sekarang. Perbedaan besar antara masa kelegaan ini dan masa kelegaan lainnya adalah bahwa masa kelegaan kali ini adalah masa kelegaan terakhir dan terbesar, namun semuanya dapat dibayangkan sebagai suatu kesatuan” (Orson F. Whitney, dalam Conference Report, April 1920, hlm. 122).
n “Dalam pemulihan ini Gereja Yesus Kristus yang sederhana dan benar perlu dipulihkan. Semua kunci serta kuasa imamat yang dipegang oleh para nabi pada masa kelegaan sebelumnya harus dianugerahkan kepada para wakil pilihan Allah di bumi ini, sehingga semua wewenang dan kunci imamat masa lalu mengalir kembali ke dalam masa kelegaan yang paling mulia dan paling besar, seperti air jernih yang mengalir ke sungai besar. Perjanjian kekal yang pernah dibuat dengan orang-orang zaman dahulu, seperti kata Yesaya bahwa yang telah dipatahkan, harus dipulihkan” (Joseph Fielding Smith, Doctrines of Salvation, 1:167–168).
n “Dalam pemulihan wewenang Yohanes
Pembaptis penting—utusan yang sebelumnya diutus untuk mempersiapkan jalan—untuk datang terlebih dahulu. Kemudian Petrus, Yakobus, dan Yohanes, yang memegang kunci-kunci imamat yang lebih tinggi harus datang serta memberikan kekuasan mereka agar Gereja dapat diorganisasi di bumi. Petrus, Yakobus dan Yohanes, tiga orang rasul ketua, yang membentuk Presidensi Gereja pada zaman itu, adalah pribadi nyata yang datang dengan wewenangnya.
Tetapi yang lainnya pun harus datang. Setelah datangnya para rasul tersebut kita tidak tahu seperti apa tata tertib yang dijalankan. Adalah lazim bagi kita untuk menyimpulkan bahwa wewenang yang diwahyukan dan dipulihkan dimulai dari Adam, ‘yaitu manusia yang pertama.’ Kemudian datanglah Henokh, Nuh, dan yang lain menurut garis wewenang pada masa kelegaan zaman pertengahan” (Smith, Doctrines of Salvation, 1:173–174).
n “Sekarang kita melihat, berperan serta dan membantu memajukan kemuliaan Zaman Akhir, yaitu ‘kegenapan waktu, pada waktu Allah akan mengumpulkan segala hal, baik yang ada di surga maupun yang ada di bumi,’ ‘bahkan menjadi satu,’ pada saat Orang-Orang Suci Allah akan dikumpulkan dari tiap-tiap bangsa, kaum, bahasa, dan rakyat, pada saat orang Yahudi akan dikumpulkan, orang yang jahat pun akan dikumpulkan untuk dihancurkan, seperti yang dibicarakan oleh para nabi; Roh Allah juga akan tinggal bersama umat-Nya, dan akan menarik diri dari bangsa-bangsa lain, dan segala hal baik yang ada di surga maupun di bumi akan menjadi satu, bahkan di dalam Kristus. Imamat surgawi akan bersatu dengan bumi, untuk mendatangkan tujuan-tujuan besar tersebut; dan bila kita bersatu di dalam satu tujuan bersama, untuk memajukan kerajaan Allah, Imamat surgawi akan giat bekerja,
Roh Allah akan dicurahkan dari atas, dan akan diam di tengah-tengah kita. Berkat-berkat dari Yang Mahatinggi akan berada di dalam diri kita, dan nama kita akan diturunkan ke zaman yang akan datang; anak-anak kita akan bangkit dan menyebut kita yang berbahagia; dan generasi-generasi yang belum dilahirkan akan hidup dengan kegembiraan besar karena kesulitan telah kita atasi; semangat pantang menyerah yang telah kita tunjukkan; semua kesulitan yang begitu banyak jumlahnya telah kita atasi ketika meletakkan dasar pekerjaan yang besar yang mendatangkan kemuliaan serta berkat yang akan mereka nikmati; suatu pekerjaan yang dipikirkan Allah dan para malaikat-Nya dengan sukacita pada generasi-generasi masa lalu; yang membuat jiwa para bapa bangsa dan nabi zaman dahulu membara; suatu pekerjaan yang direncanakan untuk mendatangkan kehancuran bagi kuasa kegelapan, pembaruan bumi, kemuliaan Allah, dan
keselamatan keluarga manusia” (Joseph Smith,
Teachings of the Prophet Joseph Smith, hlm. 231–232).
