10 1.4 Kegunaan Penelitian
V. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEGEMBANGAN MASYARAKAT PADA INDUSTRI PANAS BUMI GUNUNG
5.7. Pelajaran Pelaksanaan Terbaik (Best Practice) Program Pengembangan Masyarakat
Untuk pelaksanaan terbaik (best practice) program pengembangan masyarakat, dipilih PT Aneka Tambang, Tbk (PT. Antam,Tbk), dengan alasan PT. Antam,Tbk di pandang sebagai perusahaan pertambangan yang memiliki program pengembangan masyarakat yang baik, hal ini di tandai dengan telah banyaknya penghargaan yang diperoleh oleh perusahaan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri atas program pengembangan masyarakat yang telah dilaksanakannya.
PT. Antam,Tbk, sebagai perusahaan pertambangan dan pengolahan mineral yang terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal menjadikan CSR sebagai bagian dari strategi Perusahaan untuk dapat tumbuh secara berkelanjutan. Sejak tahun 2005, PT. Antam,Tbk telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) dan sejak tahun 2006 PT. Antam,Tbk telah menggunakan format yang berpedoman pada Sustainability Reporting Guideline (G3) yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiatives (GRI). Informasi yang diungkapkan dalam laporan tersebut meliputi semua operasi unit bisnis PT. Antam,Tbk di Indonesia, termasuk di dalamnya pertambangan nikel, emas, dan mineral lainnya,manufaktur, perdagangan dan jasa yang terkait dengan kegiatan usaha pertambangan. Sustainability Report berisi langkah-langkah PT. Antam,Tbk dalam menempuh jalan keberlanjutannya serta bagaimana meningkatkan kinerja terbaiknya untuk pilar-pilar ekonomi, lingkungan dan sosial. Komitmen tinggi dari PT. Antam,Tbk untuk dapat melaksanakan pengelolaan tambang yang baik dan benar untuk mencapai pertumbuhan yang
berkelanjutan ditunjukkan dengan tingginya komitmen PT. Antam,Tbk untuk mengelola lingkungan dan sosial.
Komitmen yang tinggi terhadap lingkungan dan sosial itu tercermin dari struktur organisasi perusahaan dimana pada tahun 2008, PT. Antam,Tbk melakukan perubahan struktur organisasi untuk menangani hal-hal yang terkait dengan isu lingkungan dan pasca tambang. Struktur organisasi pengelolaan CSR disahkan melalui SK Direksi No. 216.K/0251/DAT/2008, Sehingga dengan demikian maka pelaksanaan pengembangan masyarakat PT. Antam,Tbk dapat dilaksanakan dengan lebih terorganisir dan berkelanjutan karena adanya dukungan Perusahaan serta top management yang sangat besar untuk menwujudkannya.
Tugas dan peran Satuan Kerja Corporate Social Responsibility PT. Antam,Tbk adalah:
1. Menyusun strategi, kebijakan dan program CSR dan post mining perusahaan untuk mendukung kelancaran pengelolaan perusahaan dan terciptanya citra perusahaan yang lebih baik di mata masyarakat;
2. Mengkoordinasi dan melaksanakan program CSR dan post mining (program kemitraan, bina lingkungan dan pengelolaan program post mining);
3. Mengendalikan dan mengevalusi kegiatan CSR dan post mining
Satuan kerja CSR ini akan mengkoordinasikan implementasi CSR di seluruh unit bisnis PT. Antam,Tbk.
Sebagai bentuk pelaksanaan prinsip responsibility dalam praktik good corporate governance (GCG), PT. Antam,Tbk telah menjalankan program- program CSR. PT. Antam,Tbk telah melaporkan kegiatannya itu dalam Laporan Berkelanjutan (Sustainability Report) sebagai laporan yang terpisah dari Laporan Tahunan yang merupakan bentuk keterbukaan.
Secara kelembagaan komitmen tersebut ditunjukkan dengan dibentuknya Komite Lingkungan dan Pasca Tambang sebagai bagian dari pengawasan yang dijalankan oleh Dewan Komisaris. Tanggung jawab sosial perusahaan di PT. Antam,Tbk dilandaskan pada nilai-nilai perusahaan,standar etika, peraturan perundangan nasional maupun internasional yang berlaku serta diselaraskan dengan strategi perusahaan. CSR dilakukan dengan identifikasi stakeholder, implementasi CSR, komunikasi dan kepatuhan atas CSR di PT. Antam,Tbk. Kegiatan CSR PT. Antam,Tbk terangkum dalam Laporan Keberlanjutan
(Sustainability Report) yang dibuat sebagai bagian dari praktik GCG PT. Antam,Tbk. Program CSR PT. Antam,Tbk dilakukan pada 4 area yaitu:
