ERA REFORMASI (LANJUTAN)
A. Pemilihan Umum 2004 dan Sistem Kepartaian
Tahun 2004 adalah tahun yang sangat bersejarah bagi perjalanan demokrasi di Indonesia pasca gerakan reformasi 1998, pada tahun ini di gelar perhelatan akbar pemilihan umum pertama yang meniscayakan rakyat memilih wakilnya secara langsung, baik untuk sebagai anggota DPR, DPD, dan DPRD yang selanjutnya akan diteruskan dengan Pemilihan Presiden dan wakil Presiden secara langsung pula.
Dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 2002, ditambahkan 14 amandemen pada Undang-Undang Dasar 1945. Di antara amandemen tersebut, terdapat perubahan dalam badan legislatif. Dimulai dari tahun 2004, MPR akan terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Karena semua kursi di MPR akan dipilih secara langsung, militer diminta untuk dihilangkan dari dewan perwakilan. Seperti yang dicita-citakan oleh gerakan Reformasi 1998, perubahan dan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden merupakan langkah besar bagi Indonesia untuk mencapai demokrasi.1 Dilanjutkan pada tanggal 13 Juli 2003, Presiden Megawati Sukarnoputri menandatangani undang-undang yang menguraikan isi dari MPR. DPD baru akan terdiri dari
ͳǡIndonesia takes a giant step down the road to democracyǡThe Guardianǡ ͳͳʹͲͲʹǤͳͲʹͲͳͳǤ
ၹၽၼ¤£
empat perwakilan dari setiap provinsi di Indonesia. UU tersebut juga mengubah keanggotaan DPR menjadi 550 orang.
1. Pemilihan Umum Legisla f.
Pemilihan umum legislatif 2004 ini diikuti oleh 24 kontestan partai politik, yang sudah dinyatakan lulus pada tahapan verifikasi partai politik calon peserta pemilu yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebelumnya telah mendaftar 150 partai politik yang berminat menjadi kontestan pemilu, lalu setelah melakukan seleksi tersisa 50 partai politik yang dianggap layak untuk mengikuti tahapan verifikasi akhir yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hingga akhirnya tersisa 24 partai politik peserta pemilu yang dianggap layak untuk mengikuti pemilihan umum 2004.2
Pemilu kedua pasca reformasi ini dilaksanakan serentak pada tanggal 5 April 2004, dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme pemilihan secara langsung untuk memilih 550 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 128 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota) se-Indonesia periode 2004-2009. System yang digunakan pada pemilu 2004 ini adalah system proporsional daftar calon terbuka dengan nomor urut sebagaimana telah di atur dalam UU No.12 tahun 2003.
Pemilu ini bertujuan untuk memilih partai politik (sebagai persyaratan pemilu presiden) dan anggotanya untuk dicalonkan menjadi anggota DPR, DPRD, dan DPD. Partai-partai politik yang memperoleh suara lebih besar atau sama dengan tiga persen dapat mencalonkan pasangan calonnya untuk maju ke tahap berikutnya, yaitu pada Pemilu presiden putaran pertama. Pemilu ini diamati oleh organisasi-organisasi seperti Australian Parliamentary Observer Delegation dan European Union Election Observer Mission.3
ʹǤǤǤ
͵ ǡThe Republic of Indonesia: General and Presidential Elections, April
– September 2004ǡ ǡ ͺʹǦͻͲͺͷͳǦͺͲǦͶǡ Ǥͳǡ
ဓ¡¡£ၹၽၽ
Pesta Demokrasi tahun 2004 ini, berjalan dengan baik dan hamper tidak ada hambatan yang berarti, namun demikian ada beberapa hal yang harus dibenahi, seperti daftar Pemilih Tetap yang masih berantakan, jadual kampanye yang kurang efektif, sosialisasi pemilu yang kurang dan membuat banyak calon pemilih tidak terlalu mengerti mekanisme pemilihan umum yang benar, dan masih banyak lagi kekurangan baik yang bersifat teknis maupun non teknis. Dengan semua kekuranagn yang ada, pemilu 2004 berhasil memilih para calon anggota legislatif yang memiliki kekuatan hukum dan cukup memenuhi azas demokrasi, karena dipilih secara langsung oleh rakyat yang menjadi konstituen mereka.
