• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Pembahasan

4.3.1 Penanda Kesantunan Berbahasa

Dari analisis data, peneliti menemukan penanda kesantunan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran yang diperoleh dari tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa. Penanda kesantunan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dapat membuat proses pembelajaran menjadi lancar. Penutur menemukan empat penanda kesantuna berbahasa yang dapat membuat tuturan terasa santun ketika

proses pembelajaran. Pertama, berhati-hati dalam pemilihan kata. Kedua, memberikan tanggapan positif terhadap mitra tutur. Ketiga, menanggapi pujian dari mitra tutur dengan sifat rendah hati. Keempat menerima masukan dari mitra tutur.

1. Berhati-hati dalam pemilihan kata

Pemilihan kata menjadi hal yang penting dalam berkomunikasi. Pemilihan kata yang salah dapat menyinggung dan melukai perasaan mitra tuturnya, maka dalam proses komunikasi, seseorang harus berhati-hati dalam memilih kata yang akan diungkapkan kepada mitra tuturnya. Terlebih dalam proses pembelajaran di kelas, ketika hendak menyampaikan sesuatu, mengkritik atau memberikan tanggapan, jika salah memilih kata akan menimbulkan kesalapahaman. Oleh karena itu, diharapkan agar para siswa harus berhati-hati dalam memilih kata agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

1) Evan : Pagi teman-teman...

Peserta diskusi : Pagi...

Evan : Terima kasih atas kesempatanyya, di sini saya akan menyampaikan judul proposal saya terlebih dahulu. Saya minta perhatiannya yah. Jadi judul proposal saya adalah tentang pengaruh penggunaan gadget bagi prestasi belajar siswa. Sekian laporan saya, terima kasih.

Koteks : Penutur adalah salah satu peserta diskusi, dan tuturan terjadi di dalam kelas. Tuturan tersebut ditujukan penutur penyaji) kepada seluruh mitra tutur (peserta diskusi) ketika akan membacakan hasil temuan mengenai judul proposal.

sudah memberikan masukan kepada penutur (siswa) terkait dengan judul proposalnya.

3) Guru: Temukan hal-hal yang masih salah dalam KTI kaka tingkat.

Perhatikan dibagian isi, mulai dari judul, pendahuluan dan sebaginya.

Tujuan kalian saya minta buat analisis KTI kaka tingkat ini, biar kalian bisa tahu mana hal-hal yang haris diperhatikan dalam menulis KTI.

Siswa: Baik pak, terima kasih atas arahannya, kami akan mengerjakan sesuai dengan suruhan bapak.

konteks : Penutur adalah seorang siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas. Tuturan merupakan tanggapan yang diberikan penutur (siswa) kepada mitra tutur (guru) yang meminta mereka untuk tidak berisik dan mulai menganalisis isi KTI (karya tulis ilmiah) kaka tingkat.

Data tuturan (1) dan (3) memperlihatkan bahwa penutur sangat berhati-hati dalam memilih kata. Dalam tuturan (1), penutur hendak membacakan hasil temuan mengenai judul proposal, dan diawal penutur terlebih dahulu mengucapkan terima kasih karena sudah diberikan kesampatan. Selain itu, penutur meminta para peserta untuk memperhatikan presentasinya dengan menggunakan bahasa yang santun. Sedangkan dalam tuturan (3), penutur menanggapi pernyataan dari mitra tutur yang meminta mereka untuk mengerjakan tugas sesuai dengan apa yang disampaikan oleh mitra tutur. Dalam tuturan di atas, penutur menggunakan diksi yang santun yakni “Terima kasih.” yang menandakan bahwa penutur menghargai mitra tutur. Jadi pemilihan kata sangat perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran.

2. Memberikan tanggapan positif terhadap mitra tutur

Memberikan tanggapan positif ketika berkomunikasi dapat meminimalkan terjadinya pertentangan. Terlebih dalam proses pembelajaran di kelas, dimana ketika penutur hendak bertanya kepada mitra tutur mengenai hal-hal yang belum diketahui, dan mitra tutur menanggapinya dengan memberikan jawaban bahkan membantu mitra tutur untuk mencari jawaban. Selain itu, ketika penutur hendak meminjam sesuatu dari mitra tutur, dan mitra tutur menanggapinya dengan memberikan apa yang diminta oleh penutur.

