MODERNISASI MASYARAKAT SUMATERA BARAT
D. Peran Perguruan Tinggi Dalam Modernisasi Sumatera Barat
2. Perguruan Tinggi Sebagai Lembaga Penelitian
Sebagai sarana penelitian, perguruan tinggi mewadahi kegiatan mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan hasil penelitian tersebut. Tentu saja diharapkan mahasiswa melakukan penelitian sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing sehingga dapat muncul suatu inovasi yang kelak bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus diharapkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dalam suatu penelitian interdisiplin dan multidisiplin ilmu.
Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa seyogyanya ditindak lanjuti dan tidak sekedar menjadi laporan hasil penelitian yang bertumpuk. Oleh sebab itu, penelitian yang dilakukan dapat membantu pemerintah dan masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Langka-langkah operasional sudah dilakukan oleh pihak pemerintah dan perguruan tinggi. Mengadakan berbagai lomba penulisan karya tulis ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun gagasan tertulis. Adapun langkah-langkah lainnya yang bisa membangun budaya penelitian di perguruan tinggi adalah mewajibkan mahasiswa membuat jurnal sebelum lulus. Tentu mahasiswa tetap wajib membuat skripsi sebagai tugas akhir.
Selain itu, Pemerintah Sumatera Barat juga melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dalam penelitian. Seperti penelitian yang pernah penulis lakukan tentang permasalahan menjamurnya Pengemis dan Anak Jalanan di Sumatera Barat. Begitu juga penelitian tentang permasalahan sosial politik, misalnya Narkoba, LGBT, serta kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di bidang politik.
Peran perguruan tinggi dalam bidang penelitian lebih banyak diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus membantu pemerintah dalam
209
Wawancara dengan Efrinaldi, lulusan IAIN Bukittinggi yang bekerja pada salah satu lembaga pendidikan menengah.
menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi. Di samping itu aspek penting dari penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi pada prinsipnya adalah upaya mentranmisikan nilai-nilai di tengah masyarakat.
Nilai adalah esensi yang melekat pada sesuatu yang sangat berarti bagi kehidupan manusia,210 khususnya mengenai kebaikan dan tindak kebaikan suatu hal, Nilai artinya sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.211 Nilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, ideal, nilai bukan benda konkrit, bukan fakta, tidak hanya persoalan benar dan salah yang menuntut pembuktian empirik, melainkan sosial penghayatan yang dikehendaki, disenangi, dan tidak disenangi.212
Menurut Chabib Thoha nilai merupakan sifat yang melekat pada sesuatu (sistem kepercayaan) yang telah berhubungan dengan subjek yang memberi arti (manusia yang meyakini). Jadi nilai adalah sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi manusia sebagai acuan tingkah laku.213 Oleh karena itu, nilai adalah sesuatu yang ideal, dan melekat serta bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Nilai sifatnya abstrak dan terkadang tidak dapat dibuktikan secara empirik dan ilmiah.
Nilai yang ingin ditransmisi oleh perguruan tinggi dalam mendidik mahasiswa, sehingga mampu mengarungi era modernitas adalah keterbukaan, kejujuran, dan agamis. Keterbukaan dalam menghadapi berbagai perbedaan, sehingga mahasiswa siap menerima berbagai perbedaan yang sudah menjadi sesuatu yang pasti dalam kehidupan. Sedang kejujuran diharapkan mampu menjadi nilai dasar bagi titik tolak mahasiswa untuk bertindak dan melahirkan pribadi-pribadi yang memilki integritas. Dan yang terakhir adalah agamis, sebuah nilai yang mampu mengayomi dan melindungi mahasiswa dari berbagai kesalahan dan penyimpangan dalam dunia nyata setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.214
Perguruan tinggi Sumatera Barat yang diwakili oleh Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol sangat berperan besar dalam pengembangan disiplin ilmu pengetahuan
210
M. Chabib Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996), Cet. 1, hlm. 61
211
W.J.S. Purwadaminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta; Balai Pustaka, 1999), hlm. 677
212
Mansur Isna, Diskursus Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2001), hlm. 98
213
M. Chabib Thoha, Kapita Selekta Pendidikan Islam ………….., hlm. 61 214
Wawancara dengan Suci Rahmawati, Ketua BEM FPP UNP, Pada tanggal 21 Februari 2018, pukul 10.00 WIB
khususnya dalam bidang penelitian.
