• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Dalam dokumen PENAWARAN UMUM TERBATAS I (Halaman 70-75)

A. Izin Operasional

V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN

3. Analisa Keuangan

3.2. Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Berikut ini adalah perkembangan aset, kewajiban dan ekuitas Perseroan :

Grafik Perkembangan Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Pada Tanggal 31 Desember 2007, 2008, 2009 dan 31 Agustus 2010 (dalam miliar Rupiah)

3.2.1. Aset

Berikut adalah perincian mengenai akun-akun dalam aset Perseroan:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Agustus 31 Desember

2010 2009 2008* 2007*

Aset Lancar

Kas dan setara kas 31.605 23.839 23.734 852.669

Bank yang dibatasi penggunaannya - - - 20.869

Investasi jangka pendek 25.956 199.470 288.987 198.378 Piutang usaha :

Pihak hubungan istimewa - - 4.145 2.206

Pihak ketiga - bersih 10.033 15.166 19.000 15.852

Piutang lain-lain 1.827 1.262 1.423 9.674

Persediaan – bersih 184.464 32.590 81.876 173.526

Pajak dibayar dimuka 41.061 61.137 81.158 101.503

Biaya dibayar dimuka 63.140 44.296 54.791 89.783

Aset lancar lainnya 20.832 63.302 66.766 10.246

Jumlah Aset Lancar 378.917 441.063 621.880 1.474.706

Aset Tidak Lancar

Aset pajak tangguhan 166.512 195.355 244.619 134.994

Aset tetap – bersih 3.521.200 3.505.513 3.613.932 2.650.484 Goodwill dan aset tidak berwujud – bersih 164.107 172.327 184.657 189.816

Beban tangguhan – bersih - - 5.934 76.906

Biaya dibayar di muka jangka panjang 126.422 98.111 86.113

Aset tidak lancar lainnya 330.906 344.566 4.799 9.838

Jumlah Aset Tidak Lancar 4.197.880 4.315.872 4.140.054 3.062.038

Jumlah Aset 4.688.064 4.756.935 4.761.935 4.536.744

Keterangan: * disajikan kembali

Perbandingan total aset pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp4.688.064 juta atau menurun 1,45% dari jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2009. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan investasi jangka pendek, yaitu sekitar 86,99%, meskipun terjadi peningkatan persediaan.

4.537 4.762 4.757 4.688 4.663 3.964 4.305 727 793 25 2.741 1.796

31-Des-07 31-Des-08 31-Des-09 31-Ags-2010

Penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp173.514 juta atau menurun 87% disebabkan karena Perseroan melakukan penarikan investasi yang dananya digunakan keperluan operasional.

Persediaan – bersih mengalami kenaikan sebesar Rp151.874 juta atau 466% sebagian besar disebabkan karena Perseroan melakukan pembelian handset (dengan berbagai type dan dan merk) untuk program penjualan yang dilakukan Perseroan.

Aset tetap mencakup 75% dari total asset. Aset tetap terbesar adalah infrastruktur telekomunikasi (62%) yg terdiri dari peralatan network dan penunjangnya seperti genset dan perangkat listrik.

Biaya dibayar dimuka terdiri dari sewa jaringan ke pihak ketiga dan biaya atas penggunaan spektrum frekuensi radio (BHP frekuensi) ke Dirjen Postel.

Aset tidak lancar lainnya sebagian besar terdiri dari uang jaminan sewa yang diberikan Perusahaan untuk mendapatkan jaminan kontinuitas pemberian jasa dari para pemasok serta untuk mendukung proses restrukturisasi hutang Perusahaan.