Dalam hal pembagian alokasi kursi, untuk mencapai jumlah perwakilan yang sepadan, pembagian kursi dilakukan dengan menggunakan largest remainder method, sementara kuota Hare digunakan untuk menentukan kursi yang secara otomatis diduduki oleh partai perorangan. Kursi tersisa yang ditetapkan kepada daerah pemilihan dibagikan kepada partai politik tersisa berdasarkan urutan peringkat suara.4
Berikut hasil pemilihan umum legislatif dan pembagian alokasi kursi anggota DPR RI tahun 2004:
ʹͶʹͲͳͳǤ
Ͷ Ǥ ǡPemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD Indonesia 2004,
ၹၽၾ¤£
Tabel 7.1
Hasil Perolehan Suara dan Prosentase Perolehan Kursi Pemilu Legislatif anggota DPR RI tahun 2004
No Partai Jmlh Suara Persentase Jml Kursi PersentaseKeterangan
1. Partai Golongan Karya 24.480.757 21,58% 128 23,27% Lolos 2. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 21.026.629 18,53% 109 19,82% Lolos 3. Partai Kebangkitan Bangsa 11.989.564 10,57% 52 9,45% Lolos 4. Partai Persatuan Pembangunan 9.248.764 8,15% 58 10,55% Lolos 5. Partai Demokrat 8.455.225 7,45% (55) 10,00% Lolos 6. Partai Keadilan Sejahtera 8.325.020 7,34% 45 8,18% Lolos 7. Partai Amanat Nasional 7.303.324 6,44% (53) 9,64% Lolos 8. Partai Bulan Bintang 2.970.487 2,62% 11 2,00% Lolos 9. Partai Bintang Reformasi 2.764.998 2,44% (14) 2,55% Lolos 10. Partai Damai Sejahtera 2.414.254 2,13% (13) 2,36% Lolos 11. Partai Karya Peduli Bangsa 2.399.290 2,11% 2 0,36% Lolos 12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1.424.240 1,26% 1 0,18% Lolos 13. Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan 1.313.654 1,16% (4) 0,73% Lolos 14. Partai Nasional Banteng Kemerdekaan 1.230.455 1,08% (0) 0,00% Tidak lolos 15. Partai Patriot Pancasila 1.073.139 0,95% 0 0,00% Tidak Lolos 16. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme 923.159 0,81% 1 0,18% Lolos 17. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia 895.610 0,79% 0 0,00% Tidak Lolos 18. Partai Pelopor 878.932 0,77% (3) 0,55% Lolos 19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia 855.811 0,75% 1 0,18% Lolos 20. Partai Merdeka 842.541 0,74% 0 0,00% Tidak Lolos 21. Partai Sarikat Indonesia 679.296 0,60% 0 0,00% Tidak Lolos 22. Partai Perhimpunan Indonesia Baru 672.952 0,59% 0 0,00% Tidak Lolos 23. Partai Persatuan Daerah 657.916 0,58% 0 0,00% Tidak Lolos 24. Partai Buruh Sosial Demokrat 636.397 0,56% 0 0,00% Tidak Lolos
Jumlah 113.462.414 100,00% 550 100,00%
Sumber: Komisi Pemilihan Umum
Catatan: Jumlah kursi di dalam kurung berarti jumlah tersebut dirubah setelah Mahkamah Konstitusi menyelesaikan sengketa mengenai hasil pemilu.
ဓ¡¡£ၹၽၿ
Hasil akhir pemilu menunjukan bahwa Golkar mendapat suara terbanyak. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua partai terbaru dalam pemilu ini, mendapat 7,45% dan 7,34% suara. Hasil pemilu menunjukan bahwa Golkar memenangkan jumlah kursi terbanyak. Golkar menerika lebih banyak suara daripada partai lainnya di dua puluh enam provinsi. Hal tersebut terjadi karena berkurangnya popularitas PDI-P. Dukungan terhadap Golkar di Sulawesi berkurang karena munculnya partai menengah dan kecil di wilayah tersebut. Meskipun memenangkan jumlah suara terbesar di Bali, performa PDI-P di wilayah tersebut merupakan yang terburuk karena terjadinya bom Bali 2002. Performa PKB di Jawa Timur tetap berlangsung baik meskipun kehilangan suara. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat mencapai peringkat pertama dan kedua di Jakarta (yang dianggap sebagai “barometer politik Indonesia”). Jika digabung, jumlah suara kedua partai di ibukota mencapai 42.5%.5
Di wilayah provinsi – provinsi bagian Timur, pola pemilihan dengan mengedepankan isu agama jelas sangat kental mempengaruhi perolehan suara, Partai Damai Sejahtera (PDS) yang berbasis Kristen mendapat 14.8 suara di Sulawesi Utara dan 13 kursi di seluruh DPR. Muslim di wilayah bekas konflik religius cenderung memilih PKS yang berbasis Islam.
