B. Paparan dan Analisis Data
3) Peran Pengurus Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono
pernak-pernik peralatan komputer juga melibatkan alumni yang telah mempunyai relasi di berbagai gerai resmi komputer.37
3) Peran Pengurus Pondok Pesantren Darul Muta’allimin
pengembangan diri yang bebas namun memenuhi catur nilai.
Perspektif pengurus bahwa alumni adalah sumber daya manusia seutuhnya yang harus dibekali perilaku yang memenuhi catur nilai al ikhtishoshul asasi untuk mewujudkan alumni yang memenuhi nilai waladun sholihun yad’u lah.
Standar pertama dan utama yang ditetapkan dan dijalankan oleh pengurus Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono adalah pendadaran pegangan hidup bahwa profesi apapun yang digeluti alumni baik sebagai pengajar, pedagang, petani, aparatur negara dan sebagainya harus tetap menjalankan ilmu ridlo dengan robithah melalui Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah dengan guru karena dengan rabithah hakikatnya alumni selalu sambung dengan Allah Swt.
dan himbauan untuk tidak meninggalkan wadzifah-wadzifah yang telah diistiqomahkan selama menjadi santri karena dzikir akan membuat hidup menjadi “hidup”. Hal ini di sampaikan Agus Ahmad Haikal Nuqi Zahar dalam petikan wawancara sebagai berikut,
“ ... alumni itu saudara sekaligus sumber daya, Sampai hari ini sumber daya, kita ciptakan kehidupannya, selanjutnya monggo berjuang bebarengan tentunya sesuai keadaan masing-masing.
Seng penting nurut dawuhnya romo Yai, alumni iku ojo lali nyedek nggone Gusti Alloh kanti nenuwun sebab menungso iku butuh nggone pengerane, ojo lali dzikire. Dadi santri iku kudu
‘alim mergo belajar, nggolek barokah kanti ngabdi lan sambung guru lan bakal oleh manfaat mergo tho’at nang guru. Dzikir iku ngresiki lang nguripi opo-opo seng iso mati nalikane isek urip.
Nek pengen urip yo kudu iso nguripi opo ae, ngko lak diuripi karo pengerane. Terlepas apapun yang dikerjakan; pedagang,
dadi wong cilik, wong gedi atau apapun itu jangan lupa untuk nyedak pengeran...”38
Selain berpegang untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan dan melanggengkan ilmu ridla, para alumni juga dihimbau kuat untuk tetap mengatur waktu luangnya buat mengaji di berbagai tempat pengajian walaupun kesempatan untuk nasyrul ‘ilmi tidak semuanya punya. Argumentasi yang dipaparkan adalah bahwa komitmen diri untuk terus mengaji dan melanggengkan ilmu ridla akan menjadi kontrol diri alumni dimanapun tempatnya dan dalam situasi yang selalu berkembang ditengah-tengah tantangan global. Berikut petikan wawancara yang menjelaskan hal ini,
“ ... di lembaga pesantren manapun, tidak semua alumni di pastikan jadi kiai yang tentunya naasyirul ‘ilmi atau diberi kesempatan untuk itu. Semua tujuan mondok pasti nggolek ilmu, tapi ketika pulang tidak semuanya punya kesempatan mulangaken ilmune. Makane romo Yai mesti selalu dawuh, gocekono tenanan, wong seng apik iku seng mucuk dudu seng muncak, opo ae seng mbok lakoni nang omah abot entheng ojo lali nyedek pengeran, dadio wong ‘alim, muta’allim, mustami’in, utowo muhibbin ojo seng nomor limo ... “39
Standar berbagai advis yang dikemukakan oleh pengurus Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono kemudian menjadi sebuah pegangan dalam menghadapi perubahan nilai-nilai pada masa disrupsi tantangan global tentu berdasar pada tuntunan-tuntunan yang berlaku kuat di Ponpes Darul Muta’allimin Kertosono, sangat difahami betul sekaligus dijalankan oleh para alumni, diantaranya;
38 Agus Ahmad Haikal Nuqi Zahar, Wawancara, Kertosono, 17 Juli 2022
39 Agus Ahmad Haikal Nuqi Zahar, Wawancara, Kertosono, 17 Juli 2022
Artinya, “Kalau bukan karena guruku, aku tidak akan mengenal Tuhanku”.40
Artinya, “Ilmu diperoleh dengan belajar pada guru, barokah diperoleh dengan mengabdi pada guru dan kemanfaatan diperoleh dengan mematuhi perintah guru”.41
Habituasi dan internalisasi nilai-nilai luhur dari hadits dan maqolah lisanul ‘Arab diatas diharapkan memunculkan dan menguatkan perilaku alumni bahwa dengan bimbingan guru yang menunjukkan ke jalan Tuhan, alumni mengenal Tuhannya. Bahwa tanpa bimbingan dari guru seorang santri dan alumni tidak akan tahu siapa Tuhan yang wajib disembah diantara banyak “Tuhan-Tuhan”
yang lain. Ilmu yang diresapi dari Kiai, barokah dengan mengabdi dan manfaat yang berbuah dari ketaatan adalah unsur-unsur yang menuntut santri dan alumni sebagai pelakon dan tidak hanya sebagai penonton.
Islam mensyaratkan tindakan nyata bukan pendewaan lisanul maqol (ujaran tata bahasa) saja.
Konsistensi pelakon alumni ini diterapkan dari kata sukkan yang bentuk mufrodnya adalah saakin yang bermakna orang yang menetap
40 KH. Ahmad Darwis Tohari, Wawancara, Kertosono, 31 Juli 2022
41 KH. Ahmad Darwis Tohari, Wawancara, Kertosono, 31 Juli 2022
secara tenang dan berkelanjutan. Bahwa adanya perubahan belum tentu memunculkan perbaikan, tetapi dengan tidak adanya perubahan maka tidak akan ada sebuah pembaharuan.42 Bahwa Islam adalah ajaran agama yang paling luhur dan mulia dan tidak ada satupun ajaran, tindakan dan ucapan yang mengatasnamakan agama lain mampu menandingi kemuliaan dan keluhuran Islam sepanjang nilai-nilai dari ajaran Islam dilaksanakan dan dipegang teguh tidak hanya ritual tetapi juga pemikiran, perasaan dan tindakan pemeluknya secara khusus dibatasi untuk para alumni Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono. Paparan ini merupakan intisari dua nilai akhir yang jalankan dengan sangat baik oleh para alumni Ponpes Darul Muta’allimin Kertosono, yakni:
Artinya, “Keberhasilan itu tergantung kepada orangnya, bukan pada tempat dimana orang itu berada”.43
Artinya, “Islam itu mulia dan luhur dan tidak ada satupun yang akan menandingi kemulian dan keluhurannya”.44
42 Agus Ahmad Haikal Nuqi Zahar, Wawancara, Kertosono, 17 Juli 2022
43 KH. Ahmad Darwis Tohari, Wawancara, Kertosono, 31 Juli 2022
44 Imam Al-Fadil Muhammad bin Ali bin Hajar Al-'Asqalani, Bulughul Maraam, (Surabaya: Darul 'Ilmi, 2013), 275
2. Strategi Pemberdayaan Alumni di Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum