III. PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) DESA KARANG PANGGUNG
3.6. Penetapan Visi dan Misi KTH (Memandang ke Masa Depan)
PROSES :
Penjelasan tahap Memandang ke Masa Depan atau Visi ; Adalah cita-cita jangka panjang yang dapat kita capai dalam waktu yang sangat lama.
Sedang Misi atau Tujuan jangka pendek untuk mencapai Visi.
Kualitas hidup yang diinginkan oleh kita semua harus didukung sumber daya yang berkesinambungan, sebagaimana suatu cita-cita/visi jangka panjang mengandung nilai-nilai sosial dan masalah keagamaan, begitu pula harus mengandung sesuatu tentang cara-cara yang dapat menunjang kualitas hidup berdasarkan suatu hubungan yang baik dengan lingkungan.
Adapun prinsip – prinsip yang menunjang tujuan jangka panjang ini harus konsisten dengan prinsip berkelanjutan. Kita percaya sistem produksi apapun baik pertanian, atau yang lainnya, harus mengikuti prinsip – prinsip ini supaya berkelanjutan.
Bentuk produksi berupa sebagai berikut :
Adil secara sosial.
Dapat diterima secara ekologi.
Dapat di jalankan secara ekonomi.
Pri kemanusiaan
Memandang ke Masa Depan. Dengan mencoba menggali pengertian anggota kelompok (brainstroming).
Hasil sumbang saran tentang cita-cita?
Keinginan yang sulit untuk dicapai
Sesuatu yang ingin dicapai dalam waktu yang lama.
MEMBUAT CITA-CITA /VISI KTH.
PROSES :
Fasilitator memperlihatkan poster/gambar pendapat peserta, kemudian fasilitator meminta kepada semua pesera memperhatikan poster/gambar pertama (desa miskin yang kumuh).
Pendapat peserta tentang gambar yang dibagikan :
Susunan rumah masih berantakan
Belum ada jalan desa
Desa masih kuno
Desa terisolir
Buang air besar sembarangan
Ternak liar / belum dikandangkan
Desa kumuh
Belum ada pagar rumah masyarakat
Masih banyak pengangguran
Fasilitator meminta peserta untuk menyebutkan cita – cita / visi mereka dan hasil sumbang saran peserta :
Melindungi hutan
Kesejahteraan masyarakat terjamin
Kesimpulan cita – cita / Visi hasil diskusi bersama peserta VISI KTH “ TUNAS HARAPAN “ ADALAH
“Meningkatnya kepedulian dan kesejahteraan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan berkeadilan gender”.
Setelah semua paham bagaimana pembuatan cita-cita baru kelompok menentukan cara/misi untuk kelompok. Hasil sumbang saran peserta untuk usaha pencapaian cita-cita / misi kelompok kedepan
MISI KTH“ TUNAS HARAPAN “ ADALAH :
Adanya alternatif usaha untuk mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal mengembangkan usahanya.
Mengurangi penebangan hutan secara liar / ilegal.
Meningkatkan kerjama antar anggota dan pengurus juga pihak luar yang dapat mendukung program kelompok.
3.7. MENGIDENTIFIKASI SUMBER DAYA POTENSIAL (MASA DEPAN) PROSES :
Masih dalam kelompok yang sama dengan kelompok saat membuat cita-cita;
a. Masing-masing kelompok diskusikan 1-2 kategori cita-cita dan bahas bagaimana sumberdaya yang telah ada sekarang dapat mendukung pencapaian cita-cita tersebut (gunakan daftar sumberdaya potensial dari menetapkan situasi)
Mendiskusikan dan membahas sumberdaya lain yang dibutuhkan/harus ada dalam pencapaian cita-cita tersebut.
Hasil dari bagian ini daftar sumberdaya yang paling penting untuk mencapai cita-cita Kelompok di masa depan.
Fasilitator meminta peserta untuk bergabung dalam 2 kelompok diskusi untuk mendiskusikan sumberdaya pendukung yang dapat mendukung cita-cita kelompok. Setelah selesai berdikusi fasilitator meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.
