II. METODOLOGI
2.3. Rekaman Proses dan Hasil Pelaksanaan Kegiatan
(1) Catatan rekaman proses fasilitasi.
(2) Rencana Program KTH.
(3) Dokumentasi (photo) kegiatan.
Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Harapan Desa Karang Panggung Kec. Selangit
Kab. Musi Rawas
3. Pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Karang Panggung
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
REKAMAN PROSES DAN HASIL KEGIATAN 3.1. PEMBUKAAN
SAMBUTAN-SAMBUTAN.
A. Sambutan Kepala Desa oleh Pak Yendra
Pertemuan dibuka oleh Kepala Desa Karang Panggung dengan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sempat hadir pada hari ini. Penyampaian tujuan dari pertemuan yang dilaksanakan pada hari ini. Beberapa waktu yang lalu pernah ada perencanaan untuk membentuk KTH dan pada saat ini rencana tersebut akan dilaksanakan. Ada 4 (empat) Kabupaten yang direncanakan akan dibentuk KTH yaitu MUBA, Banyuasin, MURA dan Muratara. Pertemuan ini merupakan salah satu upaya bersama yang akan dilakukan guna peningkatan taraf ekonomi dan sosial kemasayarakatan di desa karang panggung ini. Harapan kita semua semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghasilkan Kelompok Tani Hutan (KTH) serta perencanaan di tingkat desa.
B. Sambutan Yayasan KEMASDA Ibu Nurnajati, ZA.
Penjelasan tentang tujuan dari program BIOCLIME yaitu mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemeliharaan hutan dan keanekaragaman hayati sehigga hutan lestari. Dan juga bersama masyarakat berupaya untuk menciptakan usaha-usaha alternatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar hutan.
Desa karang panggung merupakan salah satu desa yang menjadi mitra dalam rangka menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Sumberdaya hutan yang ada dapat memberikan manfaat guna peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Karang Panggung. Adanya sumber – sumber mata pencaharian baru di masyarakat desa baik berhubungan dengan hasil hutan maupun jasa yang dihasilkan oleh hutan.
Syarat kerjasama dengan BIOCLIME adalah perlu dibentuk kelompok pada setiap desa yang bekerjasama dengan BIOCLIME.
Guna memenuhi kebutuhan akan kelompok tersebut maka perlu dibentuk kelompok masyarakat yang peduli terhadap hutan serta sumberdaya yang ada didalamnya.
Jadwal pertemuan telah disepakati bersama bapak Kepala Desa akan dilakukan pada sore hari setelah mereka melakukan aktivitas mencari nafkah di pagi dan dilanjutkan malam hari. Pertemuan dilaksanakan selama 3 hari efektif dengan menggunakan metode pendidikan orang dewasa.
PENJELASAN TUJUAN
Penjelaskan tujuan dari pertemuan adalah pembentukan kelompok KTH dan perencanaan berasas nilai-nilai. Disampaikan oleh Ibu Nurnajati, ZA.
Adapun Tujuan pada pertemuan ini adalah : a. Pembentukan Kelompok KTH.
b. Menetapkan situasi ( sumberdaya potensial ) tempat ( keadaan pertanian, perkebunanan, peternakan dan sebagainya).
c. Menetapkan situasi ( sumberdaya potensial ) anggota dan KTH.
d. Membuat Cita-Cita / Visi dan Misi.
e. Mengidentifikasi nilai-nilai masa depan.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
f. Membuat indikator nilai – nilai.
g. Mengkaji katagori cita-cita/visi dan misi yang akan dibuat perencanaannya berdasarkan kekuatan pendorong dan penghambatnya.
h. Membuat rencana kerja KTH untuk 1-2 tahun kedepan.
3.2. PERKENALAN DAN PROSES SELAMA KEGIATAN
Fasilitator mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta pada pertemuan ini dan fasilitator meminta peserta untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, pekerjaan dan nilai – nilai yang dianut atau dipercaya didalam keluarga.
