2 Pengertian Keadilan
E. Sikap Positif terhadap Kerja Sama dan Perjanjian Internasional
Hampir setiap negara di dunia ini melakukan kerja sama dan perjanjian internasional. Hal tersebut merupakan bentuk dari hubungan internasional. Kerja sama internasional dibedakan menjadi tiga bentuk sebagai berikut. 1. Kerja sama bilateral, yaitu kerja sama yang dilakukan antara dua negara. 2. Kerja sama regional, yaitu kerja sama yang dilakukan oleh lebih dari dua
negara dalam suatu wilayah atau satu kawasan.
3. Kerja sama multilateral, yaitu kerja sama yang dilakukan oleh banyak negara atau lebih dari dua negara tanpa terikat suatu wilayah tertentu. Negara-negara yang melakukan kerja sama dan perjanjian internasional akan memperoleh banyak manfaat. Beberapa di antaranya sebagai berikut. 1. Mempermudah penyelesaian masalah.
2. Memenuhi kebutuhan nasional negara-negara yang bersangkutan. 3. Mempererat hubungan antarnegara.
4. Menjamin kepastian hukum.
5. Meningkatnya berbagai kemajuan di berbagai bidang.
6. Menghilangkan sifat permusuhan antarbangsa dan meredakan ketegangan dunia.
7. Terdapat aturan terhadap masalah kepentingan-kepentingan bersama di antara para subjek hukum internasional.
Secara khusus, manfaat yang dapat diperoleh bangsa Indonesia dari kerja sama dan perjanjian internasional sebagai berikut.
1. Bidang ideologi, di antaranya:
a. dapat mengetahui nilai-nilai yang dianut oleh negara lain;
b. dapat terhindar dari pengaruh negatif dari nilai-nilai ideologi yang dianut negara lain; dan
c. diperoleh kesempatan untuk menunjukkan keunggulan ideologi Pancasila dalam setiap berhubungan dengan negara lain.
2. Bidang politik, di antaranya:
a. dapat mengetahui perkembangan politik yang terjadi di negara lain; b. dapat mencontoh aspek-aspek positif dari kehidupan politik di negara
lain; dan
c. mempererat hubungan diplomatik dengan negara lain. 3. Bidang ekonomi, di antaranya:
a. menarik minat negara lain untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi di negara lain;
b. dapat menikmati barang-barang yang diproduksi oleh negara lain; dan
c. terbukanya peluang untuk mengekspor produksi dalam negeri ke negara lain.
4. Bidang sosial-budaya, di antaranya:
a. terbukanya kesempatan untuk mengadakan pertukaran pelajar; b. dapat mendatangkan tenaga ahli untuk bidang tertentu yang
berkaitan dengan kekurangan yang dimiliki negara kita; dan c. dapat saling memperkenalkan budaya masing-masing. 5. Dalam aspek pertahanan dan keamanan, di antaranya:
a. dapat menghindarkan konflik dengan negara lain;
b. terbukanya kesempatan untuk ikut serta dalam proses perwujudan perdamaian dunia; dan
c. terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri.
Pelaksanaan hubungan luar negeri oleh bangsa Indonesia didasarkan pada asas kesamaan derajat, saling menghormati, saling menguntungkan, dan tidak saling mencampuri urusan dalam negeri masing-masing. Keikutsertaan Indonesia dalam hubungan internasional merupakan perwujudan salah satu tujuan nasional yaitu melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Keikutsertaan tersebut dinyatakan dengan membentuk organisasi internasional dan Indonesia sebagai anggotanya memprakarsai pembentukan kerja sama internasional, serta menjadi anggota suatu organisasi internasional. Bentuk keterlibatan Indonesia dalam hubungan internasional terjadi baik dalam bentuk organisasi internasional maupun kerja sama internasional seperti berikut.
1. Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke- 60 pada tanggal 28 September 1950.
2. Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 yang melahirkan semangat dan solidaritas negara-negara Asia-Afrika.