Hasil diskusi Kelompok 2 a. Katagori Peternakan
Tersedianya padang rumput
Tersedianya lahan untuk kandang
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
b. Katagori Pertanian / perkebunan
Tersedianya lahan kosong untuk usaha perkebunan / pertanian untuk anggota kelompok lebih kurang 20 hektare
c. Katagori Sumberdaya hutan yang dapat dikembangkan.
Manau, bambu, rotan dan air.
d. Katagori Peningkatan Pendapatan melalui Usaha Koperasi/ Simpan Pinjam.
Ada anggota yang solid (28 orang 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan)
Ada pengurus handal (3 orang 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan)
Sudah terbentuk organisasi / KTH (Tunas Harapan) e. Pendidikan dan keterampilan
Ada balai desa untuk tempat pelatihan
Ada LSM yang bisa diajak kerjasama
Ada BIOCLIME sebagai mitra kerja
Ada Dinas terkait yag dapat mendukung program
Ada orang yang terampil salam pemibitan (buah, kayu hutan, karet dll) Keterangan Anggota diskusi kelompok 2
1. Dedi 4. Jana 7. Eli Asmara 10. Nani Ulva Dian Sari 2. Zakaria 5. Rusdi 8. Inansi
3. Topan 6.Mulya Asni 9. Herli Mustika Hasil diskusi Kelompok 1
a. Katagori Peternakan dengan Sumber daya ada : 1. Tempat / kandang
2. Tersedianya padangan rumput 3. Pemadangan sapi
4. Ada keahlian
5. Sumber air untuk ternak 6. Adanya pasaran ternak
b. Katagori Keterampilan rotan dan bambu dengan dukungan sumberdaya : 1. Tersedianya bahan baku rotan dan bambu
2. Tersedianya keahlian menganyam rotan dan bambu 3. Adanya peralatan untuk kerajinan
c. Katagori Penyediaan bibit tanaman hutan dan tanaman produktif
1. Tersedianya bibit – bibit kayu di hutan (bambang lanang, bayur, meranti, balam, garu, jabon dan lain-lain)
2. Tersedianya pohon buah-buahan untuk dijadikan tanaman produktif ( rambutan, mangga, kelengkeng dan durian) dan adanya kebutuhan bibit karet
Keteranga Anggota diskusi kelompok 1
1. Arpan Jalil 5. Baijuri 9. Samiya 2. Elpisari 6. Arina 10. Jum 3. Tomi 7. Zahara
4. Jali 8. Harmini
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
PROSES :
Fasilitator menempelkan dan membaca kembali nilai-nilai yang telah ditemui dan terimplemetasi dalam kehidupan kelompok. Di dalam kelompok kecil;
Di dalam kelompok besar, fasilitator menanyakan bila ada nilai-nilai lain yang akan digabungkan dalam daftar nilai yang telah ada, tegaskan hasilnya, daftar nilai-nilai sekarang merupakan nilai masa depan yang dibutuhkan mendukung pencapaian cita-cita.
Daftar nilai-nilai/norma dalam KSM yang paling penting untuk mencapai cita-cita KTH Tunas Harapan :
1. Jujur / Terbuka 2. Tanggung jawab
3. Kompromi/musyawarah 4. Kerja keras
5. Sabar
3.9. PENETAPAN INDIKATOR NILAI-NILAI KELOMPOK TANI (KTH).
PROSES :
Di dalam kelompok diskusi peserta membuat indikator nilai-nilai yan dimiliki. Dengan indikator tersebut anggota kelompok dapat menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut telah terlaksanakan atau belum.
Hasil sumbang saran peserta tentang daftar indikator untuk masing-masing nilai.
Jujur / Terbuka indikatornya :
Seluruh kegiatan yang akan dilakukan harus diketahui oleh seluruh anggota
Setiap ada informasi tentang kelompok harus disampaikan pada seluruh anggota.
Tanggung jawab indikatornya :
Pengurus dan anggota melaksanakan hak dan kewajibannya
Pengurus melaporkan seluruh kegiatan kelompok dalam rapat anggota.