Fasilitator meminta pada peserta untuk menjelaskan hal-hal dibawah ini : a. Siapa nama Bapak/Ibu?
b. Pekerjaan Bapak/ Ibu ?
c. Sebutkan nilai/norma paling penting dan harus ada bagi Bapak/Ibu dalam keluarga dan atau dalam masyarakat? (hanya 1 nilai/norma untuk 1 orang)
Hasil dari perkenalan dan daftar nilai-nilai/norma yang dimiliki oleh anggota Kelompok saat ini. Hasil perkenalan :
No Nama Pekerjaan Nilai L/P
1. Samiah Petani karet Sabar P
2. Anzalnah Petani Sabar P
3. Jali Petani kopi Yakin L
4. Arpan Jugir Petani karet Do’a L
5. Ali Jono Petani Kerjasama L
6. Baijuri Petani karet Kerjasama L
7. Ali Brimob Petani kopi Tekun L
8. Zakaria Petani kopi Rajin L
9. Joni Petani karet Kejujuran L
10. Dedi Petani karet Jujur L
11. Jumadi Petani karet Jujur dan yakin L
12. Andi Petani Jujur L
13. Topan Petani karet Jujur dan tekun L
14. Deska Petani Jujur P
15. Kartini Petani Jujur P
16. Aliah Petani kopi Jujur P
17. Nani Petani kopi Pengertian P
18. Jana Petani kopi Jujur dan yakin P
19. Endang Petani kopi Kerjasama P
20. Leni Petani kopi Rajin P
21. Erni Mustika Petani kopi Tekun dan damai P
22. Eli Petani kopi Jujur P
23. Arina Petani kopi/karet Jujur dan yakin P
24. Harmi Petani kopi Sabar P
25. Zahara Petani kopi Jujur P
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
26. Asmara Petani kopi Kerjasama P
27. Yuliana Petani kopi/karet Kerjasama P
28. Elvisari Petani kopi Tanggung jawab P
29. Ramlin Petani kopi/karet Jujur P
30. Inansi Pedagang Jujur dan sabar P
31. Mulya asni IRT Setia P
32. Silahuddin Petani Tanggung jawab L
33. Nurnajati Fasilitator Terbuka P
34. Herwan Petani Tanggung jawab L
Setelah perkenalan dilaksanakan fasilitator membahas nilai-nilai yang dianut oleh peserta dan selanjutnya nilai – nilai tersebut akan menjadi nilai – nilai kelompok untuk mendukung keberlanjutan kelompok.
Adapun proses selama pertemuan adalah secara partisipatif , melalui curah pendapat, berbagi pengalaman, diskusi kelompok, diskusi pleno, brainstorming, juga kunjungan lapangan.
3.3. PENJELASAN MODEL PERENCANAAN BERAZAS NILAI
Perencanaan Berasas Nilai – Nilai ini adalah untuk membuat perencanaan dan pengelolaan dengan menggabungkan berbagai unsur yang biasa digunakan dam sistem perencanaan dan pengelolaan lain. Akan tetapi ada beberapa hal yang membuat pendekatan ini unik :
1. Perencanaan dengan model ini dibuat secara holistik (menyeluruh) yang di tetapkan, kemudian melihat semua kegiatan dalam konteks perspektif fisik, intelektual, spiritual, sosial dan ekologi.
2. Perencanaan Berasas Nilai-niai menyediakan suatu landasan yang konsisten untuk keputusan dari semua segi proses, baik analisa situasi, maupun dalam menetapkan tujuan, merencanakan proyek, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi. Dan ada beberapa bagian pokok yang saling berhubungan dengan model ini yaitu : a. Menetapkan Situasi.
b. Memandang ke Masa Depan.
c. Merencanakan Program atau Peroyek.
d. Mengelola dan memonitor Prosesnya.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
SKEMA PERENCANAAN BERAZAS NILAI
3.4. PENETAPAN SITUASI MASYARAKAT DESA (BENCHMARK)
Menetapkan situasi (sumber-daya potensial), Tempat ( keadaan pertanian, perkebunan, perternakan dsb)
Fasilitator membagi peserta ke dalam 2 (dua) kelompok untuk memberikan situasi awal desa Karang Panggung
Tugas Kelompok Situasi I
1. Kelompok membuat peta sumberdaya desa. Dalam kelompok kecil diskusikan dan gambarkanlah jawaban atas pertanyaan di bawah ini dalam peta;
a) Bagaimana bentuk desa dan batas desa/ kampung Bapak/Ibu?
