Lembaga Bantuan Hukum
TAHUN PERISTIWA
III. SIFAT PERBUATAN MELAWAN HUKUM
98. Bahwa Pergaulan masyarakat Internasional yang terkait dengan gugatan in
adalah International Covenan of Economic, social, dan cultural Right (ICESCR) yang harus dihormati oleh bangsa dan negara Indonesia sebagai salah satu negara anggota PBB yang secara Morally Binding terikat dengan Universal Declaration Of Human Right. Tindakan dengan sengaja dan mem- biarkan diskriminasi berlangsung terus-menerus terhadap hak-hak PARA PENGGUGAT merupakan pengabaian atas pergaulan masyarakat Interna- sional ;
99. Bahwa Indonesia Juga merupakan negara yang berpartisipasi dalam
konferensi HAM dunia di Wina pada tahun 1993 yang melahirkan The Vienna Declaration and programme of Action of Human Right, yang me- refirm komitmen dari setiap negara peserta untuk memenuhi obligasi/ kewajiban dalam mempromosikan perlindungan dan pemenuhan universal HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental, seperti juga dinyatakan dalam piagam Perserikatan Bangsa-bangsa ;
100. Bahwa dengan demikian perbuatan PARA TERGUGAT yang telah diuraikan
dalam bab perbuatan melawan hukum telah melanggar pasal 1365 KUH Perdata yang isinya : Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada pihak lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian tersebut, mengganti kerugian tersebut, yang mana PARA TERGUGAT telah melanggar kewajiban hukum dan pergaulan yang diharuskan dalam masyarakat terhadap orang lain, akibatnya PARA PENGGUGAT telah mengalami kerugian baik materiil maupun immateril ; 101. Bahwa berdasarkan uraian tersebut diatas, maka kerugian yang dialami oleh
PARA PENGGUGAT akibat tindakan PARA TERGUGAT harus tetap dipenuhi, meskipun PARA PENGGUGAT melihat ganti rugi tidak semata- mata dalam bentuk materi, tetapi berbentuk juga tuntutan lainnya atas hak- hak dari warga negara Indonesia yang selama ini dibatasi oleh peraturan- peraturan yang diskrimnatif sampai saat ini. Oleh karena itu mohon kiranya Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat cq. Majelis hakim yang memeriksa perkara dapat mengabulkan tuntutan PARA PENGGUGAT tidak hanya difokuskan pada ganti kerugian berbentuk materi ;
102. Bahwa TERGUGAT I sebagai Presiden RI yang sekarang menjabat dan
TERGUGAT V sebagai pembuat kebijakan harus membayar ganti kerugian materil dan immaterial terhadap PARA PENGGUGAT sedangkan TERGU- GAT II, TERGUGAT III dan TERGUGAT IV sebagai penerus pemerintahan sebelumnya bersama-sama TERGUGAT I dan TERGUGAT V harus me- nyatakan permintaan maaf terhadap PARA PENGGUGAT atas per- buatannya membatasi hak-hak ekonomi, sosial dan budaya PARA PENGGUGAT ;
103. Bahwa penghitungan kerugian didasarkan pada nilai penggajian dan/atau
penghasilan dan/atau pensiun dan/atau tunjangan dan/atau pesangon dan/atau sesuai dengan nilai barang milik pribadi yang diperoleh PARA PENGGUGAT, dihitung sejak PARA PENGGUGAT mengalami kerugian akibat stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI sampai dengan gugatan ini diperiksa ;
104. Bahwa oleh karena penghitungan kerugian materil dan immateril yang
diajukan PARA PENGGUGAT sebagai Wakil Kelompok dari Anggota- anggota Kelompok, maka kerugian Anggota Kelompok yang berjumlah 20.000.000.- (dua puluh juta)—korban stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI, identik dengan kerugian Wakil Kelompok I, II, III, IV, V, VI dan VII ;
105. Bahwa mohon majelis hakim dengan ini mengabulkan penghitungan
kerugian materil yang dirinci oleh PARA PENGGUGAT ataupun menga- bulkan penghitungan kerugian sesuai dengan rumusan yang dibuat PARA PENGGUGAT. Bahwa rumusan yang disampaikan dalam gugatan ini menggunakan tanda-tanda baca yang lazim digunakan dalam penghitungan matematis, antara lain: simbol x artinya perkalian, / artinya pembagian, = artinya sama dengan, sebagaimana uraian dibawah ini :
Wakil Kelompok I, yang dipaksa mengundurkan diri dan/atau diberhentikan dan/atau pemutusan hubungan kerja sepihak dan/atau dirumahkan, dan/ atau tidak diberikan status dari tempat bekerjanya dan/atau terpaksa berhenti dan/atau tidak dapat bekerja baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga belum mendapatkan gaji/upah dan/atau pesangon dan/atau tunjangan dan/atau penghasilan ;
Penghitungan tahun 1965
Rp. 5.000.- x (Rp. 125.000.-/Rp. 200.-) x 25 tahun x 12 bulan = Rp. 937.500.000..- (sembilan ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah)
atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Rata-rata gaji/upah/penghasilan dan tunjangan sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI x harga emas sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI dibagi harga emas sekarang x jumlah tahun usia produktif x jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
Wakil Kelompok II, yang belum mendapatkan pensiun pegawai negeri SIPIL/TNI/POLRI ;
Hitungan pada tahun 1983
Rp. 112.500.- x (Rp. 125.000.-/Rp. 2.700.-) 25 tahun x 12 bulan = Rp. 1.562.500.000.- (satu milyar lima ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Rata-rata uang pensiun dari tiga per empat gaji sejak terkena stigma G30S dan/atau PKI x harga emas sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI dibagi harga emas sekarang x jumlah tahun usia pensiun x jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
Wakil Kelompok III, korban penelitian khusus (LITSUS) dan tidak bersih lingku- ngan (dengan tuduhan terlibat PKI secara langsung maupun tidak langsung), sehingga dikeluarkan dari tempat kerjanya dan/atau sulit dapat mencari pekerjaan dan/atau dihambat jenjang karirnya ;
Gaji/upah/penghasilan dan tunjangan Rp. 4.000.000.- x 14 tahun x 12 bulan = Rp. 672.000.000.- (enam ratus tujuh puluh dua juta rupiah)
Uang pensiun/pesangon Rp. 3.000.000.- x 25 tahun x 12 bulan = Rp. 900.000.000.- (sembilan ratus juta rupiah)
TOTAL Rp. 1.572.000.000.- (satu milyar lima ratus tujuh puluh dua juta rupiah) atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Rata-rata gaji/upah/penghasilan dan tunjangan x Jumlah tahun masa produktif bekerja saat terkena penelitian khusus x Jumlah bulan dalam setahun = TOTAL dan
Rata-rata uang pensiun/pesangon x Jumlah tahun usia pensiun/pesangon x Jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
Wakil Kelompok IV, yang dicabut tunjangan veteran dan/atau jasa-jasa kepahlawanannya ;
Rp. 1.000.000.- x 40 tahun x 12 bulan = Rp. 480.000.000.- (empat ratus delapan juta rupiah)
atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Tunjangan veteran sekarang x Jumlah tahun saat terkena stigma G30S dan/atau PKI sampai dengan sekarang x Jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
Wakil Kelompok V, yang dirampas tanah, bangunan dan/atau dirusak, dibakar, dihilangkan harta bendanya ;
Rata-rata luas tanah dan bangunan 1.000.- meter x Rp. 1.000.000.- = Rp. 1.000.000.000.- (satu milyar rupiah)
atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
rata-rata Luas tanah dan luas bangunan x harga tanah dan bangunan sesuai dengan NJOP terkini = TOTAL
Wakil Kelompok VI, yang dikeluarkan dari sekolah dan/atau tidak dapat melanjut- kan jenjang pendidikan karena dituduh terlibat G30S dan/atau dituduh tidak bersih lingkungan (orang tuanya terlibat PKI) ;
Upah/gaji/penghasilan/tunjangan
Rp. 5.000.- x (Rp. 125.000.-/Rp. 200.-) x 25 tahun x 12 bulan = Rp. 937.500.000.- (sembilan ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah) dan
Uang Pensiun/pesangon Hitungan pada tahun 1983
Rp. 112.500.- x (Rp. 125.000.-/Rp. 2.700.-) 25 tahun x 12 bulan = Rp. 1.562.500.000.- (satu milyar lima ratus enam puluh dua juta lima ratus ribu rupiah) atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Rata-rata gaji/penghasilan/tunjangan sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI x harga emas sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI dibagi harga emas sekarang x jumlah tahun usia produktif x jumlah bulan dalam setahun = Total
TOTAL 2.500.000.000.- (dua milyar lima ratus juta rupiah) dan
Rata-rata uang pensiun dan pesangon dari tiga per empat gaji yang diterima sejak terkena stigma G30S dan/atau PKI x harga emas sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI dibagi harga emas sekarang x jumlah tahun usia pensiun x jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
Wakil Kelompok VII, yang dihambat kreasi seni dan dihambat untuk mem- publikasikan hasil-hasil pemikirannya berupa buku-buku dan seni pertunjukan ; Rp. 5.000.000.- x 40 tahun x 12 bulan = Rp. 2.400.000.000.- (dua milyar empat ratus juta rupiah)
atau majelis hakim dapat mengabulkan ganti kerugian dengan rumusan sebagai berikut :
Rata-rata Penghasilan kreasi seni dan budaya x Jumlah tahun sejak terjadi stigma G30S dan/atau PKI sampai dengan sekarang x Jumlah bulan dalam setahun = TOTAL