Pengurus melaporkan seluruh transaksi keuangan dalam rapat anggota Kompromi / Musyawarah indikatornya :
Seluruh kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah mufakat.
Masalah – masalah dalam berkelompok harus diselesaikan seara musyawarah mufakat.
Kerja Keras indikatornya :
Anggota dan pengurus harus berjuang dengan giat terhadap program yang akan dilakukan
Anggota dan pengurus tidak boleh malas.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
3.8. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI (MASA DEPAN)
Sabar indikatornya :
Selalu solid dan akur antara anggota dan pengurus
Tidak berputus asa dan berusaha terus
Fasilitator meminta peserta untuk melihat kembali sumberdaya pendukung yang ada untuk dijadikan cita-cita kelompok. Cita – cita tersebut dirangkum diantaranya :
Cita – cita di bidang ekonomi
1. Adanya usaha ternak yang dilakukan baik oleh anggota maupun kelompok
2. Adanya usaha koperasi atau mikro kredit / usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok
Cita – cita dibidang pengetahuan dan keterampilan
1. Pengurus dan anggota terampil dalam mengurus dan mengelolah organisasi dan usahanya.
2. Anggota kelompok perempuan mempunyai keterampilan kerajinan anyaman bambu dan rotan.
3. Anggota dan pengurus terampil dalam mengelolah usaha pembibitan Cita – cita dibidang pertanian /perkebunan
a. Adanya bentuk usaha pertanian holtikultura yang dikelolah oleh anggota dan kelompok.
Fasilitator meminta peserta untuk mendiskusikan apa yang menjadi faktor penghambat dalam mencapai cita-cita. Dan setiap kelompok mempresentasikannya.
Hasil diskusi kelompok 1
1. Adanya usaha ternak yang dilakukan baik oleh anggota maupun kelompok Faktor penghambatnya :
Ternak masih diliarkan
Belum adanya pemberian pakan secara teratur
2. Adanya usaha koperasi atau mikro kredit / usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok
Faktor penghambatnya :
Belum adanya modal
Belum adanya keterampilan dan usaha simpan pinjam
3. Pengurus dan anggota terampil dalam mengurus dan mengelolah organisasi dan usahanya.
Faktor penghambatnya :
Belum adanya keterampilan pengurus dan anggota untuk mengelolah organisasinya
Tidak adanya pendamping kelompok dalam mengelolah organisasinya
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
Kelompok 1
1. Arpan Jalil 5. Baijuri 9. Samiya 2. Elpisari 6. Arina 10. Jum 3. Tomi 7. Zahara
4. Jali 8. Harmini Hasil diskusi kelompok 2
1. Anggota kelompok khususnya perempuan mempunyai keterampilan kerajinan anyaman bambu dan rotan.
Faktor penghambatnya :
Tidak ada pemasaran yang jelas
Kurangnya keterampilan dalam menganyam bambu dan rotan
2. Anggota dan pengurus terampil dalam mengelolah usaha pembibitan dan juga pengelolaannya.
Faktor penghambatnya :
Belum adanya pengetahuan dan keterampilan dalam usaha pembibitan.
Belum adanya pengalaman usaha pembibitan
Belum ada modal usaha
3. Adanya bentuk usaha pertanian holtikultura yang dikelolah baik oleh anggota maupun kelompok.
Faktor penghambatnya :
Sulitnya bibit unggul
Banyaknya hama tanaman sayuran
Cara berkebun masih tradisional
Masyarakat masih malas Anggota diskusi kelompok 2
1. Dedi 4. Jana 7. Eli Asmara 10. Nani Ulva Dian Sari
2. Zakaria 5. Rusdi 8. Inansi 3. Topan 6.Mulya Asni 9. Herli Mustika
3.10. PERENCANAAN PROGRAM KTH TUNAS HARAPAN PRIODE 2015-2016/2017.
PROSES :
Fasilitator menjelaskan bahwa, Sekarang kita berada pada bagian perencanaa, dalam tahapan ini tujuan adalah mengetahui hal-hal yang menjadi perlu diperhatikan dan memungkinkan dikerjakan oleh kelompok bersama-sama dalam mencapai cita-cita yang telah dinyatakan dalam tahapan Memandang ke Masa Depan.