Hasil pemilu ini menentukan partai politik mana yang dapat menyalonkan kandidatnya untuk pemilu presiden 2004 pada 5 Juli. Hanya partai yang memperoleh lima persen popular vote atau tiga persen kursi di DPR yang dapat menyalonkan kandidatnya. Partai yang tidak memenuhi kriteria tersebut harus bergabung dengan partai lain untuk memenuhi salah satu kriteria.6
ͷǤ Ǥ
ၹၽႀ¤£
2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Dari 24 partai politik peserta pemilu 2004, hanya tujuh partai politik yang mampu memenuhi kriteria untuk mengajukan calon kandidatnya dalam pemilu presiden 2004, ketujuh partai politik tersebut adalah: Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). PKS tidak mencalonkan kandidatnya, tetapi mendukung capres dari PAN.7
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta Pemilihan Umum Anggota DPR 2004. Untuk dapat mengusulkan, partai politik atau gabungan partai politik harus memperoleh sekurang-kurangnya 5% suara suara secara nasional atau 3% kursi DPR. Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50% dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Apabila tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Pada saat pendaftaran di KPU, ada 6 pasang bakal calon presiden dan wakil presiden yang mendaftar, baik yang diusung oleh satu partai politik, maupun oleh gabungan atau koalisi beberapa partai politik, yaitu8:
1. K. H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim (dicalonkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa)
ǤǤǤ ͺǤ
ဓ¡¡£ၹၽႁ
2. Prof. Dr. H. M. Amien Rais dan Dr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo (dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional)
3. Dr. H. Hamzah Haz dan H. Agum Gumelar, M.Sc. (dicalonkan oleh Partai Persatuan Pembangunan)
4. Hj. Megawati Soekarnoputri dan K. H. Ahmad Hasyim Muzadi (dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan)
5. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (dicalonkan oleh Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) 6. H. Wiranto, SH. dan Ir. H. Salahuddin Wahid (dicalonkan
oleh Partai Golongan Karya)
Pada proses selanjutnya, pasangan K.H. Abdurrahman Wahid dan Marwah Daud Ibrahim dianggap tidak memenuhi syarat karena faktor kesehatan, tersisa lima pasang bakal calon yang bertarung pada pilpres 2004 putaran pertama. Pemilu 2004 putaran pertama diselenggarakan pada tanggal 5 Juli 2004, dan diikuti oleh 5 pasangan calon. Berdasarkan hasil Pemilihan Umum yang diumumkan pada tanggal 26 Juli 2004, dari 153.320.544 orang pemilih terdaftar, 122.293.844 orang (79,76%) menggunakan hak pilihnya. Dari total jumlah suara, 119.656.868 suara (97,84%) dinyatakan sah, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7. 2
Hasil Perolehan Suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Putaran Pertama
No. Pasangan Calon Jumlah Suara Prosentase
1. H. Wiranto, SH.
Ir. H. Salahuddin Wahid 26.286.788 22,15%
2. Hj. Megawa Soekarnoputri
ၹၾၸ¤£
3. Prof. Dr. HM. Amien RaisDr. Ir. H. Siswono Yudo Husodo 17.392.931 14,66%
4. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla 39.838.184 33,57%
5. Dr. H. Hamzah Haz
H. Agum Gumelar, M.Sc. 3.569.861 3,01%
Sumber: Komisi Pemilihan Umum
Karena tidak ada satu pasangan yang memperoleh suara lebih dari 50%, berdasarkan Amandemen UUD 1945 pasal 6A, maka diselenggarakan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh 2 pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua, yakni SBY-JK dan Mega Hasyim.
Pemilu putaran kedua diselenggarakan pada tanggal 20 September 2004, dan diikuti oleh 2 pasangan calon. Berdasarkan hasil Pemilihan Umum yang diumumkan pada tanggal 4 Oktober 2004, dari 150.644.184 orang pemilih terdaftar, 116.662.705 orang (77,44%) menggunakan hak pilihnya. Dari total jumlah suara, 114.257.054 suara (97,94%) dinyatakan sah, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 7. 3
Hasil Perolehan Suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2004 Putaran ke-2
No. Pasangan Calon Jumlah Suara Prosentase
1. Hj. Megawa Soekarnoputri
H. Hasyim Muzadi 44.990.704 39,38%
2. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla 69.266.350 60,62%
Sumber: Komisi Pemilihan Umum
Dengan menangnya pasangan no.4, yaitu H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Drs. H. Muhammad Yusuf Kalla, maka secara otomatis, pasangan ini dianggap sebagai pemenang pilpres 2004
ဓ¡¡£ၹၾၹ
dan berhak menduduki jabatan sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia untuk priode 2004 – 2009.