SOSIAL DAN SAIN
B. Penulisan Ilmiah Populer
Menulis pada dasarnya dibagi menjadi dua, yaitu menulis ilmiah dan non ilmiah sebagaimana ditampilkan dalam diagram berikut ini:
Bagan Kategori Menulis Karya Ilmiah 1. Karya Ilmiah
a. Pengertian
Suatu karya ilmiah (scientific paper) merupakan laporan tertulis dan dapat dipublikasi untuk memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah dengan cara memberikan data valid yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Paparan tersebut dalam rangka untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca.
MENULIS
NONILMIAH ILMIAH
ILMIAH POPULER ILMIAH AKADEMIK
LAPORAN PENELITIAN AKADEMIK LAPORAN PENELITIAN KHUSUS JURNAL ILMIAH KORAN MAJALAH POPULER
66
Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Oleh karena itu, kaya tulis ilmiah sering mengangkat tema yang berkaitan dengan hal-hal baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Meskipun demikian, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu.
b. Ciri-ciri Karya ilmiah
Ciri-ciri sebuah karya ilmiah dapat dikaji pada beberapa aspek, yaitu: 1) Struktur Sajian
Struktur sajian dalam penulisan karya ilmiah sangat ketat baik dalam penyusunan desain, sistematika, teknik penulisan, dan bahasa yang digunakan. Penulisan karya ilmiah biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2) Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak, teknik penulisan dan jenis tulisan dengan ruang lingkup keilmuan yang khas dari jurnal yang ada.
3) Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4) Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari diksi/pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Ciri-ciri karya ilmiah menurut Alamsyah (2008:99) antara lain merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Artinya, faktanya sesuai dengan yang diteliti. Bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah
67
digunakan metode tertentu dengan langkah langkah yang teratur dan terkontrol secara tertib dan rapi. Tulisan ilmiah menggunakan laras ilmiah. Artinya, laras bahasa ilmiah harus baku dan formal. Selain itu laras ilmiah harus lugas agar tidak ambigu (ganda). Contoh antara lain dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi, lembar kerja dan lain-lain.
c. Pengertian dan Ruang Lingkup Artikel Ilmiah Populer
Artikel merupakan karya tulis atau karangan, bisanya berupa karangan non fiksi. Ruang lingkup artikel meliputi penulisan yang bertujuan untuk memberikan infomasi sehingga dapat memberikan keyakinan, mendidik, menawarkan pemecahan masalah dan bahkan menghibur. Media penyampaian artikel biasanya dalam percetakan seperti surat kabar, majalah, buletin, dan bahkan pada media internet. d. Jenis Artikel Ilmiah Populer
Pada dasarnya, jenis artikel ilmiah populer tidak berbeda dengan jenis artikel pada umumnya. Kurnia dalam Sukino (2010: 181) menmbagi jenis artikel ilmiah populer antara lain sketsa tokoh, wawancara, naratif, penyingkapan, antologi, kolom, dan ulasan.
1) Sketsa Tokoh
Sketsa tokohbiasanya berisi tentang tokoh dalam berbagai aspek. Tokoh-tokoh yang menjadi subyek disajikan oleh penulis dalam berbagai peristiwa. 2) Wawancara
Wawancara jenis ini lebih memfokuskan pada bentuk tulisan artikel yang berisi hasil wawancara terhadap tokoh. Keseluruhan tulisan mungkin hanya berbentuk tanya jawab atau dialog yang dilengkapi dengan penuturan tentang situasi yang berkaitan dengan soal yang tengah didiskusikan.
3) Penyingkapan
Penyingkapan artikel mirip dengan berita. Berbagai penyingkapan berhubungan erat dengan opini atau informasi, tetapi berbeda dalam hal sasaran, yakni lebih spesifik dan individual. Jenis artikel ini juga mencerminkan adanya penelusuran data dengan investigasi hasil pengamatan.
4) Antologi
Antologi sebagai salah satu proses penulisan biasanya diawali dengan kerja editor yang menghubungi penulis pilihannya. Penulis diminta untuk mengulas materi tertentu yang bisa dihubungkan dengan tema keseluruhan yang telah dirancang.
68
Tulisan kolom harus dapat dibaca semua orang dan harus merupakan ekspresi personal. Artikel kolom tetap mengedepankan kepentingan pembaca walaupun prinsip idealitas penulis tetap ada.