Membuat rencana adalah memanfaatkan sumberdaya yang dapat digunakan secara optimal. Untuk itu langkah-langkah yang jelas (konkrit) dan berurutan (sistematis) untuk mencapai cita-cita adalah sangat penting.
Fasilitator membagikan Media gambar (poster seri) tentang kera menolong ikan, poster kepada peserta, setelah dibaca fasilitator mengajukan pertanyaan:
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
a). Apa yang terlihat/terjadi dalam gambar itu?
Monyet menolong ikan dari bahaya banjir b). Mengapa hal itu terjadi?
Karena monyet tidak paham dengan habitat asli dari ikan c). Bagaimana bila hal itu terjadi pada Bapak/Ibu?
Monyet berniat baik akan tetapi tidak paham dengan situasi dan kondisi.
Fasilitator kembali meminta pendapat peseta tentang ilustrasi monyet menolong ikan
1. Tidak boleh menebang pohon sembarangan 2. Pinggir sungai harus ditanami dengan pohon 3. Usir saja monyet
4. Niat monyet baik akan tetapi caranya salah.
5. Pemberian bantuan tidak sesuai dengan kebutuhan.
6. Pihak luar (BIOCLIME) ingin membantu masyarakat sesuai dengan permasalahan yang ada di masyarakat.
3.11. KAJIAN KATEGORI CITA-CITA YANG AKAN DIBUAT PERENCANAANNYA BERDASARKAN FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBATNYA.
PROSES :
Fasilitator meminta peserta melihat kembali cita-cita 1-2 tahun ke depan dalam tahap Memandang ke Masa Depan. Fasilitator membacakan kembali. Sekedar membuat anggota kelompok menyadari bahwa mereka mempunyai cita-cita masa depan.
Peserta diminta untuk mengkaji cita-cita untuk setiap kategori prioritas yang telah ditentukan dalam tahap sebelumnya. Bagikan satu kategori untuk satu kelompok diskusi, dan anggota kelompok akan menjawab pertanyaan berikut ini untuk kategori yang jadi tugasnya;
Hasil dari diskusi kelompok.
Cita - cita Faktor pendorong Faktor penghambat Adanya usaha ternak yang
dilakukan baik oleh anggota maupun kelompok
Tersedianya padang rumput
Tersedianya lahan untuk kandang
Tempat / kandang
Tersedianya padangan rumput
Pemadangan sapi
Ada keahlian
Sumber air untuk ternak
Adanya pasaran ternak
Ternak masih diliarkan
Belum adanya pemberian pakan secara teratur
Adanya usaha koperasi atau mikro kredit / usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok
Ada anggota yang solid (28 orang 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan)
Belum adanya modal
Belum adanya
keterampilan dan usaha simpan pinjam
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
Ada pengurus handal (3 orang 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan)
Sudah terbentuk
organisasi / KTH (Tunas Harapan)
Pengurus dan anggota terampil dalam mengurus dan mengelolah organisasi dan usahanya
Ada anggota yang solid (28 orang 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan)
Ada pengurus handal (3 orang 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan)
Sudah terbentuk
organisasi / KTH (Tunas Harapan)
Belum adanya
keterampilan pengurus dan anggota untuk mengelolah organisasinya
Tidak adanya pendamping kelompok dalam mengelolah organisasinya
Anggota kelompok khususnya perempuan mempunyai keterampilan kerajinan anyaman bambu dan rotan
Tersedianya bahan baku rotan dan bambu
Tersedianya keahlian menganyam rotan dan bambu
Adanya peralatan untuk kerajinan Manau, Bambu, Rotan
Air
Tidak ada pemasaran yang jelas
Kurangnya keterampilan dalam menganyam bambu dan rotan
Anggota dan pengurus terampil dalam mengelolah usaha pembibitan dan juga pengelolaannya
Tersedianya bibit – bibit kayu di hutan (bambang lanang, bayur, meranti, balam, garu, jabon dan lain-lain)
Tersedianya pohon buah-buahan untuk dijadikan tanaman produktif ( rambutan, mangga, kelengkeng dan durian) dan adanya kebutuhan bibit karet
Ada balai desa untuk tempat pelatihan
Ada LSM yang bisa diajak kerjasama
Ada BIOCLIME sebagai mitra kerja
Ada Dinas terkait yang dapat mendukung program
Ada orang yang terampil salam pemibitan (buah, kayu hutan, karet dll)
Belum adanya
pengetahuan dan
keterampilan dalam usaha pembibitan.
