MODERNISASI MASYARAKAT SUMATERA BARAT
D. Peran Perguruan Tinggi Dalam Modernisasi Sumatera Barat
1. Pergururan Tinggi Sebagai Lembaga Pendidikan
Sebagai lembaga pendidikan, Perguruan Tinggi berperan dalam menfasilitasi mahasiswa memperoleh wawasan yang luas terhadap kehidupan manusia. Perguruan Tinggi membantu mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang ilmu yang digelutinya. Perguruan Tinggi juga membantu mahasiswa mengembangkan minatnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya.201 Perguruan Tinggi memberikan peluang yang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan. Dengan demikian, dapat dihasilkan lulusan yang berkompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Selain itu, Perguruan Tinggi juga berperan dalam menjalankan pendidikan karakter terhadap mahasiswa. Pendidikan karakter ini tentu saja bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai tertentu kepada mahasiswa. Nilai-nilai yang seyogyanya ditanamkan kepada mahasiswa adalah nilai-nilai humanistik seperti menghargai perbedaan antara sesama manusia, kolaborasi, dan bersifat terbuka.202
Selain nilai-nilai manusiawi, Perguruan Tinggi juga harus menanamkan nilai-nilai kemandirian, kebijaksanaan, dan ketekunan. Perguruan Tinggi juga seyogyanya menjadi wadah penanaman nilai-nilai religiusitas sehingga mahasiswa tidak mudah terombang-ambing dalam perkembangan zaman.
Penanaman nilai-nilai karakter akan menghasilkan lulusan-lulusan yang tangguh dan memiliki integritas yang tinggi. Pada akhirnya lulusan-lulusan tersebut tidak hanya berkompeten dalam bidangnya, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Penanaman nilai-nilai karakter akan membentuk suatu budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi yang saat ini sudah mulai pudar.
Jika hal ini dihayati dan dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka tindakan-tindakan kurang manusiawi yang dilakukan oleh lulusan perguruan tinggi dapat diminimalisir. Tindakan korupsi, plagiat, dan penipuan dapat dikurangi karena
200Syahrin Harahap, “Kiprah Perguruan Tinggi Islam dalam Pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan Pemberdayaan Masyarakat Manusia Indonesia di Kancah Globalisasi”, dalam
Perguruan Tinggi Islam di Era Globalisasi, Tim IAIN Sumatera Utara, (Yogyakarta: Tiara
Wacana: 1998), hlm. xiii 201
Kotler, Philip and Fox, Karen F.A., Strategi Marketing for Educational Institutions, (New Jersey: Prentice Hall, Inc., 1995), hlm. 82.
202Slameto, “Peran Perguruan Tinggi Meningkatkan Daya Saing Bangsa”, http://www.ispi.or.id. Diakses pada tanggal 15 Januari 2018.
mahasiswa akan sadar akibat dari perbuatannya bagi dirinya dan masyarakat secara luas.
Pendidikan merupakan langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui pendidikan masyarakat Indonesia dapat terbina menjadi masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan potensinya masing-masing. Dengan demikian bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju di era globalisasi ini.
Lebih dari itu, pendidikan memiliki fungsi yang luhur. Pendidikan berfungsi sebagai agen cultural. Melalui pendidikan, dapat terbina masyarakat yang berbudaya yang dapat membentuk suatu peradaban bangsa ke depannya, yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sejalan dengan nilai-nilai humanistik.
Pendidikan sebagai agen budaya yang berfungsi sebagai tranmisi budaya yang diwariskan secara turun temurun pada generasi berikutnya. Menurut Geertz kebudayaan adalah pola dari pengertian-pengertian atau makna yang terjalin secara menyeluruh dalam simbol-simbol yang ditransmisikan secara historis, suatu sistem mengenai konsepsi-konsepsi yang diwariskan dalam bentuk-bentuk simbolik yang dengan cara tersebut manusia berkomunikasi, melestarikan dan mengembangkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kehidupan.203 Pendapat ini menekankan bahwa kebudayaan merupakan hasil karya manusia yang dapat mengembangkan sikap mereka terhadap kehidupan dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui proses komunikasi dan belajar agar generasi yang diwariskan memiliki karakter yang tangguh dalam menjalankan kehidupan.
Kebudayaan merupakan sesuatu yang lahir dari pemikiran manusia akibat respon dari berbagai pengalaman yang dialami oleh manusia di dalam kehidupannya. Respon ini ditransimisikan dari masa ke masa melalui proses belajar dan komunikasi. Kebudayaan tidak terbatas dipahami sebagai adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat, tetapi segala sesuatu yang diyakini oleh masyarakat dan diamalkan dalam kehidupannya adalah budaya dalam arti luas.