b) Gambaran rumah, kantor desa, balai desa, sarana ibadah, sawah, sungai, jalan dan segala sesuatu sarana/bagian desa yang berpengaruh dalam hidup masyarakat desa ini pada peta tersebut!
c) Gambaran jenis tanaman pertanian dan perkebunan yang paling banyak ditanam dan terdapat di desa ini!
d) Gambaran jenis hewan ternak yang banyak dipelihara masyarakat!
Hasil Diskusi Kelompok satu
Adapun Jenis tanaman yang banyak ditanam dilahan pertanian dan perkebunan adalah : - Sayur mayur.
- Padi talang.
- Kopi - Karet.
Sedangkan hewan yang biasa di pelihara di Desa Karang Panggung adalah : - Ayam kampung.
- Kambung lokal Kelompok Situasi II
Hasil Tugas Kelompok Situasi II.
Peserta menjelaskan, Dalam kelompok diskusikan beberapa pokok bahasan di bawah ini:
A. Misi (alasan dibentuknya atau kelompok)
Tujuan mendirikan kelompok adalah untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
B. Nilai-nilai/norma kelompok;
Jujur
Tanggungjawab
Terbuka
Kompromi
Kerja keras
Sabar
C. Kondisi Kelompok
1. Tingkat kehadiran perempuan dalam pertemuan di tingkat desa masih rendah 2. Secara umum mata pencaharian masyarakat desa Karang Panggung petani
karet, kopi, dan holtikultura, nelayan, pedagang dan peternak
3. Secara umum mata pencaharian masyarakat desa Karang Panggung adalah petani karet dan kopi
4. Tingkat pendidikan masyarakat desa Karang Pangggung secara umum adalah SD : 590 orang
SMP : 129 orang SLTA. : 49 orang Akademi : 5 orang Sarjana : 3 orang
5. Latihan atau keterampilan apa yang dimiliki oleh anggota kelompok adalah beternak, anyaman bambu dan rotan.
6. Tingkat pengambilan keputusan dilakukan secara musyawarah mufakat.
Kondisi Desa
Nama Desa : Karang Panggung Kecamatan : Selangit
Kabupaten : Musi Rawas Provinsi : Sumatera Selatan
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
Batas – batas desa :
Sebelah Utara berbatasan dengan : Sungai Bal Sebelah Selatan berbatasan dengan : Bukit Curup Sebelah Timur berbatasan dengan : Sungai Gambir Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Muara Nilau
Luas Wilayah : 4.100 Ha
Jarak desa ke Kecamatan : 21 KM Jarak desa ke Kabupaten : 65 KM Jarak desa ke Provinsi : 521 KM
Jumlah Penduduk : 1288 jiwa Laki-laki : 660 Perempuan : 628 Jumlah Kepala Keluarga : 322 KK
Sarana pendidikan SD : 1 buah SMP : 1 buah
Sarana Ibadah Mesjid : 1 buah Sarana Olahraga : 3 buah Sarana Balai Pertemuan : 1 buah
Lembaga yang ada di desa : Pemerintahan Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Lembaga Pemangku Adat (LPA), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Karang Taruna, Remaja Mesjid, Persatuan Amal Kematian, Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN)
Jumlah Dusun : 3 (tiga) dusun
3.5. PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI HUTAN ( KTH )
Sebelum proses pembentukan kelompok dimulai fasilitator menjelaskan tentang pentingnya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan (kesetaraan gender) dimulai dari peran keanggotaan, akses dan kontrol terhadap kelompok yang dibentuk. Dibanyak tempat terjadi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai kegiatan baik sosial, politik dan budaya.
Fasilitator meminta sumbang saran peserta tentang pengertian kelompok, hasil sumbang saran peserta:
Perkumpulan orang
Ada tujuan tertentu
Fasilitator menjelaskan “Pengertian Kelompok KTH” adalah “Kumpulan orang – orang yang menyatukan diri dalam suatu organisasi yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara adil dan berkelanjutan menuju kelestarian hutan”.
