• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance (Fungsi Biologis)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.2 Strategi Pasangan Suami Istri Untuk Mempertahankan Keutuhan Keluarga Pada Pernikahan Long Distance

IV.2.8 Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance

IV.2.8.1 Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance (Fungsi Biologis)

Dari hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan kelima informan dapat diketahui bahwa pemenuhan biologis masing-masing informan dipahami secara berbeda, misalnya informan El yang mengatakan bahwa:

“Hmm, hehe…kalau yang itu jelas gak bisa tergantikan ya njas, wajar kan misal aku kangen pengen dimanjain pengen cium pengen peluk suami juga, kalau udah gitu rasanya stress banget gak bisa ketemu soalnya.”

“kalau skypean terus kan gak mungkin njas, jadi kudu ketemu. Pas suami kebetulan di Jakarta atau lagi di Jawa gitu aku usahain ketemuan sama suami. Yaudah kita habisin waktu bersama terutama buat pemenuhan biologis.”

“Apalagi kalau malem senin sama malem jumat tuh aku stress banget. Apalagi habis liat film romantis yang ada adegan kissing, ML atau apalah langsung sensitive. Kadang ada orang yang lagi telpon mesra gitu bawaannya sensi.” (El, 11 Juni 2014, pukul 20.00 WIB)

Menurut pendapat Cin dalam hal pemenuhan biologis bersama pasangan sangat berbeda dari El, karena menurut Cin kebutuhan biologis itu bukan sebuah prioritas yang utama ketika bertemu, aktivitas itu ada dan dilakukan oleh Cin bersama pasangan namun tidak harus seintim mungkin jka sedang bertemu pasangan, seperti yang diutarakan berikut:

“jadi waktu menikahpun kebutuhan akan visual, maaf istilahnya sensasi-sensasi seksual itu pasti ada tapi gak seng sampek muluk- muluk yaapa ngunu misal haduh kalo gak gituan sama bojo terus gak iso turu, terus kalo orang kan biasane yaawloh kalo aku gak anu bojoku iku istilahe gak iso turu terus ngempet kepengen, aku sama suamiku tu kebetulan enggak, kene iku gak normal paling ya? Sing laine iku yo biasane kalo setelah menikah iku kan pingin itu pingin ini terus gandengan terus boncengan itu seneng banget, sedangkan aku sama suami udah kebiasaan sejak pacaran gak boncengan gak gandengan tangan karna aku istu istilahnya aku

dhewe itu isin, dia juga isin gitu kan, nah waktu udah nikah itu pun lho kan sek turune iku ae sek sungkan ngunu lho, dan maaf aku pun dua bulan setelah itu baru malam pertama, jadi selama itu kita sek adaptasi, aneh kok. Kamu pernah gak tanya dosenmu yang waktu itu sempat nyeletuk di kelas terus ditanggepi apa sama dosenmu? Yaudah aku sama suami pake cara itu, pake telepon terus skypean juga pernah, itu yang selama ini kita jalankan, Cuma selama ini kan kita ketemunya satu bulan sekali itupun gak maraton e aku.”

“yaudah itu tuh cuman sekedar kebutuhan mari ngunu y owes mari yo mari yauwes gitu.” (Cin, 8 Juni 2014, pukul 15.20 WIB)

Pernyataan lain diungkapkan oleh informan Den yang mengakui bahwa kebutuhan biologis bersama pasangan harus tersampaikan pada saat bertemu dengan suaminya, hanya ada satu penyelesaian kebutuhan biologis dengan pasangan yaitu dengan bertemu langsung, berikut ini jawaban Den:

“kalau soal itu udah pasti kita gak bisa dong kalau gak ketemu, soal kebutuhan intim menurutku hanya ada satu cara penyelesaian ketika LDR ya sebisa mungkin pas lagi ada libur kami ketemuan, terakhir ketemu pas lebaran haji kemaren kita sempatin buat ketemuan, nah pas lagi ketemu kebutuhan akan itu udah pasti tersampaikan.” (Den, 20 Oktober 2014, pukul 20.11 WIB)

