• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam penelitian kualitatif terdapat beberapa teknik dalam memeriksa keabsahan data, maka dari itu peneliti menggunakan uji kredibilitas (Credibility) yaitu data dapat dinyatakan kredibel apabila adanya persamaan antara apa yang disampaikan peneliti dengan hal yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti10

Beberapa teknik uji kredibilitas yang peneliti gunakan sebagai berikut:

1. Triangulasi

Triangulasi dikatakan sebagai kegiatan pengecekan data melalui beragam sumber, teknik, dan waktu. Tujuan triangulasi adalah untuk meningkatkan kekuatan teoritis, metodologis, maupun interpretatif dari penelitian kualitatif.11 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber dimana narasumber yang akan diteliti beragam

2. Meningkatkan Ketekunan

10 Arnild Augina Mekarisce, Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data pada Penelitian Kualitatif di Bidang Kesehatan Masyarakat, (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 12 Edisi 3, 2020), h.

147

11 Ibid., h. 150

pulau jawa dan pulau jawa atau jabodetabek?

Bagaimana

perbandingan sikap serta adaptasinya?

40

Dengan hal ini, peneliti dapat meningkatkan ketekunannya dalam bentuk pengecekan kembali terhadap data yang telah ditemukan, apakah itu benar atau tidaknya dengan cara melakukan pengamatan secara terus-menerus, membaca berbagai referensi buku, jurnal maupun hasil penelitian dan dokumentasi yang terkait, sehingga wawasan peneliti akan semakin luas dan tajam.12 G. Analisis Data

Analisis data adalah langkah setelah proses pengumpulan data telah selesai dilakukan. Analisis data merupakan elemen terpenting dalam metode ilmiah, karena analisis data berguna untuk memecahkan masalah dalam penelitian.

Data mentah yang dikumpulkan tidak akan berguna jika tidak dianalisis. Data mentah juga perlu ditipologikan kembali ke dalam kelompok, dan dianalisis untuk dapat menJawab masalah atau menguji hipotesis.13

Adapun penelitian ini menggunakan teknis analisis data sebagai berikut:

1. Reduksi data

Selama reduksi data, peneliti melakukan proses seleksi atau pemilihan, penyederhanaan, pemusatan perhatian atau pemfokusan, dan pengabstraksian dari semua jenis informasi yang mendukung data penelitian yang didapatkan dan dicatat selama proses pengumpulan data di lapangan. Proses reduksi ini dilakukan secara terus-menerus selama penelitian masih berlangsung, dan pelaksanaannya dimulai sejak peneliti memilih kasus yang akan dikaji.14

2. Penyajian

Sajian data adalah sekumpulan informasi yang memberikan kemungkinan kepada peneliti untuk dapat menarik simpulan dan pengambilan tindakan. Sajian data merupakan suatu rakitan

12 Ibid.,

13 Farida Nugrahani, op.cit., h.169

14 Ibid., h.174

organisasi informasi, yang berbentuk deskripsi dan narasi yang lengkap, yang disusun berdasarkan pokok-pokok temuan yang terdapat dalam reduksi data, lalu disajikan menggunakan bahasa yang logis, dan sistematis, sehingga mudah untuk dipahami.15 3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi.

Penarikan simpulan merupakan aktivitas penafsiran terhadap hasil analisis dan interpretasi data. Melakukan penarikan kesimpulan merupakan salah satu kegiatan dalam konfigurasi yang utuh. Hal ini sangat berbeda dengan penarikan simpulan yang dijumpai dalam penelitian kuantitatif, dimana berkaitan dengan pengujian hipotesis. Simpulan perlulah diverifikasi selama penelitian berlangsung agar dapat dipertanggungJawabkan hasilnya. Makna-makna yang muncul dari data harus selalu diuji keabsahan kebenarannya dan kesesuaiannya sehingga validitasnya terjamin.16