Fasilitator menjelaskan KTH adalah Kelompok Tani Hutan dan sebuah organisasi masyarakat yang peduli terhadap sistem pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Fasilitator kembali meminta pendapat peserta tentang alasan mengapa berkelompok :
Untuk mempermudah pengaturan
Untuk mempermudah pekerjaan
Dapat saling membantu
Tempat tukar pikiran
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
Tujuan berkelompok
Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat
Untuk meningkatkan hubungan kemitraan/kerjasama antar anggota dan pengurus juga pihak luar.
Fasilitator meminta peserta untuk memberikan sumbang sarannya tentang syarat-syarat menjadi anggota dan pengurus kelompok :
Syarat menjadi anggota kelompok :
Jujur
Adil
Bertanggung jawab pekerjaan
Berdomisili di desa Karang Panggung
Tidak boleh suami istri dalam satu kelompok Syarat menjadi pengurus kelompok :
Tidak boleh rangkap jabatan di kelompok lain
Jujur
Adil
Bertanggungjawab terhadap kelompoknya
Mampu dan mau menjalankan tugas administrasi organisasi dan keuangan
Transparan dan terbuka
Pemilihan Pengurus Kelompok KTH : Adapun pengurus KTH yang terpilih adalah :
1. Ketua kelompok : Yendra 2. Sekretaris : Fatur Rozi
3. Bendahara : Nani Ulfa Diansari
Anggota :
1. Jumadi 10. Topan 18 Rusdi
2. Dedi 11 Baijuri 19 Ali Brimob
3. Arpan 12 Edi 20 Ely
4. Andi 13 Arina 21 Holiyah
5. Jali 14 Reno 22 Jana
6. Zakaria 15 Tommy 23 Mulia Asnaini
7. Harmini 16 Zahara 24 Samiah
8. Herli Mustika 17 Yunansih 25 Elvisari
9. Jhon
Nama Kelompok KTH “TUNAS HARAPAN”
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
3.6. PENETAPAN VISI DAN MISI KTH (MEMANDANG KE MASA DEPAN).
PROSES :
Penjelasan tahap Memandang ke Masa Depan atau Visi ; Adalah cita-cita jangka panjang yang dapat kita capai dalam waktu yang sangat lama.
Sedang Misi atau Tujuan jangka pendek untuk mencapai Visi.
Kualitas hidup yang diinginkan oleh kita semua harus didukung sumber daya yang berkesinambungan, sebagaimana suatu cita-cita/visi jangka panjang mengandung nilai-nilai sosial dan masalah keagamaan, begitu pula harus mengandung sesuatu tentang cara-cara yang dapat menunjang kualitas hidup berdasarkan suatu hubungan yang baik dengan lingkungan.
Adapun prinsip – prinsip yang menunjang tujuan jangka panjang ini harus konsisten dengan prinsip berkelanjutan. Kita percaya sistem produksi apapun baik pertanian, atau yang lainnya, harus mengikuti prinsip – prinsip ini supaya berkelanjutan.
Bentuk produksi berupa sebagai berikut :
Adil secara sosial.
Dapat diterima secara ekologi.
Dapat di jalankan secara ekonomi.
Pri kemanusiaan
Memandang ke Masa Depan. Dengan mencoba menggali pengertian anggota kelompok (brainstroming).
Hasil sumbang saran tentang cita-cita?
Keinginan yang sulit untuk dicapai
Sesuatu yang ingin dicapai dalam waktu yang lama.
MEMBUAT CITA-CITA /VISI KTH.
PROSES :
Fasilitator memperlihatkan poster/gambar pendapat peserta, kemudian fasilitator meminta kepada semua pesera memperhatikan poster/gambar pertama (desa miskin yang kumuh).
