• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

2.5 Ekspor

2.5.3 Prosedur Kegiatan Ekspor

Prosedur ekspor adalah langkah-langkah atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan kegiatan ekspor barang. Prosedur ekspor termasuk pengurusan dokumen-dokumen ekspor, persiapan barang ekspor dan hal pembiayaan. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam pemenuhan prosedur kegiatan ekspor (Hamdani, 2003):

Gambar 2.1

Prosedur kegiatan ekspor

Sumber : Hamdani (2003:50) 2.5.4 Dokumen Ekspor

Semua jenis dokumen yang terdapat dalam perdagangan internasional, baik yang dikeluarkan perbankan, pelayaran, dan instansi lainnya mempunyai arti dan peranan penting. Menurut Feriyanto (2015:98) mengungkapkan dokumen-dokumen dalam perdagangan internasional tersebut dapat dibedakan kedalam tiga kelompok yaitu dokumen induk, dokumen penunjang dan dokumen pembantu.

1. Dokumen Induk

Dokumen induk ialah dokumen inti yang dikeluarkan oleh Badan Pelaksana Utama Perdagangan Internasional, dokumen ini memiliki fungsi sebagai alat pembuktian pelaksanaan suatu transaksi. Termasuk dalam dokumen ini antara lain :

a. Letter of Credit (L/C)

Suatu surat yang dikeluarkan oleh suatu bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi importir tersebut, yang memberian hak kepada eksportir itu untuk menarik wesel-wesel atas importir bersangkutan.

b. Bill of Lading (B/L)

Surat tanda terima barang yang telah dimuat di dalam kapal laut yang juga merupakan tanda bukti kepemilikan barang dan juga sebagai bukti adanya kontrak atau perjanjian pengangkutan barang melalui laut.

c. Faktur (Invoice)

Suatu dokumen yang penting dalam perdagangan, data-data dalam invoice akan dapat diketahui berapa jumlah wesel yang akan dapat ditarik, jumlah penutupan asuransi, dan penyelsaian segala macam bea masuk.

Faktur (Invoice) dapat dibedakan dalam 3 bentuk yaitu:

1) Proforma invoice

Faktur ini biasanya menyatakan syarat-syarat jual beli dan harga barang sehingga segera setelah pembeli yang bersangkutan telah menyetujui pesanan maka akan ada kontrak yang pasti.

Penggunaan faktur ini juga digunakan bilamana penyelesaian akan dilakukan dengan :

a) Dengan pembayaran terlebih dahulu sebelum pengepalan b) Atas dasar consignment

c) Tergantung pada tender 2) Commercial invoice

Nota perincian tentang keterangan jumlah barang-barang yang dijual dan harga dari barang-barang tersebut seta perhitungan pembayaran. Faktur ini oleh penjual (eksportir) ditujukan kepada pembeli (importir) yang nama dan alamtnya sesuai dengan yang tercantum dalam L/C dan ditandatangani oleh yang berhak menandatangani.

3) Consular Invoice

Faktur yang dikeluarkan oleh instansi resmi yaitu kedutaan atau konsulat.

Faktur ini terkadang ditandatangani oleh konsul perdagangan negeri pembeli, dibuat oleh eksportir dan ditandatangani oleh konsul negara pembeli, atau dibuat dan ditandatangani negara sahabat dari negara pembeli. Penggunaan dari faktur ini antara lain untuk memeriksa harga jual dibandingkan harga pasar yang sedang berlaku dan untuk memastikan bahwa tidak terjadi dumping,selain itu juga diperlukan untuk menghitung bea masuk di tempat importir.

d. Dokumen (Polis) Asuransi

Surat bukti pertanggungan yang dikeluarkan perusahaan asuransi atas permintaan eksportir maupun importir untuk menjamin keselamatan atas barang yang dikirim. Dokumen ini menyatakan pihak mana yang meminta asuransi dan kepada siapa klaim dibayarkan. Setiap asuransi wajib dibayar dengan valuta yang sama dengan L/C kecuali syaratsyarat L/C menyatakan lain.