6. Siswa 1 : Cak, ini yang dimaksud dengan kerangka teori itu apa sih?

Siswa 2 : Yah itu teori yang akan kamu gunakan. Kamu teorinya pake apa ?

Siswa 1 : Aku belum nemu dari tadi.Siswa 2 : Sek yah tak selesaikan bagianku, habis tu baru aku bantu carikan punyamu.

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan dari penutur (siswa 2) terhadap respon atau jawaban yang diberikan oleh mitra tutur (siswa 1) dimana ia belum menemukan teori yang digunakan.

8. Guru: Bagi yang tidak membawa format KTI, kalian bisa menggunakan buku paket kalian saja. Silahkan kalian cari di buka paket, hal-hal apa saja yang diperhatikan dalam menulis KTI.

Siswa 1 : Hito, aku gk bawa buku paketnya e, nanti kita gantian pake yah. Habis kamu pake aku pinjam punyamu

Siswa 2 : Yaudah Nggit, kamu pake aja dulu. Setelah kamu pake baru aku aja gk papa.

Siswa 1 : Yang bener nihTo? Makasih yah.

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan penutur (siswa 2) terhadap pernyataan dari mitra tutur (siswa 1) yang menyatakan bahwa ia tidak membawa buku paket dan akan meminjam buku paket penutur.

Data tuturan (6) dan (8) menunjukan bahwa penutur memberikan tanggapan positif kepada mitra tutur. dalam tuturan (6) penutur menanggapi mitra tutur yang belum menemukan teori yang digunakan dalam penelitian, dan penutur mengatakan bahwa ia akan membantu mitra tutur untuk mencari teori yang diguanakn. Sedangkan data tuturan (8), penutur menanggapi permintaan dari mitra tutur yang hendak meminjam buku dari mitra tutur, dan mitra tutur pun mengatakan bahwa ia akan meminjamkan buku kepada penutur. Hal seperti ini akan akan sangat bermanfaat karena akan membuat proses pembelajaran menjadi lancar.

3. Menanggapi pujian dari mitra tutur dengan sifat rendah hati

Tuturan dapat dikatakan santun apabila dalam tuturan tersebut penutur mempunyai sifat rendah hati terhadap pujian yang diterima dalam berkomunikasi.

Seperti dalam proses pembelajaran, ketika siswa mendapat pujian dari guru karena mendapat nilai yang bagus atau dapat mengerjakan tugas dengan baik, siswa tersebut harus meresponnya dengan sifat yang rendah hati. Penutur tidak boleh bersifat sombong dengan pujian yang diterima.

12. Guru: Ini Avi sudah selesai ngerjain, dan jawabannya benar semua. bagi yang jawabannya masih salah, silahkan di cek di EYD

Siswa : Ah pak, jawaban saya juga masih ada yang salah kok. Tadi cuman kebetulan aja benar

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan yang diberikan penutur (siswa) kepada mitra tutur (guru) yang mengatakan bahwa pekerjaan penutur sudah selesai dan jawabnnya benar semua.

Data tuturan (12) menunjukan bahwa penutur bersifat rendah hati dan tidak sombong dengan pujian yang ia terima. Penutur menanggapi pernyataan dari mitra tutur yang memujinya karena dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar. Tanggapan yang diberikan penutur menunjukan bahwa penutur memilki sifat redah hati dan tidak sombong akan pujian yang diterima. Hal ini akan membuat mita tutur merasa senang.

4. Menerima masukan dari mitra tutur.

Tuturan dapat dikatakan santun apabila dalam proses komunikasi, penutur dan mitra tutur sama-sama menerima masukan yang diberikan. Hal ini dapat meminimalkan pertentangan. Seperti dalam proses pembelajaran, ketika siswa hendak bertanya kepada guru mengenai tugas yang diberikan dan guru

memberikan masukan-masukan terkait dengan tugas tersebut, serta siswa dapat menerima masukan itu maka akan menimbulkan perasaan senang bagi mitra tutur.

