BAB IV HASIL PENELITIAN
4.3 Analisis Data
4.3.1 Analisis Lingkungan Perusahaan
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan narasumber serta hasil observasi langsung di UKM Kreasi Lutvi, maka dapat diklasifikasikan
beberapa faktor lingkungan perusahaan yang mempengaruhi yang terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
1. Lingkungan Internal
Dalam analisis lingkungan internal penulis menganalisis faktor kekuatan dan kelemahan didalam UKM Keripik Kreasi Lutvi. Secara garis besar kekuatan yang dimiliki oleh UKM Keripik Kreasi Lutvi yang didapatkan dari analisa lingkungan internal adalah sebagai berikut :
a. Kualitas produk yang baik
UKM Kreasi Lutvi secara konsisten menghasilkan produk keripik dari bahan baku yang berkualitas dengan jenis tertentu.
b. Produk yang bervariasi
UKM Keripik Kreasi Lutvi pada awalnya hanya menjual keripik rasa original, lama kelamaan dengan melihat selera konsumen dan tidak mau ketinggalan trend, usaha ini menghasilkan keripik dengan banyak varian rasa.
c. Kelengkapan atribut produk
UKM Keripik Kreasi Lutvi sudah dipasarkan dengan merek sendiri, memiliki izin dinkes dan label halal.
d. Harga terjangkau
Produk keripik singkong dijual dengan harga yang murah, pemilik mengakui tidak mengambil untung yang tinggi. Konsep utama dalam menjual produknya adalah pembayaran dengan uang kontan, untungnya sedikit-sedikit saja yang penting perputaran cepat.
e. Lokasi usaha yang strategis
Lokasi Kreasi Lutvi terletak di Tuntungan yang terkenal sebagai daerah penghasil keripik. Hal ini dinilai penulis sebagai salah satu kekuatan. Banyak orang yang datang ke Tuntungan khusus untuk membeli keripik.
f. Ketersediaan bahan baku
UKM Kreasi Lutvi sudah memiliki pemasok bahan baku tetap dengan kualitas yang sudah ditentukan. Hal ini menjadi kekuatan bagi usaha ini karena bisa mendapatkan persediaan bahan baku dengan mudah.
Selain kekuatan, faktor-faktor yang menjadi kelemahan juga menjadi hasil yang didapatkan dari analisa lingkungan internal.
Berikut merupakan kelemahan yang dimiliki UKM Keripik Kreasi Lutvi.
a. Promosi yang tidak maksimal
Ragam media sosial yang ada saat ini bisa dimanfaatkan usaha ini untuk mempromosikan produknya, namun hasil dari analisa, usaha ini belum melakukan hal tersebut.
b. Manajemen yang kurang bagus
Lokasi usaha ini berada di desa yang menyebabkan manajemen kurang maksimal, bisa dilihat dari struktur organisasi yang kurang baik sehingga pemilik masih harus bekerja keras untuk mengelola UKM ini.
c. Tidak menggunakan jasa agen distributor
Pemilik hanya mendistribusikan produk ke konsumen yang dituju.
Melihat pangsa pasar yang saat ini masih kecil, perlu untuk menjalin kerjasama dengan agen distributor untuk membantu mendistribusikan produk ke daerah lain untuk menambah pangsa pasar baru.
2. Lingkungan Eksternal
Dalam analisis lingkungan eksternal penulis menganalisis faktor peluang dan ancaman didalam UKM Keripik Kreasi Lutvi. Peluang yang dimiliki perusahaan merupakan hasil dari analisa lingkungan eksternal perusahaan. Beberapa peluang yang dimiliki UKM Kreasi Lutvi yang di dapatkan melalui analisa lingkungan eksternal adalah :
a. Bertambahnya populasi penduduk
Pertambahan penduduk sangat berpengaruh bagi Kreasi Lutvi, karena permintaan akan keripik akan semakin banyak sehingga memudahkan UKM ini untuk meninhgkatkan volume penjualannya b. Minat konsumsi tinggi
Hampir semua kalangan masyarakat menyukai keripik singkong, termasuk penduduk di Desa Tuntungan dan sekitarnya, yang membuat Kreasi Lutvi lebih mudah untuk menjual produknya.
c. Permintaan meningkat pada musim tertentu
Permintaan keripik singkong meningkat pada musim libur.