n “Telah ditetapkan dalam dewan kekekalan,
jauh sebelum alas-alas bumi diletakkan, bahwa dia, Joseph Smith, adalah orang yang pada masa kelegaan terakhir dunia ini, akan membawa firman Allah kepada orang-orang, dan menerima kegenapan kunci-kunci dan kuasa Keimamatan Putra Allah. Tuhan memerhatikan dirinya, dan ayahnya, dan ayah dari ayahnya, dan leluhur mereka sampai kepada Abraham, dan dari Abraham ke banjir besar, dari banjir besar kepada Henokh, dan dari Henokh kepada Adam. Dia telah mengawasi keluarga itu dan keturunannya. Dia telah ditahbiskan sebelumnya dalam kekekalan untuk memimpin atas masa kelegaan terakhir ini” (Young, Discourses of Brigham Young, hlm. 108).
n “Ini adalah masa kelegaan terbesar yang pernah ada dalam sejarah dunia, karena masa ini meliputi semua yang pernah ada sebelumnya dan semua yang akan datang sesudahnya” (Anthony W. Ivins, dalam Conference Report, Oktober 1932, hlm. 5).
n “Ini adalah masa kelegaan terakhir. Dia [Tuhan] telah membangkitkan para pria dan wanita untuk melaksanakan pekerjaan-Nya, dan seperti yang sering kali saya katakan, banyak di antara kita tetap bertahan di dunia roh sejak dunia ini diorganisasi, sampai generasi di zaman kita hidup” (Wilford Woodruff, dalam Journal of
Discourses, 21:284; lihat juga “Responsibilities of Priesthood,” Ensign, September 1971, hlm. 20).
n “Belum pernah ada cerita mengenai hal ini . Aliran-aliran air hidup akan tetap mengalir dari Sumber Kekal yang merupakan sumber segala kebenaran. Terdapat lebih banyak ajaran-ajaran keselamatan yang tidak kita ketahui selain hal-hal yang sudah kita ketahui” (Bruce R. McConkie, “A New Commandment: Save Thy Self and Thy Kindred!” Ensign, Agustus 1976, hlm. 11).
Penceraiberaian Bab 24
dan Pengumpulan Israel
Pengantar
Presiden Joseph F. Smith berbicara mengenai tujuan-tujuan Gereja, “Kami mengumumkan tujuan dari organisasi yang akan didirikan ini, yaitu mengkhotbahkan Injil ke seluruh dunia, mengumpulkan Israel yang tercerai-berai, dan mempersiapkan umat bagi kedatangan Tuhan” (dalam James R. Clark, kumpulan Messages of
the First Presidency of The Church of Jesus Christ of Latter-day Saints, 4:145).
Garis Besar Ajaran
A. Israel kuno diceraiberaikan ke seluruh dunia karena mereka menolak perjanjian Allah. 1. Telah diwahyukan bahwa Israel akan
diceraiberaikan di antara bangsa-bangsa di bumi karena kedurhakaan mereka (lihat Imamat 26:33; Ulangan 4:23–27; 28:25, 37, 64; 1 Nefi 10:12–13; 21:1; 22:3–4).
2. Penceraiberaian itu dimulai ketika orang Asyur mengangkut sepuluh suku ke dalam penawanan (lihat 2 Raja-Raja 15:29; 17:6).
3. Penceraiberaian terus berlanjut ketika Nebukadnezar, Raja Babel, membawa Yudea dalam penawanan (lihat 2 Raja-Raja 25:1, 7, 11; 1 Nefi 10:3).
4. Lehi dan keturunannya adalah sebuah cabang Israel, yang dipisahkan dan diceraiberaikan (lihat 1 Nefi 15:12; 19:24; 2 Nefi 3:5).
5. Setelah kematian Yesus, bangsa Yehuda diceraiberaikan di antara bangsa bukan Yahudi (lihat 2 Nefi 25:15; Lukas 21:24; A&P 45:18–21, 24). 6. Dalam tulisan suci bangsa Yehuda yang tercerai-berai
dibandingkan dengan sebuah penampian, suatu perceraian, dan pedagang yang harus membayar utangnya (lihat Amos 9:8–9; Yesaya 50:1). B. Melalui para nabi-Nya Allah berjanji untuk mengumpulkan Israel tercerai-berai sekali lagi. 1. Pengumpulan Israel yang tercerai-berai adalah
karena belas kasihan Allah dan juga pertobatan Israel (lihat Yesaya 54:7; Yehezkiel 11:17; Yeremia 50:4–5; 2 Nefi 10:7; 30:7).