13. Siswa : Pak, kalau aku meneliti tentang pemikiran orang-orang tentang anak-anak broken home itu bisa gk ?

Guru : Mending pengaruh kondisi keluarga terhadap prestasi siswa aja.

Siswa : Oh iya pak, itu saja yang saya gunakan. Sepakat yah pak, saya akan ubah judulnya seperti bapak sampaikan yah, terima kasih pak.

Guru : Iya, gunakan itu saja.

Konteks : Penutur adalah seorang siswa. Tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan dari siswa ketika mendapat masukan/sanggahan dari mitra tutur (guru)bahwa judul proposal yang digunakan kurang tepat.

14. Siswa : Pak, rumusan masalah ini dalam bentuk pertanyaan yah, terus semua kata tanya dimasukan semua yah ?

Guru : Iya bener sekali, misalnya bagaimanakah pengaruh penggunaan gadget bagi remaja, terus bisa menggunakan kata tanya apa..

misalnya apa pengaruh penggunaan gadget. Cukup gunakan kata tanya apa dan bagaiamana saja yah.

Siswa : Siap pak, makasih pak. Berarti fix yah pak saya cukup gunakan kata tanya bagaiaman dan apa.

Guru : Iya, dilanjutkan yah

Konteks : Penutur adalah seorang siswa. Tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan dari siswa ketika mendapat jawaban dari mitra tutur (guru) mengenai pertanyaan tentang rumusan masalah dan kata tanya.

Data tuturan (13) dan (14) menunjukan bahwa penutur mau menerima masukan yang diberikan oleh mitra tutur. Data tuturan (13) menunjukan bahwa penutur menerima masukan yang diberikan oleh mitra tutur terkait dengan judul proposal yang digunakan. Sedangkan data tuturan (14) menunjukan bahwa penutur menerima masukan yang diberikan oleh mitra tutur terkait dengan kata tanya yang akan digunakan dalam penelitian. Hal ini tentunya akan menimbulkan perasaan senang bagi mitra tutur.

4.3.2 Fungsi Kesantunan Berbahasa

Dari analisis data, peneliti menemukan fungsi kesantunan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran yang diperoleh dari tuturan siswa-siswi. Fungsi tuturan yang ditemukan oleh peneliti berupa fungsi kesantunan berbahasa. Dalam pembelajaran, apabila menerapkan fungsi kesantunan berbahasa dengan baik, maka, proses komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Peneliti menemukan ada lima fungsi kesantunan berbahasa yang digunakan dalam pembelajaran, yakni fungsi menyatakan informasi, fungsi menyatakan perjanjian, fungsi pemberian izin, fungsi penjelasan, dan fungsi menyetujui

1. Fungsi menyatakan informasi

Tuturan dengan fungsi menyatakan infromasi tentang keadaan di sekitar, dituturkan dengan menggunakan kalimat deklaratif yang santun yakni, kalimat yang mengandung maksud memberitakan sesuatu kepada mitra tutur.

1. Penyaji : Pagi teman-teman Peserta diskusi : Pagi....

Penyaji : Terima kasih atas kesempatanyya, di sini saya akan menyampaikan judul proposal saya terlebih dahulu.

Saya minta perhatiannya yah. Jadi judul proposal saya adalah tentang pengaruh penggunaan gadget bagi prestasi belajar siswa. Sekian laporan saya, terima kasih.

Koteks : Penutur adalah salah satu peserta diskusi, dan tuturan terjadi di dalam kelas. Tuturan tersebut ditujukan penutur penyaji) kepada seluruh mitra tutur (peserta diskusi) ketika akan membacakan hasil temuan mengenai judul proposal.

Dalam tuturan di atas menunjukan bahwa, penutur (penyaji) telah menyatakan informasi kepada mitra tutur (peserta diskusi) mengenai judul proposal yang telah ia buat. Tuturan di atas mmerupakan tuturan yang berisi

informasi dan dituturkan menggunakan kalimat deklaratif, yakni kalimat yang dimaksud untuk memberitakan sesuatu kepada mitra tutur.