6) Ulasan
Artikel yang berbentuk ulasan biasanya bertolak pada apa yang dilihat dan didengar oleh penulis. Penulisan artikel ini dapat dilakukan dengan memadukan fakta dengan pemikiran subyektif. Penulis artikel ini memulai proses penulisan dengan melakukan pencatatan dengan berbagai referensi, dan mengenal subyek dan obyek tulisan dengan mendalam.
e. Ciri-ciri Artikel Ilmiah Populer
Untuk dapat mengenal lebih jauh tentang artikel, berikut diberikan ciri-ciri artikel. Soeseno dalam Amir (2009: 115) memberikan beberapa ciri-ciri artikel sebagai berikut:
1) Karya ilmiah populer disusun seperti kerucut terbalik. Kerucut terbalik ini berisi pendahuluan (lead), jembatan antara lead dan tubuh, tubuh tulisan, dan penutup. 2) Karya ilmiah populer menggunakan bahasa yang komunikatif, yang berarti
bahasa yang digunakan adalah bahasa yang memiliki kemungkinan cepat ditangkap. Oleh karena itu, harus bebas pemanis basa-basi, ringkas tetapi jelas, lengkap dan teliti, kata sederhana dan kalimat pendek, paragraf (alinea) yang berurutan.
Amir (2009: 115) mengklasifikasikan dalam empat komponen seperti bahan, penyajian, sikap penulis, dan penyimpulan. Bahan menyajikan fakta yang obyektif, penyajian menggunakan bahasa yang cermat, tidak selalu formal tetapi tetap taat asas, disusun secara sistematis, tidak memuat hipotesis. Sikap penulis tidak memancing pertanyaan-pertanyaan yang meragukan perasaan pembaca agar seolah-olah pembaca menghadari sendiri pada situasi konteks. Penyimpulan memberikan fakta berbicara sendiri sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembaca untuk berfikir pada aplikasinya. Ciri-ciri tersebut dapat dirumuskan bahwa ciri-ciri artikel ilmiah populer antara lain:
a. Artikel merupakan karangan tentang berbagai hal pada berbagai disiplin ilmu;
b. Artikel mengandung masalah dengan topik yang spesifik; c. Artikel menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak formal; d. Artikel memuat gagasan berupa opini/pendapat;
69
f. Artikel ditujukan untuk semua lapisan masyarakat tanpa mengenal batas pelapisan masyarakat, sehingga menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat (pembaca);
g. Artikel secara sederhana mengungkapkan alasan, fakta/bukti yang dapat dipertanggung jawabkan;
h. Artikel yang dibuat khususnya pada media cetak seperti koran biasanya bersifat aktual yang tengah diperbincangkan dalam situasi sekarang,
i. Artikel biasanya dibuat dalam jumlah halaman tidak terlalu tebal, karena memang tidak dimaksudkan sebagai sajian khusus. Dengan demikian, panjang artikel biasanya berkisar antara 550 kata hingga 1.500 kata atau kira-kira 2 (dua) sampai dengan 5 (lima) halaman;
j. Artikel nilai gunanya untuk menyampaikan gagasan dan fakta untuk meyakinkan, mendidik, menawarkan pemecahan masalah secara sederhana, harapan, usul terhadap topik yang diungkapkan, menghibur, bahkan mengkritik suatu fenomena yang terjadi di masyarakat;
k. Artikel ada juga yang dilengkapi dengan gambar situasi yang menjadi topik bahasan;
l. Media penulisan ilmiah populer adalah surat kabar, majalah populer, tabloid, dan buku yang secara khusus berisi tulisan ilmiah populer.
f. Tips Menulis Karya Ilmiah Populer
1) Tentukan Tipe Tulisan yang Hendak Digunakan
Menentukan tipe tulisan merupakan sesuatu hal yang sangat penting sebagai tip jitu menulis karya ilmiah populer, apakah deskriptif berupa pemaparan ide/gagasan, ekspository, essei yang bersifat argumentasi, sebab akibat, klasifikasi, dan definisi. Persuasi, tulisan yang memuat bujukan/mengajak sesorang untuk melakukan hal tertentu sesuai dengan orang yang membujuk/mengajak, atau dokumentatif (Sucipto Suntoro, tt: 300).
2) Memilih Topik
Topik dibuat secara khusus. Penulis ‘jangan bernafsu” pada kecenderungan secara pribadi yang dinilai lebih menarik dan dikuasai oleh penulis tanpa mempertimbangkan pada varibel-varibel lain yang lebih tepat waktu, sasaran, dan materi.