2. Menurut para nabi Allah, penebusan Israel yang tercerai-berai akan dipenuhi pada zaman akhir (lihat Ulangan 4:27–31; A&P 113:6).
3. Pengangkatan panji bagi bangsa-bangsa adalah tanda bagi Israel untuk dikumpulkan pada zaman akhir (lihat Yesaya 5:26; 11:12).
4. Musa memberi Joseph Smith dan Oliver Cowdery kunci-kunci pengumpulan Israel (lihat A&P 110:11). 5. Semua bangsa akhirnya akan melepaskan umat
Tuhan yang tercerai-berai, yang akan kembali ke
tanah warisan leluhur mereka (lihat Ulangan 30:3; Mazmur 107:1–3; Yesaya 43:5–6).
6. Mengenai dua belas suku, suku para putra Yusuf, Efraim dan Menasye, akan dikumpulkan terlebih dahulu dan kemudian memimpin suku-suku lainnya (lihat TJS terhadap Kejadian 48:5–11; Ulangan 33:16–17; A&P 133:30–39).
7. Dikenal sebagai sisa umat Tuhan, Israel yang dikumpulkan disamakan dengan penebusan atau pembebasan dari penawanan, ditemukannya kembali domba yang hilang, atau kembalinya mereka yang terbuang (lihat Yesaya 10:21–22; 11:11–12; Yehezkiel 34:11–16; 2 Nefi 8:11).
Pernyataan Pendukung
A. Israel kuno diceraiberaikan ke seluruh dunia karena mereka menolak perjanjian Allah.
n “Jika Anda membaca pasal 26 dalam Imamat
dan pasal 28 dalam Ulangan—juga ada banyak pasal lainnya dalam Alkitab tetapi terutama dua pasal ini—Anda akan menemukan banyak catatan mengenai perjanjian dan janji serta peringatan yang Tuhan berikan kepada Israel. Dia mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi jika mereka mematuhi perintah-perintah-Nya. Dia memberitahu mereka akibat-akibat dari melanggar perintah-perintah-Nya. Semua itu diuraikan dengan jelas dalam tulisan suci sebelum umat Israel memasuki negeri perjanjian ....
Seiring berlalunya waktu mereka melanggar perjanjian-perjanjian itu. Mereka berpaling dari nasihat-nasihat, perintah-perintah, petunjuk-petunjuk yang telah Tuhan berikan kepada mereka melalui Nabi Musa, dan akhirnya, karena pemberontakan itu, kutukan menimpa mereka dan mereka diceraiberaikan di antara bangsa-bangsa di bumi” (Joseph Fielding Smith, Doctrines
of Salvation, 1:165).
n “Ada sesuatu yang kita miliki dalam Kitab Mormon yang, jika kita tidak memiliki kebenaran lain yang membahas ini, akan menjadi bukti yang cukup tentang keilahian kitab ini. Saya memiliki rujukan bagi Yakub pasal lima. Dalam bab ini kita memiliki sebuah perumpamaan yang tidak bisa ditulis oleh siapa pun kecuali dia memiliki bimbingan Roh Tuhan. Memang mustahil .... Tidak ada perumpamaan yang lebih besar yang pernah dicatat. Itu adalah perumpamaan tentang penceraiberaian Israel. Tuhan mewahyukan kepada Yakub bahwa Dia akan menceraiberaikan Israel, dan dalam gambaran ini, Israel diibaratkan sebagai pohon zaitun yang terbudi daya ....
... Di negeri asalnya pohon itu mulai mati. Jadi Tuhan mengambil ranting-rantingnya seperti bangsa Nefi, seperti suku-suku yang hilang, dan seperti lainnya yang Tuhan pimpin ke bagian lain dunia ini yang tidak kita ketahui. Dia menanam mereka semuanya di kebun-Nya, yaitu dunia ini” (Joseph Fielding Smith, Answer to Gospel Questions, 4:203–204).
