• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV AKIBAT HUKUM RESTRUKTURISASI PERSEROAN TERBATAS MELALUI PEMISAHAN PERSEROAN

PEMISAHAN USAHA PERSEROAN TERBATAS MENURUT UNDANG- UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007

A. Pengelolaan Perseroan Terbatas

Menurut UUPT Pasal 1 angka 1, perseroan adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.20 Dalam melangsungkan suatu bisnis, para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertransaksi. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan pendirinya. Sarana yang paling populer digunakan adalah PT, karena memiliki ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh badan usaha lain.

Perseroan Terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perusahaan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan Perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan

20

Tim Redaksi, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, Pasal 1 angka 1.

yang diperoleh perseroan terbatas. Jenis-jenis perseroan terbatas yang ada di Indonesia antara lain :

1. Perseroan Terbatas terbuka

Perseroan Terbatas Terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (Go public).

2. Perseroan Terbatas Tertutup

Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas dan tidak dijual kepada umum. PT.Tertutup dasar hukumnya adalah UUPT.

3. Perseroan Terbatas Kosong

Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.

4. Perseroan Terbatas Asing

Perseroan terbatas asing adalah Perseroan Terbatas yang didirikan di luar negeri menurut hukum yang berlaku disana, dan mempunyai tempat kedudukan di luar negeri juga.

5. Perseroan Terbatas Domestik

Perseroan terbatas domestik adalah Perseroan Terbatas yang menjalankan kegiatan usahanya dan berada di dalam negeri, juga mengikuti peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Perseroan terbatas perseorangan adalah dikeluarkannya saham-saham untuk pengumpulan modal mempunyai maksud agar pemilik tidak berada di tangan satu orang.

Beberapa langkah untuk mendirikan PT, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat mendirikan PT, antara lain yaitu pendaftaran nama perusahaan, akta pendirian PT, domisili perusahaan, NPWP-Nomor pokok wajib pajak, Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI, SIUP-Surat izin usaha perdagangan, TDP-Tanda daftar perusahaan, PKP-Pengusaha kena pajak,Berita Negara Republik Indonesia.21 Dalam mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi (akta yang dibuat oleh notaris) yang di dalamnya di cantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Setelah mendapatkan pengesahan PT harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya UU No.1 Tahun 1995, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan ke kantor Pendaftaran Perusahaan. Tetapi sesuai UU No.40 Tahun 2007, kewajiban pendaftaran di kantor Pendaftaran perusahaan tersebut ditiadakan juga. Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan PT menjadi dirinya sendiri serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya. Setelah semua tahap selesai dilalui, maka akan mendapatkan hasil pendirian PT yang berupa dokumen. Dokumen yang didapat setelah pembuatan PT selesai adalah sebagai berikut :

1. akta pendirian perusahaan dari Notaris

21

2. surat keterangan domisili perusahaan 3. NPWP (nomor pokok wajib pajak) 4. SK pengesahan dari Menkumham 5. SIUP(surat ijin usaha perdagangan) 6. TDP (tanda daftar perusahaan)

Di dalam PT terdapat organ-organ yang memegang wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan tugas dan kegiatan di perusahaan. Organ-organ tersebut terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham yang selanjutnya disebut RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada direksi dan dewan komisaris. Pasal 63 ayat (9) UUPT memberi batasan terhadap wewenang RUPS yaitu sejauh yang tidak diberikan kepada direksi dan dewan komisaris, antara lain: 1. pengangkatan direksi dan komisaris yang menjadi wewenang RUPS

demikian juga dengan pemberhentian direksi dan dewan komisaris.

2. mengambil keputusan untuk mengubah anggaran dasar juga menjadi wewenang RUPS.

3. rencana penggabungan/merger, akuisisi, konsolidasi dan pemisahan diatara perusahaan juga menjadi wewenang RUPS walaupun merger dan akuisisi merupakan pekerjaan direksi dari perseroan-perseroan yang bersangkutan, hal ini dapat dilakukan jika disetujui RUPS dari masing-masing perseroan. Berarti bahwa tidak ada perusahaan yang akan melakukan merger ataupun akuisisi dengan sah tanpa persetujuan RUPS, maka persetujuan itu adalah wewenagn RUPS.

4. membuat peraturan tentang pembagian tugas dan wewenang setiap anggota direksi serta besar jenis penghasilan direksi.

5. mengangkat satu orang pemegang saham atau lebih untuk mewakili perseroan dalam keadaan direksi tidak berwenang mewakili perseroan atau terjadi pertentangan kepentingan antara direksi dan perseroan.

6. mengambil keputusan jika diminta oleh direksi untuk memberikan persetujuan guna mengalihkan atau menjadikan jaminan utang seluruh atau sebagian harta kekayaan perseroan.

7. mengambil keputusan atas permohonan kepailitan perseroan yang akan dimajukan direksi ke pengadilan negeri.