3. Keaktifan Indonesia sebagai salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961.
4. Terlibat langsung dalam misi perdamaian Dewan Keamanan PBB dengan mengirimkan Pasukan Garuda.
5. Indonesia menjadi salah satu pendiri ASEAN.
6. Ikut serta dalam setiap pesta olahraga internasional mulia dari Sea Games, Asian Games, Olimpiade, dan sebagainya.
Untuk meningkatkan kerja sama dan perjanjian internasional maka perlu dikembangkan sikap-sikap positif. Beberapa contoh sikap positif yang dapat dilakukan bangsa Indonesia untuk meningkatkan kerja sama dan perjanjian internasional seperti berikut.
1. Adanya kemampuan dan kesiapan diri untuk memperkenalkan kebudayaan nasional; pertukaran pemuda, pelajar, dan mahasiswa; serta ikut dalam suatu kegiatan olahraga tingkat internasional.
2. Mengikuti perkembangan dunia dengan cermat sehingga dapat mengambil langkah-langkah nyata secara dini apabila terjadi masalah yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
3. Mewujudkan tata ekonomi yang tidak dapat mengganggu stabilitas nasional.
4. Kesiapan dan kemampuan diri untuk menciptakan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
5. Ikut menyukseskan pelaksanaan kerja sama dan perjanjian internasional. 6. Tidak mudah mencurigai negara yang hendak melaksanakan kerja sama
dan perjanjian internasional.
7. Menghormati keputusan negara dalam melaksanakan kerja sama dan perjanjian internasional.
Sikap positif bangsa Indonesia hendaknya diikuti dengan berperan aktif dalam membina dan mempererat persahabatan serta kerja sama yang saling bermanfaat antara bangsa-bangsa demi terwujudnya tatanan dunia baru yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial.
Membuat Kliping
Anda telah memahami tentang manfaat melaksanakan kerja sama dan perjanjian internasional. Sekarang carilah berita tentang pelaksanaan kerja sama internasional yang dilakukan oleh negara Indonesia dari berbagai media cetak. Guntinglah berita-berita yang Anda peroleh dan buatlah sebuah kliping. Jangan lupa, berikan komentar Anda terhadap pelaksanaan kerja sama internasional tersebut.
Lakukan kegiatan di atas secara kelompok. Kumpulkan hasilnya kepada guru untuk dinilai.
1. Hubungan internasional adalah cabang dari ilmu politik yang merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu-isu global di antara negara-negara dalam sistem internasional. Termasuk di dalamnya peran negara-negara, organisasi- organisasi antarpemerintah, organisasi-organisasi nonpemerintah atau lembaga swadaya masyarakat, dan perusahaan-perusahaan multinasional.
2. Sasaran penting yaitu untuk mewujudkan perdamaian dunia dan kekuatan nasional suatu negara.
3. Sarana-sarana hubungan internasional seperti berikut. a. Perjanjian internasional.
b. Pelaksana hubungan internasional.
c. Politik luar negeri negara yang bersangkutan.
4. Hubungan internasional adalah cabang dari ilmu politik yang merupakan suatu studi tentang persoalan-persoalan luar negeri dan isu.
5. Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan oleh dua negara atau lebih yang bertujuan untuk mengadakan akibat-akibat hukum tertentu.
6. Tahap-tahap pembuatan perjanjian internasional berdasarkan Konvensi Wina 1969 sebagai berikut.
a. Perundingan (negotiation). b. Penandatanganan (signature). c. Pengesahan (ratifikasi).
7. Perwakilan diplomatik adalah petugas negara yang dikirim ke negara lain untuk menyelenggarakan hubungan resmi antarnegara.
8. Berdasarkan Konvensi Wina 1969 disebutkan bahwa fungsi perwakilan diplomatik sebagai berikut.
a. Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima.
b. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima di dalam batas-batas yang diizinkan oleh hukum internasional.
c. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima.
d. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima, sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim.
e. Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara.