3) Menentukan Tujuan
Tujuan disesuaikan dengan topik yang dipilih, baik berjenis ekspositori deskriptif, ataupun lainnya. Tujuan ditetapkan secara rigit, dengan demikian,
70
tidak ditemukan tujuan ganda yang akan membuat penulis sendiri dibuat bingung. Dalam istilah lain, untuk menentukan tujuan tidak banci atau tidak mendua yang menjadikan esensi tulisan menjadi tidak mengarah pada hal yang pokok.
4) Tuliskan Minat
Tuliskan beberapa subyek yang menarik minat penulis. Semakin banyak subyek yang ditulis, maka semakin baik karangan tersebut. Tuliskan segala sesuatu yang melitas pada pikiran anda, baru revisi baik dari sisi isi, kedalaman materi, maupun bahasa yang digunakan.
5) Evaluasi Potensial Topik
Melakukan evaluasi terhadap topik menjadi sangat perlu dilakukan, jika sudah ada beberapa topik yang pantas, pertimbangkan topik yang dipilih yang dinilai memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan dengan topik-topik yang lain. Jika tujuannya untuk meyakinkan, maka topik tersebut harus berupa sesuatu yang benar-benar mengundang minat pembaca.
6) Membuat out line
Tujuan membuat out line adalah untuk meletakkan ide-ide tentang topik yang sedang ditulis dalam sebuah format yang terorganisir. Berdsasarkan outline yang dibuat, akan memudahkan bagi penulis untuk menguraikan apa yang seharusnya ada dalam tulisan tersebut. Membuat outline bersifat dinamis, manakala diperlukan outline yang sudah dibuat dapat disempurnakan untuk tujuan yang lebih baik.
7) Menulis Tesis.
Suatu pernyataan tesis yang mencerminkan isi esai dan hal yang penting disampaikan oleh pengarangnya dengan jelas.
8) Menuliskan Tubuh Essai.
Ide dasar dibuat dalam kalimat. Tuliskan masing-masing esensi isi pendukung ide tersebut, buat kesimpulan pada masing-masing paragraf. Buat kata pembukaan dan penutup. Berita aktual (news fact) isilah pengait dalam fenomena yang sedang menjadi perbincangan publik disertakan dalam tulisan ini sebagai informasi terkini.
9) Menuliskan Paragraf Pertama.
Membuat kalimat minimal memuat 5 (lima) paragraf (kira-kira delapan ratus kata). Kalimat yang dikembangkan berada pada paragraf 2-5. Mulailah dengan kata yang menarik yang jelas dan spesifik. Alinea pertama merupakan
71
alinea yang menentukan sebagai jendela atas isi karangan yang akan disuguhkan kepada para pembaca. Jaga ejaan dan kata depan dan awalan pada awal kalimat, artinya hindari kata depan sebagai huruf pertama yang mucul dalam tulisan tersebut. Contoh mulailah dengan suatu informasi dan terpercaya. Mulailah dengan anekdot sebagai pembuka analog yang mengantarkan kepada pembaca untuk merasa penasaran dengan sampiran itu. Membuat dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan point yang dituliskan. Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis yang ditulis. Tutup paragraf dengan pernyataan yang seakan-akan tulisan tersebut memiliki penekanan yang menjadi esensi pada tulisan sebagai pengantar kesimpulan.
10)Menuliskan Kesimpulan.
Kesimpulan merupakan rangkuman dari point yang telah dikemukakan dan memberikan perspektif akhir penulis kepada pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat yang menjadi esensi penting yang dibahas.
11)Memberikan Sentuhan Akhir.
Sentuhan akhir dari tulisan karya ilmiah ini antara lain dengan membaca ulang apa yang sudah dituliskan. Membaca ulang apa yang sudah ditulis akan menemukan kekurangan dan kedangklaan dalam hasil tulisan tersebut. Membaca ulang apa yang sudah dituliskan itu memungkinkan dapat dilakukan penyempurnaan dari tulisan yang sudah ada baik dari sisi konten, sequences nya maupun justru dari bahasa yang kurang tepat dan kesalahan pengetikan yang dilakukan.
Pendapat lain mengkonsepkan beberapa tips untuk menulis artikel/opini di media massa antara lain:
1. Pada mulanya adalah “Ide”. tentukan ide terlebih dahulu, ide itu harus baru, ide itu harus menggugah pikiran dan yang paling utama, ide itu harus orisinal. Sumber bisa bisa berasal dari riset atau hasil perenungan mendalam, atau pengalaman yang diperoleh. Tuangkan ide utama dalam lead atau kepala tulisan. Penjelasan atau eksplorasi ide ditempatkan di tengah tulisan. Alinea terakhir adalah kesimpulan dari apa yang dibahas dalam karya ilmiah tersebut. Ketika pembaca membaca awal kalimat tersebut, maka pembaca dapat dengan segera untuk menangkap ide yang disampaikan oleh penulis.
