• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Analisis Temuan Atas Indikator Program Sekolah

4.2.3. Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis

Selain dua komponen atau variabel yang sudah di bahas, komponen/ varibel lainnya yang juga menjadi bagian penting dalam studi ini adalah komponen Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif. Untuk komponen ini dalam studi yang dilakukan melibatkan beberpa indikator sebgai alat ukur. Keberadaan indikator pada komponen/ variabel ini pada dasarnya diharapkan akan bisa membantu menggambarkan berbagai hal yang terkait dengan rumusan masalah yang ingin dibahas.

Pada bagian awal, indikator dalam komponen/ variabel ini adalah menyangkut kegiatan dalam ekstrakulikuler atau kulikuler yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya LH peserta didik. Ada banyak indikasi yang pada dasarnya berhubungan dengan indikator ini. Namun demikian secara umum indikator ini mencoba melihat apakah seluruh rangkaian kegiatan ekstrakulikuler maupun kurikuler yang ada di lokasi penelitian merupakan wadah yang ikut membantu pembiasaan atau

pembudayaan prilaku yang sensitif dengan lingkungan hidup. Berdasarkan data yang berhasil dikumpul dan dianalisis, diketahui bahwa untuk indikator ini secara umum statusnya relatif sedang. Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut.

Tabel 4.117. Kegiatan dalam ekstrakulikuler atau kulikuler yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya LH peserta didik

No. Kondisi Frekwensi Persentase (%)

1 Amat Baik 1 16,7 2 Baik 1 16,7 3 Sedang 1 16,7 4 Kurang 3 50,0 5 Kurang Sekali - - Total 6 100

Tabel di atas menjelaskan bahwa dari enam sekolah yang diteliti hanya ada masing-masing satu sekolah yang memiliki status Amat Baik, Baik, dan Sedang terkait indikator ini. Sedangkan tiga sekolah sisanya berstatus Kurang. Kenyataan ini jelas memperlihatkan bahwa secara umum keberadaan indikator ini sebagai bagian dari konsep adiwiyata masih belum diperhatikan oleh masing-masing sekolah terkait. Adapun untuk mengatahui kondisi indikator ini di masing-masing sekolah, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.118. Kondisi kegiatan dalam ekstrakulikuler atau kulikuler yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya LH peserta didik

No. Sekolah

Kegiatan dalam ekstrakulikuler atau kulikuler yang mendukung pembiasaan perilaku berbudaya

LH peserta didik Amat

Baik

Baik Sedang Kurang Kurang Sekali

1 SMAN I Air Putih 1 - - - -

2 SMAN I Lima Puluh - 1 - - -

3 SMAN I Medang Deras - - - 1 -

4 SMAN I Sei Suka - - - 1 -

5 SMAN I Talawi - - 1 - -

6 SMAN I Tanjung

Tiram

Jumlah 1 2 1 3

Indikator selanjutnya yang menjadi bagian dari komponen / variabel Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif adalah keberadaan kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh sekolah dan melibatkan masyarakat disekitar lingkungan sekolah. Keberadaan indikator ini pada umumnya meliputi berbagai kegiatan yang terkait lingkungan baik dalam skala besar maupun kecil yang dalam pelaksanaannya melibatkan unsur masyarakat di sekitar sekolah. Dari data yang berhasil diperoleh, diketahui bahwa keberadaan indikator ini dapat dikatakan rendah. Lebih jelas tentang kondisi yang diperoleh terkait dengan indikator ini di lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.119. Kegiatan lingkungan yang diprakarsai osleh sekolah dan melibatkan masyarakat di sekitar lingkungan sekolah

No. Kondisi Frekwensi Persentase (%)

1 Amat Baik - - 2 Baik 1 16,7 3 Sedang 1 16,7 4 Kurang 4 66,7 5 Kurang Sekali - - Total 6 100

Gambaran yang dimuan tabel di atas dengan jelas memperlihatkan bahwa sekolah yang diteliti pada umumnya masih melakukan kegiatan-kegiatan yang terkait lingkungan secara sendiri-sendiri dengan tingkat pelibatan yang rendah dari masyarakat. Adanya jarak sosial antara sekolah dengan masyarakat yang digambarkan oleh data yang ada sebenarnya menunjukkan bahwa keterpaduan dalam melihat persoalan lingkungan sebagai problem bersama belumlah terwujud. Untuk

mengetahuai lebih rinci tentang indikator ini di masing-masing sekolah dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.120. Kondisi kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh sekolah dan melibatkan masyarakat disekitar lingkungan sekolah

