• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENULISAN KEPUSTAKAAN

Dalam dokumen Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan id (Halaman 39-44)

35 3.5. TATA CARA PENULISAN

3.5.4. PENULISAN KEPUSTAKAAN

d. Kutipan dari sebuah dokumen gereja.

Dokumen dari instansi Gereja misalnya hasil-hasil Konsili, KWI, FABC, dsb.

Contoh kutipan tidak langsung:

Konsili Vatikan II dalam dokumen Sacrosanctum Concilium mengatakan bahwa Allah menghendaki semua umat manusia mengenal dan mengalami keselamatan (1 Tim 2:4). Allah sejak zaman dahulu berulang kali dengan pelbagai cara bersabda melalui perantaraan para nabi (Ibr 1:1), pada puncaknya mewahyukan diri dalam Putera-Nya Yesus Kristus dalam daya kekuatan Roh Kudus mewartakan Kabar gembira, Dialah pengantara Allah dan manusia (SC.5).

Contoh kutipan langsung dari dokumen Gereja yang ditulis oleh seorang Paus

Paulus VI dalam dokumen Evangelii Nuntiandi mengatakan:

“Bagi Gereja, penginjilan (evangelisasi) berarti membawa kabar baik kepada segala tingkat kemanusiaan, dan melalui pengaruh Injil merubah umat manusia dari dalam dan membuatnya menjadi baru: ‘ lihatlah Aku menjadikan segala sesuatu baru‘ (Why 21:5; Kor 5:17;Gal 6:15). Tapi tidak ada kemanusiaan yang baru bila terlebih dahulu tidak ada pribadi-pribadi baru, yang diperbaharui oleh Baptis dan oleh kehidupan yang dihayati menurut Injil. Maksud dari penginjilan ialah perubahan batin ini. Dan bila hal ini harus dirumuskan dalam satu kalimat maka cara yang terbaik

untuk menyatakannya ialah dengan mengatakan bahwa Gereja

melaksanakan penginjilan bila Gereja berusaha mempertobatkan.” (EN. 18).

e. Nama penulis lebih dari satu kata

Jika nama penulis terdiri atas 2 suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan koma. Lihat contoh pada pengutipan langsung dan tidak langsung. ]

f. Nama depan garis penghubung

Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung di antara 2 katanya, maka keduanya dianggap sebagai 1 kesatuan.

Contoh: Frenkel-Brunswik ditulis Frenkel-Brunswik. g. Catatan bawah dan istilah baru

- Catatan bawah

Sebaiknya (kalau tidak perlu sekali) dihindari penggunaan catatan bawah, kecuali untuk bidang studi tertentu, terutama Ilmu Sejarah.

- Istilah baru

Istilah-istilah baru yang belum dibakukan dalam bahasa Indonesia dapat digunakan asalkan konsisten. Pada penggunaan yang pertama kali perlu diberikan padanannya dalam bahasa asing (dalam kurung). Kalau banyak sekali menggunakan istilah baru, sebaiknya dibuatkan daftar istilah di belakang.

3.5.4. PENULISAN KEPUSTAKAAN

Tata cara penulisan kepustakaan ada beberap bentuk. Kalau sudah memili satu bentuk maka tetap konsisten dengan model tersebut. Beberapa hal yang berhubungan dengan penulisan kepustakaan.

a. Urutan sumber kepustakaan ditulis secara alfabetis (abjad) berdasarkan nama akhir (nama family/marga) tanpa diberi nomor urut.

40

b. Urutan penulisan sumber pustaka adalah nama pengarang, tahun terbit, judul buku, penerbit dan tempat terbit. Dibatasi oleh tanda koma (,) kecuali antara penerbit dan tempat terbit diberi antara tanda titik dua (:).

Contoh :

Lunenburg, F.C., dan Ornstein A.C.,2003, Educational Administration,

Wadworth Publising Company Belmont California : A Divisian of Wodswoth Inc.

Suparno Paul, 2008, Action Resarch, Riset Tindakan Untuk Pendidik, Jakarta: Grasindo

c. Penulisan nama

- Nama pengarang yang ditulis adalah nama akhir (family/marga).

- Apabila nama bukan singkatan maka diikuti cukup hanya dengan tanda koma.

Contoh : Subroto, 1996, (judul buku, dst)...

- Apabila sesudah nama besar (family/marga) terdapat nama yang disingkat dengan

huruf pertama maka penulisannnya diikuti dengan tanda titik dan koma. Contoh : Jacobs, T., 2000,...

- Nama yang diikuti dengan singkatan dianggap bahwa singkatannya itu menjadi satu dengan kata yang ada di depannya.

Contoh: William D. Ross Jr. ditulis Ross Jr., W.D.,...

- Nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir diikuti dengan nama kata depan, tengah, dan seterusnya.

Contoh: Sutan Takdir Alisyahbana ditulis: Alisyahbana, T.,... Donald Fisgerald Othmer ditulis: Othmer, D.F.,...