n “Telah dikatakan, bahwa ‘jika sebuah sejarah lengkap tentang umat Israel ditulis, itu akan menjadi sejarah dalam sejarah, kunci bagi sejarah dunia selama dua puluh abad yang silam.’ Pembenaran terhadap pernyataan yang besar ini ditemukan dalam kenyataan bahwa bangsa Israel benar-benar tercerai-berai di antara bangsa-bangsa yang harus kita catat seperti mencatat pentingnya kebangkitan dan perkembangan hampir setiap bagian keluarga manusia. Penceraiberaian ini disebabkan oleh beberapa hal, dan berlanjut selama berabad-abad. Hal itu diramalkan oleh para nabi zaman dahulu; dan para pemimpin rohani di setiap generasi sebelumnya dan selama era ke-Mesiasan, karena meningkatnya kedurhakaan mereka” (James E. Talmage, The Articles of Faith, hlm. 316).
n “Israel diceraiberaikan karena dia murtad; karena dia melanggar Sepuluh Perintah; karena dia menolak para nabi dan pelihat serta berpaling kepada para penenung dan peramal, karena dia meninggalkan perjanjian; karena dia mengindahkan para pendeta palsu dan bergabung dengan gereja-gereja sesat; karena dia berhenti menjadi umat yang istimewa dan kerajaan para imam. Jika dia menjadi seperti dunia, maka Tuhan meninggalkannya untuk menderita dan hidup serta menjadi seperti dunia” (Brucer R. McConkie,
The Millennial Messiah, hlm. 186).
B. Melalui para nabi-Nya Allah berjanji untuk mengumpulkan Israel sekali lagi.
n “Penderitaan Israel adalah hajaran yang diberikan oleh seorang Bapa yang berduka tetapi penuh kasih, yang berusaha memurnikan anak-anak-Nya yang berlumuran dosa melalui cara efektif ini ....
Meskipun dianiaya manusia, sehingga sebagian besar dari mereka hilang dari dunia, Israel tidak kehilangan Allah mereka. Dia tahu ke mana mereka telah dituntun atau diusir; Dia masih mengasihi mereka; dan Dia akan mengangkat mereka, pada saat yang tepat dan dengan cara yang pasti, ke dalam suatu kondisi yang penuh berkat serta pengaruh yang sesuai dengan umat perjanjian-Nya. Meskipun mereka berdosa dan meskipun ditimpa kemalangan yang mereka timbulkan sendiri, Tuhan berfirman, ‘Meskipun demikian, apabila mereka ada di negeri musuh mereka, Aku tidak akan menolak mereka dan tidak akan muak melihat mereka, sehingga Aku membinasakan mereka dan membatalkan perjanjian-Ku dengan mereka, sebab Akulah Tuhan, Allah mereka.’ Setuntas seperti penceraiberaian, tuntas pula pengumpulan Israel kelak” (Talmage,
Articles of Faith, hlm. 328–329).
n “Pemulihan kerajaan bagi Israel—itulah hal paling penting dalam pikiran orang Israel suku Yahudi di zaman Tuhan kita ....
Bahkan dengan Dua Belas—setelah meluangkan waktu tiga tahun bersama Yesus dalam pelayanan fana-Nya; setelah berhubungan dengan-Dia yang telah dibangkitkan selama empat puluh hari; dan setelah diajari semua hal yang perlu mereka ketahui untuk melaksanakan pekerjaan yang nantinya akan menjadi pekerjaan mereka—mereka masih bertanya tentang penggenapan kata-kata kenabian mengenai Israel yang terpilih. ‘Ketika mereka
berkumpul di situ,’ pada saat yang ditentukan untuk kenaikan Yesus ke surga, mereka duduk di sebelah kanan Yang Mahatinggi, ‘mereka bertanya kepadanya, Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? ....
... Kerajaan tidak akan dipulihkan kepada Israel pada zaman mereka. Biarlah mereka mengkhotbahkan Injil dan menyelamatkan jiwa-jiwa sebelum hari kegelapan yang mengerikan yang segera akan menutupi bumi. Hari pemulihan yang dijanjikan, hari kemenangan dan kemuliaan Israel, hari kemuliaan milenium—semua ini ada di depan mata. Itu dijadwalkan untuk zaman akhir” (McConkie, Millennial Messiah, hlm. 309–310).
n Banyak nubuat kuno diramalkan bahwa pada
zaman akhir, Tuhan akan mendirikan sebuah panji ‘kepada bangsa-bangsa, sebuah standar untuk mana Israel dan orang-orang benar dari semua bangsa dapat berkumpul (Yesaya 5:26; 11:10–12; 18:3; 30:17–26; 31:9; 49:22; 62:10; Zakharia 9:16). Panji ini adalah perjanjian yang baru dan kekal, Injil keselamatan (A&P 49:9); itu adalah Sion zaman akhir yang besar (A&P 64:41–43); itu adalah Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir” (Bruce R. McConkie, Mormon
Doctrine, hlm. 228).