Belum adanya
pengalaman usaha pembibitan
Belum ada modal usaha
Adanya bentuk usaha pertanian holtikultura yang dikelolah baik oleh anggota maupun kelompok
Tersedianya lahan kosong untuk usaha perkebunan / pertanian untuk anggota
Sulitnya bibit unggul
Banyaknya hama
tanaman sayuran
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
kelompok lebih kurang 20 hektare
Cara berkebun masih tradisional
Masyarakat masih malas
3.12. RENCANA KERJA KTH “ TUNAS HARAPAN PRIODE 2015-2016/2017
PROSES :
Fasilitator menjelaskan tentang perencanaan yang sedapat mungkin memenuhi prinsip CERDAS (Cocok, tEpat, Realistik, DApat diukur, dan Sesuai dengan kebutuhan atau keadaan).
Latihan membuat rencana CERDAS.
Contoh rencana CERDAS; Melakukan latihan kesehatan ternak kambing untuk 15 anggota kelompok sampai akhir tahun 2002.
Contoh rencana kurang CERDAS; Latihan kesehatan ternak untuk anggota kelompok.
Diskusikan bersama dalam pleno kategori mana yang akan dibuat rencana kerjanya (dengan mempertimbangan hasil di atas, berdasarkan optimisme yang muncul di atas)
Kembali lagi dengan kelompok yang sebelumnya, buatlah beberapa rencana yang bisa dilakukan kelompok untuk mencapai cita-cita yang telah dirumuskan. Rencana yang telah dirumuskan didiskusikan bersama anggota keompok yang lainnya dalam pleno.
Terakhir kelompok tadi akan membuat perincian unruk rencana yang telah diepakati bersama dalam diskusi pleno. Dimana perencanaan tersebut terdiri dari; Kegiatan (rencana itu sendiri), Siapa (yang akan bertanggung jawab untuk pelaksanaanya), Kapan (waktu dilakukan), dan Dimana (tempat kegiatan dilakukan).
Fasilitator membagikan Tabel Rencana Kerja pada masing-masing kelompok.
Hasil diskusi kelompok disampaikan pada anggota kelompok lainnya untuk mendapatkan tanggapan.
Hasil adalah daftar objektif yang CERDAS kegiatan KSM dalam 1-3 tahun ke depan.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
RENCANA KERJA KTH TUNAS HARAPAN DESA KARANG PANGGUNG, KECAMATAN SELANGIT KABUPATEN MUSI RAWAS.
NO KEGIATAN TUJUAN HASIL YANG DI HARAPKAN Lokasi UNSUR YANG TERLIBAT
PENANGGUNG JAWAB 1. Melaksanakan usaha
ternak kambing sebanyak 30 ekor (25
ekor betina dan 5 ekor jantan) paling lambat april 2015
Untuk meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan anggota dan kelompok
Mendapatkan bibit ternak yang baik untuk dikelolah dan dipelihara oleh 5 kelompok kecil, masing – maing kelompok 6 ekor
Adanya pembagian tugas yang jelas dalam pemeliharaan ternak kambing
Adanya bantuan untuk pembuatan kandang
Desa Karang Panggung
Pengurus dan angota kelompok, BIOCLIME, Dinas Peternakan dan tenaga ahli
Pengurus dan anggota kelompok
2. Melaksanakan usaha simpan pinjam / kredit mikro paling lambat april 2015
Untuk meningkatkan jiwa kooperatif bagi anggota dan pengurus dan dapat membantu usaha anggota
Anggota melaksanakan tabungan pokok, wajib dan sukarela. Sesuai kesepakatan dalam rapat anggota
Adanya bantuan modal pengembangan usaha sebesar Rp.30 juta
Adanya pembukuan yang
jelas dalam
melaksanakan usaha simpan pinjam
Desa Karang Panggung
Pengurus dan anggota
kelompok, BIOCLIME, LSM
Pengurus dan anggota kelompok Tunas Harapan
Kelompok 1
1. Ali Brimob 2. Joni 3. Baijuri 4. Rusdi
5. Elpisari 6. Nani Ulpa 7. Herli Mustika 8.Mulya Asni
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
RENCANA PROGRAM KTH TUNAS HARAPAN
DESA KARANG PANGGUNG, KECAMATAN SELANGIT, KABUPATEN MUSI RAWAS.