- Apabila seorang pengarang yang sama menulis dua atau lebih tulisan atau buku dan semua tulisannya dipakai sebagai acuan maka contoh penulisannya sebagai berikut :

Hernowo, 2005, Menjadi Guru Kaya, Bandung: MLC.

_________, 2005, Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Membuat Buku,

Bandung: MLC.

_________, 2005, Quantum Reading, Cara Cepat nan Bermanfaat untuk

Merangsang Munculnya Potensi Membaca, Bandung: MLC.

Kecuali penulis yang sama akan tetapi menulis bersama dengan penulis lain tetap ditulis seperti biasa.

Contoh:

Hariwijaya, M., 2007, Metodologi dan teknik Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi untuk Ilmu-ilmu Sosial danHumaniora,Yogjakarta: Elmatera Publising.

Hariwijaya, M., dan Triton P.B., 2007, Pedoman Penulisan Porposal dan Skripsi,

Yogjakarta: Oryza.

- Derajat kesarjanaan tidak perlu ditulis.

d. Penulisan judul buku atau artikel pada setiap huruf pertama kata utama huruf kapital. Sedangkan kata hubung seperti dan, yang, untuk huruf pertama tidak ditulis huruf kapital.

e. Penulisan baris kedua menjorok ke dalam sepanjang 7 ketukan (7 huruf ) dari baris pertama.

f. Penulisan sumber kepustakaan yang merupakan terjemahan:

Contoh :

- Dokumen Gereja:

Konsili Vatikan II, 1993, Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahakan oleh Hardawiryara R., Obor: Jakarta.

41

Clinebell, H., 2002, Tipe-tipe Dasar Pendampingan dan Konseling Pastoral, diterjemahkan oleh Nababan, B.H., dari buku Basic Types of Pastoral Care & Counseling. Resources for the Ministry of healing and Growth,

Yogjakarta: Kanisius dan Jakarta: BPK Gunung Mulia.

g. Nama dan tulisan atau artikel yang ditulis oleh seseorang dalam suatu kumpulan atau buku yang dikumpulkan/diedit oleh seseorang/beberapa orang, maka dalam kepustakaan yang diacu adalah pengarang dan buku kumpulan/editor.

Misalnya kita memakai sumber dari Steward Hiltner, Pengantar untuk Teologi Pastoral, di mana tulisannya ini ada dalam buku dari Prof Tjaard. G. Hommes Th.D., dan E. Gerrit Singgih, Ph.D., (editor), 1992, Teologi dan Praksis Pastoral Antologi Teologi Pastoral, Yogjakarta: Kanisius

Dalam kepustakaan cukup ditulis:

Hommes, T.G., dan Singgih, E.G., (editor), 1992, Teologi dan Praksis Pastoral antologi Teologi Pastoral, Yogjakarta: Kanisius.

h. Sumber dari jurnal, koran, majalah dan koran.

Contoh penulisan:

- Penabur, Jurnal Katektik-Pastoral, Vol. 5, Sekolah Tinggi Pastoral – IPI Malang, Nomor 3, Maret 2005.

- Media, Jurnal Filsafat dan Teologi, Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Volume 1 Nomor 1, Januari 2002.

- Manado Post, 28 Januari 2008.

- Hidup, No. 18 tahun ke-61, 6 Mei 2007.

- Warta Musik Liturgi, No 198, 1 Nopember 1993.

i. Sumber dari internet Contoh penulisan:

- Wikipedia, the free encyclopedia, http// en.wikipedia.org/wiki/, accessed 6 Agustus 2007.

42

KEPUSTAKAAN

Aqib Zainal, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya.

Brannen, J., 1999, Memandu Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif (terjemahan dari Mixing Methods : Qualitative an Quantitative Research oleh Nukthah Arfawie Kurde, dkk), Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Bolman, Lee G dan Terence E, Deal, 1997, Reframing Organization : Artistry, Choice and Leadership, San Fransisco : Jossey-Bass.

Burhan, B., 2003, Analisis Data Penelitian Kualitatif, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

De Porter Bobbi & Hernacki Mike, 2004, Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: PT Mizan Pustaka.

Djamarah S. Bahri., 2000, Guru & Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: PT Rineka Cipta. Drost J.I.G.M., Sekolah Mendidik atau Mengajar, Yogyakarta: Universitas Yogyakarta: Sanata

Dharma, Kanisius.

Dryden Gordon & Vost Jeannette, The Learning Revolution (Revolusi Cara Belajar), penyunting: Baiquni Ahmad, Bandung: PT Mizan Pustaka.

Elliot John, 1991, Action Research for Educational Change Developing Teachers and Teaching Series, Milton Keynes, Philadelphia: Open University Press.

Freire Paulo, 2006, Pacticypation Action Research, Http://en.wikipedia.org.