2. Dokumen Penunjang

Dokumen yang dikeluarkan untuk memperkuat atau merinci keterangan yang terdapat dalam dokumen induk, terutama faktur (invoice).

Termasuk dalam dokumen ini antara lain : a. Daftar Pengepakan (Packing List)

Dokumen ini dibuat oleh eksportir yang meneangkan uraian dari barang-barang yang dipak, dibungkus atau diikat dalam peti dan sebagainya dan biasanya diperlukan oleh bea cukai untuk memudahkan pemeriksaan.

Uraian barang tersebut meliputi jenis bahan pembungkus dan cara mengepaknya. Dengan adanya packing list maka importir atau pemeriksa barang tidak akan keliru untuk memastikan isinya. Nama dan uraian barang haruslah sama dengan seperti tercantum dalam commercial invoice.

b. Surat Keterangan asal (Certificate of Origin)

Surat pernyataan yang ditandatangani untuk membuktikan asal dari suatu barang, Digunakan untuk memperoleh fasilitas bea masuk atau sebagai alat penghitung kuota di negara tujuan dan untuk mencegah masuknya barang dari negara terlarang.

c. Surat Keterangan Pemeriksaan (Certificate of Inspection)

Keterangan tentang keadaan barang yang dimuat oleh independent surveyor, juru pemeriksa barang atau badan resmi yang disahkan oleh Pemerintah dan dikenal oleh dunia perdagangan internasional, berfungsi sebagai jaminan atas mutu dan jumlah barang, ukuran dan berat barang, keadaan barang pengepakan barang, banyak isi pengepakan. Laporan yang dibuat atas pemeriksaan kualitatif dan analitis didasarkan pada

pemeriksaan sampling 2% dari berat yang sebenarnya, dan merupakan dokumen yang disyaratkan L/C.

d. Sertifikat Mutu (Certificate of Quality)

Keterangan yang dibuat berkaitan dengan hasil analisis barang-barang di laboratorium perusahaan atas badan penelitian independen yang menyangkut mutu barang yang diperdagangkan. Dalam hubungannya dengan hal tersebut di indonesia berlaku peraturan yang mengharuskan adanya standarisasi dan pengendalian mutu untuk barang-barang ekspor, yaitu dengan menerbitkan sertifikat mutu (Certificate of Quality).

e. Sertifikat Mutu dari Produsen (Manufacturer’s Quality Certificate)

Dokumen ini lazimnya dibuat oleh produsen atau pabrik pembuat barang yang diekspor atau supplier yang menguraikan tentang mutu dari barang-barang, termasuk penjelasan tentang baru atau tidaknya barang dan apakah memenuhi standar barang yang ditetapkan. Dokumen ini juga menunjukkan keterangan mengenai barang yang diproduksi oleh produsen yang membawa merek dagangnya (trade mark)

f. Keterangan Timbangan (Weight Note)

Catatan yang berisi perincian berat dari tiap-tiap kemasan barang seperti yang tercantum dalam commercial invoice. Keterangan berat dari barang-barang yang dikapalkan atas dasar suatu L/C haruslah sama dengan yang tercantum pada dokumen-dokumen pengapalan. Dokumen ini disamping untuk mengetahui berat barang, juga diperlukan untuk mempersiapkan alat-alat pengangkut barang pada saat pemeriksaan barang.

g. Daftar Ukuran (Measurement List)

Daftar yang berisi ukuran dan takaran dari tiap-tiap kemasan seperti panjang, tebal, garis tengah serta volume barang. Ukuran dalam dokumen ini haruslah sama dengan syarat-syarat yang tercantum dalam L/C. Volume pengepakan setiap barang tersebut diperlukan untuk menghitung biaya angkut atau untuk keperluan persiapan barang.

h. Analisa Kimia (Chemical Analysis)

Pernyataan yang dikeluarkan oleh laboratorium kimia yang berisi komposisi kimiawi dari suatu barang. Dokumen ini juga menjelaskan tentang bahan-bahan dan proporsi serta kandungan bahan yang terdapat dalam barang yang diharuskan pemeriksaannya. Penelitian tersebut dilakukan oleh badan analisa obat-obatan,dan bahan-bahan kimia.

i. Wesel (Bill of Exchange)

Sebuah alat pembayaran yang memberikan perintah yang tidak bersyarat dalam bentuk tertulis,yang ditujukan oleh seseorang kepada orang lain.