Pendapat peserta tentang gambar yang dibagikan :
Susunan rumah masih berantakan
Belum ada jalan desa
Desa masih kuno
Desa terisolir
Buang air besar sembarangan
Ternak liar / belum dikandangkan
Desa kumuh
Belum ada pagar rumah masyarakat
Masih banyak pengangguran
Fasilitator meminta peserta untuk menyebutkan cita – cita / visi mereka dan hasil sumbang saran peserta :
Melindungi hutan
Kesejahteraan masyarakat terjamin
Kesimpulan cita – cita / Visi hasil diskusi bersama peserta VISI KTH “ TUNAS HARAPAN “ ADALAH
“Meningkatnya kepedulian dan kesejahteraan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan dan berkeadilan gender”.
Setelah semua paham bagaimana pembuatan cita-cita baru kelompok menentukan cara/misi untuk kelompok. Hasil sumbang saran peserta untuk usaha pencapaian cita-cita / misi kelompok kedepan
MISI KTH“ TUNAS HARAPAN “ ADALAH :
Adanya alternatif usaha untuk mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam hal mengembangkan usahanya.
Mengurangi penebangan hutan secara liar / ilegal.
Meningkatkan kerjama antar anggota dan pengurus juga pihak luar yang dapat mendukung program kelompok.
3.7. MENGIDENTIFIKASI SUMBER DAYA POTENSIAL (MASA DEPAN) PROSES :
Masih dalam kelompok yang sama dengan kelompok saat membuat cita-cita;
a. Masing-masing kelompok diskusikan 1-2 kategori cita-cita dan bahas bagaimana sumberdaya yang telah ada sekarang dapat mendukung pencapaian cita-cita tersebut (gunakan daftar sumberdaya potensial dari menetapkan situasi)
Mendiskusikan dan membahas sumberdaya lain yang dibutuhkan/harus ada dalam pencapaian cita-cita tersebut.
Hasil dari bagian ini daftar sumberdaya yang paling penting untuk mencapai cita-cita Kelompok di masa depan.
Fasilitator meminta peserta untuk bergabung dalam 2 kelompok diskusi untuk mendiskusikan sumberdaya pendukung yang dapat mendukung cita-cita kelompok. Setelah selesai berdikusi fasilitator meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.
Hasil diskusi Kelompok 2 a. Katagori Peternakan
Tersedianya padang rumput
Tersedianya lahan untuk kandang
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
b. Katagori Pertanian / perkebunan
Tersedianya lahan kosong untuk usaha perkebunan / pertanian untuk anggota kelompok lebih kurang 20 hektare
c. Katagori Sumberdaya hutan yang dapat dikembangkan.
Manau, bambu, rotan dan air.
d. Katagori Peningkatan Pendapatan melalui Usaha Koperasi/ Simpan Pinjam.
Ada anggota yang solid (28 orang 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan)
Ada pengurus handal (3 orang 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan)
Sudah terbentuk organisasi / KTH (Tunas Harapan) e. Pendidikan dan keterampilan
Ada balai desa untuk tempat pelatihan
Ada LSM yang bisa diajak kerjasama
Ada BIOCLIME sebagai mitra kerja
Ada Dinas terkait yag dapat mendukung program
Ada orang yang terampil salam pemibitan (buah, kayu hutan, karet dll) Keterangan Anggota diskusi kelompok 2
1. Dedi 4. Jana 7. Eli Asmara 10. Nani Ulva Dian Sari 2. Zakaria 5. Rusdi 8. Inansi
3. Topan 6.Mulya Asni 9. Herli Mustika Hasil diskusi Kelompok 1
a. Katagori Peternakan dengan Sumber daya ada : 1. Tempat / kandang
2. Tersedianya padangan rumput 3. Pemadangan sapi
4. Ada keahlian
5. Sumber air untuk ternak 6. Adanya pasaran ternak
b. Katagori Keterampilan rotan dan bambu dengan dukungan sumberdaya : 1. Tersedianya bahan baku rotan dan bambu
2. Tersedianya keahlian menganyam rotan dan bambu 3. Adanya peralatan untuk kerajinan
c. Katagori Penyediaan bibit tanaman hutan dan tanaman produktif
1. Tersedianya bibit – bibit kayu di hutan (bambang lanang, bayur, meranti, balam, garu, jabon dan lain-lain)
2. Tersedianya pohon buah-buahan untuk dijadikan tanaman produktif ( rambutan, mangga, kelengkeng dan durian) dan adanya kebutuhan bibit karet
Keteranga Anggota diskusi kelompok 1
1. Arpan Jalil 5. Baijuri 9. Samiya 2. Elpisari 6. Arina 10. Jum 3. Tomi 7. Zahara
4. Jali 8. Harmini
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
PROSES :
Fasilitator menempelkan dan membaca kembali nilai-nilai yang telah ditemui dan terimplemetasi dalam kehidupan kelompok. Di dalam kelompok kecil;
Di dalam kelompok besar, fasilitator menanyakan bila ada nilai-nilai lain yang akan digabungkan dalam daftar nilai yang telah ada, tegaskan hasilnya, daftar nilai-nilai sekarang merupakan nilai masa depan yang dibutuhkan mendukung pencapaian cita-cita.