Beberapa ancaman yang dimiliki UKM Keripik Kreasi Lutvi yang didapat melalui analisa lingkungan eksternal adalah sebagai berikut : a. Banyaknya pesaing dengan usaha sejenis
Pesaing dari usaha ini adalah usaha yang memproduksi barang yang sejenis. Pemilik perlu mengantisipasi perkembangan produk dari usaha lainnya untuk tetap menjaga pangsa pasar tetap aman.
b. Kenaikan harga BBM
Naiknya harga bahan bakar minyak dan gas akan mempengaruhi kenaikan harga barang-barang lainnya seperti bahan baku. UKM kreasi Lutvi juga memerlukan bahan baku seperti minyak goreng, garam dan lain-lain.
c. Pengadaan bahan baku impor
Dengan melakukan impor bahan baku tentunya akan memberatkan para pengusaha karena pasti meningkatkan biaya operasional.
d. Melemahnya nilai tukar rupiah
Penurunan nilai tukar rupiah terhadap AS sangat berdampak pada dunia usaha. Pasalnya, mayoritas bahan baku yang digunakan oleh pengusaha Indonesia berasal dari luar negeri atau impor.
Berikut tabel yang merupakan rangkuman dari kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) UKM Keripik Kreasi Lutvi.
Tabel 4.2
Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman UKM Keripik Kreasi Lutvi Kekuatan
baik
Sumber : Data diolah penulis (2019) 4.3.2 Formulasi Strategi
Formulasi Strategi adalah mengembangkan rencana jangka panjang untuk mengelola secara efektif peluang dan ancaman lingkungan eksternal, dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Formulasi strategi mencakup pula kegiatan – kegiatan : mendefinisikan misi perusahaan, menetapkan tujuan yang ingin dicapai, mengembangkan strategi dan pengaturan pedoman kebijakan.
UKM Keripik Kreasi Lutvi mampu meminimalisir kelemahan dengan cara mengelola kekuatan yang ada, kemudian Kreasi Lutvi juga mampu menghindari ancaman dengan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga program jangka panjang yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik. UKM Keripik Kreasi Lutvi memiliki misi, yaitu : mewujudkan usaha dengan kemandirian,
menciptakan lapangan pekerjaan dalam upaya perbaikan tarif hidup masyarakat sekitar, mewujudkan pemanfaatan potensi bahan baku pertanian menjadi produk hasil industri dan meningkatkan keterampilan dan penguasaan teknologi produksi guna memenuhi standart mutu dan peningkatan daya saing, misi ini diwujudkan guna mencapai visi UKM ini, yaitu : menciptakan produk tradisional memasuki pasar global dengan tangan terampil dan profesional.
4.3.3 Strategi Implementasi
Strategi Implementasi adalah tahap dimana penerapan terhadap pilihan strategi yang telah dilakukan. Pimpinan perusahaan mengimplementasikan strategi tersebut sesuai dengan level atau tingkatan, baik itu pada tingkat korporat, tingkat bisnis maupun tingkat fungsional.
UKM Keripik Kreasi Lutvi dalam menjalankan usahanya perlu merancang strategi-strategi untuk dapat membuat usahanya bisa cepat berkembang dan penjualan meningkat. Selain itu, UKM Keripik Kreasi Lutvi juga ingin membuat penjualan ke luar negeri agar pemasaran lebih luas. Pimpinan usaha Kreasi Lutvi sudah menerapkan berbagai rancangan strategi sehingga usahanya dapat berkembang dengan pesat dan target untuk menembus pasar luar negeri juga sudah tercapai pada tahun 2014. UKM Keripik Kreasi Lutvi sudah mengimplementasikan rencana yang sudah dirancang sebelumnya dan strategi tersebut berhasil dijalankan dan hasilnya juga maksimal.
4.3.4 Evaluasi
Evaluasi adalah proses pengukuran akan evektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Dalam melakukan suatu perencanaan langkah terakhir yang harus dianalisis adalah evaluasi dalam
penerapan rencana tersebut. UKM Kreasi Lutvi juga melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan untuk mengetahui apakah karyawan sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan, karena pada sebelumnya pada saat sebelum memulai bekerja semua karyawan telah diberikan pelatihan langsung oleh Bapak Muhdi selaku pemilik dari UKM Kreasi Lutvi.
Selain karyawan, Bapak Muhdi juga melakukan evaluasi terhadap proses operasional perusahaan, apakah semua proses perancangan strategi sudah dijalankan dengan baik, untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam operasional. Evaluasi juga digunakan untuk mencari kesalahan yang terjadi dalam proses produksi dan sekaligus menanggulangi kesalah tersebut, agar kedepannya proses produksi sudah berjalan dengan baik sesuai yang sudah direncanakan tanpa adanya kesalahan yang sama.