Mahasiswa diajarkan untuk memiliki budaya ilmiah dalam pelaksanaan kegiatan pendidikannya dan pengamalan Tri Dharma di perguruan tinggi. Hal ini diejawantahkan dalam bentuk berbagai program peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa seperti
203
suasana transfer ilmu di perkuliahan yang kondusif, diskusi-diskusi, seminar-seminar umum dari skala lokal, nasional hingga internasional, pertukaran pelajar (student exchange), berbagai program pembinaan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu memberikan pencerahan pada masyarakat.204
Selanjutnya, perguruan tinggi berupaya mengajarkan budaya demokratis dan transparansi dalam pengelolaan kegiatan di Universitas. Mahasiswa disediakan lembaga, organisasi, unit kegiatan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan tanggungjawab. Setiap kebijakan, keputusan dan kegiatan yang dilakukan oleh universitas di sampaiakan secara transparan oleh pimpinan universitas melalui Wakil Rektor III atau Wakil Dekan III yang bertanggung jawab mengurusi urusan kemahasiswaan.205
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang paling tinggi dalam tingkatan pendidikan di Indonesia telah menghasilkan ahli-ahli di berbagai bidang kehidupan. Seperti di perguruan tinggi Unand dan UNP telah banyak melahirkan tokoh nasional di bidang sosial, politik, hukum dan ekonomi yang disegani banyak orang. Begitu juga dengan perguruan tinggi UIN Imam Bonjol Padang yang berkontribusi mencetak tokoh-tokoh agama nasional.
Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan salah seorang informan berikut ini:
“Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi Indonesia banyak berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa. Seperti perguruan tinggi Unand banyak menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkualitas dalam bidang keilmuan mereka masing-masing. Tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Sumatera Barat beberapa dekade terakhir ini banyak berasal dari perguruan tinggi Unand.”206
Selain menghasilkan tokoh-tokoh nasional yang kompeten pada bidang keilmuan masing-masing, perguruan tinggi Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol juga banyak menghasilkan tokoh-tokoh masyarakat yang cukup disegani di Sumatera Barat.
204
Wawancara dengan Suci Rahmawati, Ketua BEM FPP UNP, Pada tanggal 21 Februari 2018, pukul 10.00 WIB
205
Wawancara dengan Meli, Ketua HIMA Jurusan Tata Rias UNP, Pada tanggal 20 Februari 2018, pukul 13.00 WIB
206
Wawancara dengan Zainal, tokoh masyarakat Sumatera Barat, pada tanggal 10 Januari 2018.
Perguruan tinggi Sumatera Barat yang diwakili oleh Unand, UNP dan UIN Imam Bonjol juga banyak berkontribusi menghasilkan sarjan-sarjana unggul dan kompeten dalam bidang keilmuan masing-masing. Lulusan Unand dan UNP misalnya sudah banyak ditunggu oleh instansi baik pemerintah maupun swasta untuk bekerja di tempat mereka. Hal ini diperkuat oleh pernyataan salah seorang informan berasal dari Unand berikut ini:
“Perguruan tinggi yang cukup diperhitungkan dalam dunia pekerjaan di Sumatera Barat pada beberapa dekade terakhir ini, salah satu adalah perguruan tinggi Unand. Lulusan pergururan tinggi Unand banyak diserap di lapangan pekerjaan; baik institusi pemerintah maupun institusi swasta. Tingginya angka kerja yang berasal dari lulusan perguruan tinggi Unand menandakan bahwa perguruan tinggi Unand menghasilkan lulusan-lulusan yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Begitu juga dengan perguruan tinggi UNP yang berkontribusi dalam pemenuhan tenaga pendidikan (guru). Terpenuhinya Sumber Daya Manusia di bidang tenaga pendidik di Sumatera Barat merupakan bukti nyata peran perguruan tinggi. Kondisi ini juga telah melatar belakangi tumbuh dan berdirinya lembaga-lembaga pendidikan swasta yang tidak kalah kualitasnya dengan pendidikan negeri yang tersebar di Sumatera Barat.”207
Di samping itu, Perguruan Tinggi Islam idealnya dapat meningkatkan upaya penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, agar umat Islam memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif di kancah global208. Peran tersebut telah dijalankan oleh perguruan tinggi Islam di Sumatera Barat; UIN Padang serta IAIN Bukittinggi. Dibukanya Program Studi-Program Studi Umum seperti Tekhnik Informatika Komputer, Matematika, bahasa Inggris dan lain-lain adalah bukti kepedulian perguruan tinggi Islam terhadap tekhnologi.
Lulusan yang memiliki kemampuan informasi dan tekhnologi telah dirasakan banyak pihak terutama lembaga pendidikan menengah yang ada di Sumatera Barat serta masyarakat secara umum. Salah seorang informan tamatan IAIN Bukittinggi menyampaikan bahwa keberadaan mereka di lembaga pendidikan menengah (tempat mereka bekerja) sangat dibutuhkan, karena Sistem Informasi serta Pangkalan Data yang
207
Wawancara dengan Adil Fadhani alumni Unand pada tanggal 20 Januari 2018. 208Syahrin Harahap, “Kiprah Perguruan Tinggi Islam………., hlm. xii
menjadi program pemerintah dapat dimaksimalkan209.
Hal ini menunjukan bahwa modernisasi yang terjadi di Sumatera Barat merupakan wujud peran perguruan tinggi. Proses modernisasi di kalangan mahasiswa serta masyarakat Sumatera Barat diawali dari peran lembaga perguruan tinggi dalam melaksanakan serta mengembangkan pendidikan, penelitian sekaligus pemberdayaan terhadap masyarakat secara umum.