9. Peran organisasi internasional seperti ASEAN, KAA, dan PBB adalah untuk meningkatkan hubungan internasional.
10. Dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama internasional perlu dikembangkan sikap positif.
Ada banyak manfaat yang dapat kita rasakan dengan menjalin kerja sama dan hubungan internasional. Misalnya, mempermudah penyelesaian masalah dan pemenuhan kebutuhan nasional negara-negara yang bersangkutan, mempererat hubungan antarnegara, menjamin kepastian hukum, dan meningkatnya berbagai kemajuan di berbagai bidang. Oleh karena itu, kita harus selalu mendukung upaya negara Indonesia untuk menjalin kerja sama dan hubungan internasional. Bisa kita bayangkan jika setiap negara mengisolasikan diri dari hubungan dengan negara lain, tentu permasalahan setiap negara akan semakin rumit dan sering terjadi pertikaian internasional karena tidak adanya kepastian hukum.
Jawablah dengan tepat!
1. Mengapa suatu negara perlu mengadakan kerja sama dan hubungan internasional?
2. Jelaskan pengertian hubungan internasional secara umum!
3. Sebutkan sarana-sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan hubungan internasional!
4. Bagaimanakah batasan perjanjian internasional berdasarkan Konvensi Wina tahun 1986 pasal 2 ayat (1a)?
5. Sebutkan tiga fungsi dari perjanjian internasional!
6. Ada bermacam-macam asas yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh subjek hukum yang mengadakan perjanjian internasional. Asas-asas apa sajakah itu? Coba Anda sebutkan!
7. Siapakah yang dimaksud perwakilan diplomatik?
8. Sebutkan tiga alasan berakhirnya perwakilan diplomatik!
9. Organisasi internasional mempunyai peranan dalam meningkatkan hubungan internasional. Mengapa demikian? Jelaskan!
10. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempunyai peran yang sangat banyak dalam dunia internasional. Sebutkan contoh peranan PBB tersebut!
Pengertian Sistem Hukum Internasional Sumber-Sumber Hukum Internasional Asas Hukum Internasional Subjek Hukum Internasional Peranan Hukum Internasional Hubungan Hukum Internasional dengan Hukum Nasional
Hukum dan Peradilan Internasional
Sistem Hukum Internasional Sengketa Internasional dan Sistem PeradilanInternasional Cara penyelesaiannya Sifat Keputusan Mahkamah Internasional Kewajiban Menghargai Putusan Mahkamah Internasional Penyebab Sengketa Internasional Cara Penyelesaian Sengketa Internasional Cara Penyelesaian Sengketa oleh Mahkamah Internasional Menghargai Putusan Mahkamah Internasional Pengertian Sistem Peradilan Internasional Komponen Sistem Peradilan Internasional Mahkamah Internasional Panel Khusus dan Spesial Pidana Internasional Mahkamah Pidana Internasional
Sengketa internasional sering mewarnai kehidupan masyarakat dalam melaksanakan hubungan inter- nasional. Salah satu contoh kasus sengketa internasional yang dialami Indonesia adalah masalah Ambalat. Dalam kasus tersebut, Malaysia berusaha mengklaim Blok Ambalat sebagai wilayahnya. Kapal perang Malaysia berkali-kali melanggar batas wilayah laut teritorial Indonesia. Hal ini menyebabkan kapal-kapal patroli Indonesia beberapa kali bersitegang dengan kapal perang Malaysia di Ambalat.
Penyelesaian sengketa internasional harus sesuai dengan ketentuan hukum internasional. Bagaimanakah upaya penyelesaian sengketa internasional yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang bersengketa? Agar lebih jelas, simak uraian materi pada bab ini.
• sistem hukum • hukum internasional • sistem peradilan • peradilan internasional • sengketa internasional • mahkamah internasional ▼ Gambar 5.1 Kapal perang Indonesia berpatroli di perairan Ambalat.