2 Pengertian Keadilan
D. Sikap Keterbukaan dan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
3. Peran Warga Negara dalam Upaya Menegakkan Keadilan dan Keterbukaan
Peran warga negara dalam upaya meningkatkan sikap keterbukaan dan jaminan keadilan dapat dilakukan melalui partisipasi seluruh komponen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah hingga rakyat biasa. Partisipasi seluruh komponen masyarakat dibutuhkan dalam rangka menumbuhkan sikap keterbukaan, penegakan supremasi hukum serta jaminan, dan penghormatan hak asasi manusia.
Dewasa ini semua komponen masyarakat dan aparatur negara sudah seharusnya mau bekerja sama sebagai mitra kerja untuk kepentingan kemajuan dan kesejahteraan rakyat banyak. Sikap terbuka dan jaminan keadilan merupakan prasyarat menuju terbentuknya clean governance (pemerintahan yang bersih). Oleh karena itu, diperlukan partisipasi konstruktif dari seluruh komponen warga masyarakat untuk saling introspeksi dan koreksi guna mewujudkan hasil kinerja yang optimal dan terhindar dari berbagai kebocoran yang hanya akan memperkaya segelintir orang. Bentuk partisipasi warga negara tersebut antara lain dapat dilakukan sebagai berikut.
a. Pengawasan terhadap Aparatur Negara
Pengawasan terhadap aparatur negara dari berbagai elemen masyarakat dan institusi pemerintah dilakukan untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penyimpangan, pemborosan, pe- nyelewengan, hambatan, kesalahan, dan kegagalan dalam pencapaian tujuan. Sasaran pengawasan adalah mewujudkan dan meningkatkan efisiensi, efektivitas, rasionalitas, dan ketertiban dalam pencapaian tujuan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Oleh karena itu, hasil pengawasan harus dijadikan masukan oleh pimpinan dalam pengambilan keputusan dalam menghentikan, mencegah, dan mencari agar kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, pemborosan, hambatan, dan ketidaktertiban tidak terjadi.
Secara umum pengawasan terhadap aparatur negara di- maksudkan sebagai upaya mencapai kondisi berikut ini.
1) Agar pelaksanaan tugas umum pemerintahan dilakukan secara tertib berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta berdasarkan sendi-sendi kewajaran penyelenggaraan pemerintahan agar tercapai daya guna, hasil guna, dan tepat guna yang sebaik-baiknya.
2) Agar pelaksanaan pembangunan dilakukan sesuai dengan rencana dan program pemerintah serta peraturan perundangan yang berlaku sehingga tercapai sasaran yang ditetapkan.
3) Agar hasil-hasil pembangunan dapat menjadi umpan balik berupa pendapat, kesimpulan, dan saran terhadap kebijakan, pe- rencanaan, pembinaan, dan pembangunan.
4) Agar sejauh mungkin mencegah terjadinya pemborosan, kebocoran, dan penyimpangan dalam penggunaan wewenang, tenaga, uang, dan perlengkapan milik negara. Dengan demikian, akan terbina aparatur yang tertib, bersih, berwibawa, berhasil guna, dan berdaya guna.
b. Peran Masyarakat dalam Upaya Memberantas Korupsi
Korupsi merupakan penyakit masyarakat yang sulit diberantas karena korupsi terkesan telah membudaya dan dilakukan secara sistematis. Mulai dari korupsi yang dilakukan pejabat negara hingga korupsi yang dilakukan pejabat biasa. Misalnya, korupsi waktu, biaya pembuatan KTP, dan pengurusan administrasi tanah.
Sebagai upaya meminimalisasi terjadinya korupsi dibutuhkan peran aktif masyarakat, di antaranya sebagai berikut.
1) Berusaha memahami berbagai aturan yang diterapkan pemerintah pada instansi-instansi tertentu.
2) Mau mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mengurus suatu kepentingan di instansi tertentu.
3) Jika terdapat kejanggalan dalam penerapan aturan, tanyakan dengan baik dan sopan kepada pejabat atau instansi yang berwenang untuk konfirmasi.
4) Bersedia melaporkan atau menginformasikan pelaku korupsi kepada lembaga berwenang, seperti kejaksaan, kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disertai dengan bukti-bukti awal yang memadai (tidak berupa fitnah).
5) Mau menjadi bagian anggota masyarakat yang memberi contoh dan keteladanan dalam menolak berbagai pemberian yang tidak semestinya.
6) Melakukan kampanye preventif (pencegahan) sedini mungkin melalui jalur-jalur pendidikan formal maupun nonformal dengan melaksanakan program seperti pelajar BTP (Bersih, Transparan, Profesional) dan mengadakan lomba poster menolak suap/ korupsi dengan segala bentuknya.
Ketidakadilanterjadi diberbagaibidangkehidupanbaik politik,ekonomi,sosial, maupunbudaya.Berdasarkanpernyataanini,carilahlima beritadimediamassayang mencerminkan ketidakadilan.Analisislahberitatersebutdanberikanpendapatpribadi Andamengenaihal-halyangberkaitandenganketidakadilanpadaberitatersebut.Beri solusi yangdapat dilakukanuntukmewujudkan keadilan dalampermasalahan yang ada. HasilanalisisAndadapatdisusundalambentuktabelseperticontohberikutini.