1. Nature.
Dalam konsep triple bottom line, nature atau planet merupakan area yang harus diperhatikan Perusahaan. Seperti dijelaskan di atas, kegiatan utama PT. Antam,Tbk berhubungan langsung dengan alam sehingga tidak salah jika PT. Antam,Tbk mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara alam dimana Perusahaan beroperasi. Bentuk CSR yang dilakukan PT. Antam,Tbk pada area ini berhubungan dengan pengelolaan dan pengendalian limbah, tingkat polusi, konsumsi energi, penggunaan material yang efisien, pengembalian fungsi lahan bekas tambang (reklamasi) dandihasilkannya produk yang bermutu dan tidak berbahaya bagi lingkungan. 2. Well being
Karyawan sebagai bagian dari stakeholder Perusahaan merupakan bagian dari people dalam konsep triple bottom line. Tanggung jawab perusahaan terhadap karyawannya dilaksanakan dalam bentuk standar yang tinggi pada kesehatan dan keselamatan kerja, komitmen atas pendapatan pegawai yang memadai (income toliving cost ratio), kepuasan pegawai, dan kegiatan bersama keluarga pegawai.
3. Society
Dukungan dari masyarakat sekitar sangat diperlukan bagi keberadaan,kelangsungan hidup, dan perkembangan perusahaan sehingga PT. Antam,Tbk sangat berkomitmen untuk memberikan manfaat dan nilai tambah kepada masyarakat. Bentuk kegiatan yang dilakukan PT. Antam,Tbk sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masyarakat berkaitan dengan pemberdayaan komunitas lokal, bantuan konsultasi kepada masyarakat dan community development.
Contoh yang paling penting dari kegiatan ini adalah mendirikan lembaga pendidikan dimana Infrastrktur,manajemen, sumberdaya manusia, serta operasionalnya ditangani oleh Yayasan yang di bentuk oleh PT. Antam,Tbk, sehingga masyarakat mendapat manfaat yang berkelanjutan dari keberadaan lembaga tersebut. (kebanyakan yang dilakukan oleh perusahaan lain hanya membantu dalam pembangunan infrastruktur fisik saja, sementara hal-hal lain diluar itu tidak mendapat perhatian dan dianggap bukan merupakan
tanggung jawab perusahaan, sehingga berdampak kecil terhadap pengembangan sumberdaya manusia masyarakat sekitar).
4. Economic
Fokus utama dari seluruh kegiatan usaha Perusahaan adalah profit. Inilah bentuk tanggang jawab ekonomi yang paling esensial terhadap pemegang saham Perusahaan. Profit pada hakikatnya merupakan tambahan pendapatan yang dapat digunakan untuk menjamin kelangsungan Perusahaan. Aktivitas ekonomi berhubungan dengan peningkatan pendapatan, pengurangan biaya (cost reduction) atau peningkatan efisiensi, pengembangan produk/pasar baru, dan penyederhanaan proses.
Pendekatan PT. Antam,Tbk terhadap pengelolaan lingkungan tertuang dalam Kebijakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Lingkungan, pelayanan kesehatan dan pengembangan masyarakat dimana dalam melaksanakan kegiatannya, PT. Antam,Tbk akanmemprioritaskan K3, memperhatikan kelestarian lingkungan, dan ikut serta dalam pengembangan masyarakat, di dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Selain secara kelembagaan dalam bentuk struktur organisasi, komitmen PT. Antam,Tbk juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengeluaran untuk bidang lingkungan dari tahun ke tahun. Realisasi pengeluaran di bidang lingkungan tahun 2007 meningkat 6 persen dari tahun 2006 menjadi sebesar Rp. 42,6 miliar dan diperkirakan meningkat menjadi Rp. 57 miliar di tahun 2008. Bentuk-bentuk CSR dalam lingkungan hidup antara lain sistem manajemen lingkungan yang dicakup dalam ISO 14001, pencarian sumber energi baru yang lebih efisien dengan konversi energi dari PLTD menjadi PLTA dan PLTU, resirkulasi air kembali ke dalam sistem sehingga mengurangi jumlah air yang diambil dari lingkungan, pengelolaan limbah melalui pemanfaatan kembali atau daur ulang, pemantauan limbah cair (effluent), emisi, dan limbah padat, perencanaan penutupan dan kegiatan pasca tambang,pelestarian fauna yang dilindungi (Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor).
Jika pelaksanaan Program pengembangan masyarakat yang telah dan sedang dilaksanakan oleh CHV dibandingkan dengan pelaksanaan terbaik (best practice) yang dilakukan oleh perusahaan lain (PT. Antam,Tbk), maka terdapat kelemahan dalam pelaksanaan Program pengembangan masyarakat dilaksanakan oleh CHV yaitu dalam hal transparansi program dan keberlanjutan program.
5.8.
Ikhtisar
Disamping melaksanaan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di Gunung Salak, CHV juga telah melaksanakan program pengembangan masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang nomor 27 tahun 2003 tentang panas bumi, pasal 29 huruf f dinyatakan bahwa pemegang izin usaha pertambangan (IUP) panas bumi memiliki kewajiban melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Program pengembangan masyarakat yang telah dan sedang dilaksanakan untuk masyarakat sekitar wilayah operasi gunung Salak antara lain meliputi bidang Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, lingkungan, infrastruktur serta komunikasi dan hubungan sosial dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV telah mengalami pergeseran, beberapa program telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal, masyarakat mulai di libatkan walaupun baru diwakili oleh orang –orang tertentu saja, namun secara umum realisasi program masih berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang bersifat charity berupa pendirian infrastruktur fisik dalam bentuk pembagunan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, prasarana air bersih, olah raga, dan tempat peribadatan lainnya.