No. Sekolah

Kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh sekolah dan melibatkan masyarakat disekitar

lingkungan sekolah Amat

Baik

Baik Sedang Kurang Kurang

Sekali

1 SMAN I Air Putih - - 1 -

2 SMAN I Lima Puluh - - - 1

3 SMAN I Medang Deras - - - 1

4 SMAN I Sei Suka - - - 1

5 SMAN I Talawi - 1 - -

6 SMAN I Tanjung Tiram - - - 1

Jumlah 1 1 4

Bila indikator di atas memperlihatkan hasil yang kurang baik, namun indikator lainnya dalam komponen/ variabel kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh sekolah dan melibatkan masyarakat disekitar lingkungan sekolah berikutnya menunjukkan hasil yang agak berbeda. Indikator yang terkait dengan kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar yang diikuti sekolah menunjukkan bahwa sekolah-sekolah yang diteliti cenderung memiliki keterlibatan yang relatif baik, sebagaimana digambarkan oleh tabel berikut:

Tabel 4.121. Kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar yang diikuti sekolah

No. Kondisi Frekwensi Persentase (%)

1 Amat Baik 1 16,7

2 Baik 3 50,0

3 Sedang - -

4 Kurang 2 33,3

Total 6 100

Walaupun terdapat dua sekolah dengan status indikatornya Kurang, namun ini menunjukkan kedua sekolah tersebut tetap saja terlibat dalam kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar walaupun dengan kualitas dan kuantitas yang masih rendah. Sebaran kondisi indikator ini di setiap sekolah yang diteliti adalah sebagai berikut:

Tabel 4.122. Kondisi kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar yang diikuti sekolah

No. Sekolah

Kondisi kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak luar yang diikuti sekolah Amat

Baik

Baik Sedang Kurang Kurang

Sekali

1 SMAN I Air Putih - 1 - - -

2 SMAN I Lima Puluh - - - 1 -

3 SMAN I Medang Deras - 1 - - -

4 SMAN I Sei Suka - 1 - - -

5 SMAN I Talawi 1 - - - -

6 SMAN I Tanjung Tiram

- - - 1 -

Jumlah

Hampir sama dengan indikator sebelumnya, indikator lainnya dalam komponen/ variabel Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif yang berupa kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta, LSM) dalam pengembangan pendidikan lingkungan hidup menunjukkan hal relatif baik. Tabel berikut akan bisa membantu untuk memahami tentang keberadaan indikator ini di lokasi penelitian.

Tabel 4.123. Kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta, LSM) dalam pengembangan pendidikan LH

No. Kondisi Frekwensi Persentase (%)

1 Amat Baik 1 16,7 2 Baik 3 50,0 3 Sedang - - 4 Kurang 2 33,3 5 Kurang Sekali - - Total 6 100

Secara jelas tabel di atas memperlihatkan bahwa keterlibatan sekolah yang diteliti dengan pihak luar sekolah dalam melakukan kerjasama yang berhubungan langsung dengan upaya pengembangan pendidikan lingkungan hidup sudah terjalin, walau kualitas di masing-masing sekolah berbeda. Dari hasil wawancara yang dilakukan terungkap bahwa bentuk kerjasama yang paling umum dilakukan oleh sekolah dengan pihak luar adalah kegiatan pengembangan kapasitas dan pengetahuan warga sekolah tentang lingkungan. Kegiatan jenis ini bisa berupa seminar, perkemahan pramuka dan lain sebagainya. Untuk mengetahui disparitas status indikator ini di masing-masing sekolah untuk mengetahui kondisi keseluruhan indikator di lokasi penelitian dapat menggunakan tabel berikut:

Tabel 4.124. Kondisi kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta, LSM) dalam pengembangan pendidikan LH Crosstabulation

No. Sekolah

kegiatan kemitraan yang dilakukan sekolah dengan pihak luar (institusi terkait, pihak swasta,

LSM) dalam pengembangan pendidikan LH Amat

Baik

Baik Sedang Kurang Kurang

Sekali

1 SMAN I Air Putih 1 - - - -

2 SMAN I Lima Puluh - - - 1 -

3 SMAN I Medang Deras - 1 - - -

4 SMAN I Sei Suka - 1 - - -

5 SMAN I Talawi - 1 - - -

6 SMAN I Tanjung Tiram - - - 1 -

Jumlah 1 3 2

4.2.4. Pengembangan dan atau Pengelolaan Sarana Pendukung Sekolah yang