15 Ibid., h.175

16 Ibid., h.176-177

42 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Tempat Penelitian

1) Sejarah singkat berdirinya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Menelusuri berdirinya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sesungguhnya mengungkapkan bagian kisah perjuangan umat Islam Indonesia dalam rangka mewujudkan keinginan untuk memiliki lembaga pendidikan tinggi yang berwawasan keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan. Oleh karenanya, berdirinya UIN pada dasarnya merupakan produk keinginan umat Islam untuk membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan yang dapat menggembleng mahasiswanya menjadi kader umat yang handal dalam merespon setiap kebutuhan masyarakat dan perubahan zaman. Sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi, sejarah perkembangan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia dalam menjawab kebutuhan pendidikan Islam secara modern. Embrio UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat ditelusuri dari pendirian Pesantren Luhur (pada masa menjelang kemerdekaan), Sekolah Tinggi Islam di Padang dan di Jakarta Tahun 1946, Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta, serta pendirian Akademi Dinas Departemen Agama (ADIA) tahun 1957 di Jakarta hingga menjadi UIN Syarif Hidayatullah sekarang.1

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan terbitnya Keputusan Presiden RI No. 031 Tanggal 20 Mei 2002. Keppres itu menjadi landasan legalitas formal

1 https://www.uinjkt.ac.id/id/tentang-uin/ (diakses pada Jum‟at , 05/11/2021 pukul 10.16)

perubahan IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.1

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada saat itu terdiri dari 9 fakultas yaitu: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuludin dan Filsafat, Fakultas Syari‟ah dan Hukum, Fakultas Dakwah dam Komunikasi, Fakultas Dirasat Islamiyah, Fakultas Psikologi, Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, Fakultas Sains dan Teknologi. Saat ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah berkembang dengan memiliki 12 fakultas dan 56 jurusan keilmuan, beberapa Fakultas tambahannya ialah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas kedokteran. Dengan perubahan ini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diharapkan dapat mendorong terjadinya integrasi keilmuan baik dalam bidang agama, kemanusiaan, keindonesiaan dengan tujuan menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan integratif, adaptif, responsif dan inovatif terhadap pemikiran modern dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi dengan landasan iman, ilmu dan amal yang menjadi dasar pijakan dalam pengembangan ilmu-ilmu Islam, baik ilmu-ilmu Qur‟aniyah maupun ilmu-ilmu Kauniyah.2

Kerangka itu pula yang mendasari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pemberian gelar kesarjanaan sesuai dengan Keputusan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta No. 16 Tahun 2002. Dalam keputusan tersebut dinyatakan bahwa mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studinya di Program S1, S2, S3 berhak mendapat gelar sesuai dengan program studinya. Dengan demikian lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada pada posisi yang sama dengan lulusan universitas-universitas negeri yang lain di Indonesia. Sebagai Universitas Islam Negeri yang sejajar dengan Universitas Negeri

1 ibid

2 ibid

44

lainnya di Indonesia, mulai Tahun akademik 2003/2004 dalam penerimaan mahasiswa baru disamping penerimaan secara lokal, UIN Syarif Hidayatullah juga masuk dalam SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang bertarap Nasional. Dengan demikian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara tidak langsung sudah mendapat pengakuan secara nasional dan internatsional. Pengakuan ini menjadi modal dasar membangun menuju internasionalisasi dan globalisasi dalam kerangka universitas riset yang unggul dan kompetitif (Leading Towards Research University).3

Komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi Universitas Riset ini adalah untuk menghasilkan penemuan-penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan, baik dalam ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum, dengan menempatkan kemampuan meneliti sebagai kualifikasi utama dalam setiap kinerja ilmiah akademis. Karena sebagai Universitas Riset, kemampuan penelitian menjadi kualifikasi utama dalam setiap penampilan. Dengan berbasis riset, diharapkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dapat memiliki daya tarik bagi mahasiswa terutama bagi mahasiswa tingkat magister dan doktor dari berbagai penjuru dunia sehingga tercipta academic, social cultural exchange yang pada gilirannya membentuk intelectual community dan learning society dengan berkemampuan riset dan analisis yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang profesional dalam spectrum yang lebih luas dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta siap go internasional dan menjadi Universitas International. dan menjadi Jendela Keunggulan Akademis Islam Indonesia (Window of Academic Excellence of Islam in Indonesia) seperti yang diharapkan oleh tokoh-tokoh pejuang pendidikan Islam.4

3 ibid

4 ibid

2) Visi, Misi dan Tujan a. Visi

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi universitas kelas dunia dengan keunggulan integrasi keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan.5

b. Misi

1. Melakukan reintegrasi keilmuan pada tingkat ontologi, epistemologi dan aksiologi sehingga tidak ada lagi dikotomi antar ilmu umum dan ilmu agama;

2. Memberikan landasan moral terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) dan melakukan pencerahan dalam pembinaan iman dan taqwa (Imtaq) sehingga Iptek dan Imtaq dapat sejalan;

3. Mengartikulasikan ajaran Islam secara ilmiah akademis ke dalam konteks kehidupan masyarakat, sehingga tidak ada lagi jarak antara nilai dan perspektif agama dengan sofisme masyarakat;

4. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan mengembangkan aspek keislaman, keilmuan, kemanusiaan, kemodernan, dan keindonesiaan;

5. Meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian yang bermanfaat untuk kepentingan ilmu dan masyarakat;

6. Membangun tata kelola universitas yang baik dan manajemen yang profesional dalam mengelola sumber daya perguruan tinggi sehingga menghasilkan pelayanan prima kepada civitas akademika dan masyarakat;

7. Membangun kepercayaan dan kerja sama dengan lembaga regional, nasional, dan internasional;

8. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan

5 https://www.uinjkt.ac.id/id/visi-misi-dan-tujuan/ ( diakses pada jum‟at, 05/11/2021, pukul 10:22)

46

bangsa dengan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip efisiensi dan produktivitas, dan penerapan praktik bisnis yang sehat.6

c. Tujuan

1. Menghasilkan sarjana (lulusan) yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global;

2. Menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara dan anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik, profesi, dan atau vokasi yang kompetitif serta dapat mengembangkan ilmu agama Islam, sains dan teknologi, serta seni;

3. Menyebarluaskan ilmu agama Islam, sains dan teknologi, serta seni yang dijiwai oleh nilai keislaman, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya budaya nasional.7

3) Moto

Sejak 2007 UIN Syarif Hidayatullah menetapkan Knowledge, Piety, Integrity sebagai motonya. Moto ini pertama kali disampaikan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dalam pidato Wisuda Sarjana ke-67 tahun akademik 2006/2007.8

Knowledge mengandung arti bahwa UIN Syarif Hidayatullah memiliki komitmen menciptakan sumber daya insani yang cerdas, kreatif, dan inovatif. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkeinginan memainkan peranan optimal dalam kegiatan learning, discoveries, and engagement hasil-hasil riset kepada masyarakat. Komitmen tersebut merupakan bentuk tanggung jawab UIN Syarif Hidayatullah

6 ibid

7 ibid

8 https://www.uinjkt.ac.id/id/moto/ ( diakses pada jum‟at, 05/11/2021, pukul 10:24)

Jakarta dalam membangun sumber daya insani bangsa yang mayoritas Muslim. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ingin menjadi sumber perumusan nilai keislaman yang sejalan dengan kemodernan dan keindonesiaan. Oleh karena itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menawarkan studi-studi keislaman, studi-studi sosial, politik, dan ekonomi serta sains dan teknologi modern termasuk kedokteran dalam perspektif integrasi ilmu.9

Piety mengandung pengertian bahwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki komitmen mengembangkan inner quality dalam bentuk kesalehan di kalangan sivitas akademika. Kesalehan yang bersifat individual (yang tercermin dalam terma habl min Allah) dan kesalehan sosial (yang tercermin dalam terma habl min al-nas) merupakan basis bagi sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam membangun relasi sosial yang lebih luas.10

Integrity mengandung pengertian bahwa sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan pribadi yang menjadikan nilai-nilai etis sebagai basis dalam pengambilan keputusan dan perilaku sehari-hari. Integrity juga mengandung pengertian bahwa sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki kepercayaan diri sekaligus menghargai kelompok-kelompok lain. Dalam moto Knowledge, Piety, Integrity terkandung sebuah spirit untuk mewujudkan kampus madani, sebuah kampus yang berkeadaban, dan menghasilan alumni yang memiliki kedalaman dan keluasaan ilmu, ketulusan hati, dan kepribadian kokoh.11