4.4 Pembahasan
UKM Keripik Kreasi Lutvi merupakan suatu usaha yang bergerak dibidang industri makanan ringan yang mengolah ubi singkong menjadi keripik.
Usaha ini didirikan oleh Bapak Muhammad Muhdi, S.Ag pada awalnya hanya dibantu oleh keluarga saja, namun sekarang sudah berkembang dan memiliki karyawan sekitar 60 orang. UKM Kreasi Lutvi berada di desa Tuntungan2 Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang.
Berdasarkan hasil penelitian UKM Keripik Kreasi Lutvi menerapkan strategi pemasaran ekspor langsung kepada konsumen. UKM Keripik kreasi Lutvi menggunakan jasa PT. APM Logistics sebagai pihak ketiga untuk melakukan penjualan keripik ke luar negeri. Sistem pembayaran yang dilakukan antara pihak
luar negeri dengan Kreasi Lutvi yaitu dengan langsung mentransfer uang ke rekening pemilik Kreasi Lutvi.
UKM Keripik Kreasi Lutvi juga menerapkan strategi 3M, yaitu mutu, murah dan mudah. Mutu yang berarti usaha ini menggunakan minyak dan bahan baku ubi yang berkualitas, jenis ubi yang digunakan adalah jenis ubi roti, ubi saga, ubi Malaysia susu yang berumur 1 tahun. Murah yang berarti pemilik tidak mengambil keuntungan yang tinggi, penting pembayaran dengan uang tunai, untungnya sedikit, yang penting perputaran uang cepat. Kemudian, mudah yang berarti proses yang mudah dan tidak berbelit-belit yang membuat kerja sama dengan koleganya berjalan dengan lancar.
Berdasarkan hasil wawancara serta hasil observasi langsung di UKM Kreasi Lutvi, maka dapat diklasifikasikan beberapa faktor lingkungan perusahaan yang mempengaruhi yang terdiri dari lingkungan internal dan lingkungan eksternal.
Lingkungan internal menganalisis tentang kekuatan dan kelemahan dari perusahaan sedangkan lingkungan eksternal menganalisis tentang peluang dan ancaman dari perusahaan. Berikut tabel yang merupakan rangkuman dari kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) UKM Keripik Kreasi Lutvi.
Tabel 4.3
Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman UKM Keripik Kreasi Lutvi Kekuatan
yang
Sumber : Data diolah penulis (2019)
UKM Keripik Kreasi Lutvi mampu meminimalisir kelemahan dengan cara mengelola kekuatan yang ada, kemudian Kreasi Lutvi juga mampu menghindari ancaman dengan memanfaatkan peluang yang ada, sehingga program jangka panjang yang telah direncanakan dapat dijalankan dengan baik. UKM Keripik Kreasi Lutvi memiliki misi, yaitu : mewujudkan usaha dengan kemandirian, menciptakan lapangan pekerjaan dalam upaya perbaikan tarif hidup masyarakat sekitar, mewujudkan pemanfaatan potensi bahan baku pertanian menjadi produk hasil industri dan meningkatkan keterampilan dan penguasaan teknologi produksi guna memenuhi standart mutu dan peningkatan daya saing, misi ini diwujudkan guna mencapai visi UKM ini, yaitu : menciptakan produk tradisional memasuki pasar global dengan tangan terampil dan profesional.
UKM Kreasi Lutvi juga melakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan untuk mengetahui apakah karyawan sudah bekerja sesuai dengan yang
karyawan telah diberikan pelatihan langsung oleh Bapak Muhdi selaku pemilik dari UKM Kreasi Lutvi. Selain karyawan, Bapak Muhdi juga melakukan evaluasi terhadap proses operasional perusahaan, apakah semua proses perancangan strategi sudah dijalankan dengan baik, untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam operasional. Evaluasi juga digunakan untuk mencari kesalahan yang terjadi dalam proses produksi dan sekaligus menanggulangi kesalah tersebut, agar kedepannya proses produksi sudah berjalan dengan baik sesuai yang sudah direncanakan tanpa adanya kesalahan yang sama.
Berdasarkan hasil penelitian UKM Keripik Kreasi Lutvi juga menganalisis 10 langkah strategi dalam memasuki pasar luar negeri, yaitu:
1. Keputusan manajemen dalam melaksanakan ekspor, UKM Keripik Kreasi Lutvi mengaku dalam melaksanakan ekspor hanya mencoba untuk melebarkan penjualannya sampai ke pasar luar negeri dan ternyata rencana tersebut berhasil.
