• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus ini berawal dari laporan masyarakat perihal dugaan persekongkolan tinta sidik jari Pemilu tahun 2004. Dalam menangani perkara ini KPPU membentuk Majelis Komisi yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan membuat keputusan. Dari fakta-fakta dan bukti-bukti, Majelis Komisi menyimpulkan bahwa dalam pengadaan tinta sidik jari Pemilu tahun 2004 terjadi pelanggaran pasal 22 UU No. 5/1999 yaitu persekongkolan untuk memenangkan pelaku usaha tertentu, yang dilakukan oleh pihak-pihak terlapor dalam bentuk:

a. Persekongkolan Rusadi Kantaprawira dengan Konsorsium PT Fulcomas Jaya, Konsorsium PT Wahgo Internasional, Konsorsium PT Lina Permai Sakti dalam bentuk menetapkan tinta yang digunakan adalah tinta impor dan harus dari India, mengetatkan persyaratan pengalaman impor dengan keharusan memiliki sertifikat API untuk meluluskan Konsorsium PT Mustika Indra Mas, Konsorsium PT Fulcomas Jaya, Konsorsium PT Wahgo Internasional dan Konsorsium PT Lina Permai Sakti, memberikan kesempatan kepada Konsorsium PT Fulcomas Jaya, Konsorsium PT Wahgo Internasional, Konsorsium PT Lina Permai Sakti untuk mengajukan penawaran sebanyak 2 (dua) kali.

b. Persekongkolan Rusadi Kantaprawira dengan Konsorsium PT Mustika Indra Mas (Lo Kim Muk, John Manurung, Hilmi Rahman, dan Welly Sahat), Konsorsium PT Multi Mega Service (Sujanto), Konsorsium PT Senorotan Perkasa (Makmur Boy dan Jackson Andree W. Kumaat), Konsorsium PT Tricipta Adimandiri (Nucke Indrawan), Konsorsium PT Yanaprima Hastapersada (Mus’ab Mochammad), PT Nugraha Karya Oshinda (Yulinda Juniarty) dan Melina Alaydroes dengan cara mengikutsertakan Lo Kim Muk, John Manurung, Hilmi Rahman, Makmur Boy, Jackson Andree W. Kumaat, Nucke Indrawan, dan Mus’ab Mochamad meskipun status dan kompetensinya tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti tender, meluluskan konsorsium PT Multi Mega Service dan Konsorsium PT Tricipta Adimandiri meskipun tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan, melakukan kesepakatan pengaturan harga dan membagi pekerjaan, menunjuk konsorsium PT Mustika Indra Mas sebagai pemenang meskipun tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan.

Pada tanggal 11 Juli 2005, Majelis Komisi telah mengambil putusan terhadap perkara tersebut melalui putusan KPPU No. 08/KPPU-L/2004 dan dibacakan di muka umum, putusan yang diambil adalah:

1. Menyatakan Terlapor I Konsorsium PT MUSTIKA INDRA MAS, yang dalam perkara ini kegiatannya dijalankan oleh direksi perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam konsorsium tersebut bersama-sama dengan Lo Kim Muk, John Manurung, Welly Sahat, Hilmi Rahman dan Melina Alaydroes secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999;

2. Menyatakan Terlapor II Konsorsium PT MULTI MEGA SERVICE secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999;

3. Menyatakan Terlapor III Konsorsium PT SENOROTAN PERKASA, dalam perkara ini kegiatannya dijalankan oleh Makmur Boy dan Jackson Andree W. Kumaat secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; 4. Menyatakan Terlapor IV Konsorsium PT TRICIPTA ADIMANDIRI secara sah dan

meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; 5. Menyatakan Terlapor V Konsorsium PT YANAPRIMA HASTAPERSADA, dalam

perkara ini kegiatannya dijalankan oleh Mus’ab Mochammad, secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999;

6. Menyatakan Terlapor VI Prof. Dr. Rusadi Kantaprawira, S.H. selaku KETUA PANITIA PENGADAAN TINTA SIDIK JARI PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2004 secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999;

7. Menyatakan Terlapor VII Konsorsium PT FULCOMAS JAYA secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; 8. Menyatakan Terlapor VIII Konsorsium PT WAHGO INTERNATIONAL CORPORATION

Ringkasan Keputusan KPPU

9. Menyatakan Terlapor IX Konsorsium PT LINA PERMAI SAKTI, secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; 10. Menyatakan Terlapor X PT NUGRAHA KARYA OSHINDA, dalam perkara ini

kegiatannya dilakukan oleh Yulinda Juniarty, S.E. selaku Direktur Operasi, secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 22 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999; 11. Menghukum Terlapor I Konsorsium PT Mustika Indra Mas, Terlapor II Konsorsium

PT Multi Mega Service, Terlapor III Konsorsium PT Senorotan Perkasa, Terlapor IV Konsorsium PT Tricipta Adimandiri, Terlapor V Konsorsium PT Yanaprima Hastapersada dan Terlapor X PT Nugraha Karya Oshinda secara bersama-sama untuk membayar denda sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu milyar Rupiah) yang harus disetorkan ke Kas Negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta Pusat melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) sejak dibacakannya putusan ini; 12. Menghukum Terlapor VII Konsorsium PT Fulcomas Jaya untuk membayar ganti

rugi sebesar Rp 719.744.600,- (tujuh ratus sembilan belas juta tujuh ratus empat puluh empat ribu enam ratus Rupiah) yang harus disetorkan ke Kas Negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta Pusat melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) sejak dibacakannya putusan ini;

13. Menghukum Terlapor VIII Konsorsium PT Wahgo International Corporation untuk membayar ganti rugi sebesar Rp 719.744.600,00 (tujuh ratus sembilan belas juta tujuh ratus empat puluh empat ribu enam ratus Rupiah) yang harus disetorkan ke Kas Negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta Pusat melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) sejak dibacakannya putusan ini;

14. Menghukum Terlapor IX Konsorsium PT Lina Permai Sakti untuk membayar ganti rugi sebesar Rp. 719.744.600,- (tujuh ratus sembilan belas juta tujuh ratus empat puluh empat ribu enam ratus Rupiah) yang harus disetorkan ke Kas Negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak Departemen Keuangan Direktorat Jenderal Anggaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 19 Jakarta Pusat melalui Bank Pemerintah dengan kode penerimaan 1212 selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) sejak dibacakannya putusan ini;

15. Menghukum Lo Kim Muk, John Manurung, Welly Sahat, Hilmy Rahman, Makmur Boy, Jackson Andree W. Kumaat, Nucke Indrawan, Mus’ab Muhammad, Melina Alaydroes dan Yulinda Juniarty dalam bentuk larangan untuk mengikuti dan atau terlibat dalam kegiatan pengadaan barang dan atau jasa di KPU maupun KPUD selama 2 (dua) tahun sejak dibacakannya putusan ini;

16. Menyarankan kepada atasan dan instansi penyidik untuk melakukan tindakan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Prof. Dr. Rusadi Kantaprawira, S.H. dan R.M. Purba sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.25 Putusan Perkara No. 01/KPPU-L/2005