Gambaran Umum Kondisi Daerah
B. Pengembangan Prasarana Transportasi Laut
Pengembangan transportasi laut diutamakan dengan mengembangkan pelabuhan baru atau meningkatkan kondisi pelabuhan yang ada dan memiliki potensi yang baik. Pada masa yang akan datang maka pengembangan pelabuhan di Kabupaten Bangkalan adalah:
a. Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan di Kecamatan Klampis yang terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Arah pengembangan Pelabuhan ini adalah sebagai pelabuhan peti kemas dan curah penunjang industri dengan kedalaman s/d -18 mLWS.
b. Pelabuhan Socah di Kecamatan Socah yang terintegrasi dengan pelabuhan Tanjung Perak. Arah pengembangan Pelabuhan ini adalah sebagai pelabuhan peti kemas dan curah penunjang industri dengan kedalaman s/d -13 mLWS. Pelabuhan ini akan didukung kawasan industri Socah serta jalan menuju akses Jembatan Suramadu.
c. Peningkatan pelabuhan pengumpan setara pelabuhan pengumpul yaitu Pelabuhan Telaga Biru di Kecamatan Tanjung Bumi
d. Pelabuhan Sepulu dengan pengembangan sebagai pelabuhan pengumpan regional
2.3.1.6. Perencanaan pembangunan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Salah satu tujuan perencanaan adalah menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaandan pengawasan.
II-67
Dalam kurun waktu Tahun 2008 – 2012, Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah dapat menyelesaikan dokumen perencanaan, antara lain:a. Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bangkalan Tahun 2009-2029.
b. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Bangkalan Tahun 2005 - 2025.
2.3.1.7. Perhubungan A. Jenis Angkutan
Angkutan umum pedesaan merupakan jasa angkutan umum yang tersedia di wilayah perencanaan menghubungkan daerah – daerah yang ada di Kabupaten Bangkalan. Berikut ini rute angkutan umum di Kabupaten Bangkalan dapat dilihat pada tabel 2.31 berikut.
Tabel 2.31. Data Jalur Angkutan Umum Kabupaten Bangkalan
NO Kode
Trayek Jaringan Trayek Jenis Kendaraan
I A. Angkutan Pedesaan
1 DD Terminal Kamal–Perumnas Station Wagon
2 D1 Kamal-Bangkalan-Tanah Merah-Galis-Blega-Lomaer Station Wagon
3 D2 Kamal-Bangkalan-Tanah Merah Station Wagon
4 D3 Kamal-Bangkalan PP Station Wagon
5 D4 Kamal-Bangkalan-Burneh-Nyerondung-Tragah-Kwanyar PP Station Wagon
6 D5 Bangkalan-Burneh-Langkap-Labang PP Station Wagon
7 E1 Kamal-Bangkalan-Arosbaya-Sepulu-Tanjung Bumi PP Station Wagon
8 E2 Bangkalan-Arosbaya-Sepulu-Tanjung Bumi PP Station Wagon
9 E3 Kamal-Bangkalan-Arosbaya-Geger-Kombangan PP Station Wagon 10 F1 Kamal-Labang-Kwanyar-Modung-Kedundung-Blega PP Station Wagon
11 F2 Kamal-Labang-Kwanyar-Tanah Merah PP Station Wagon
12 F3 Kamal-Jukong-Labang-Kesek-Sukolilo-Kwanyar PP Station Wagon 13 F4
Kamal-Labang-Kwanyar-Tragah-Nyrondung-Burneh-Bangkalan PP
Station Wagon
II B. Angkutan AKDP
1 Kamal-Sumenep Station Wagon
2 Kamal-Pamekasan Station Wagon
3 Kamal-Sampang Station Wagon
4 Kamal-Tamberu Station Wagon
Sumber : Dinas Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Bangkalan
Dari tabel 2.31 menunjukkan bahwa Jaringan Trayek untuk angkutan pedesaan dilayani 13 (tiga belas) trayek yang melayani rute dari Terminal Kamal dan menuju ke beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bangkalan. Sedangkan untuk Trayek AKDP melayani rute dari terminal Kamal menuju Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Tamberu.
II-68
Jumlah dan jenis angkutan darat yang ada di Kabupaten Bangkalan dapat dilihat dari Tabel 2.32 berikut ini :Tabel 2.32. Jumlah Angkutan Darat Kabupaten Bangkalan Tahun 2008 – 2011
NO Jenis Angkutan 2008 2009 2010 2011
1 MPU 924 910 900 880
2 Bis Umum 182 188 190 195
3 Bis Bukan Umum 42 49 52 56
4 Mobil Barang Umum 571 705 725 740
5 Mobil Barang Bukan Umum 2.734 3.068 3.168 3,307
Sumber data : Dinas Perhubungan dan Komunikasi
Jika melihat tabel 2.32 jumlah angkutan berdasarkan jenisnya menunjukkan dari Tahun 2008 sampai 2011 mengalami peningkatan kecuali MPU mengalami penurunan.