2. Menentukan komoditi yang akan diekspor, UKM Kreasi Lutvi sangat yakin bahwa keripik singkong yang akan di ekspor memiliki kualitas yang bagus dan daya saing tinggi jika dilihat dari mutu keripik singkong tersebut
3. Menganalisis kondisi negara tujuan ekspor, UKM Kreasi Lutvi terlebih dahulu sudah menganalisis bagaimana kondisi negara tujuan ekspor untuk mengetahui tingkat permintaan di negara tersebut.
4. Menetapkan pasar potensial dan segmen pasar, Penjualan keripik singkong Kreasi Lutvi di Korea selatan dan Malaysia tidak memiliki segmen khusus, tetapi semua kalangan dapat menikmati keripik singkong tersebut, mulai dari
anak-anak hingga orang tua, mulai kalangan pendapatan rendah hingga yang berpendapata tinggi.
5. Menetukan strategi operasional bersama mitra usaha, UKM Keripik Kreasi Lutvi melakukan ekspor langsung produk kepada konsumen, dengan bekerja sama dengan agen distributor sebagai pihak ketiga, kemudian menjual produk keripik kepada semua kalangan.
6. Menentukan sistem promosi dan pemilihan media massa, Kreasi Lutvi tidak menggunakan promosi dalam melakukan penjualan ke luar negeri, Kreasi Lutvi memanfaatkan bantuan pemerintah melalui Disperindag untuk dapat mencari pasar ekspor dan kemudian melalui e-mail untuk mengirimkan surat, Kemudian setelah mendapat surat balasan Kreasi Lutvi akan mengirimkan contoh produk yang akan dijual ke calon eksportir.
7. Mempelajari peta pemasaran komoditi tertentu, Untuk mempermudah dalam menjual produk di luar negeri, UKM Keripik Kreasi Lutvi terlebih dahulu sudah menganalisis bagaimana peta pemasaran di negara calon pembeli, sudah mencari tahu data impor dari negara tersebut sehingga lebih mudah untuk memasarkan produknya dan dapat mencegah terjadinya kesalahan.
8. Mempelajari nama dan alamat lengkap badan-badan promosi, UKM Keripik Kreasi Lutvi tidak menggunakan promosi dalam melakukan penjualan ke luar negeri, Kreasi Lutvi memanfaatkan bantuan pemerintah melalui Disperindag untuk dapat mencari pasar ekspor dan kemudian melalui e-mail untuk mengirimkan surat, Kemudian setelah mendapat surat balasan Kreasi Lutvi akan mengirimkan contoh produk yang akan dijual ke calon eksportir.
9. Menyiapkan brosur dan price list, UKM Keripik Kreasi Lutvi mengaku mendapat bantuan dari Pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mendapatkan informasi mengenai penjualan ekspor. Kemudian Kreasi Lutvi melakukan negosiasi dengan calon pembeli dengan mengirim e-mail dan sedikit contoh barang agar calon pembeli mengenali produk yang ditawarkan. UKM Keripik Kreasi Lutvi tidak menggunakan brosur ataupun price list karena daftar harga produk terlebih dahulu sudah dicantumkan pada saat mengirimkan pesan melalui e-mail pada saat melakukan negosiasi.
10. Menyiapkan surat perkenalan usaha dan komoditi, UKM Keripik Kreasi Lutvi mengaku tidak perlu membuat surat perkenalan usaha karena sudah mendapat bantuan dari Pemerintah yaitu melalui Disperindag. Jadi Kreasi Lutvi hanya melakukan negosiasi dengan mengirimkan e-mail dan dalam pesan tersebut sudah dijelaskan tentang usaha, daftar harga dan juga sekalian mengirimkan contoh produk apabila sudah mendapat balasan dari calon pembeli.
UKM Keripik Kreasi Lutvi melakukan negosiasi terhadap calon pembeli dengan mengirimkan e-mail dengan tawaran harga untuk 5 tahun kedepan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku untuk kedepannya karena harga ubi ini naik terus, setelah mendapat balasan dari calon pembeli maka pihak UKM Keripik Kreasi Lutvi mengirimkan contoh barang atau produk ke negara calon pembeli kemudian melakukan pemasaran bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu trader.
Pihak UKM Keripik Kreasi Lutvi mencari tahu tentang calon pembeli dengan
memanfaatkan jasa pemerintah dengan bertanya kepada Disperinda, untuk mempermudah mendapatkan calon pembeli.