8. meminta segala keterangan yang berkaitan dengan kepentingan perseroan dari direksi dan atau komisaris. Sebaliknya hal ini merupakan kewajiban dari direksi dan dewan komisaris untuk memberikan keterangan yang diperlukan RUPS.22

Organ perseroan yang berperan penting yaitu direksi. Direksi adalah alat perlengkapan perseroan yang melakukan semua kegiatan perseroan dan mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dengan demikian, ruang lingkup tugas direksi adalah mengurus jalannya perseroan.23 Pasal 79 ayat (1) dan Pasal 80 ayat (1) UUPT menyebutkan bahwa PT diurus oleh pengurus yang diangkat oleh para pemegang saham. Tugas dan wewenang direksi ditetapkan oleh RUPS dan di dalam anggaran dasar dapat ditetapkan bahwa kewenangan

22

Budiarto Agus, Kedudukan Hukum & Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002), hlm.60.

23

RUPS dilakukan oleh komisaris atas nama RUPS. Untuk mengetahui tugas dan wewenang direksi harus merujuk pada anggaran dasar PT antara lain :

1. mengurus segala urusan PT. 2. mengurus harta kekayaan PT.

3. melakukan perbuatan-perbuatan seperti yang dimaksud dalam Pasal 1796 KUHPdt, yaitu :

a. memindahtangankan hipotik pada brang-barang tetap; b. membebankan hipotik pada barang-barang tetap; c. melakukan dading;

d. melakukan perbuatan lain mengenai hak milik; e. mewakili perseroan di muka dan di luar pengadilan.

4. dalam hubungannya dengan pihak ketiga, direksi masing-masing atau bersama-sama mempunyai hak mewakili perseroan mengenai hal-hal dalam bidang usaha yang menjadi tujuan perseroan. Direksi bertanggungjawab penuh mengenai pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. 5. dalam hubunganya dengan harta kekayaan perseroan, direksi harus mengurus

dengan baik, menginventarisasi secara teliti dan cermat. Segala perbuatan hukum mengenai hak dan kewajiban perseroan wajib dicatat dalam pembukuan sesuai dengan norma-norma pembukuan yang lazim.

6. melaksanakan pendaftaran dan pengumuman jika akta perseroan susah mendapat pengesahan atau persetujuan dari Menteri Kehakiman, maka pendiri dalam hal ini direksi pertama dari perseroan diwajibkan mendaftakan akta pendirian yang sudah mendapat pengeshan dari Menteri Kehakiman

kepad kantor Pendaftaran Perusahaan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1983 tentang Wajib Daftar Perusahaan serta mengumumkannya dalam tambahan berita Negara Republik Indonesia.24

Uraian diatas tersebut merupakan gambaran umum tugas direksi yang termuat dalam anggaran dasar PT. Mengenai kewajiban dasar direksi telah diatur dalam anggaran dasar perseroan yang meliputi :

1. menyusun anggaran belanja perseroan untuk tahun yang akan datang. Paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tahun buku yang akan datang, anggaran belanja perseroan sudah harus dibicarakan dan selanjutnya diminta pengesahan pada RUPS.

2. menyusun laporan berkala tentang pelaksanaan tugas direksi dalam hal mengurus dan menguasai perusahaan atau tentang neraca triwulan atau tahunan yang akan disampaikan kepada dewan komisaris.

3. membuat neraca dan perhitungan laba rugi. Menurut Pasal 56 UU No.1 Tahun 1995, neraca dan perhitungan laba rugi tesebut harus dibuat dalam jangka waktu 5 bulan setelah tahun buku perseroan ditutup dan disampaikan kepada RUPS untuk mendapat pengesahan.

4. membuat daftar inventarisasi atas semua harta kekayaan perseroan serta pelaksanaan pengawasannya.

5. menyelenggarakan RUPS minimall satu kali setahun atau pada saat-saat yang diperlukan dam diadakan paling lambat waktu 6(enam) bulan setelah tahun buku.

24

6. memberi keterangan-keterangan yang diperlukan oleh dewan komisaris pada saat pemeriksaan.

7. menyelenggarakan RUPS luar biasa pada setiap waktu yang dipandang perlu oleh direksi atas usul atau permintaaan 1(satu) orang pemegang saha atau lebih yang bersama-sama mewakili 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah atau suatu jumlah yang lebih kecil sebagaimana ditentukan dalam anggaran dasar perseroan yang bersangkutan.

8. mengumumkan secara resmi baik dalam surat kabar maupun dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia.

9. menyediakan buku daftar pemegang saham dan daftar khusus di kantor perseroan untuk para pemilik saham. Buku daftar pemegang saham dan daftar khusus ini dapat menjadi indikator kepemilikan atas saham suatu perseroan dan ada tidaknya hubungan affiliasi antara direksi dan keluarganya dengan perseroan yang dikelola.

10.dalam hal pembubaran perseroan, direksi wajib melakukan likudasi melalui seorang likuidator dan biasanya dibawah pengawasan dewan komisaris.25

Uraian perincian tugas dan wewenang direksi ditentukan dalam Pasal 85 UUPT bahwa setiap anggota direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan usaha dan perseroan. Kesalahan atau kelalaian dalam menjalankan tugasnya setiap anggota direksi harus bertanggungjawab penuh secara pribadi untuk seluruhnya. Tanggungjawab direksi yang menerima kewajiban untuk melaksanakan kewajiban untuk melaksakan pekerjaan mengurus perseroan.

25

B. PIHAK YANG BERPERAN DALAM PEMISAHAN USAHA