2. Fungsi menyatakan perjanjian

Tuturan dengan fungsi menyatakan perjanjian atau peringatan dituturkan dengan menggunakan kalimat deklaratif yang santun santun yakni, kalimat yang mengandung maksud memberitakan sesuatu kepada mitra tutur.

6. Siswa 1 : Cak, ini yang dimaksud dengan kerangka teori itu apa sih?

Siswa 2 : Yah itu teori yang akan kamu gunakan. Kamu teorinya pake apa?

Siswa 1 : Aku belum nemu dari tadi.

Siswa 2 : Sek yah tak selesaikan bagianku, habis tu baru aku bantu carikan punyamu.

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan dari penutur (siswa 2) terhadap respon atau jawaban yang diberikan oleh mitra tutur (siswa 1) dimana ia belum menemukan teori yang digunakan.

Dalam tuturan di atas menunjukan bahwa, penutur telah menyatakan janjinya kepada mitra tutur untuk membantu mitra tutur mencari teori yang penutur gunakan. Tuturan di atas merupakan tuturan yang menyatakan perjanjian dan dituturkan menggunakan kalimat deklaratif.

3. Fungsi pemberian izin

Tuturan dengan fungsi pemberian izin dituturkan dengan menggunakan kalimat imperatif, yakni kalimat yang mengandung maksud memerintah agar mitra tutur melakukan suatu sebagaiamana diinginkan penutur.

8. Guru : Bagi yang tidak membawa format KTI, kalian bisa menggunakan buku paket kalian saja. Silahkan kalian cari di buka paket, hal-hal apa saja yang diperhatikan dalam menulis KTI.

Siswa 1 : Hito, aku gk bawa buku paketnya e, nanti kita gantian pake yah.

Habis kamu pake aku pinjam punyamu.

Siswa 2 : Yaudah Nggit, kamu pake aja dulu. Setelah kamu pake baru aku aja gk papa.

Siswa 1 : Yah bener nih to? Makasih yah.

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas. Tuturan merupakan tanggapan penutur (siswa 2) terhadap pernyataan dari mitra tutur (siswa 1) yang menyatakan bahwa ia tidak membawa buku paket dan akan meminjam buku paket penutur.

Dalam tuturan di atas menunjukan bahwa, penutur telah memberikan izin kepada mitra tutur untuk menggunakan buka paket miliknya terlebih dahulu.

Tuturan di atas merupakan tuturan yang berfungsi untuk memberikan izin dan dituutrkan menggunakan kalimat deklaratif.

4. Fungsi penjelasan

Tuturan dengan fungsi menyatakan penjelasan atau keterangan dilakukan dengan menggunakan kalimat deklaratif, yakni kalimat yang mengandung maksud memberitakan sesuatu kepada mitra tutur.

12. Guru : Ini Avi sudah selesai ngerjain, dan jawabannya benar semua. bagi yang jawabannya masih salah, silahkan di cek di EYD

Siswa : Ah pak, jawaban saya juga masih ada yang salah kok. Tadi cuman kebetulan aja benar

Konteks : Penutur adalah siswa, dan tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan yang diberikan penutur (siswa) kepada mitra tutur (guru) yang mengatakan bahwa pekerjaan penutur sudah selesai dan jawabnnya benar semua.

Dalam tuturan di atas menunjukan bahwa penutur telah memberikan penjelasan kepada mitra tutur bahwa jawaban yang ia berikan masih ada yang salah, dan jawaban yang benar tersebut hanya kebetulan semata. Tuturan di atas merupakan tuturan yang berfungsi memberikan penjelasan dan dituturkan menggunakan kalimat deklaratif.

5. Fungsi menyetujui

Tuturan yang menyetujui pada dasarnya adalah tuturan yang dituturkan oleh lawan tutur sebagai reaksi atas tuturan yang dituturkan oleh penutur. Tuturan yang berfungsi menyetujui merupakan tuturan yang menyatakan kesetujuan antara apa yang disampaikan penutur dan lawan tutur.