Banyak dari hasil penelitian baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol dijadikan sebagai rujukan sekaligus pemecahan permasalahan masyarakat Sumatera Barat. Bidang penelitian yang merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi berjalan dengan baik di kampus Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol. Persoalan masyarakat yang berkaitan dengan disiplin keilmuan masing-masing perguruan tinggi di kaji dengan seksama dan dengan penelitian-penelitian terencana, dimana hasil dari penelitian tersebut bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Sumatera Barat.
Seperti ungkapan salah seorang informan berikut ini: “Tri dharma pergururan tinggi yang mencakup di dalamnya bidang penelitian berjalan dengan baik di kampus Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol. Pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian menjadi prioritas bagi akademisi perguruan tinggi tersebut. Masyarakat Sumatera Barat banyak merasakan dampak positif dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga perguruan tinggi tersebut. Seperti kasus kemiskinan, persoalan pendidikan dan masalah keagamaan yang dihadapi oleh masyarakat Sumatera Barat.”215
Modernitas yang terjadi di kalangan mahasiswa Sumatera Barat berangkat dari peran besar perguruan tinggi. Seperti melakukan penelitian-penelitian ilmiah dan tepat guna bagi masyarakat Sumatera Barat. Penelitian yang dilakukan perguruan tinggi terkait dengan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, kemudian di lakukan pemetaan permasalahan sekaligus mencari solusi yang tepat bersama masyarakat. 3. Perguruan Tinggi Sebagai Lembaga Pengabdian
Sebagai sarana pengabdian masyarakat, perguruan tinggi menfasilitasi mahasiswa untuk melakukan kegiatan konstruktif bagi pengembangan suatu masyarakat; berupa tindak lanjut dari hasil penelitian. Pengabdian pada masyarakat juga berupa pelaksanaan suatu program kegiatan yang dilaksanakan di daerah tertentu.
Program pengabdian masyarakat benyak dilakukan oleh unit-unit kegiatan mahasiswa. Pihak perguruan tinggi juga mewajibkan mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata sebagai suatu syarat penyelesaian studi. Saat ini pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata dilakukan secara bersama dengan pemerintah daerah dalam
215
Wawancara dengan Muhammad Taufk salah seoarang tokoh masyarakat Sumbar pada tanggal 15 Januari 2018.
penetapan lokasi serta ikut membantu program pemerintah dalam rangka pemberdayaan nagari-nagari di Sumatera Barat.
Mahasiswa dalam suatu jurusan dapat menyusun suatu proyek pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, berdasarkan disiplin ilmunya masing-masing. Melalui kegiatan itu pula mahasiswa dapat belajar mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperolehnya di bangku perkuliahan. Sehingga selalu dapat terjadi pengembangan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berdampak positif terhadap masyarakat. Kegiatan-kegiatan pengabdian yang dilakukan disenangi oleh masyarakat, karena memperkuat ketahanan dari masyarakat itu sendiri serta telah memberdayakan masyarakat. Hal ini sekaligus membuktikan keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat. Seperti penuturan salah seorang tokoh masyakrat beriikut ini:
“Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh perguruan tinggi seperti mengirim mahasiswa KKN ke wilayah-wilayah yang ada di Sumatera Barat merupakan bukti nyata keberadaan perguruan tinggi. Kami merasakan dampak yang sangat luar biasa dengan adanya mahasiswa yang KKN di wiliyah kami. Masyarakat merasa terbantu. Kegiatan KKN termasuk dalam bidang pengabdian kepada masyarakat banyak memberikan solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat Sumatera Barat.”216
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bentuk tri dharma peguruan tinggi menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat. Pengabdian yang melibatkan mahasiswa melakukan kegiatan bersama dengan masyarakat merupakan bekal pengalaman bagi mahasiswa, karena pada akhirnya setelah tamat di perguruan tinggi akan kembali ke masyarakat.
Di samping itu melalui pengabdian yang dilakukan, sekaligus telah terjadi transmisi norma antara masyarakat dan mahasiswa. Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Norma disebut pula peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam manjalani interaksi sosialnya.217 Keberadaan norma dalam masyarakat bersifat memaksa individu atau
216
Wawancara dengan Usman, salah seorang tokoh masyarakat Sumatera Barat pada tanggal 15 Januari 2018.
217
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), hlm. 1007.
suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah terbentuk sejak lama.