NO KEGIATAN TUJUAN HASIL YANG DI HARAPKAN Lokasi UNSUR YANG TERLIBAT
PENANGGUNG JAWAB 1. Melaksanakan
pelatihan Manajemen Organisasi KTH Tunas Harapan,
Pengurus kelompok supaya terampil dalam mengelola kelompok.
Desa Karang Panggung
Pengurus dan angota kelompok, BIOCLIME, LSM
Pengurus dan anggota kelompok
2. Melaksanakan pelatihan keterampilan anyaman bambu dan rotan
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota dan pengurus dalam mengelola organisasi KTH
Untuk meningkatkan keterampilan dalam
menganyam rotan dan bambu
Adanya kerajinan untuk menganyam rotan dan bambu Adanya usaha kerajinan bambu dan rotan yang dilakkan oleh anggota
Desa Karang Panggung
Pengurus dan anggota
kelompok, BIOCLIME, LSM
Pengurus dan anggota kelompok Tunas Harapan
3. Melaksanakan study banding tentang kerajinan rotan dan bambu
Untuk meningkatkan wawasan tentang kerajinan rotan dan bambu
Wawasan anggota meningkat Terdorong untuk menjadikan kerajinan sebagai bentuk usaha
Kalimantan Lombok.
Atau lainnya.
Pengurus.
Bioclime.
Dinas
Perindustrian dan Koperasi. LSM
Pengurus dan Anggota.
4. Adanya pendampingan yang intensif dari pihak luar
Untuk meningkatkan kapasitas anggota dan pengurus dalam mengelola kelompok juga usahanya.
Kelompok KTH semakin trampil dan dinamis.
Desa Karang Panggung
Pengurus dan anggota.
Bioclime.
LSM PPL.
Pengurus dan anggota.
5 Melakukan pelatihan pembibitan tanaman (karet dan buah-buahan)
Anggota kelompok terampil dalam hal pembuatan bibit tanaman
Adanya keterampilan
pengurus dan anggota dalam pembibtan tanaman
Tersedianya bibit tanaman di kelompok
Desa Karang Panggung
Seluruh anggota kelompok
Pengurus dan anggota kelompok Bioclime dias kehutanan 6 Melaksanakan usaha
pembibitan
Seluru angota kelompok dalam mengelolah usahanya
Adanya usaha pembibitan di kelompok
Adanya mitra kerja .
Desa Karang Panggung
Pengurus dan anggota kelompok, BIOCLIME, LSM
Pengurus dan anggota kelompok Bioclime dias kehutanan 7 Melaksanakan Usaha
pertanian campuran / tumpang sari
Seluruh anggota terampil dalam melaksanakan pertanian
campuran/tumpang sari
Adanya pertanian di masing – masing lahan anggota
kelompok (cabe, tanam sayur sayuran dll)
Desa Karang Panggung
SDA SDA
3.13. KUNJUNGAN LAPANGAN MELIHAT SUMBERDAYA PENDUKUNG RENCANA PROGRAM KTH TUNAS HARAPAN DESA KARANG PANGGUNG KEC.
SELANGIT MURA
Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas adalah salah satu desa yang mempunyai beberapa sumberdaya potensial pendukung rencana program yang akan dilakukan kelompok dalam 1 – 2 tahun kedepan.