Program pengembangan masyarakat CHV dalam bidang pendidikan antara lain dalam bentuk bantuan beasiswa, program beasiswa ini di berikan kepada siswa-siswi yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu dan diutamakan bagi masyarakat yang berada di disekitar lokasi kerja CHV mulai dari jenjang sekolah dasar,menengah pertama, menengah atas sampai perguruan tinggi. Tetapi kriteria penerima beasiswa tersebut tidak diketahui oleh masyarakat sekitar sehingga terdapat opini di masyarakat bahwa program tersebut dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi dan tidak transparan.
Dalam bidang kesehatan CHV melakukan penyuluhan kesehatan, penyuluhan gizi dan peningkatan jangkauan sarana kesehatan serta bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten Sukabumi menggelar Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN), disamping itu yang telah dilakukan oleh CHV adalah pengobatan massal, sunatan massal serta bantuan obat-obatan. Di samping itu dilakukan juga menyebarkan informasi untuk mencegah HIV/AIDS kepada generasi muda, bekerja sama dengan Yapeka serta kantor kementrian negara lingkungan hidup. Program dalam bidang kesehatan yang selama ini dilakukan
oleh CHV dianggap masyarakat masih belum memadai, karena masih bersifat insidentil dan dilakukan secara seremonial saja.
Untuk membantu memberdayakan ekonomi, CHV turut aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, CHV membina kelompok- kelompok tani antara lain petani sayur-mayur, jagung, pepaya. Bantuan yang diberikan antara lain dalam bentuk bibit,pupuk, penyiapan lahan dan fasilitas pertanian lain seperti bedeng-bedeng tanaman, bangunan tempat diskusi, peralatan pertanian seperti pompa air, cangkul,parang,alat penyemprot hama dan lain-lain. Tetapi di lapangan beberapa dari program bantuan tersebut tidak sampai kepada masyarakat sasaran dan hanya dimanfaatkan oleh segelintir Tokoh, kelompok atau LSM, hal ini terjadi karena adanya kesalahan dalam mengidentifikasi kelompok-kelompok dalam masyarakat oleh CHV, disisi lain kesalahan juga berada di pihak masyarakat, karena masih terdapat Tokoh, kelompok atau LSM yang memanfaatkan bantuan-bantuan dan program dari CHV untuk kepentingan pribadinya.
Dalam bidang lingkungan CHV berpartisipasi melakukan kegiatan konservasi bersama masyarakat dan stakeholder yang berada dalam satu kawasan diantaranya program penanaman kembali hutan (reboisasi) di kawasan koridor Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), penyediaan bibit pohon untuk penghijauan di 4 desa. CHV juga berpartisipasi dalam kegiatan- kegiatan pelatihan lingkungan untuk guru-guru dan pelajar bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. Tetapi program reboisasi dan forestasi yang kontinyu dan terprogram hanya dilakukan dilingkungan kerja perusahaan saja yaitu di wilayah gunung salak (tempat CHV beropersi). Sementara yang di lakukan diluar wilayah opersi perusahaan tidak terprogram dengan baik dan tidak diikuti dengan pemeliharaan yang baik, sehingga banyak kayu yang ditanam mati, sehingga tidak berdampak kepada lingkungan.
Bantuan berupa pembangunan dan renovasi fasilitas umum juga diberikan oleh CHV bagi masyarakat sekitar lokasi CHV. Bantuan di berikan dalam bentuk pemberian material/bahan bangunan, aspal dan peminjaman alat berat. Sementara pembangunannya dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Program pengembangan masyarakat dalam bidang infrastruktur ini merupakan program yang menyedot dana terbanyak dari sekian bidang yang digarap.
Dalam rangka membangun dan memelihara hubungan konstruktif dan positif dengan masyarakat setempat khususnya masyarakat yang berada paling
dekat dengan wilayah operasi, CHV menjalin dialog yang dengan para tokoh setempat tetapi komunikasi dalam arti menyerap aspirasi masyarakat jarang dilakukan oleh CHV.
Dilihat dari kedalaman derajat partisipasi yang dipraktekkan dalam pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV di kecamatan Kabandungan adalah derajat ke-1 (paling rendah), dimana Pihak luar (baik perguruan tinggi maupun LSM) yang merumuskan permasalahan, mengumpulkan informasi, dan melakukan analisis, sedangkan masyarakat hanya sebagai obyek dari pelaksanaan program. Jika dilihat dari derajat kedalaman ikatan orang-orang yang terlibat dalam program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV adalah partisipasi manipulatif dan partisipasi pasif.
Jika pelaksanaan Program pengembangan masyarakat yang telah dan sedang dilaksanakan oleh CHV dibandingkan dengan pelaksanaan terbaik (best practice) oleh perusahaan lain (PT. Antam,Tbk), maka terdapat kelemahan antara lain dalam hal transparansi dan keberlanjutan program.