9 ibid

10 ibid

11 ibid

48

4) Data Jumlah Mahasiswa

Menurut data PDDikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memiliki jumlah mahasiswa terdaftar sejumlah 27.944 mahasiswa dari strata 1–3 serta profesi, yang terbagi menjadi 10.859 mahasiswa laki-laki dan 17.085 mahasiswa perempuan. Dimana jumlah itu termasuk mahasiswa baru tahun ini untuk S1 sendiri 6.522 mahasiswa.12 Dan tercatat pada tahun ajaran 2020/2021 memiliki mahasiswa aktif di luar Jabodetabek 12.960 mahasiswa, dan 2541 mahasiswa aktif yang berasal dari Pulau Sumatra.13

B. Deskripsi Informan Penelitian

1. Informan Pertama – Hanifah Maulidina ( Sumatera Barat) Hanifah Maulidina atau yang dipanggil Hani, lahir pada di Padang Panjang, 14 Juni 2001, yang saat ini berusia 20 tahun. Ia merupakan mahasiswi aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, angkatan 2019, jurusan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang saat ini berada di semester 5. Hani selain berkuliah juga aktif di berbagai kegiatan kampus yaitu LDK dan Dema FITK. Untuk organisasi eksternal kampus, ia mengikuti KAMMI, yaitu organisasi yang bergerak dalam bidang keagamaan.

Dalam wawancara yang dilakukan, Hani bisa masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan merantau dikarenakan adanya kemauan diri serta faktor ingin maju diantara keluarga sekitar, dimana saudara-saudaranya banyak yang masih berkuliah di

12https://pddikti.kemdikbud.go.id/data_pt/NEEwMTc4NTgtMDU5RS00NkY1LUI3QzEtMzY5Nj UwMURGQTA0 ( diakses rabu, 08/12/2021, pukul 13:18)

13 Maudi Mardiyanti, 2021, “Akomodasi Komunikasi Antar budaya pada penyesuaian diri mahasiswa perantau asal Sumatra di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta”, Skripsi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, h.55

Sumatera Barat, jadi dia ingin beda dari yang lain dan keluar atau merantau dari Sumatera Barat.

2. Informan Kedua – Nur Azizah ( Lampung )

Nur Azizah atau yang biasa dipanggil Azizah, lahir di Lampung, 24 Februari 2000, yang saat ini berusia 21 tahun, ia merupakan mahasiswi aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, angkatan 2017, Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang saat ini berada di semester 9. Azizah selama berkuliah aktif dalam kegiatan organisasi seperti HMJ, Sobat Mengajar serta KMPLS, juga pernah mengikuti ajang perlombaan UIN berwirausaha.

Dalam wawancara yang dilakukan, Azizah masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, karena pilihan saran dari orang tuanya, awalnya ia memang niat untuk merantau berkuliah di luar Lampung, hanya saja pilihan bukan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, namun orang tuanya tidak memberi izin dan hanya menyetujui di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Informan Ketiga – Vivi Ariesta ( Lampung )

Vivi Ariesta atau dipanggil juga Vivi, lahir di Kelapa, Bangka Belitung, 29 Maret 1999, saat ini berusia 22 tahun, ia merupakan mahasiswi aktif jurusan Manajemen, fakultas Ekonomi dan Bisnis di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,angkatan 2017 dan saat ini berada di semester 9. Vivi mengikuti banyak kegiatan organisasi kampus seperti LDK Syahid, Enterpreneur Learning Center (ELC) FEB serta Sobat Mengajar Indonesia. Vivi juga pernah menjadi mentor dalam acara Global Youthpreneur, ELC Collab AISEC.

Dalam wawancaranya, Vivi mengungkapkan bahwasannya ia bisa masuk ke UIN Syarif Hifayatullah Jakarta, karena lulus lewat

50

jalur SNMPTN. Ia juga mempunyai target untuk berkuliah di daerah lain di Pulau Jawa, karena sudah diterima lebih dulu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan juga adanya tuntutan dari sekolah jika tidak diambil akan berdampak untuk sekolah, maka dari itu ia ambil kesempatan tersebut.

