• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen Pare dan (Halaman 132-138)

koresponden sehingga seluruh proses penelitian bisa sangat transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya peneliti menjalankan observasi deskriptif yakni peneliti menggambarkan secara umum kondisi peran alumni, strategi pemberdayaan dan evaluasi pemberdayaan yang ditemui di lapangan. Peneliti terlebih dahulu mengambil data, menganalisisnya lebih lanjut, dan kemudian mempersempit data dan terfokus menggali data peran alumni, strategi pemberdayaan dan evaluasi pemberdayaan. Setelah itu, peneliti mengulangi analisis berkali-kali dan kontinyu dalam analisa dan observasi di lapangan, dan terus mempersempit dengan pengamatan selektif (selective observations). Terkait fokus peran alumni dari penelitian ini misalnya, pengamatan diaksentuasikan pada pembinaan calon alumni dan perilaku partisipatif yang muncul sekaligus karakter partisipatif terhadap peningkatan kualitas pesantren secara berkala. Meski demikian, peneliti tetap melakukan observasi hingga proses akuisisi data dinyatakan selesai.

Catatan sangat diperlukan untuk setiap pengamatan dan hasilnya dicatat dalam buku saku atau sering juga disebut sebagai “catatan lapangan” yang selalu dibawa oleh peneliti. Pencatatan hasil penelitian lapangan adalah agenda wajib yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dalam penelitian kualitatif. Bogdan dan Biklen mengungkapkan hal yang sama, menjelaskan bahwa peneliti di bidang ini harus mencatat segala sesuatu yang terjadi sehubungan dengan fokus penelitian mereka, dan setelah menyelesaikan memo tersebut, peneliti harus segera merangkai hasil tersebut supaya tidak alpa. Notasi atau catatan yang disebutkan oleh teori Bogdan dan Biklen berisi tentang kejadian yang dilihat dan didengar oleh peneliti

ketika berada di lapangan, lebih-lebih apa yang peneliti alami dan pikirkan dalam proses pengumpulan data peran, strategi dan evaluasi serta cerminan pada apa yang diperoleh dari penelitian kualitatif.17

Kegiatan pengamatan dalam penelitian ini ditujukan ke arah; (1) berbagai informasi tentang situasi atau konteks peristiwa yang berkaitan dengan fokus penelitian dan yang terpaut dengan riset yang sedang berjalan, dan (2) informasi tentang peristiwa di lapangan. Kegiatan observasi difokuskan pada tiga hal penting yaitu aktivitas, pelaku, dan tempat. Dalam penelitian ini peneliti membutuhkan informasi mengenai data-data sebagai berikut; (1) lingkungan pondok pesantren, (2) kegiatan yang dilakukan oleh kiai, pengasuh, pengurus, dan alumni, (3) kegiatan pemberdayaan alumni yang dilakukan oleh pesantren khususnya peran alumni, strategi, perencanaan, evaluasi pemberdayaan partisipasi alumni, dan (4) aktifitas-aktifitas lainnya yang masih terkait dengan pemberdayaan alumni di kedua pesantren dalam studi penelitian ini yakni Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare dan Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono. Kegiatan-kegiatan ini diamati, dicatat dan dilanjutkan oleh peneliti ketika berada di lapangan untuk melaksanakan refleksi.

b. Wawancara Mendalam

Kegiatan wawancara ini berfokus pada interaksi antara peneliti dan informan dan mencakup peristiwa, kebutuhan, perhatian, motivasi, tentang orang, organisasi, dan keutuhan.18 Menurut teori Lincoln dan Guba, seorang peneliti harus

17 Bogdan dan Biklen, Qualitative Research for … , 74

18 Lincoln & Guba, Naturalistic Inquiry (Baverly Hills: Sage Publications, 1985), 268

selalu berupaya mendapatkan jawaban-jawaban dari informan sampai memperoleh informasi komprehensif dan lengkap terkait pada tiga titik fokus kajian penelitian dalam studi pemberdayaan alumni pesantren dari perspektif peran alumni, strategi, perencanaan dan evaluasi pemberdayaan alumni di kedua pondok pesantren tersebut.

Wawancara dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai pemikiran dan perasaan subjek penelitian. Peneliti perlu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk subjektivitas peneliti untuk menjaga kehandalan data.

Oleh karena itu, peneliti harus secara konsisten mematuhi penekanan fokus yang tercakup dalam penelitian ini, termasuk mengadaptasi pedoman wawancara dan sumber data untuk referensi dalam wawancara.19 Untuk penelitian ini, peneliti memilih wawancara tidak terstruktur (unstructured interview) dengan menggunakan dua metode. Yang pertama adalah melakukan wawancara tidak terarah atau bebas (non directed and or free interview), dan yang kedua melalui wawancara terarah (directed) yang disebut sebagai wawancara terpusat (focused interview). Alat yang peneliti gunakan untuk melengkapi wawancara adalah paperback dan handphone untuk merekam dan mengambil gambar.