Berdasarkan penelitian syarat pertama yang diperlukan UKM Keripik Kreasi Lutvi dalam memasuki pasar luar negeri yaitu perusahaan ini harus memiliki barang yang mau di jual, yang kedua perusahaan ini harus mencari calon pembelinya namun sebelum mencari pembeli UKM ini harus tahu berapa kapasitas produk yang dapat dikerjakan, misalkan perusahaan ini mampu memproduksi 5 ton setiap bulannya akan tetapi perusahaan ini harus memberitahu hanya mampu memproduksi 4 ton saja untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku, setelah itu perusahaan ini harus melengkapi dokumen-dokumen seperti SIUP, TDP, TDI, HO, BPOM, ISO.
Berdasarkan peneltian terdahulu yang telah dilakukan oleh Al-Lourna Dunn, dkk (Universitas Brawijaya) dalam skripsi yang berjudul “Analisis Strategi Negosiasi Dalam Memasuki Pasar Luar Negeri (Studi Kasus Pada PT Dan Liris Sukoharjo)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT. Dan Liris menggunakan strategi unilateral dan strategi bersama dalam melakukan negosiasi dengan pelanggan di luar negeri. Para negosiator perusahaan juga menempuh tiga tahap dalam proses negosiasinya yaitu pra-negosiasi, face-to-face negotiation dan tahap setelah negosiasi. Selain itu, ditemukan beberapa masalah yang dapat menghambat jalannya negosiasi antara negosiator PT. Dan Liris dengan pelanggan. Meskipun terdapat masalah tetapi berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat solusi atau penyelesaian terhadap masalah yang timbul. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian ini memiliki kesamaan
yaitu sama-sama melakukan negosiasi terhadap calon eksportir sebelum memulai kerjasama.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Strategi yang dilakukan UKM Keripik Kreasi Lutvi dalam memasuki pasar luar negeri adalah:
a. UKM Keripik Kreasi Lutvi melakukan ekspor langsung dengan menggunakan pihak ketiga yaitu PT. APM Logistics.
b. Pemilik juga menerapkan strategi 3M (mutu, mudah dan murah) untuk dapat mempertahankan konsumen untuk berlangganan.
c. Adapun upaya yang dilakukan UKM Keripik Kreasi Lutvi untuk memasuki pasar luar negeri yaitu dengan melakukan negosiasi terhadap calon pembeli dengan mengirimkan e-mail dengan tawaran harga untuk 5 tahun kedepan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku untuk kedepannya karena harga ubi ini naik terus, setelah mendapat balasan dari calon pembeli maka pihak UKM Keripik Kreasi Lutvi mengirimkan contoh barang atau produk ke negara calon pembeli kemudian melakukan pemasaran bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu trader. Pihak Ukm Keripik Kreasi Lutvi mencari tahu tentang calon pembeli dengan memanfaatkan jasa pemerintah dengan bertanya kepada Disperinda, untuk mempermudah mendapatkan calon pembeli.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan, yaitu :
1. UKM Keripik Kreasi Lutvi dapat menjalankan usaha dengan mempertahankan harga dan meningkatkan kualitas produk untuk menarik konsumen baru, serta meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen.
2. UKM Keripik Kreasi Lutrvi harus melakukan promosi dan melakukan penjualan dari media sosial untuk dapat meningkatkan volume penjualan.
3. UKM Keripik Kreasi Lutvi dapat mengatasi kelemahan dengan cara : a. Menciptakan produk dan bentuk citarasa yang baru.
b. Memperluas pasar dengan cara menjalin kerjasama dengan agen distributor yang potensial.
DAFTAR PUSTAKA
David, Fred R. 2011. Manajemen Strategis :Konsep. Jakarta Salemba Empat.
Echdar, Saban. 2017. Metode Penelitian Manajemen dan Bisnis. Edisi Pertama.
Bogor: Ghalia Indonesia
Feriyanto, Andri. 2015. Perdagangan Internasional "Kupas Tuntas Prosedur Ekspor Impor":Yogyakarta: Mediatera
Gronroos, Christian. 1993. A Service Quality Model and Its Marketing Implications. Volume 18, No.4. European Journal of Marketing
Halwani, Hendra. 2005. Ekonomi Internasional & Globalisasi Ekonomi. Edisi Kedua. Bogor Selatan: Ghalia Indonesia
Hamdani. 2003. Seluk Beluk Perdagangan Ekspor Impor. Jakarta: Yayasan Bina Usaha Niaga Indonesia
Husein, Umar. 2001. Strategic Management in Action. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Ikbar, Yanuar. 2012. Metode Penelitian Sosial Kualitatif. Edisi Pertama.