4. Informan Keempat – Riska Safitri ( Sumatera Utara)

Riska Safitri atau yang akrab dipanggil Riska, merupakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berdomisili asli Mandailing, Sumatera Utara. Riska masuk di Jurusan Manajemen Pendidikan tahun 2018, yang saat ini sedang semester 7. Riska dalam wawancaranya mengatakan bahwasannya rencana untuk masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan saran oleh guru sekolahnya, Riska sendiri tidak mempunyai rencana untuk masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hanya saja ia mempunyai rencana untuk berkuliah di luar daerahnya dan merantau.

5. Informan Kelima - Azzahra Lovely Andieany ( Riau )

Azzahra Lovely Andieany, atau biasa dipanggil Zahra merupakan mahasiswa yang berasal dari Riau yang lahir di Mungka, 13 Maret 2000. Saat ini merupakan mahasiswi aktif UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, semester 7. Zahra merupakan angkatan tahun 2018 dan penerima beasiswa bidikmisi 2018, saat ini ia juga aktif dalam kegiatan FORMABI-KIP.

Dalam wawancaranya, Zahra mengungkapkan bahwasannya ia masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, setelah lolos melalui jalur SPAN-PTKIN. Dimana awalnya Zahra sudah mencoba jalur lain lebih dulu untuk masuk universitas lain di Pulau Jawa, namun belum lolos dan mendapatkan rezeki di jalur lain dengan pilihan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Zahra memang sudah mempunyai

niat untuk merantau, dan mengejar beberapa universitas di Pulau Jawa.

6. Informan Keenam - Julian Ilham Riansyah ( Kepulauan Riau ) Julian Ilham Riansyah, yang akrab dipanggil Julian, merupakan mahasiswa aktif Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, semester 5 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Julian berasal dari Batam, Kepulauan Riau.

Dalam wawancaranya, Julian berkata bahwasannya ia sudah biasa merantau sejak zaman ia sekolah, dan sekarang ia berkuliah di Jakarta merupakan pilihannya sendiri setelah ia melakukan penelusuran dan memutuskan untuk berkuliah dimana. Pilihannya ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memang tujuan awalnya dan ia bersyukur bisa lulus di universitas dan jurusan pilihannya.

7. Informan Ketujuh - Zulfa Salsabilla ( Riau )

Zulfa Salsabilla, atau biasa di panggil Zulfa. Lahir di Pekanbaru, 16 Januari 2001, merupakan mahasiswi aktif Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, angkatan 2019 (semester 5) di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Zulfa di kampus mengikuti beberapa organisasi seperti LDK dan PMII.

Dalam wawancaranya, Zulfa mengatakan bahwasannya target ia berkuliah yaitu di Malaysia, hanya saja ada kendala yang menyebabkan ia tidak bisa kesana. Zulfa mencoba untuk mendaftar ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lulus. Zulfa mengatakannya memang ia berencana untuk merantau dan tidak berkuliah di Riau.

8. Informan Kedelapan – Kamila Rahma ( Lampung )

Kamila Rahma, atau yang akrab dipanggil dengan Karin.

Lahir di Lampung, 9 September 1999. Ia merupakan mahasiswi

52

aktif jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syari‟ah dan Hukum, semester 9. Karin juga merupakan mahasiswi aktif dalam berbagai organisasi seperti HMJ, HMII dan juga HML. Ia juga beberapa kali mendapatkan prestasi serta memperoleh beasiswa PPA.

Dalam wawancara yang dilakukan, Karin memang merencanakan untuk berkuliah di luar daerahnya dan merantau. Ia juga melalukan beberapa tes untuk masuk universitas. Dari banyaknya tes yang ia lakukan, ia diterima di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan mempertimbangkan opsi lainnya, ia mengambil kesempatan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta karena sesuai dengan jurusan yang ia inginkan.

