• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN PUSTAKA

B. Pemahaman Ajaran Agama Islam

2. Pengertian Agama Islam

Agama bagi manusia khususnya bangsa Indonesia merupakan unsur pokok yang menjadi kebutuhan spiritual, yang berisi kaidah-kaidah yang dilarang dan menunjukkan hal-hal yang diwajibkan serta agama menggariskan perbuatan-perbuatan yang baik dan buruk. Norma-norma agama tetap diakui sebagai kaidah-kaidah suci yang bersumber dari Tuhan. Kaidah-kaidah yang digariskan dalam agama selalu baik, sebab-sabab kaidah-kaidah tersebut bertujuan untuk membimbing manusia ke arah jalan yang benar.

Menurut zakiah Daradjat, dkk (1991:86) bahwa agama mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia, sebab agama merupakan motivasi hidup dan kehidupan serta merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri. Oleh karena itu agama perlu diketahui, dipahami dan diamalkan oleh manusia. Agama mengatur manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan hubungan manusia dengan dirinya yang dapat menjamin keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam hidup manusia. Sebagaimana sabda Rasulullah S.A.W. yang berbunyi:

َﻋ

Diriwayatkan oleh Tamimi ad-Dari r.a., bahwa Nabi Saw. bersabda:

“Agama itu adalah nasihat.” Kami bertanya, “Nasihat untuk siapa?”

Beliau menjawab: “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan para pemimpin kaum muslimin, serta kaum awam mereka.” (H.R. Muslim)

Definisi Islam Menurut Frof. H. Mohammad Daud Ali (1997:49) mengatakan bahwa Islam adalah kata turunan (jadian) yang berarti ketundukan, ketaatan, kepatuhan (kepada kehendak Allah) berasal dari kata salama artinya patuh atau menerima; berakar dari huruf sin lam mim (s-l-m) kata dasarnya adalah salima yang berarti sejahtera, tidak tercela, tidak bercacat. Analisis makna perkataan Islam. Intinya adalah berserah diri, tunduk, patuh dan taat sepenuh hati kepada kehendak Ilahi.

Menurut Maulana Muhammad Ali dalam Abuddin Nata, (1998:61) Islam dari segi bahasa berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk kata aslama yang berarti berserah diri masuk kedalam kedamaian, sebagaimana dalam firman Allah dalam Q.S.

Ali Imran (3) : 83. kepada-Nya (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan. (Kemenag RI. 2012 :60)

Menurut Harun Nasution dalam Abuddin Nata, (1998:62) bahwa kata Islam dekat dengan arti kata agama yang berarti menguasai,

menundukkan, patuh, hutang, balasan, dan kebiasaan. Pengertian Islam demikian itu, menurut Maulana Muhammad Ali dapat dipahami dari firman Allah yang terdapat pada Q.S Al-Baqarah [2] 183.

ﺎَﻬﱡـﻳَأ ﺎَﻳ

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Kemenag RI. 2012 : 28)

Dari berbagai pengertian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa agama adalah merupakan jalan untuk keselamatan bagi orang-orang yang tunduk, patuh dan berserah diri sebagaimana dari kata Islam itu sendiri yaitu berserah diri kepada Allah Swt.

Islam sebagai agama wahyu yang memberikan bimbingan kepada manusia mengenai semua aspek hidup dan kehidupannya, dapat diibaratkan seperti jalan raya memberi peluang kepada manusia yang melaluinya ketempat yang tertinggi dan mulia. Jalan raya tersebut berpagar Al-Qur’an dan al-Hadits. Sikap dan perbuatan seorang Muslim tidak keluar dan bertentangan dengan wahyu yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi, selama itu pula pemikiran, sikap dan perbuatan mereka dapat disebut sebagai Islami.

Memahami ajaran agama Islam dengan sebaik-baiknya, merupakan komitmen umat Islam terhadap Islam. Komitmen Muslim dan

Muslimat terhadap Islam telah digambarkan dalam firman Allah Q.S.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Kemenag. RI. 2012 : 601)

Menurut H. Mohammad Daud Ali (1997:66), mengatakan bahwa dengan merujuk bunyi dari surat al-Asr maka terdapat lima komitmen dalam Islam, yaitu:

1. Meyakini, mengimani kebenaran agama Islam seyakin-yakinnya, 2. Mempelajari, mengilmui ajaran Islam secara yang baik dan benar, 3. Mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga

dan masyarakat,

4. Mendakwahkan, menyebarkan ajaran Islam secara bijaksana disertai argumentasi yang meyakinkan dengan bahasa yang baik, 5. Sabar dalam berislam, dalam meyakini, mempelajari,

mengamalkan dan mendakwahkan ajaran agama Islam.

Menurut H. Mohammad Daud Ali (1997:79) bahwa untuk menghindari salah paham terhadap ajaran Islam dan dapat memahami Islam secara baik maka berikut perlu diperhatikan:

1. Pelajarilah Islam dari sumbernya yang asli yakni Al-Qur’an yang memuat wahyu-wahyu Allah dan al-Hadits yang memuat Sunnah Nabi Muhammad.

2. Islam tidak dipelajari secara partial tetapi integral. Artinya Islam tidak dipelajari sepotong-sepotong, tetapi secara keseluruhan dan dipadukan dalam satu kesatuan yang bulat.

3. Islam dipelajari dari karya atau kepustakaan yang ditulis oleh mereka yang telah mengkajinya dan memahami Islam secara

baik dan benar. Pada umumnya mereka adalah para ahli atau ulama, cendekiawan, dan sarjana muslim yang diakui otoritasnya.

4. Memahami Islam dengan bantuan ilmu-ilmu pengetahuan yang berkembang sampai sekarang, seperti ilmu alamiah, lilmu sosial dan budaya, serta ilmu-ilmu kemanusiaan.

5. Tidak menyamakan Islam dengan umat Islam, terutama dengan keadaan umat Islam pada suatu masa di suatu tempat.

Menurut Awaliyah Musgamy (2011:32) mengatakan bahwa prinsip ajaran Islam mempunyai keistimewaan, ketinggian dan sifat menyeluruh yang dapat menerapkan kebaikan, keadilan masyarakat dan kemanusiaan. Menolong menyatukan kita dari segi pemikiran, dan pemikiran akan selaras dengan agama kita, begitu juga dengan otak kita akan selaras dengan hati nurani dan perasaan keagamaan kita.

Menurut zakiah Daradjat, dkk (1991:29) bahwa tujuan pengajaran Islam diharapkan menghasilkan manusia yang berguna bagi dirinya, masyarakat serta senang dan gemar mengamalkan dan mengembangkan ajaran agama Islam dalam berhubungan dengan Allah dan dengan manusia sesamanya,

Dokumen terkait