Bandung: PT Refika Aditama
Jusuf, Luky dan Devi Anggrahini. 2013. Manajemen Stratejik. Edisi Pertama.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Kuncoro, Mudrajad. 2005. Strategi: Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif.
Jakarta: Erlangga
Moleong, Lexy J. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Rangkuti, Freddy. 2016. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Setiawan, Heri. Lestari, Sari. 2011. Perdagangan Internasional. Yogyakarta : Pustaka Nusantara
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta
Tjiptono, Fandy. 2005. Pemasaran Jasa. Malang : Bayumedia Publishing
Tjiptono, Fandy. 2015. Strategi Pemasaran. Edisi 4. Yogyakarta: Andi Offsett Tjiptono, Fandy dan Gregorius Chandra. 2017. Pemasaran Strategik. Edisi 3.
Yogyakarta: ANDI
Wheelen, Thomas L. Hunger, J David. 2012. Strategic Management and Business Policy : Toward Global Sustainbility. Thirteen Edition. United States:
Pearson Jurnal dan Skripsi
Ahyani, Yayan Muhamad. 2009. Strategi Pemasaran Ekspor Buah-Buahan pada PT Agroindo Usaha Jaya. Bogor.
Kusumaningrum, Diana Dewi. 2009. Strategi Pemasaran Ekspor dalam Memasuki Pasar Internasional pada Perusahaan Dian Mandala Yogyakarta.Surakarta.
Parrangan, E.R., Kumadji, S., & Yulianto E. 2015. Analisis Strategi Perusahaan dalam Ekspansi Pasar Luar Negeri (Studi Kasus pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam Akusisi Thang Lung Cement Company di Vietnam. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 26 No. 2 September 2015|
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Dunn, Al-Lourna, Suharyono, Wilopo. 2015. Analsis Strategi Negosiasi dalam Memasuki Pasar Luar Negeri (Studi Kasus pada PT Dan Liris Sukoharjo).
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 23 No. 2 Juni 2015|
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Charity, S.D., Edy Y., Wilopo. 2016. Analisis Strategi dalam Memasuki Pasar Internasional (Studi Kasus pada PT Telekomunikasi Indonesia dalam Ekspansi di Myanmar). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol. 32 No. 1
LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA DENGAN INFORMAN KUNCI DAN UTAMA
1. Wawancara dengan Bapak Muhammad Muhdi S.Ag sebagai pemilik dari UKM Keripik Kreasi Lutvi.
Pertanyaan 1 : Bagaimana strategi pemasaran yang dibuat Ukm Keripik Kreasi Lutvi?
Jawaban 1 : Strategi pemasaran yang dibuat Ukm Keripik Kreasi Lutvi ini yang pertama yaitu promosi dengan sistem 3M (mutu, murah dan mudah). Mutu yang berarti keripik singkong yang dibuat memiliki kualitas yang baik, murah yang berarti harga keripik ini terjangkau oleh konsumen dan yang terakhir mudah yang berarti proses pembuatan keripik ini tidak sulit dalam memproduksinya.
Pertanyaan 2 : Bagaimana kualitas keripik dalam usaha ini?
Jawaban 2 : Kualitas keripik yang di produksi ini sangat bagus karena ubi kayu yang masuk ke pabrik ini kami seleksi terlebih dahulu agar mendapatkan ubi yang berkualitas, kemudian minyak goreng yang digunakan juga minyak yang memiliki kualitas yang tinggi.
Pertanyaan 3 : Bagaimana harga yang ditawarkan dalam penjualan keripik singkong ini?
Jawaban 3 : Harga yang ditawarkan dari Ukm ini dapat terjangkau oleh konsumen, kalau dijual di lokal harganya 20 ribu rupiah per kilogram, sedangkan untuk pasar ekspor dijual sekitar 45 ribu sampai 50 ribu per kilogramnya.
Pertanyaan 4 : Bagaimana strategi yang diterapkan agar menjaga pelanggan untuk tetap berlangganan di Ukm ini?
Jawaban 4 : Kami tetap menjaga mutu dan kualitas dari keripik singkong ini dengan menggunakan bahan baku yang baik dan harga tetap terjangkau oleh
Jawaban 4 : Kami tetap menjaga mutu dan kualitas dari keripik singkong ini dengan menggunakan bahan baku yang baik dan harga tetap terjangkau oleh