No. Judul Berita Inti Permasalahan Tanggapan dan Solusi
1. Keterbukaanatautransparansiberasaldarikatadasarterbukadantransparan. Secara harfiah keterbukaan berarti jernih, tembuscahaya, nyata, jelas, mudah dipahami, tidak keliru,tidaksangsi atautidak adakeraguan.Dengan demikian, keterbukaanatautransparansiadalahtindakanyangmemungkinkansuatupersoalan menjadijelasmudahdipahamidantidakdisangsikanlagikebenarannya.
2. Adanyaketerbukaan tidak terlepasdari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.Denganperkembanganteknologidankomunikasi,sulitbahkantidak mungkin untuk menepis danmengendalikan setiapinformasi yang masuk. Era keterbukaansecaratidaklangsungakanmengakibatkanmengecilnyaruangdan waktu.
3. MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia,katakeadilan berasaldarikatadasar adil. Adilmempunyai artikejujuran, kelurusan,dankeikhlasan yangtidak berat sebelah.Dengandemikian,keadilanmengandungpengertiansebagaisuatuhal yangtidakberatsebelahatautidakmemihakdantidaksewenang-wenang.
4. Dalammenciptakankeadilan,prinsiputamayangdigunakansebagaiberikut. a. Kebebasanyangsamasebesar-besarnya,asaltetapmenguntungkansemua
pihak.
b. Prinsip ketidaksamaanyang digunakanuntuk keuntunganbagi pihakyang palinglemah. Prinsip inimerupakan gabungan dariprinsip perbedaandan persamaanyangadilataskesempatan.
5. Macam-macamkeadilansebagaiberikut. a. Keadilankomutatif. b. Keadilandistributif. c. Keadilanlegal. d. Keadilanvindikatif. e. Keadilankreatif. f. Keadilanprotektif. g. Keadilansosial.
6. Ciri-ciriketerbukaandalamkehidupanberbangsadanbernegarasebagaiberikut. a. Pemerintah menyediakan berbagai informasi mengenai kebijakan yang
ditempuhnya.
b. Masyarakatdanmediamassamemilikikesempatanluasuntukmengetahui isiberbagaidokumenpemerintahbaiksecaralangsungmaupuntidaklangsung
(melaluiparlemen).
c. Terbukanyasidangpemerintahbagimasyarakatdanmediamassa. d. Adanyakonsultasipublikyangdilakukanpemerintahsecaraberencana.
7. Karakteristikpemerintahyangbaiksebagaiberikut. a. Partisipasi. b. Aturanhukum. c. Transparan. d. Dayatanggap. e. Berorientasikonsensus. f. Berkeadilan.
g. Efektivitasdanefisiensi. h. Akuntabilitas.
i. Bervisistrategis. j. Kesalingketerkaitan.
8. Penyelenggaraan pemerintahanyangtidak transparanberdampakpada hal-hal berikut.
a. Rendahnya kepercayaanwarganegaraterhadappemerintah. b. Rendahnyapartisipasiwarganegaraterhadapkebijakanpemerintah.
c. Sikapapatiswarganegaradalammengambilinisiatifdanperanyangberkaitan dengankebijakanpublik.
d. KKN akanmerajaleladanmenjadibudayayangmendarahdaging (nilaidominan). e. Krisis moral danakhlak yang berdampak pada ketidakadilan, pelanggaran
hukum,danhakasasimanusia.
9. Dalamupayamendukungketerbukaandalamkehidupanberbangsadanbernegara, perlubeberapalangkahberikut.
a. Terbukadalampenentuankebijakanpublik. b. Mengoptimalkanperanmediamassa. c. Menerapkanprinsip-prinsipdemokrasi.
d. Berupayamengembangkansikappositifdalameraketerbukaan.
10. Bentukpartisipasidalamupayapeningkatanjaminankeadilan danperilakupositif masyarakatdalamupayameningkatkanjaminankeadilan,misalnyasebagaiberikut. a. Memahamihal-halmendasarberkaitandengankeadilan.
b. Kritisterhadapfaktaketidakadilandalammasyarakat.
c. Memantaukinerjalembagayangbertugasmemberikankeadilan. d. Membiasakandiribertindakadildiberbagailingkungan.
Keterbukaan merupakan syarat mutlak bagi suatu pemerintahan yang efisien.Keterbukaanmengandungmakna bahwasetiaporangmengetahuiproses pengambilankeputusanolehpemerintah. Dengan mengetahui, memungkinkan masyarakatturutmemikirkan danpada
akhirnyaikutmemutuskan.Sudahsaatnya rakyatdilibatkandalamprosespolitik. Hal ini karena rakyat adalah bagian dari komponennegara.Denganmengetahui proses pengambilan kebijakan politik, negarapunakanmemperolehkepercaya-
andarirakyatnya.
Jawablah dengan tepat!
1 . Sebutkan ciri-ciri keterbukaan!
2 . Jelaskan pengertian adil menurut Ensiklopedi Indonesia !
3 . Sebutkan tiga contoh sikap yang mencerminkan keadilan dalam bidang sosial budaya!
4 . Mengapa ketaatan terhadap kesepakatan sangat penting dalam kehidupan bersama?
5 . Bagaimanakah prinsip keadilan sosial dalam pembangunan?
6 . Menurut David Beetham dan Kevin Boyle ada lima informasi yang tidak boleh diketahui publik. Sebutkan!
7 . Apakah pengertian Good Governance menurut World Bank?
8 . Sebutkan dampak pelaksanaan pemerintahan yang tidak transparan! 9 . Jelaskan pengertian korupsi, kolusi, dan nepotisme!
10. Bagaimana cara menegakkan nilai-nilai keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?