n “Sekarang, kita memikirkan pengumpulan
Israel. Pengumpulan ini akan terus berlanjut sampai orang-orang yang benar dikumpulkan dalam jemaat Orang-Orang Suci di bangsa-bangsa seluruh dunia. Ini mengingatkan kita akan Pasal-Pasal Kepercayaan kesepuluh, dimana Nabi Joseph Smith mengatakan kepada orang yang bertanya kepadanya, ‘Kami percaya akan arti sesungguhnya daripada pengumpulan Israel dan pemulihan Sepuluh Suku; bahwa Sion (Yerusalem baru) akan ditegakkan di atas benua ini [Amerika]; bahwa Kristus akan memerintah di atas bumi; dan bahwa bumi akan diperbarui serta menerima kemuliaan firdausnya ....
Sekarang, pengumpulan Israel terdiri dari bergabungnya Gereja yang benar dan kesadaran mereka terhadap pengetahuan akan Allah yang sejati .... Oleh karena itu, siapa saja, yang telah menerima Injil yang dipulihkan, dan yang sekarang berusaha menyembah Tuhan dalam bahasanya sendiri bersama Orang-Orang Suci di bangsa-bangsa di tempat mereka tinggal, telah mengikuti hukum pengumpulan Israel dan menjadi ahli waris semua berkat yang dijanjikan kepada Orang-Orang Suci di zaman akhir ini” (Spencer W. Kimball, The Teachings of Spencer W.
Kimball, hlm. 438–439).
n “Segera orang-orang Yahudi akan dikumpulkan
ke negeri leluhur mereka, dan sepuluh suku, yang berkelana ke bagian utara, akan dibawa pulang, dan darah [keturunan] Efraim, putra kedua Yusuf, yang dijual ke Mesir, yang ditemukan di setiap kerajaan dan bangsa di bawah kolong langit, akan dikumpulkan dari antara orang bukan Yahudi, dan orang bukan Yahudi yang mau menerima dan menaati asas-asas Injil akan diadopsi serta
diakui menjadi keluarga Bapa Abraham, dan Yesus akan memerintah umat-Nya serta Setan juga akan memerintah umatnya” (Brigham Young,
Discourses of Brigham Young, hlm. 121–122).
n “Mengapa Anda di sini saat ini? dan apa yang menyebabkan Anda di sini? Karena kunci-kunci pengumpulan Israel dari keempat penjuru bumi telah diberikan kepada Joseph Smith, dan dia telah menganugerahkan kunci-kunci itu kepada yang lainnya sehingga pengumpulan Israel dapat terlaksana, dan pada waktunya nanti hal yang sama akan dilaksanakan terhadap suku-suku di negeri bagian utara. Dengan cara itulah, dan dengan menggunakan asas ini, Anda dikumpulkan seperti sekarang ini” (John Taylor, dalam Journal of Discourses, 25:179).
n “Adalah penting pada masa kelegaan ini bahwa
Efraim berdiri di tempatnya sebagai pemimpin, melaksanakan hak kesulungan di Israel yang telah diberikan kepadanya dengan wahyu langsung. Oleh karena itu, Efraim harus dikumpulkan terlebih dahulu untuk mempersiapkan jalan, melalui Injil dan imamat, bagi sisa suku-suku Israel lainnya ketika waktunya tiba bagi mereka untuk dikumpulkan di Sion. Sebagian besar dari mereka yang datang ke dalam Gereja adalah suku Efraim. Kalau ditemukan suku lain selain suku Manasye maka itu akan merupakan perkecualian.
Efraimlah, saat ini, yang memegang imamat. Dengan Efraimlah Tuhan telah membuat perjanjian dan telah menyatakan kegenapan Injil yang kekal. Efraimlah yang membangun bait suci serta melaksanakan tata cara-tata cara di dalamnya baik bagi orang-orang yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ketika ‘suku-suku Israel yang hilang’ datang—dan itu akan menjadi suatu pemandangan yang menakjubkan dan luar biasa ketika mereka datang ke Sion—dalam penggenapan janji yang disampaikan melalui Yesaya dan Yeremia, maka mereka akan menerima berkat-berkat tertinggi dari Efraim, saudara lelaki mereka, ‘yang sulung’ di Israel” (Smith, Doctrines of Salvation, 3:252–253).
Presiden Spencer W. Kimball