2. Plagiarisme baik sebagian maupun menyeluruh ditolak keras di media massa manapun; plagiat akan diblacklist! Dengan demikian penulis yang sudah
72
melakukan plagiasi terhdap tulisan sendiri ataupun tulisan orang lain hasil karya ilmiahnya kemungkinan tidak akan diterbitkan. Bahkan, tidak sekedar tidak diterbitkan, ada kemungkinan akan menerima sanksi hukum atas plagiasi yang dilakukan.
12)Motivasi utama menulis bukan mencari honor, tetapi ingin membuka cakrawala pemikiran (intellectual exercise!). Orientasi yang mengarah pada kualitas materi karya ilmiah, akan menjadikan seseorang untuk menungkan gagasan yang paling baik dalam karyanya. Orang yang sudah menulis dengan baik atas karyanya itu akan menjadikan popularitas namanya membumbung tinggi. Popularitas penulis ini dengan sendirinaya akan menunjuk pada penghargaan fiinansial yang memadai.
13)Kompetensi penulis diharapkan sesuai dengan tema.
Kompetensi penulis diutamakan dalam pemilihan tema yang akan disuguhkan kepada pembaca. Pemilihan tema yang berdsarkan pada kompetensi yang dimiliki penulis memberikan hasil tulisan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan pemilihan tema yang tidak sesaui dengan kompetensi yang dimiliki. Pemilihan tema yang tidak sesuai dengan kompetensi penulis hanya akan menjadikan pembaca merasa dibawa kemana-mana, di samping tidak fokus, juga akan meyesatkan kepada pembaca.
14)Mulailah menulis apa saja.
Menulis diawali dari apa saja yang ada di sekitar penulis, sering dijumpai, dirasakan, dilakukan, dan bahkan berasal dari pengalaman orang lain yang didengar, dilihat, dan dirasakan oleh penulis. Topik apa saja bagi penulis dapat menjadi pilihan. Dengan demikian, mulailah menulis dari apa saja, tanpa memikirkan seseutu yang jauh dari diri penulis. Apa saja yang ada di sekitar penulis dapat menghadirkan ide yang baik yang. Sangat mungkin sesuatu yang sederhana bagi penulis, tetapi sangat berharga bagi pembaca/orang lain. Dengan demikian mulailah menulis dengan apa saja yang diinginkan, anggap saja pembaca sangat membutuhkan dengan apa yang mau dituliskan.
15)Gunakan bahasa yang tidak akademis, terlalu ilmiah, karena pembaca media massa berlatar belakang aneka ragam, mulai berpendidikan SD sampai guru besar, dari orang bodoh sampai orang pintar, dari orang miskin sampai orang kaya, dari orang yang tidak berpengalaman sampai orang yang sangat berpengalaman.
73 g. Kerangka Karya Ilmiah Populer
Amir (2009: 115) kerangka karya populer terdiri dari lead, jembatan, tubuh tulisan, dan penutup. Berikut ini penjelasan keempat komponen tersebut.
1) Pendahuluan (lead)
Karya ilmiah populer berisi hal yang paling penting untuk mengarahkan perhatian pembaca pada suatu hal yang akan dijadikan sudut pandang dimulainya tulisan. Pendahuluan menampilkan latar belakang singkat munculnya gagasan, apa yang akan dibahas, solusi yang ditawarkan, sampai kepada kesimpulan sederhana yang dapat diajukan.
2) Jembatan
Jembatan bertugas menjembatani lead masuk ke tubuh tulisan, isinya masih terkait dengan lead tetapi sudah mulai masuk ke tubuh tulisan. Jembatan ini dapat memaparkan pada permasalahan yang ada hingga pada deskripsi materi yang dibahas dengan sangat singkat. Hal ini dimaksudkan hanya sebagai penghubung antara pendahuluan dengan isi materi yang akan disampaikan. 3) Tubuh tulisan
Karya ilmiah populer berisi situasi dan proses, disertai penjelasan yang mendalam tentang mengapa dan bagaimana. Selain itu, situasi dan proses di dalam karya ilmiah populer tidak disertai pendapat subyektif.