106. Bahwa untuk memudahkan agar tuntutan kerugian ini terpenuhi dan sampai
yang berjumlah 20.000.000.- (dua puluh juta)—korban stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI, maka dengan ini PARA PENGGUGAT meminta kepada majelis hakim untuk memerintahkan TER- GUGAT I agar membentuk Tim Penghitungan merugian Korban Stigma/ tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI yang bertugas melakukan verifikasi anggota kelompok dengan menggunakan bukti saksi yang menyatakan sebagai korban dan/atau surat dari instansi tertentu, menghitung kerugian dengan rumusan yang diajukan, menyalurkan ganti kerugian kepada anggota kelompok yang telah diverifikasi serta menghitung jumlah anggota-anggota kelompok yang masing-masing diwakili oleh PARA PENGGUGAT dari Wakil Kelompok I sampai dengan VII ;
107. Bahwa PARA PENGGUGAT tidak memiliki kemampuan menghitung jumlah
anggota-anggota kelompok di dalam Wakil-wakil Kelompok, oleh karena itu sudah sepantasnya TERGUGAT I sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan harus diperintahkan oleh majelis hakim untuk melakukan penghitungan sejak perkara ini diputus, meskipun ada upaya verzet, banding dan kasasi dari PARA TERGUGAT ;
108. Bahwa PARA PENGGUGAT telah mengalami tekanan mental dan fisik
selama bertahun-tahun dengan tidak dapat memanfaatkan keahliannya sampai akhirnya berdampak pada ketidakpastian atas pendidikan anak- anak, cucu dan penghidupan yang layak sebagaimana keluarga Indonesia lainnya sampai perkara ini periksa. Selain itu banyak hal-hal yang terjadi terhadap PARA PENGGUGAT akibat stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI adalah kehilangan anggota keluarganya karena stress, tidak dapat memperoleh penghidupan yang layak, dijauhkan dari pergaulan masyarakat, tidak diakui oleh anak dan keluarganya, dan tekanan-tekanan psikologis lainnya yang sampai saat ini masih dirasakan teramat berat oleh PARA PENGGUGAT. Sehingga jumlah kerugian immateril PARA PENGGUGAT tidak dapat dihitung dengan uang, akan tetapi PARA PENGGUGAT memperkirakan kerugian immateril tersebut diperkirakan sebesar Rp. 10.000.000.000.- (sepuluh milyar rupiah) per anggota kelompok ;
109. Bahwa oleh karenanya TERGUGAT I sebagai Presiden RI yang sedang
menjabat dan TERGUGAT V yang membuat kebijakan harus membayar kerugian materil maupun immateril PARA PENGGUGAT secara tunai melalui Tim Penghitungan Kerugian Korban stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI, yang ditransfer lewat rekening Bank yang dimiliki anggota-anggota kelompok atau setidak-tidaknya apabila TERGUGAT I dan TERGUGAT V tidak mampu membayar secara keselu- ruhan dapat pula menyatakan hutang dalam akta autentik atas kerugian materil dan immateril yang diminta oleh PARA PENGGUGAT ;
110. Bahwa PARA PENGGUGAT meminta kepada majelis hakim agar memerin-
tahkan TERGUGAT II, TERGUGAT III, TERGUGAT IV secara bersama- sama dengan TERGUGAT I dan TERGUGAT V menyatakan permintaan maaf secara tertulis kepada PARA PENGGUGAT yang diumumkan melalui
5 (lima) stasiun televisi nasional, 5 (lima) stasiun radio nasional dan 10 (sepuluh) media cetak nasional atas kesengajaan dan kelalaian berbuat dan tidak berbuat sesuatu atas kebijakan yang melanggar hak-hak ekonomi, sosial dan budaya PARA PENGGUGAT sebagai korban stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI ;
111. Bahwa oleh karena bukan hanya PARA PENGGUGAT yang akan merasakan dampak stigma/ tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/ tuduhan/cap PKI, kemungkinan juga warga negara lainnya, maka PARA PENGGUGAT meminta kepada majelis hakim agar memerintahkan TER- GUGAT I untuk segera mengeluarkan kebijakan mencabut peraturan- peraturan dan menghilangkan stigma/tuduhan/cap terlibat G30S dan/atau stigma/tuduhan/cap PKI yang sangat diskriminatif terhadap warga negara dan menyatakan bertentangan dengan hak-hak asasi manusia, yang berada dan/atau ditingkat pemerintah pusat maupun tingkat daerah ;
112. Bahwa meminta kepada majelis hakim, memerintahkan TERGUGAT I untuk
segera mengembalikan dan memulihkan harkat dan martabat PARA PENG- GUGAT sebagai manusia terhormat sebagaimana yang dijaminkan dalam UUD 1945 layaknya warga negara Indonesia lainnya ;
113. Bahwa meskipun ada upaya verzet, banding, dan kasasi, PARA PENGGUGAT meminta agar gugatan dapat dilaksanakan terlebih dahulu, untuk menjamin kepastian pemenuhan dan perlindungan hak-hak warga negara PARA PENGGUGAT;