Rumput yang tumbuh diantara tanaman karet dan kopi tersedia banyak yang dapat dijadikan pakan ternak terutama kambing. Tanaman rumput yang tumbuh dengan sendirinya sehingga tidak perluh di tanam lagi. Masyarakat dapat mengambil rumput tersebut sembari mengisi waktu luang setelah menyadap karet atau memanen kopi. Sistem peternakan yang akan dilakukan memakai sistem di kandangkan agar ternak lebih terurus dan bebas dari gangguan dimangsa oleh hewan lain . Hal ini dapat memberikan contoh kepada masyarakat yang telah terlebih dahulu melakukan peternakan kambing dengan diliarkan yang rawan di mangsa oleh predator lain.
Kebutuhan akan bibit unggul baik karet maupun tanaman buah lainnya menjadikan kelompok sepakat untuk mengembangkan usaha pembibitan baik pembibitan karet maupun pembibitan tanaman buah (durian, duku, rambutan, mangga dan lainnya). Ketersediaan lahan yang mudah dijangkau dan juga adanya tenaga yang dapat menjalankan usaha tersebut menjadi faktor pendukung yang cukup menjanjikan untuk suksenya usaha ini.
Ketersediaan lahan pekarangan yang cukup untuk dijadikan sebagai media tanam sayuran yang menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga kelompok membuat rencana untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman kebutuhan rumah tangga, agar kebutuhan rumah tangga akan sayur dapat terpenuhi dan dapat membantu ekonomi keluarga. Sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk dan juga tingkat kesuburan tanah yang tinggi menjadikan tanaman sayur menjadi sehat karena tidak terkontaminasi bahan kimia berbahaya.
Rotan dan bambu sebagai hasil hutan bukan kayu banyak didapati hampir di seluruh wilayah areal perkebunan karet masyarakat. Rotan dan bambu bisa dimanfaatkan sebagai barang kebutuhan rumah tangga berupa keranjang dan barang lainnya. Keahlian menganyam rotan dan bambu untuk dijadikan produk bernilai ekonomi sudah dimiliki turun temurun, akan tetapi modifikasi dan model dari kerajinan ini masih memakai pola tradisional yaitu sebatas keranjang angkut hasil kopi (ambung) sehingga pelatihan yang dapat memberikan keterampilan penduduk untuk mengolah rotan dan bambu sebagai usaha alternatif sangat diperlukan. Dengan adanya upaya modifikasi dan bervariasinya hasil anyaman dapat memberikan nilai ekonomi pada hasil kerajinan yang memanfaatkan rotan dan bambu.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
PHOTO – PHOTO KEGIATAN
Proses pembentukan kelompok dan penyusunan rencana program di KTH Tunas Harapan Desa Karang Panggung Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas
PHOTO – PHOTO
Sumberdaya pendukung rencana program KTH Tunas Harapan contoh peternakan kambing, lahan rumput, bambu dan areal pembibitan tanaman di Desa Karang Panggung Kecamatan
Selangit Kabupaten Musi Rawas
Kelompok Tani Hutan (KTH) Bulian Alam Mulia Desa Pangkalan Bulian Kec. Batanghari Leko
Kab. Musi Banyuasin
4. Pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Pangkalan Bulian
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
REKAMAN PROSES DAN HASIL KEGIATAN 4.1 PEMBUKAAN
SAMBUTAN
1. Sambutan Kepala Desa oleh Aprianto (Kaur Pemerintahan)
Pertemuan dibuka oleh Kepala Urusan Pemerintahan Desa Pangkalan Bulian dengan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sempat hadir pada hari ini. Pertemuan yang dilaksanakan dalam beberapa hari ini berupa pembentukan kelompok dan membuat perencanaan kelompok. Kita telah banyak diberikan
Pertemuan dibuka oleh Kepala Urusan Pemerintahan Desa Pangkalan Bulian dengan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sempat hadir pada hari ini. Pertemuan yang dilaksanakan dalam beberapa hari ini berupa pembentukan kelompok dan membuat perencanaan kelompok. Kita telah banyak diberikan