Daftar nilai-nilai/norma dalam KSM yang paling penting untuk mencapai cita-cita KTH Tunas Harapan :
1. Jujur / Terbuka 2. Tanggung jawab
3. Kompromi/musyawarah 4. Kerja keras
5. Sabar
3.9. PENETAPAN INDIKATOR NILAI-NILAI KELOMPOK TANI (KTH).
PROSES :
Di dalam kelompok diskusi peserta membuat indikator nilai-nilai yan dimiliki. Dengan indikator tersebut anggota kelompok dapat menyatakan bahwa nilai-nilai tersebut telah terlaksanakan atau belum.
Hasil sumbang saran peserta tentang daftar indikator untuk masing-masing nilai.
Jujur / Terbuka indikatornya :
Seluruh kegiatan yang akan dilakukan harus diketahui oleh seluruh anggota
Setiap ada informasi tentang kelompok harus disampaikan pada seluruh anggota.
Tanggung jawab indikatornya :
Pengurus dan anggota melaksanakan hak dan kewajibannya
Pengurus melaporkan seluruh kegiatan kelompok dalam rapat anggota.
Pengurus melaporkan seluruh transaksi keuangan dalam rapat anggota Kompromi / Musyawarah indikatornya :
Seluruh kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan hasil musyawarah mufakat.
Masalah – masalah dalam berkelompok harus diselesaikan seara musyawarah mufakat.
Kerja Keras indikatornya :
Anggota dan pengurus harus berjuang dengan giat terhadap program yang akan dilakukan
Anggota dan pengurus tidak boleh malas.
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
3.8. IDENTIFIKASI NILAI-NILAI (MASA DEPAN)
Sabar indikatornya :
Selalu solid dan akur antara anggota dan pengurus
Tidak berputus asa dan berusaha terus
Fasilitator meminta peserta untuk melihat kembali sumberdaya pendukung yang ada untuk dijadikan cita-cita kelompok. Cita – cita tersebut dirangkum diantaranya :
Cita – cita di bidang ekonomi
1. Adanya usaha ternak yang dilakukan baik oleh anggota maupun kelompok
2. Adanya usaha koperasi atau mikro kredit / usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok
Cita – cita dibidang pengetahuan dan keterampilan
1. Pengurus dan anggota terampil dalam mengurus dan mengelolah organisasi dan usahanya.
2. Anggota kelompok perempuan mempunyai keterampilan kerajinan anyaman bambu dan rotan.
3. Anggota dan pengurus terampil dalam mengelolah usaha pembibitan Cita – cita dibidang pertanian /perkebunan
a. Adanya bentuk usaha pertanian holtikultura yang dikelolah oleh anggota dan kelompok.
Fasilitator meminta peserta untuk mendiskusikan apa yang menjadi faktor penghambat dalam mencapai cita-cita. Dan setiap kelompok mempresentasikannya.