B. Transportasi
Dengan keberadaan jembatan Suramadu dapat memperlancar arus penumpang, barang dan jasa. Kemudahan akses dan jarak tempuh yang lebih cepat melalui jembatan suramadu merupakan pilihan utama moda transportasi dari dan ke Madura.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan sektor transportasi publik wajib dilakukan Uji Kelayakan kendaraan bermotor yang dapat dilihat pada Tabel 2.33.
Tabel 2.33. Jumlah Kendaraan Wajib Uji Kabupaten Bangkalan Tahun 2011
NO Kendaraan Wajib Uji 2008 2009 2010 2011
1 MPU 924 910 900 880
2 Bis Umum 182 188 190 195
3 Bis Bukan Umum 42 49 52 56
4 Mobil Barang Umum 571 705 725 740
5 Mobil Barang Bukan Umum 2.734 3,068 3,168 3,307
Total 4.453 4,920 5,035 5,178
Sumber data : Dinas Perhubungan dan Komunikasi
2.3.1.8. Lingkungan Hidup A. Ruang Terbuka Hijau
RTH (Ruang Terbuka Hijau) adalah ruang-ruang dalam kota dalam bentuk area/kawasan maupun dalam bentuk areal memanjang/jalur dimana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bangunan dan dalam pemanfaatannya lebih bersifat terbuka, yang pada dasarnya tanpa bangunan dan dalam pemanfaatannya lebih bersifat pengisian
II-69
hijau tanaman atau tumbuh - tumbuhan secara alamiah ataupun budidaya tanaman (Peraturan Pemerintah RI No, 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota). Maka dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2011 tentang Penyediaan Ruang Terbuka Hijau.Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Bangkalan adalah salah satu isu strategis yang relevan dengan pembangunan perkotaan berwawasan lingkungan.
Kawasan lain yang termasuk RTH adalah taman kota, hutan kota, jalur hijau, Rest Area, lapangan olah raga, lahan makam, halaman rumah, kawasan perumahan, jalur hijau di sepanjang kali, perkantoran dan pusat perdagangan yang tersebar di wilayah perkotaan. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bangkalan bertujuan untuk menjamin kesiimbangan ekosistem dan estetika kota sebagaimana ditunjukkan pada tabel 2.34 :
Tabel 2.34. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Untuk Menjamin Kesimbangan Ekosistem dan Estetika Kota di Kota Bangkalan - Kabupaten Bangkalan
Tahun 2011
No Jenis Ruang Terbuka Hijau Luasan (Ha) Lokasi RTH
1 Taman Makam Pahlawan 520 m2 Jl. Soekarno Hatta
2 Taman Soekarno Hatta 3.000 m2 Jl. Soekarno-Hatta
3 Alun-alun Kota 4.264 m2
Jl. Letnan Abdullah, Jl.Veteran
Jl. SA. Kadirun Jl. A. Yani 4 Boulevard/Taman Pulau Jalan 1.500 m2 Jl. SA. Kadirun
5 Taman Sumur Kembang 592 m2 Jl. Jl. Bhayangkara M. Hosen
6 Taman Pemuda Kaffa (SMA 1) 1.426 m2 Jl. Pemuda Kaffa
7 Taman Kota : a. Junok 1 b. Junok 2 c. Junok 3 d. Junok 4 e. RKPD 1.122 m2 615 m2 357 m2 522 m2 130 m2 Jl. Pemuda Kaffa Jl. Pemuda Kaffa Jl. Pemuda Kaffa Jl. Pemuda Kaffa Jl. Jokotole 8
Taman Pemakaman Umum : a. Mlajah b. Martajasah c. Bancaran 2.000 m2 14.000 m2 10.000 m2 Kelurahan Mlajah Kelurahan Martajasah Kelurahan Bancaran
9 Kebun Salak Perkotaan 40.000 m2 Kecamatan Bangkalan
10
Hutan Kota :
a. Halaman Pemkab
b. Mangrove Pantai Barat Bangkalan c. Depan Bappeda s/d Polres d. Selatan TMP e. TRK 9.000 m2 100 ha 8.000 m2 2.500 m2 1.650 m2 Jl. Soekarno-Hatta Jl. Soekarno-Hatta Jl. Soekarno-Hatta Jl. Soekarno-Hatta Jl. Soekarno-Hatta
II-70
B. Air Limbah DomestikSumber air limbah domestik adalah seluruh buangan air yang berasal dari seluruh kegiatan pemukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, asrama yang meliputi limbah buangan kamar mandi, toilet, dapur dan air bekas pencucian pakaian. Berbagai macam sumber pencemar menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa pencemar sangat bervariasi, tergantung sumber air limbahnya.
Jumlah penduduk Kabupaten Bangkalan pada Tahun 2011 berjumlah 1.308.414 jiwa, dimana jumlah ini setiap tahunnya akan mengalami peningkatan, yang secara otomatis akan meningkatkan buangan limbah cair domestic, sehingga akan berpengaruh terhadap lingkungan.
Jika kebutuhan air bersih tiap orang 100 – 200 liter/orang/hari sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Bangkalan Tahun 2011 berjumlah 1.308.414 jiwa maka limbah cair domestik yang dihasilkan adalah 13.084.14 liter/hari.