4) Penutup
Tulisan dalam karya ilmiah populer berisi pesan mengesankan. Di samping itu, berisi suatu simpulan dari uraian ada.
h. Cara Menyusun Artikel
Beberapa cara untuk menyusun sebuah artikel antara lain sebagaimana disebutkan di bawah ini:
1) Pilih fakta aktual yang berkembang di masyarakat;
2) Tentukan topik yang menarik terhadap fakta aktual yang ditemukan; 3) Temukan gagasan substansial terhadap topik yang dipilih;
4) Susun dengan menggunakan bahasa yang sederhana secara konsisten terhadap topik yang dipilih;
5) Hindari semaksimal mungkin terjadinya plagiasi gagasan maupun bahasa yang digunakan. Menggunakan gagasan yang murni dan bahasa yang diolah sendiri akan mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan bahasa orang lain;
74
6) Gunakan tanda baca yang lazim digunakan, hindari teknik penulisan huruf dengan garis bawah, huruf tebal, huruf miring secara bersamaan, tetapi pilihlah salah satu kalau sangat dibutuhkan dengan maksud untuk memberikan penekanan atau keberbedaan makna yang seharusnya.
7) Buatlah judul yang menarik, singkat, dan jelas.
8) Khusus untuk menulis artikel di internet, usahakan memilih topik yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki atau minat utama yang disukai. Usahakan secara konsisten terhadap topik yang dipilih, ada ketersambungan antara topik yang satu dengan topik lainnya sehingga pengunjung akan selalu tertarik dengan tulisan Saudara. Slamet Soeseno dalam Sukino (2010: 185) memberikan saran dalam penyusunan artikel dengan menyederhanakan beberapa langkah antara lain penelaahan tema, memilih pola penggarapan, pengumpulan petunjuk literatur, pengumpulan informasi paling aktual, dan pembuatan catatan dan memulai untuk menulis.
i. Menulis Opini
Tips dan trik menulis opini menurut salah satu sumber dari Surat Kabar Harian antara lain dapat dirangkum sebagai berikut:
1) Mulailah belajar menulis artikel dengan menulis surat pembaca,
2) Sejumlah penulis surat pembaca di Jateng memulai “karier”nya dari menulis surat pembaca,
3) Surat pembaca berisi komplain/masukan atas pelayanan publik seperti jalan, listrik, kartu kredit, dan lain-lain,
4) Cara mengirim artikel diperhatiakan sesuai dengan alamat yang diterakan dalam surat kabar tertentu yang akan kita pilih untuk menerbitkan opini.
5) Surat pembaca dan artikel harus disertai alamat yang jelas, nomor telepon, dan fotokopi KTP atau identitas lain. Pengiriman email disertai dengan KTP yang sudah di-scan atau dikirim bersama hard copy.
j. Alasan Mengapa Tulisan tidak dapat Dimuat di Surat Kabar
Media cetak memiliki standarisasi masing-masing dalam memberikan seleksi diterimanya sebuah naskah artikel. Salah satu media cetak memberikan beberapa pertimbangan diterimanya sebuah naskah artikel sebagai berikut:
1) Tema/topik kurang aktual,
2) Argumen dan pandangan bukan hal baru, 3) Cara penyajian berkepanjangan/bertele-tele, 4) Cakupan terlalu mikro atau lokal,
75
5) Pengungkapan dan redaksinya kurang mendukung,
6) Konteks yang ditemukan tidak sesuai dengan kondisi terkini, 7) Gaya tulisian seperti pidato/menggurui,
8) Tulisan terlalu ilmiah,
9) Sumber kutipan tidak jelas (kutipan jelas, bersumber dari koran, televisi atau sumber lain yang valid),
10)Terlalu banyak kutipan,
11)Diskusi tidak berimbang, misal ada kasus teroris berimbang dengan kasus nasional lain yang sedang ramai dibahas masyarakat,
12)Bahasa tidak populer, 13)Redaksi kurang mendukung,
14)Alinea dalam paragraf pengetikan panjang-panjang, 15)Uraian terlalu datar,
16)Sumir (tidak jelas, miring-miring).
Oleh karena itu, agar tulisan dapat dimuat di media massa, maka dalam menyusun kalimat gunakan kalimat yang dapat dengan mudah dimengerti, sederhana, alihkan ke dalam ragam bahasa populer, memiliki karakter dalam tulisan yang dibuat, tulislah yang akan ditulis dengan apa adanya tanpa dibuat-buat.
k. Contoh Artikel