13. Siswa : Pak, kalau aku meneliti tentang pemikiran orang-orang tentang anak-anak broken home itu bisa gak ?

Guru : Mending pengaruh kondisi keluarga terhadap prestasi siswa aja.

Siswa : Oh iya pak, itu saja yang saya gunakan. Sepakat yah pak, saya akan ubah judulnya seperti bapak sampaikan yah, terima kasih pak.

Guru : Iya, gunakan itu saja.

Konteks : Penutur adalah seorang siswa. Tuturan terjadi di dalam kelas.

Tuturan merupakan tanggapan dari siswa ketika mendapat masukan/sanggahan dari mitra tutur (guru)bahwa judul proposal yang digunakan kurang tepat.

Tuturan di atas menunjukan bahwa, penutur bersepakat dan menyatakan kesetujuannya dengan mitra tutur untuk mengubah judul proposalnnya seperti yang sudah disampaikan mitra tutur. Tuturan di atas merupakan pernyataan persetujuan penutur terhadap apa yang disampaikan mitra tutur.

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan terhadap penelitian yang berjudul Analisis Penanda dan Fungsi Kesantunan Berbahasa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Siswa-Siswi Kelas XI IPS SMA Pangudi Luhur Yogyakarta: Suatu Kajian Pragmatik. Peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Peneliti menemukan penanda kesantunan berbahasa dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang diperoleh dari data tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa. Peneliti menemukan empat penanda kesantunan berbahasa yang membuat tuturan jadi terasa santun selama proses pembelajaran di kelas. (1) berhati-hati dalam pemilihan kata, (2) memberikan tanggapan positif terhadap mitra tutur, (3) menanggapi pujian dari mitra tutur dengan sifat rendah hati, (4) menerima masukan dari mitra tutur.

b. Selain menemukan penanda kesantunan, peneliti juga menemukan fungsi kesantunan berbahasa dalam tuturan siswa-siswi dalam proses pembelajaran di kelas. Peneliti menemukan lima fungsi kesantunan berbahasa, yakni fungsi menyatakan informasi, fungsi menyatakan perjanjian. Fungsi pemberian izin, fungsi penjelasan, dan fungsi menyetujui.

5.2 Saran

Penelitian ini masih mempunyai banyak kekurangan. Oleh karena itu, peneliti mengajukan beberapa saran bagi para peneliti selanjutnya terutama yang melakukan penelitian sejenis. Saran dari peneliti adalah sebagai berikut :

a. Peneliti ini hanya membahas prinsip kesantunan dari kaidah menutur Leech (1993) sebagai penentu kesantunan dalam berkomunikasi. Peneliti ingin jika ada penelitian yang sama, alangkah baiknya jika bisa menggunakan kaidah dari ahli lain, serta meneliti apakah ada hubungan atau kesamaan antara kaidah kesantunan ahli yang satu dengan yang lain, karena pasti ada sesuatu yang sama dan berbeda yang pada akhirnya menentukan sebuah kesantunan.

b. Data yang diteliti sebaiknya tidak hanya dialog dalam suatu pembelajaran di kelas, tetapi masih ada data lain yang bisa dijadikan objek penelitian seperti proses pembelajaran yang menggunakan teknik atau metode lain yang masih dalam lungkup formal.

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 1998. Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:

Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta : Rineka Cipta

Cummings, Louise. 2007. Pragmatik Sebuah Perspektif Multidisipliner.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Hendrikus, Doni Wuwur.1991. Retorika Terampila Berpidato, Berdiskusi, Beragumentasi, Bernegosiasi. Kanisius: Yogyakarta

Kurniawati, Oktaviana. 2012. Analisis Pemanfaatan Prinsip Kesantunan Berbahasa Pada Kegiatan Diskusi Kelas XI SMAN1 Sleman. Versi HTML dari file

http://eprints.uny.ac.id/25245/1/Oktafiana%20Kurniawati%20082012 41013.pdf

Lubis, A. Hamid Hasan. 2015. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: CV Aangkasa