Norma tidak boleh dilanggar. Siapa yang melanggar norma atau tidak bertingkah laku sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam norma, akan memperoleh hukuman. Norma merupakan hasil buatan manusia sebagai makhluk sosial. Pada awalnya, aturan dibentuk secara tidak sengaja. Lama kelamaan norma-norma disusun atau dibentuk secara sadar. Norma dalam masyarakat berisi tata tertib, aturan, petunjuk standar perilaku yang pantas atau wajar. Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan. Misalnya, cara makan, bergaul, berpakaian merupakan norma-norma yang menjadi acuan dalam berinteraksi.218
Kearifan lokal budaya Sumatera Barat menjadi norma utama yang menjadi pijakan Universitas dalam melaksanakan proses pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Norma yang berlandaskan kepada adat istiadat Minangkabau dan agama Islam menjadi pegangan utama institusi perguruan tinggi dalam pembentukan identitas mahasiswa219. Norma inilah yang ingin ditransmisikan perguruan tinggi kepada mahasiswa dalam menghadapi gempuran permasalahan modernitas.
Program Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan yang telah berlangsung beberapa tahun khususnya di Sumatera Barat, juga menjadi tempat bagi Perguruan Tinggi untuk mengabdikan para sarjana di masyarakat. Melalui program ini para sarjana yang berasal dari beberapa Perguruan Tinggi dapat memfasilitasi pemuda berpendidikan di pedesaan dalam peningkatan pengetahuan, wawasan, sikap dan keterampilannya untuk menggerakkan pembangunan di pedesaan.
Bentuk programnya adalah memfasilitasi lulusan perguruan tinggi yang memiliki persyaratan tertentu, untuk tinggal dan berkarya di desa selama dua tahun. Para sarjana ini bertugas menggerakkan dan mendampingi masyarakat khususnya pemuda, untuk menumbuhkan beragam kegiatan produktif terutama di bidang ekonomi, bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan.
Program ini mempunyai peran penting dalam percepatan pembangunan desa, karena desa adalah cikal bakal kota atau garda terdepan pembangunan. Bahwa pemuda
218
https://ikaribajuwanitasosiologi.files.wordpress.com/2011/04/nilai-dan-norma-sosial.pdf 219
Wawancara dengan Zuwarman Ramadhani, Kader HMI Unand, Pada tanggal 22 Februari 2018, pukul 10.00 WIB
sebagai penggerak dan pelopor pembangunan sudah seharusnya tidak menganggap remeh bekerja di desa, karena berkarya di desa adalah pekerjaan mulia.
Hal yang sama beberapa tahun terakhir juga dilakukan oleh pemerintah kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Sebagai penggerak program-program pemerintah daerah dengan memanfaatkan para alumni perguruan tinggi; baik perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi berlabelkan agama. Misalnya program pemerintah kabupaten Agam; dalam rangka mensosialisasikan serta mengaplikasikan Program Agam Madani dengan berbagai kegiatan yang dirancang. Kabupaten serta Kota lainpun melakukan hal yang sama; umpamanya dalam rangka pengembangan Baitul Maal wa Tamwil di Kecamatan-kecamatan, dengan memanfaatkan para sarjana tamatan IAIN atau UIN khususnya jurusan ekonomi Islam.
Begitu juga para dosen ikut ambil bagian pada posisi centeral di masyarakat. Pengurus Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat; hampir secara keseluruhan berasal dari Dosen Perguruan Tinggi. Pengurus Baznas Sumatera Barat juga adalah para dosen, dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Semua itu wujud peran serta perguruan tinggi dalam menanamkan nilai-nilai modernitas di Sumatera Barat.
Revitalisasi dan optimalisasi peran perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membangun Indonesia lebih baik di masa datang. Indonesia menjadi suatu negara yang maju karena riset-riset dari pihak perguruan tinggi. Indonesia yang ilmuwannya bukan sekedar tenaga ahli atau pekerja, tetapi seorang intelektual yang mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuannya dalam kehidupan masyarakat serta memperhatikan nilai-nilai humanistik.
Peran Perguruan Tinggi dalam Modernisasi di Sumatera Barat
Tridharma PT Internalisasi Peran PT
Sebagai Lembaga Pendidikan - Menciptakan budaya demokratis, transparansi, kejujuran dan lain-lain
- Sumberdaya Manusia yang berkualitas dan kompeten di bidang keilmuannya
- Integrasi keilmuan; antara ilmu agama dan tekhnologi informasi
Sebagai Lembaga Penelitian - Pengembangan ilmu pengetahuan; lahirnya temuan-temuan baru
- Melahirkan peneliti dan pengamat masalah politik, social kemasyarakatan.
Pengabdian Masyarakat - Pemberdayaan masyarakat; agar masyarakat dapat bergerak sendiri untuk
melakukan perubahan
- Sarjana penggerak pembangunan pedesaan; melakukan pendidikan serta modernisasi di pedesaan.
E. Masyarakat Modern Sumatera Barat