• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance (Fungsi Sosialisasi)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.2 Strategi Pasangan Suami Istri Untuk Mempertahankan Keutuhan Keluarga Pada Pernikahan Long Distance

IV.2.8 Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance

IV.2.8.3 Pemenuhan Fungsi-Fungsi Pokok Keluarga yang Dilakukan oleh Pasangan Suami Istri ketika Long Distance (Fungsi Sosialisasi)

Dari hasil wawancara yang diperoleh dengan kelima informan dapat diketahui bahwa pemenuhan fungsi sosialisasi masing-masing informan dipahami secara berbeda, misalnya informan El yang mengatakan bahwa:

“pendidikan moral sepenuhnya aku serahin ke bapaknya. Tapi keluarga besar juga ndukung, misalnya ngajarin berdoa sebelum makan, cium tangan, salam gitu-gitu. Terus nanti pas skypean aku tanyain, adek tadi udah cium tangan abi? Misalnya kayak gitu.” “soal agama sih abinya ya yang ngasih pendidikan soal agama, Alhamdulillah abinya khan bisa ngaji, jadi kalau di rumah diajari sama abinya, misal abinya lagi solat gitu dia ikutan solat.” (El, 11 Juni 2014, pukul 20.00 WIB)

“kalau jauh gini anak-anak kan ikut ayahnya jadi apa-apa yang ngajarin ayahnya, misal ada PR gitu biasanya minta diajarin ayahnya, aku juga ngontrol dari jauh nanyain udah solat belum udah baca alqur’an belum dek? Alhamdulillah ayahnya kalau pas habis maghrib mesti ngajak anak-anak solat jamaah, ngajarin anak-anak baca doa-doa gitu, ya anak-anak di sekolahnya juga diajarin pelajaran bagus juga, kalau sore ikut semacam TPQ gitu juga diajarin soal agama.” (Den, 20 Oktober 2014, pukul 20.11 WIB)

Dari jawaban kedua informan masing-masing memiliki jawaban yang hampir serupa mengenai fungsi sosialisasi lebih banyak dilakukan oleh suami kepada anak-anak karena anak-anak berada di bawah asuhan para suami. Berbeda dengan pendapat Cin yang mengatakan bahwa:

“pada saat deket moment-moment itu gitu lho, moment-moment sing dulu aku pacaran gak pernah itu malah aku yang membikin kita eksaited daripada sekedar berhubungan suami istri, kalo dia memang yo namanya laki-laki kan libidonya otomatis lebih tinggi daripada aku, dan gak bisa menahan, kayak gitu. Jadi de’e iku ngomonge eksaited iku pada saat aku maen karo dimasako mamah. Wes ngono jadi pas dimasakno mamah dan masakane

uenak uwiih iku de’e bener-bener ngroso opo yo istilahe berbunga-bunga ngunu.”

“makanya aku tuh kalok mertua jik ketar ketir jik durong onok sekonsep soale gimana gimana dia penganut samawa gitu lho, sehingga aku kudu ngikut mau gak mau ke Kupang akhirnya, tapi kalok dari mas Har sendiri sebagai juru bicara ke mertuaku, kalau aku kan gak mungkin diomongno, gak mungkin di dengerin, aku akhire yawes saya manut mas Haris aja buk, dek e gini wes aku aja yang mbalik ke Surabaya yowes sejauh ini gitu. Jare dek e yo gak betah kok nang kono.” (Cin, 8 Juni 2014, pukul 15.20 WIB) Jawaban lain yang diungkapkan oleh informan Jay berikut ini: “iya kita belum dikasih anak sampai sekarang, kalau nunda aku sama istri gak ada rencana nunda-nundaan dek, masio sekarang gak serumah nek pas ketemu berharap istriku hamil dan bisa pindah Surabaya lagi. Jujur ae aku ra tego lah dek bojoku hamil terus dhewean nang kono. Nek isok ya dia hamil iku pindah Surabaya maneh lah ya bene isok tak jagain.” (Jay, 22 Oktober 2014, pukul 16.14 WIB)

Informan Jay mengakui bahwa dirinya lebih banyak memikirkan strategi untuk mengakhiri kondisi long distance yang dialami olehnya saat ini karena Jay tidak sanggup tinggal berjauhan apalagi dengan kondisi istri yang sedang hamil hal itu yang sampai saat ini lebih banyak dibicarakan bersama pasangan. Berbeda lagi dengan pendapat informan Iman yang mengatakan bahwa:

“dia berusaha ngadem-ngademin pikiranku, ngasih tau tar kemungkinan baiknya apa kemungkinan buruknya juga apa, jadi sebelum pindah dia banyak ngasih tau gimana nanti ke depan sebelum dan sesudah LDR tuh gimana.”

“ya aku sih ini dek, awalnya terharu juga sedih juga ya, hampir putus asa karena aku orangnya emang gak bisa jauh dari pasanganku dek, makanya nyesek pas pisah gini, tapi dia selalu ngeyakinin aku kalau LDR ini gak bakalan lama kok.” (Iman, 23 Oktober 2014, pukul 19.15 WIB)

Iman berpendapat bahwa selama ini dengan kondisi rumah tangga jarak jauh, sang suami lebih banyak memberikan pengertian dan memberikan nasehat-

nasehat agar Iman mau bersabar dengan kondisi tersebut. Dan cara itu terbukti berhasil membuatnya tenang untuk beberapa waktu. Iman mengakui bahwa karena faktor tidak terbiasa hidup sendiri maka perasaan cemas mengganggu aktivitas Iman ketika berada jauh dengan suami.

Dari data yang diperoleh melalui wawancara bersama kelima informan dapat diketahui bagaimana pemenuhan terhadap fungsi sosialisasi yang dilakukan oleh informan kepada keluarga dan juga anak. Seperti yang dikatakan oleh El dan Den bahwa fungsi sosialisasi diwujudkan melalui pendidikan moral yang lebih banyak dilakukan oleh suaminya, El menyerahkan sepenuhnya kepada suaminya mengenai proses sosialisasi kepada anak sejak dini. El yakin, suaminya memiliki pengetahuan yang lebih baik untuk mendidik anaknya. Sedangkan informan Cin mengatakan bahwa menurut Cin, bentuk atau wujud dari fungsi sosialisasi dalam rumah tangganya adalah pada saat suaminya merasa terpuaskan dalam hal sex dan juga makanan. Informan Jay mengatakan bahwa wujud dari fungsi sosialisasi dalam rumah tangganya adalah pada saat membangun pengertian bersama istri dalam hal memiliki momongan yang nantinya memberikan pengaruh terhadap kelanjutan rumah tangga ketika long distance. Sedangkan informan Iman mengakui bahwa wujud dari sosialisasi dalam rumah tangganya adalah ketika sang suami berusaha untuk memberikan pengertian dan pemahaman ketika kondisi keduanya terpisah oleh jarak, informan Iman bisa merasa aman, merasa tenang dan nyaman itu merupakan wujud dari keberhasilan fungsi sosialisasi keduanya ketika jarak memisahkan.

Maka dapat disimpulkan bahwa pemenuhan fungsi sosialisasi dalam kehidupan pasangan suami istri yang menjalani long distance salah satunya adalah terpenuhinya pendidikan moral ke anak, tersampaikannya keinginan/hasrat untuk menyayangi dan mencintai pasangan, terpenuhinya kepuasan batin yang lebih stabil dari kebutuhan seks masing-masing pasangan, bentuk-bentuk perhatian dan kasih sayang yang diwujudkan dengan membangun pemahaman bersama