Pihak Pihak yang terlibat dalam wesel antara lain : 1) Drawer : Pihak yang menandatangani wesel (Penarik) 2) Drawee : Pihak yang membayar (tertarik)

3) Payee : Pihak yang menerima pembayaran

4) Endorse : Pihak yang menerima perpindahan/ pengalihan wesel

2.6 Strategi Memasuki Pasar Luar Negeri

Menurut Amir M.S (2004) ada sepuluh langkah strategis dalam memasuki pasar luar negeri (ekspor) yang perlu diperhatikan oleh para pengambil keputusan dalam bidang pemasaran, yaitu:

1. Keputusan manajemen untuk melaksanakan ekspor

Keputusan manajemen perusahaan dalam melaksanakan ekspor merupakan faktor strategis yang paling utama dalam upaya memasuki pasar ekspor. Tanpa keputusan itu, perusahaan tidak akan pernah memasuki pasar ekspor. Keberanian mengambil keputusan itu sangat tergantung pada visi manajemen puncak setiap perusahaan. Bagi perusahaan milik negara, keputusan untuk memasuki pasar ekspor di samping visi juga ditentukan oleh misi yang menjadi kewajiban tiap perusahaan negara untuk turut memupuk devisa negara.

2. Menentukan komoditi yang akan diekspor

Komoditi yang laku di pasar Internasional adalah komoditi yang mempunyai daya saing tinggi, yang mempunyai mutu, kegunaan, daya tahan, harga, waktu penyerahan dan pelayanan purna jualnya sesuai dengan selera dan daya beli pembeli di negara tujuan ekspor.

3. Menganalisis kondisi negara tujuan ekspor

Sebelum melakukan pilihan tentang negara yang dijadikan sasaran bagi ekspor komoditi kita, perlu sekali dilakukan penelitian awal tentang populasi suatu negara termasuk agama, tradisi, kondisi politik, ekonomi, sosial, iklim, peraturan ekspor-impor, perpajakan, perbankan, keuangan, transportasi dan lain-lain. Tujuan melakukan penelitian awal ini agar dapat menentukan pasar potensial dan segmen pasar yang akan dimasuki.

4. Menetapkan pasar potensial dan segmen pasar

Perlu pula diperhatikan kebiasaan yang ada di kalangan segmen pasar yang dipilih. Bila kita memproduksi garmen untuk segmen pasar wanita remaja dan ingin di ekspor ke Jepang, perlu diperhatikan tradisi remaja Jepang yang suka

merayakan secara besar-besaran hari raya Natal dan Tahun Baru, kendatipun sebagian besar dari mereka itu bukan orang Kristen.

5. Menetukan strategi operasional bersama mitra usaha

Strategi yang perlu ditentukan itu menyangkut unsur-unsur persaingan dari suatu komoditi seperti pemilihan jeans komoditi yang cocok untuk suatu wilayah sasaran ekspor, mutu komoditi yang sesuai dengan selera konsumen setempat, harga yang sesuai dengan daya beli segmen pasar sasaran, waktu penyerahan barang yang sesuai dengan tradisi setempat, pelayanan purna jual yang memudahkan calon pembeli, syarat pembayaran yang sesuai dengan kondisi ekonomi negara tujuan.

6. Menetukan sistem promosi dan pemilihan media massa

Proses memperkenalkan komoditi kepada calon pembeli disebut promosi.

Promosi dengan sendirinya memegang peranan yang sangat penting bagi setiap calon eksportir. Langkah selanjutnya adalah memilih media promosi yang efektif dan efisien.

7. Mempelajari peta pemasaran komoditi tertentu

Cara untuk mendapatkan peta pemasaran komoditi adalah dengan cara mengumpulkan data impor beberapa negara yang diperkirakan potensial untuk dapat mengimpor kemeja dari negara kita.

8. Mempelajari nama dan alamat lengkap badan-badan promosi

Mengumpulkan secara nyata nama dan alamat lengkap dari media promosi yang dipilih, khususnya yang berada di wilayah negara sasaran ekspor. Perlunya nama dan alamat lengkap ini untuk memudahkan melancarkan kegiatan promosi dan komoditi kita.

9. Menyiapkan brosur dan price list

Supaya calon pembeli mengenal barang yang kita ekspor, bila mungkin calon pembeli dikirimi contoh barang atau komoditi yang dimaksud. Namun karena cara ini memrlukan biaya yang sangat mahal, lazimnya pengusaha menyiapkan brosur.

10. Menyiapkan surat perkenalan usaha dan komoditi

Promosi dapat dilakukan dengan membuat surat perkenalan yang dikirimkan kepada asosiasi importir di negara tujuan ekspor, atau atase perdagangan asing serta calon pembeli lainnya. Surat perkenalan itu dilengkapi dengan brosur dan daftar harga dari komoditi yang kita perkenalkan.

2.8 Penelitian Terdahulu

Ada beberapa penelitian terdahulu yang menjadi referensi maupun acuan penulis dalam membuat penelitian ini, antara lain:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Dina Setio, dkk Arief Rachman , dkk dalam proposal penelitian mengenai “Analisis Strategi Dalam Memasuki Pasar Internasional (Studi Kasus Pada PT Telekomunikasi Indonesia dalam Ekspansi di Myanmar)”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia sudah menerapkan strategi yang tepat dengan strategi pengembangan, namun untuk mendukung kegiatan ekspansi di Myanmar perusahaan perlu melakukan beberapa alternatif strategi yang telah dirumuskan berdasarkan visi, misi, analisis internal dan analisis eksternal.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Yayan Muhammad Ahyani dalam proposal penelitian mengenai “Strategi Pemasaran Ekspor Buah-Buahan pada PT Agroindo Usaha Jaya”. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang menjadi kekuatan PT Agroindo Usaha Jaya adalah kualitas produk yang bermutu, ketepatan waktudalam pendistribusian, buah yang ditawarkan beragam, modal sendiri,pengalaman di bidang ekspor cukup lama, harga yang kompetitif, dan kemitraandengan pemasok baik.

Sedangkan yang menjadi kelemahan adalah tidak memiliki kebun sendiri, buah dalam bentuk segar tidak tahan lama, kondisi gudang kurang memadai, kurangnya promosi, dan kapasitas pengadaan buah kurang optimal.Berdasarkan faktor eksternal yang menjadi peluang adalah pasar global,peningkatan jumlah penduduk dunia, meningkatnya kesadaran masyarakat duniaakan gizi dan kesehatan, peningkatan jumlah produksi, dan memiliki negaratujuan ekspor yang jelas. Sedangkan ancaman dari faktor eksternal adalah adanya persaingan dalam usaha, kenaikan harga BBM, inflasi, keadaan politik dan keamanan yang kurang stabil, dan adanya kebijakan tarif ekspor.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Al-Lourna Dunn, dkk (Universitas Brawijaya) dalam skripsi yang berjudul “Analisis Strategi Negosiasi Dalam Memasuki Pasar Luar Negeri (Studi Kasus Pada PT Dan Liris Sukoharjo)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT. Dan Liris menggunakan strategi unilateral dan strategi bersama dalam melakukan negosiasi dengan pelanggan di luar negeri. Para negosiator perusahaan juga menempuh tiga tahap dalam proses negosiasinya yaitu

pra-negosiasi, face-to-face negotiation dan tahap setelah negosiasi. Selain itu, ditemukan beberapa masalah yang dapat menghambat jalannya negosiasi antara negosiator PT. Dan Liris dengan pelanggan. Meskipun terdapat masalah tetapi berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat solusi atau penyelesaian terhadap masalah yang timbul.

4. Penelitan keempat dilakukan oleh Ezra Randalinggi Parrangan, dkk (Universitas Brawijaya) dengan topik yang sama dalam skripsi yang berjudul “Analisis Strategi Perusahaan Dalam Ekspansi Pasar Luar Negeri (Studi Kasus PADA PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Dalam Akusisi Thang Long Cement Compnany di Vietnam)”. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu PT. Semen Indonesia telah berhasil menjadi perusahaan BUMN pertama yang berekspansi ke luar negeri dengan visi yang kuat serta keinginan bertumbuh. Perusahaan juga berhasil dalam melakukan ekspansi pasar keluar negeri dengan strategi yang tepat. Analisis yang mendalam serta selalu mengikuti perkembangan pasar diperlukan oleh perusahaan.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Diana Dewi Kusumaningrum dalam skripsi penelitian mengenai “Strategi Pemasaran Ekspor dalam Memasuki Pasar Internasional pada Perusahaan Dian Mandala Yogyakarta”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan Dian Mandala menggunakan 4 variabel bauran pemasaran atau sering disebut marketing mix untuk strategi pemasaran ekspornya, yang meliputi strategi produk, strategi harga, strategi promosi, dan strategi distribusi.

Saluran distribusi yang digunakan adalah saluran distribusi langsung dan

distribusi tidak langsung, keduanya saling melengkapi. Namun, brand image dan promosi belum dikembangkan sepenuhnya oleh Perusahaan Dian Mandala. Alternatif strategi yang bisa dikembangkan oleh Perusahaan Dian Mandala adalah memperkokoh brand image perusahaan dengan memanfaatkan keunggulan kulit ikan pari sebagai bahan dasar produk. Keunggulan tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan promosi sehingga positioning Perusahaan Dian Mandala semakin kuat di benak kosumen.

2.9 Kerangka Berfikir

Gambar 2.2 Kerangka Berfikir

UKM KERIPIK KREASI LUTVI

STRATEGI MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI

ELEMEN MANAJEMEN

STRATEGI

STRATEGI PEMASARAN DALAM MEMASUKI PASAR LUAR NEGERI

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian ini menggunakan bentuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran atau penegasan terhadap suatu konsep atau gejala dan juga menjawab pertanyaan sehubungan dengan subjek penelitian.

Penelitian deskriptif merupakan gambaran dan ringkasan berbagai kondisi, situasi atau berbagai variabel. Data deskriptif pada umumnya dikumpulkan melalui metode pengumpulan data, yaitu wawancara atau metode observasi. Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah, keadaan atau peristiwa sebagaimana adanya. Sifatnya hanya sekedar mengungkapkan data.

Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2004:3) Pendekatan kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dipahami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motiasi, tindakan, dll., secara holistik, dan dengan cara deproposal dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang ilmiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dilakukan pda kondisi objek yang alami. Teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan. Data yang dihasilkan bersifat deskriptif dan analisis data dilakukan secara induktif.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di UKM Keripik Kreasi Lutfi yang berada di Jalan Tunas Mekar no.23, Tuntungan2, Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20353. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai bulan April 2019.

3.3 Definisi Konsep

Untuk memberikan batasan-batasan yang lebih jelas dari masing-masing konsep guna menghindari adanya salah pengertian, maka definisi konsep yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan kerangka teori yang telah dikemukakan. Adapun yang menjadi definisi konsep dalam penelitian ini adalah:

1. Strategi Pemasaran

Menurut Tjiptono (2017) Strategi Pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu.

2. Perdagangan Internasional

Menurut Setiawan dan Lestari (2011) Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dapat dikelompokkan dalam dua kategori yang dapat dilihat dari sumbernya, yaitu:

1. Teknik Pengumpulan Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil penelitian langsung yang dilakukan oleh peneliti di lokasi penelitian. Metode-metode yang dapat dilakukan untuk memperoleh data primer yaitu :

a. Wawancara

Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. (Sugiyono, 2012 : 410)

b. Observasi

Menurut Nasution (1988) dalam Sugiyono (2012 : 403) Observasi merupakan dasar dari semua ilmu pengetahuan. Para ilmuwan hanya dapat bekerja dari data, yaitu fakta mengenai kenyataan yang diperoleh melalui observasi.

c. Triangulasi

Menurut Sugiyono (2012:423) mengemukakan bahwa dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan teknik triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data. Teknik triangulasi berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama.