Glencoe, 2006, Teacher as Researcher –Taking Action Research to Task, Http://en.wikipedia.org,http:www.glencoe.com/sec/teachingtoday/educationupclose.phtml/20 .

Gwynn Mettetal (1998), Classroom Action Research, Http://en.wikipedia.org.

Hasan Iqbal, 2005, Pokok-pokok Materi Statistika 1 ( Statistik Deskriptif), Jakarta: Bumi Aksara. Hernowo, 2005, Menjadi Guru Kaya, Bandung: MLC.

_________, 2005, Menjadi Guru yang Mau dan Mampu Membuat Buku, Bandung: MLC.

_________, 2005, Quantum Reading, Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Membaca, Bandung: MLC.

Kemmis, S., 2007, Action Research in Education, Http://en.wikipedia.org. Lewin Kurt (1994), Action Research, Http://en.wikipedia.org.

Lunenburg, F.C., & Ornstein, A.C., 2000, Educational Administration Concepts and Practice, Third Edition, Belmont, CA : Wadsworth Thomson Learning.

Made Pidarta, 2004, Manajemen Pendidikan Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta.

McNiff, Jean, 1993, Teaching as Learning. An Action Research Approach, New York: Routledge. Miles, M.B., & Huberman A.M., 1984, Qualitative Data Analysis, A Sourcebook of New Methods,

Baverly Hills, CA : Sage Publications, Inc.

Mills Geoffrey, 2007, Action Research: A Guide for The Teacher Researcher, Third Edition, Columbus, Ohio: Person.

Moleong J. Lexy, 2005, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Nggermanto Agus, Quantum Quotient, Cara Praktis Melejitkan IQ,EQ dan SQ yang Harmonis, Bandung: Nuansa.

43

Ramli A. T., 2005, Menjadi Guru Kaya, Bekasi: Pustaka Inti.

Ramli A.T., & Trisyulianti E., 2003, Rahasia Sukses Menjadi Guru Kaya, Pumping Teacher, Berdasarkan Konsep Pendidikan Long Life Education, Jakarta: Grhadika Binangkit Press. Rawis, J.A.M., 2000, Partisipasi Guru Dalam Pengambilan Keputusan di Sekolah Menengah Berprestasi (Studi Kasus pada Sekolah Menengah Umum Negeri I Manado), Tesis, Malang : Universitas Negeri Malang.

_____________, 2004, Fasilitator Kepala Sekolah Dalam Pengimplementasian Program Manajemen Berbasis Sekolah, Malang : Sentra Media.

Reason & Bradbury, 2001, Handbook of Action Research: Participative inquiring and practice, Http://en.wikipedia.org.

Riduwam, 2008, Skala Pengukuran Variabel-variabelPenelitian, Bandung: Alfabeta. Rohani Ahmad, 1997, Media Instruksional Edukatif, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Runtuwene Lastiko, 2008, Implementasi Pengambilan Keputusan dalam Kepemimpinan Partisipatif, Studi Kasus di SMA Frater Don Bosco Manado, Tesis, Manado: Universitas Negeri Manado.

____________________, 2008, Pedoman Penelitian dan Penulisan Skripsi, Tomohon: Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Don Bosco.

Sennet Frank, 2003, Teacher of The Years, New York: The McGrow-Hill Companies Ins.

Silberman Melvin, 2004, Active Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Bandung: Nusamedia. Stringer Ernie, 2004, Action Research: A Handbook for Practitioners, Thousand Oaks, CA: Sage. Sudarwan Danim, 2003, Menjadi Komunitas Pembelajar, Kepemimpinan Transformasional dalam

Komunitas Organisasi Pembelajar, Jakarta: Bumi Aksara. Sugiyono, 2005, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta.

________, 2008, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta.

Sukardi, 2003, Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya, Jakarta: Bumi Aksara. Suparno, Paul, 2008, Action Research, Riset Tindakan Untuk pendidik, Jakarta: Grasindo.

_____________, 1997, Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan, Yogyakarta: Kanisius. Susilo, 2007, Panduan Peneltian Tindakan Kelas, Yogyakarta,Pustaka Book Publiser. Tomal Daniel, 2003, Action Reserach for Educations, Lanham: Scarecrow Education Book.

Wenger Win, 2000, Beyond Teaching & Learning, (memadukan Quantum Teaching & Learning), Gaithersburg: Project Renaisance, penerjemah: Ria Sirait & Puwanto, Bandung: Nuansa. Wikipedia, 2006, Action Research, Http://en.wikipedia.org.

Ubben, G., Hughes L.W., & Norris C.J., 2004, The Principal Creative Leadership for Excellence in Schools, Boston-USA : Pearson Education Inc.

Yin, R., 1997, Studi Kasus : Desain dan Metode, (cetakan kedua), (alih bahasa oleh Djauzi Mudzakir), Jakarta : Raja Grafindo Persada.

44

CONTOH PROPOSAL PTK

Dalam dokumen Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan id (Halaman 39-44)

Dokumen terkait