9. Informan Kesembilan – Rian Wulandari (Nusa Tenggara Barat )

Rian Wulandari atau biasa dipanggil Rian. Lahir di Bima, 31 Januari 2001. Rian merupakan mahasiswi Hukum Ekonomi Syari‟ah, Fakultas Syari‟ah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rian merupakan mahasiswi angkatan 2019 yang saat ini bersemester 5. Rian merupakan mahasiwi aktif dalam berbagai organisasi seperti HIQMA, LDK, GIBEI, SBI, HMPS serta organisasi luar kampus seperti FKMBC, KPO Puisi Nasional.

Selama berkuliah, Rian pernah mendapatkan prestasi juara pertama dalam lomba puisi tingkat fakultas.

Dalam wawancaranya, Rian mengatakan bahwasannya ia masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu sengaja dan tidak disengaja di mana ia memang memiliki niat untuk merantau keluar dari domisilinya Bima, Nusa Tenggara Barat, namun awalnya ia ingin ke universitas lain sebagai tujuan utamanya dan bukan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Setelah mencoba tes dan lolos di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ia pun mengambil kesempatan tersebut.

10. Informan Kesepuluh – Allifa Nadya Amamta ( Bali )

Allifa Nadya Amamta atau biasa dipanggil Dea, Lahir di Denpasar, 16 Januari 2000. Dea merupakan mahasiswi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir, Fakultas Ushulludin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dea merupakan mahasiswi angkatan 2017, saat ini bersemester 9. Dea merupakan mahasiswi sekaligus mahasantri, dimana ia sebelumnya masuk ke ma‟had UIN, lalu melanjutkan pondoknya lagi sembari berkuliah. Dea aktif dalam organisasi luar kampus yaitu IMADU (Ikatan Mahasiswa Alumni Darul „Ulum).

Dalam wawancaranya, Dea mengatakan bahwasannya ia memang mempunyai rencana untuk berkuliah di luar Bali atau merantau, dikarenakan dia dulu ketika sekolah menengah pertama dan menengah atas juga masuk pondok di Jawa, tidak ada kefikiran untuk balik ke kampung halaman dan berkuliah disana, lalu ia mencoba-coba daftar melalui jalur SPANPTKIN, dengan nilai rapor, ternyata ia lulusnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan ia mengambil kesempatan itu.

Narasumber Pendukung

1. Ismi Nurul Haq ( Depok )

Ismi Nurul Haq atau biasa di panggil Ismi, merupakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, angkatan 2017. Ismi sendiri merupakan mahasiswi asli yang lahir dan tinggal di Jabodetabek.

Ismi lahir di Jakarta, 09 November 1999. Ismi saat ini aktif dalam organisasi luar kampus yaitu, Imahagi Regional II Jabagbar, organisasi ini merupakan perkumpulan mahasiswa pendidikan geografi yang bergerak dalam bidang geografi, dan anggota kelompoknya pun banyak dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

54

serta mahasiswa universitas lainnya. Ismi mengatakan bahwasannya ia banyak berteman dengan mahasiswa perantau yang berasal dari luar Jawa, dan ia terbuka dengan siapa saja yang mau berteman dengannya.

2. Raisa Azzahra ( Tangerang Selatan )

Raisa Azzahra, biasa akrab dipanggil Raisa, lahir di Jakarta, 30 Oktober 1999. Ia merupakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, angkatan 2017. Raisa memiliki hobi bernyayi dan beberapa kali mengikuti kontes bernyanyi. Raisa sendiri mengatakan bahwasannya dia bukan orang yang mempunyai banyak teman namun dia memiliki beberapa teman yang perantau.

Ia mengatakan bahwasannya ia terbuka untuk siapa aja yang mau berteman dengannya, antara perantau atau orang setempat sama aja baginya, yang membedakan adalah pribadi orang itu sendiri.

3. Hanifah Hasna ( Tangerang Selatan )

Hanifah Hasna atau biasa dipanggil Hasna, lahir di Tangerang, 15 Juni 1999. Ia merupakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, angkatan 2017. Hasna juga aktif

Hanifah Hasna atau biasa dipanggil Hasna, lahir di Tangerang, 15 Juni 1999. Ia merupakan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, angkatan 2017. Hasna juga aktif