Berbeda dengan informan Jay yang pada proses penyampaian kebutuhan biologis ketika jarak jauh tersebut lebih banyak dialihkan dengan cara lain, karena faktor belum bisa bertemu pasangan maka Jay biasanya hanya meminta foto dari pasangan, video call dan skype. Tetapi Jay mengaku bahwa kebutuhan biologis memang hanya dapat tersampaikan apabila bertemu langsung dengan pasangan. Berikut ini pernyataan Jay:

“lhoh kudu dijawab iki dek mahasiswa? Isin lho dek. Piye ya, paling nek aku kangen pingin ketemu tap gak isok ketemu ya nyuwun potone bojo pas dia lagi aktivitas apa dia lagi santai, biasanya pas dia mau bobok ngirimi poto, terus atiku jadi adem nek wes liat potone. Nek ra yo skipian dek, sambi kerjo nek

kerjoane santai sih. Skipian neng omah nek ra ngunu, tapi nek kangen pol masalah biologis kudu ketemu deh dek, ra kuat nek iku. Cah lanang kan lebih besar daripada cah wedok, aku ngalahi nang Jakarta wes.” (Jay, 22 Oktober 2014, pukul 16.14 WIB)

Informan Iman juga memiliki pendapat yang hampir sama dengan informan Cin, bahwa aktivitas biologis dengan pasangan itu hanya bisa dilakukan pada saat bertemu. Kondisi long distance yang dialami saat ini lebih banyak dilakukan dengan cara video call bersama suami. Berikut ini jawaban Iman:

“urusan itu ya tersampaikan pas ketemuan gitu, pas dia pulang aja, aku juga gak mungkin kan ke luar jawa anak sapa yang jagain kalau aku ke sana apalagi untuk urusan gairah, jadi nunggu suami pulang aja lah ya. Kangen iya, pengen sayang-sayanga iya, tapi selama itu masih bisa dimanajemenkan dengan suami gak bakalan jadi masalah. Suamiku juga biasanya video call gitu dia udah seneng, tapi kadang juga dia sensi kalau pas lagi kangen gak bisa tersampaikan hasratnya.” (Iman, 23 Oktober 2014, pukul 19.15 WIB)

Dari data hasil wawancara kelima informan dapat diketahui bahwa pemenuhan biologis masing-masing informan dipahami secara berbeda, misalnya informan El yang mengatakan bahwa pemenuhan biologis itu sangat dibutuhkan olehnya, dan pemenuhan biologis ini tidak dapat tergantikan hanya melalui teknologi komunikasi seperti skype. El mengatakan bahwa ada perasaan stress ketika pemenuhan biologis tersebut belum terpenuhi. Berbeda dengan pengakuan informan Cin yang mengatakan bahwa pemenuhan biologis dengan pasangan bukan merupakan hal yang harus selalu dituntut untuk dipenuhi. Karena menurut Cin, dirinya dan suaminya dalam hal pemenuhan biologis cukup dipahami sebagai sekedar kebutuhan. Informan Den dan Cin hampir memiliki pengakuan yang sama, bahwa pemenuhan biologis dengan pasangan menuntut untuk disampaikan

melalui pertemuan secara langsung/intim. Informan Jay lebih banyak mengontrol hasrat biologisnya dan mengalihkan kepada kegiatan lain untuk menghilangkan stress selama belum bisa terpenuhi. Informan Iman lebih banyak menyampaikan hasrat biologisnya melalui teknologi komunikasi seperti skype/video call bersama suami, tetapi hasrat kebutuhan biologis tersebut tetap menuntut untuk tersampaikan kepada pasangan.

Jadi pemenuhan fungsi biologis pada pasangan suami istri long distance hanya dapat terpenuhi ketika keduanya bertemu langsung, tetapi pada pasangan lain merasa terbantu dengan adanya teknologi komunikasi seperti video call maupun skype yang digunakan sebagai alat penyempurna ketika pasangan suami istri belum bisa bertemu untuk memeuhi kebutuhan biologis dengan pasangan.

IV.2.8.2 Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh