IPS materi perjuangan para tokoh menuju kemerdekaan kelas VA SDN

Adisucipto 1 tahun ajaran 2011/2012 dapat terlihat dalam tabel di bawah ini.

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada prestasi belajar adalah 65. Penyusunan

indikator keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencapaian

kriteria keberhasilan yang peneliti tentukan pada setiap akhir siklus. Kriteria

keberhasilan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 3.20

Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa

No Peubah Indikator Kondisi

Awal

Siklus

I

Siklus

II

1 Keaktifan Skor rata-rata keaktifan

siswa

8,23 10 13

Tabel 3.21

Kriteria keberhasilan mengenai prestasi belajar siswa

No Peubah Indikator Jumlah siswa yang terlibat

Kondisi awal Akhir siklus 1 Akhir siklus 2 1 Prestasi belajar Rata-rata nilai ulangan 64,64 70 80

Keaktifan siswa = jumlah skor keaktifan pertemuan 1+pertemuan 2

2

Rata-rata keaktifan = jumlah skor keaktifan seluruh siswa per siklus

jumlah siswa siswa yang

mencapai KKM

2. Cara Menghitung Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar

a. Peningkatan Keaktifan

Analisis data dalam menghitung keaktifan menggunakan rubrik

pengamatan keaktifan. Keaktifan siswa dinyatakan dengan skor hasil rubrik

pengamatan keaktifan. Analisis keaktifan ini dapat dilihat dengan cara

membandingkan antara kondisi awal, siklus I dengan siklus II sesuai dengan

kriteria kebarhasilan yang telah ada. Peningkatan keaktifan siswa dapat

dihitung dengan cara :

1) Menghitung skor keaktifan setiap anak pada rubrik pengamatan

keaktifan, dengan rumus:

Skor setiap siswa per pertemuan = jumlah skor setiap siswa

2) Menghitung keaktifan siswa per siklus :

normal atau tidaknya data keaktifan siswa

5) Uji-t berpasangan menggunakan SPSS 15.00, untuk mengetahui

signifikan atau tidaknya peningkatan keaktifan siswa pada kondisi

awal, siklus I, dan siklus II.

b. Peningkatan Prestasi Belajar

Tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa

menggunakan tes dengan bentuk soal obyektif pilihan ganda dan isian

singkat. Sesudah soal-soal diujikan di kelas, hasil nilai untuk tiap siswa dan

tiap item soal ditabulasikan. Kriteria nilainya adalah sebagai berikut:

Tabel 3.22

Kriteria nilai

Jawaban Skor

Benar 1

Salah 0

1) Menghitung jumlah skor setiap siswa

2) Menghitung nilai setiap dengan rumus :

a) Nilai kognitif

b) Nilai afektif

Nilai = jumlah skor setiap siswa x 5 = 100

Nilai total setiap siswa adalah 16. Dimana nilai maksimal

pada rubrik afektif adalah 4, sedangkan nilai minimal

adalah 1. Afektif dinilai sebanyak dua kali yaitu pada

kelompok ahli maupun kelompok asal.

c) Nilai psikomotorik

Nilai total setiap siswa adalah 16. Dimana nilai maksimal

pada rubrik psikomotorik adalah 4, sedangkan nilai minimal

adalah 1.

3) Menghitung nilai rata-rata

Ket :

∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa

n = Jumlah seluruh siswa

Nilai rata-rata (N) =

n N

Nilai afektif final = nilai afektif 1 + nilai afektif 2

2

Nilai Psikomotorik = (jumlah nilai total+4) X 5 = 100

Nilai Final = nilai kognitif + nilai afektif + nilai psikomotorik = 100

rumus : 5) Uji nor normal 6) One sa adanya dengan menget kondisi 7) Uji-t b signifik siklus I normalitas K-S menggunakan SPSS 15.00, un

al atau tidaknya data prestasi belajar siswa.

sample t-test menggunakan SPSS 15.00, un

ya perbedaan yang bermakna atau tudak anta

n akhir One sample t-test menggunakan SP

getahui adanya perbedaan yang bermakna ata

isi awal dengan akhir siklus I.

t berpasangan menggunakan SPSS 15.00, un

ifikan atau tidaknya peningkatan prestasi bela

s I, dan siklus II.

Persentase = x

untuk mengetahui

untuk mengetahui

ntara kondisi awal

SPSS 15.0, untuk

atau tidak antara

untuk mengetahui

elajar siswa pada x 100%

82