2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder

Data yang diperoleh secara tidak langsung yang dapat diambil dari sumber lain atau instansi lain yang berkaitan dengan penelitian. Teknik yang dilakukan adalah:

a. Studi Kepustakaan, yaitu pengumpulan data melalui buku-buku, makalah, literature terkait yang relevan dengan masalah yang diteliti.

b. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cinderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data

sejenis ini mempunyai sifat utama tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga bisa dipakai untuk menggali informasi yang terjadi dimasa silam.

c. Penelusuran Data Online, yaitu data yang diperoleh dengan akses internet untuk mencari sumber data yang berhubungan dengan penelitian yang dilaksanakan.

3.5 Informan Penelitian

Informan penelitian adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (Moleong, 2012:97). Informan merupakan orang yang benar-benar mengetahui atau berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti. Untuk memperoleh informasi terkait penelitian, maka penulis menetapkan informan, yakni :

a. Informan kunci, yaitu informan yang memiliki informasi pokok yang diperlakukan dalam melakukan penelitian. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Pemilik UKM Keripik Kreasi Lutvi.

b. Informan utama, yaitu informan yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, informan utama pada penelitian ini adalah Manajer Produksi dari UKM Keripik Kreasi Lutvi.

3.6 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2012:428), proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh darihasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

1. Penyajian Data

Penyajian data merupakan tindakan dimana penulis menyajikan data hasil wawancara yang telah dibahas secara lebih lengkap dan teratur. Data wawancara yang telah dihasilkan akan disajikan dalam bentuk narasi.

2. Reduksi Data

Data yang diperoleh di lapangan biasanya berjumlah banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan terperinci. Menurut Sugiyono (2012:431) mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola dan membuang yang tidak perlu. Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan, keleluasaan dan kedalaman wawasan yang tinggi bagi peneliti.

3. Analisis Data

Analisis data merupakan tahapan yang menghubungkan teori yang dijadikan pedoman dengan fakta yang sudah dapat dilapangan. Analisis data ini dapat membuktikan fakta yang terjadi di lapangan sesuai dengan teori yang seharusnya.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Gambaran Umum UKM

Industri keripik singkong adalah industri yang memanfaatkan ubi kayu yang merupakan komoditas hasil pertanian sebagai bahan baku utama keripik singkong yang dapat menghasilkan berbagai bentuk yang menarik dan memiliki cita rasa yang khas untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Keripik singkong merupakan cemilan ringan yang sangat digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa, industri ini mampu memberikan nilai tambah guna peningkatan ekonomi keluarga serta bagi masyarakat sekitar serta mampu menyerap tenaga kerja.

UKM Keripik Kreasi Lutvi merupakan UKM yang didirikan pada tahun 1999 oleh Bapak Muhammad Muhdi, S.Ag di Tuntungan2, Pancur Batu, Deli serdang, Sumatera Utara. Pembuatan nama dari usaha ini diambil dari nama anak sulung pemilik UKM ini yaitu Lutviana Putri, makanya usaha ini dinamai Kreasi Lutvi. Sebelumnya pada tahun 1997 Pak Muhdi masih menjadi seorang sales

UKM Keripik Kreasi Lutvi merupakan UKM yang didirikan pada tahun 1999 oleh Bapak Muhammad Muhdi, S.Ag di Tuntungan2, Pancur Batu, Deli serdang, Sumatera Utara. Pembuatan nama dari usaha ini diambil dari nama anak sulung pemilik UKM ini yaitu Lutviana Putri, makanya usaha ini dinamai Kreasi Lutvi. Sebelumnya pada tahun 1997 Pak Muhdi masih menjadi seorang sales