Leech, Geoffrey. Prinsip-Prinsip Pragmatik. 1993. Jakarta : Universitas Indonesia Moleng. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya

Mulyona, deddy. 2017. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : PT Remaja Rosdakrya

Mulyana. 2005. Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wicana

Nadar. 2009. Pragmatik dan penelitian pragmatik. Yogyakarta : GRAHA ILMU Pranowo. 2009. Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Pranowo. 2009. Kesantunan Berbahasa Tokoh Masyarakat. Yogyakarta:

Universitas Sanata Daharma

Prabowo, Eko. 2014. Kesantunan Berbahasa Dalam Kegiatan Diskusi Mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma Angkatan 2014. Versi HTML dari file https://repository.usd.ac.id/4679/2/111224075_full.pdf

Rahardi, Kunjana dkk. 2016. Fenomena Ketidksantunan Berbahasa. Jakarta : Erlangga

100

Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga

Silalahi, Rinda. 2012. Analisis Kesantunan Berbahasa Siswa-Siswi Di Lingkungan Sekolah SmpnBinjai. Versi HMTL dari file

http://www.academia.edu/27965357/ANALISIS_KESANTUNAN_BER BAHASA_SISWA_I_DI_LINGKUNGAN_SEKOLAH_SMP_NEGERI _5_BINJAI

Wijana, Putu dkk. 2009. Analisis Wacana Pragmatik. Surakarta :Yuma Pustaka Yule, George. 2006. PRAGMATIK. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Zamzani. 2007. Kajian Sosiopragmatik. Yogyakarta: Citra Pustaka

Zamzani, dkk. 2010. Pengembangan Alat Ukur Kesantunan Bahasa Indonesia Dalam Interaksi Sosial Bersemuka Dan Non Bersemuka. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

BIODATA PENULIS

Ephyfania Bahantwelu lahir di Lewopulo, Adonara Timur, tanggal 26 Oktober 1996. Ia menyelesaikan pendidikan tingkat sekolah dasar di SD Santo Antonius Lewopulo pada tahun 2009. Kemudian, ia melanjutkan studinya di SMPN 2 Adonara Timur, kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, dan tamat pada tahun 2012.

Pendidikan tingkat menengah atas ditempuhnya di SMAK Lamaholot Witihama.

Setelah menyelesaikan sekolah tingkat menengah atas, ia melanjutkan studi SI Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Masa pendidikan tersebut berakhir pada tahun 2019.

164 Maksim kebijaksanaan

No Data Tuturan Kontkes Penanda Fungsi Kesesuaian

Dengan Teori

Guru : Semua masalah itu bisa dijadikan untuk

165 Guru : Iya sama-sama. Sana

kerjakan.

166 Maksim Kedermawanan

No Data Tuturan Kontkes Penanda Fungsi Kesesuaian

Dengan Teori

167

Guru : Coba kamu pindah ke komputer lain

168 digunakan.

Maksim Kesepakatan

No Data Tuturan Kontkes Penanda Fungsi Kesesuaian

Dengan Teori Siswa : Oh berarti hanya

Penutur adalah

169

170

171

b. Analisis Penanda Ketidaksantunan Berbahasa Maksim kebijaksanaan

No Data Tuturan Kontkes Penanda Fungsi Kesesuaian

Dengan Teori (Triangulator)

Keterangan Triangulator Ya Tidak

60 Guru : sekarang giliran Avi untuk membacakan masalah yang kamu temui

Siswa : Masalah yang saya temukan tentang

172 Siswa : Pak tadi saya sudah

deskripsikan tapi

61 Guru : Dikerjakan dengan baik , dan jangan

173

Guru : Masalah itu bukan dirumuskan dalam

174

175 mitra tutur.

Maksim Kedermawanan

No Data Tuturan Kontkes Penanda Fungsi Kesesuaian

Dengan Teori Guru : Makanya itu saya

minta anda untuk oleh mitra tutur. Hal ini tentunya akan membuat

176

177 mitra tutur dan hal ini akan menimbulkan

178