Pertama kali, peneliti melakukan wawancara difokuskan pada pimpinan Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare yaitu KH. Abdul Hannan Ma’shum atau yang mewakili, ketua pengurus, ketua umum BUMP, ketua bagian khodam dan ketua bagian kemasyarakatan. Sedangkan di Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono, peneliti melakukan wawancara dengan KH. Ahmad

19 Nasution S., Metode Penelitian Naturalistik … , 73

Darwis Tohari selaku mudirul ma’had, ketua pengurus, ketua seksi perekonomian, ketua seksi hubungan masyarakat yang merangkap ketua ikatan alumni “Rukun Kehidupan” dan ketua seksi urusan rumah tangga. Wawancara dengan informan yang ditunjuk dilakukan secara formal dan diatur sebelumnya melalui whatsapp untuk menentukan waktu wawancara. Hal ini mengingat setiap informan mempunyai kesibukan masing-masing, apalagi wawancara yang dilakukan dengan pengasuh dan ketua pengurus pesantren. Selama wawancara, peneliti mengajukan beberapa pertanyaan tentang pedoman dan fokus penelitian yang telah dikembangkan sebelumnya.

Wawancara mendalam ini terjadi setelah beberapa kali pertemuan dimana peneliti telah diyakini akrab oleh informan. Selain kuesioner yang diberikan peneliti, peneliti juga meminta izin kepada informan untuk mengambil gambar saat peneliti melakukan wawancara. Alat yang digunakan berupa telepon genggam yang peneliti simpan di saku agar perhatian masyarakat pesantren tidak terganggu dengan kehadiran peneliti. Topik utama yang dibahas dalam wawancara ini adalah fokus penelitian, yaitu; pertama, peran alumni dalam pengembangan mutu Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare dan Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono. Kedua, strategi dan rencana pemberdayaan alumni pesantren dalam pengembangan mutu Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare dan Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono. Ketiga, evaluasi pemberdayaan alumni Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare dan Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono.

c. Dokumentasi

Dokumen dalam riset ini digunakan untuk menunjukkan bahwa data yang didapat peneliti sesuai dengan penelitian. Dokumen penelitian kualitatif harus tetap natural dan konsisten dengan konteks subjek penelitian tanpa terganggu oleh subjektivitas peneliti. Materi dokumen yang diterima peneliti kemudian di analisis guna memperoleh pemahaman dan perluasan pengetahuan terkait hal yang diteliti.

Teknik dokumentasi adalah metode pengumpulan data dari sumber non-manusia, termasuk dokumentasi dan pencatatan hasil baik analog ataupun digital.

Dokumen tersebut dapat berupa catatan-catatan, buku harian, artikel surat kabar, website pesantren, atau berbagai foto kegiatan.20 Peneliti telah memilih metode dokumentasi untuk mengambil data langsung dari lapangan. Data tersebut mengacu pada laporan hasil kegiatan penelitian, hasil rekaman, foto-foto, peraturan-peraturan, dan data lainnya yang terpaut selaras dengan kajian penelitian.21

Penelitian dokumenter digunakan oleh peneliti dalam penelitian lapangan ini karena lima alasan, yaitu; (1) Ketersediaan dan keterjangkauan sumber daya (terutama dalam hal komitmen waktu). (2) Hasil rekaman, catatan lapangan dan dokumen yang berisi informasi yang dianggap akurat dan stabil untuk dianalisis.

(3) Rekaman, catatan dan dokumen yang berisi dokumen yang kaya informasi, mendasar, dan relevan secara konseptual. (4) Sumber informasi yang diperoleh peneliti dari lapangan adalah pernyataan legal yang dianggap layak untuk

20 Lincoln & Guba, Naturalistic Inquiry …, 12

21 Akdon, Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk Administratsi dan Manajemen (Bandung:

Dewa Ruchi, 2008), 137

memenuhi akuntabilitas, dan (5) informasi dalam dokumen non-reaktif untuk memudahkan pendeteksian. Analisis dokumen digunakan sebagai sumber data yang stabil dan berlimpah. Dokumen sebagai sumber data sering digunakan untuk pengujian, interpretasi, bahkan prediksi.

Data yang diperoleh dari dokumentasi merupakan data yang dapat melengkapi data lain dari observasi dan wawancara. Di sisi lain, pelacakan data dokumen dari wawancara dan observasi oleh peneliti dikenal sebagai anotasi.

Untuk mendapatkan data dokumenter dari suatu lapangan peneliti bertemu dengan kesekretariatan pusat Pondok Pesantren Fathul ‘Ulum Kwagean Pare dan Pondok Pesantren Darul Muta’allimin Kertosono.

Dalam dokumen Pare dan (Halaman 132-138)