Hasil diskusi kelompok 1
1. Adanya usaha ternak yang dilakukan baik oleh anggota maupun kelompok Faktor penghambatnya :
Ternak masih diliarkan
Belum adanya pemberian pakan secara teratur
2. Adanya usaha koperasi atau mikro kredit / usaha simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok
Faktor penghambatnya :
Belum adanya modal
Belum adanya keterampilan dan usaha simpan pinjam
3. Pengurus dan anggota terampil dalam mengurus dan mengelolah organisasi dan usahanya.
Faktor penghambatnya :
Belum adanya keterampilan pengurus dan anggota untuk mengelolah organisasinya
Tidak adanya pendamping kelompok dalam mengelolah organisasinya
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
Kelompok 1
1. Arpan Jalil 5. Baijuri 9. Samiya 2. Elpisari 6. Arina 10. Jum 3. Tomi 7. Zahara
4. Jali 8. Harmini Hasil diskusi kelompok 2
1. Anggota kelompok khususnya perempuan mempunyai keterampilan kerajinan anyaman bambu dan rotan.
Faktor penghambatnya :
Tidak ada pemasaran yang jelas
Kurangnya keterampilan dalam menganyam bambu dan rotan
2. Anggota dan pengurus terampil dalam mengelolah usaha pembibitan dan juga pengelolaannya.
Faktor penghambatnya :
Belum adanya pengetahuan dan keterampilan dalam usaha pembibitan.
Belum adanya pengalaman usaha pembibitan
Belum ada modal usaha
3. Adanya bentuk usaha pertanian holtikultura yang dikelolah baik oleh anggota maupun kelompok.
Faktor penghambatnya :
Sulitnya bibit unggul
Banyaknya hama tanaman sayuran
Cara berkebun masih tradisional
Masyarakat masih malas Anggota diskusi kelompok 2
1. Dedi 4. Jana 7. Eli Asmara 10. Nani Ulva Dian Sari
2. Zakaria 5. Rusdi 8. Inansi 3. Topan 6.Mulya Asni 9. Herli Mustika
3.10. PERENCANAAN PROGRAM KTH TUNAS HARAPAN PRIODE 2015-2016/2017.
PROSES :
Fasilitator menjelaskan bahwa, Sekarang kita berada pada bagian perencanaa, dalam tahapan ini tujuan adalah mengetahui hal-hal yang menjadi perlu diperhatikan dan memungkinkan dikerjakan oleh kelompok bersama-sama dalam mencapai cita-cita yang telah dinyatakan dalam tahapan Memandang ke Masa Depan.
Membuat rencana adalah memanfaatkan sumberdaya yang dapat digunakan secara optimal. Untuk itu langkah-langkah yang jelas (konkrit) dan berurutan (sistematis) untuk mencapai cita-cita adalah sangat penting.
Fasilitator membagikan Media gambar (poster seri) tentang kera menolong ikan, poster kepada peserta, setelah dibaca fasilitator mengajukan pertanyaan:
Biodiversity and Climate Change (BIOCLIME) Project 2015
A521: “Pembentukan Kelompok Masyarakat di 5 Desa Pilot Project”
a). Apa yang terlihat/terjadi dalam gambar itu?
Monyet menolong ikan dari bahaya banjir b). Mengapa hal itu terjadi?
Karena monyet tidak paham dengan habitat asli dari ikan c). Bagaimana bila hal itu terjadi pada Bapak/Ibu?
Monyet berniat baik akan tetapi tidak paham dengan situasi dan kondisi.
Fasilitator kembali meminta pendapat peseta tentang ilustrasi monyet menolong ikan
1. Tidak boleh menebang pohon sembarangan 2. Pinggir sungai harus ditanami dengan pohon 3. Usir saja monyet
4. Niat monyet baik akan tetapi caranya salah.
5. Pemberian bantuan tidak sesuai dengan kebutuhan.
6. Pihak luar (BIOCLIME) ingin membantu masyarakat sesuai dengan permasalahan yang ada di masyarakat.
3.11. KAJIAN KATEGORI CITA-CITA YANG AKAN DIBUAT PERENCANAANNYA BERDASARKAN FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBATNYA.
PROSES :
Fasilitator meminta peserta melihat kembali cita-cita 1-2 tahun ke depan dalam tahap Memandang ke Masa Depan. Fasilitator membacakan kembali. Sekedar membuat anggota
Fasilitator meminta peserta melihat kembali cita-cita 1-2 tahun ke depan dalam tahap Memandang ke Masa Depan. Fasilitator membacakan kembali. Sekedar membuat anggota