Perbandingan total aset pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami penurunan yang tidak signifikan dibanding dengan tanggal 31 Desember 2008, yaitu sebesar Rp5.000 juta atau 0,1%. Aset lancar menurun sebesar 29,1%, sebagai akibat dari penurunan investasi jangka pendek sebesar Rp89.518 juta karena penarikan dana yang digunakan untuk keperluan operasional, penurunan persediaan sebesar Rp49.285 karena penjualan handset, penurunan pajak dibayar dimuka sebesar Rp20.021 juta terutama disebabkan karena Perseroan menerima restitusi pajak penghasilan badan, serta penurunan piutang usaha sebesar Rp7.978 juta disebabkan karena kenaikan penyisihan piutang.

Jumlah aset tidak lancar meningkat sebesar 4,2%, terutama disebabkan oleh peningkatan bersih aset lain-lain sebesar Rp339.767 juta karena adanya security deposit atas perjanjian penyediaan sirkit dan infrastruktur menara. Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp49.264 juta dan penurunan aset tetap sebesar Rp108.420 juta yang disebabkan karena adanya penjualan gedung dan menara BTS.

Perbandingan total aset pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007

Jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 adalah sebesar Rp4.761.935 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp225.191 juta atau 5,0% dibandingkan jumlah aset tahun 2007 sebesar Rp4.536.744 juta. Pada tanggal 31 Desember 2008, aset lancar menurun 57,8% terutama disebabkan oleh penurunan kas dan setara kas serta bank yang dibatasi penggunaannya sebesar 97,2%. Saldo kas dan setara kas serta bank yang dibatasi penggunaannya di 2007 mencerminkan perolehan dana obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan dan dan tersebut mulai digunakan di 2008, penurunan persediaan sebesar 52,8% karena penjualan handset, serta penurunan pajak dibayar di muka sebesar 20,0% karena Perseroan menerima restitusi pajak penghasilan badan. Penurunan tersebut diimbangi oleh peningkatan investasi jangka pendek sebesar 45,7% yang dananya berasal dari obligasi yang diterbitkan Perseroan, peningkatan aset lancar lainnya yang sebagian besar berupa uang muka kepada pemasok sebesar 551,7%, peningkatan biaya dibayar di muka sebesar 39,0% terutama karena kenaikan sewa jaringan ke pihak ketiga dan peningkatan piutang usaha bersih sebesar 28,2% terutama karena kenaikan tagihan pelanggan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, aset tidak lancar tercatat meningkat 35,2%. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan bersih aset tetap sebesar Rp963.449 juta seiring dengan proyek perluasan jaringan selama tahun 2008, termasuk penambahan bersih aset tetap sewa pembiayaan sebesar Rp390.023 juta yang merupakan menara-menara pemancar yang disewa dari sejumlah penyedia menara. Transaksi sewa ini diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan karena secara substansial seluruh risiko

3.2.2. Kewajiban

Berikut adalah perincian mengenai akun-akun kewajiban Perseroan :

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Agustus 31 Desember

2010 2009 2008* 2007*

Kewajiban Lancar

Hutang Bank - - -

Wesel bayar - - -

Hutang usaha :

Pihak hubungan istimewa 32 116 3.248 1.463

Pihak ketiga - bersih 488.587 391.554 576.003 72.107

Hutang jangka pendek 726.000 80.000 -

Hutang lain-lain 58.836 48.311 160.403 15.418

Hutang pajak 8.552 12.109 23.103 7.212

Biaya masih harus dibayar 645.020 604.229 225.965 100.800 Pendapatan diterima di muka 13.642 18.324 23.394 106.100

Uang jaminan pelanggan 24.352 16.908 13.290 16.703

Hutang jangka panjang yang jatuh tempo

dalam satu tahun 91.161 97.658 60.783 25.174

Jumlah Kewajiban Lancar 2.056.181 1.269.211 1.086.189 344.977

Kewajiban Tidak Lancar

Hutang kepada pihak hubungan istimewa - - 7.178 16.562 Hutang jangka panjang setelah dikurangi

bagian jatuh tempo dalam satu tahun 1.033.944 1.125.659 1.169.014 775.592 Hutang obligasi 1.513.403 1.519.418 1.733.013 1.571.129

Pinjaman jangka panjang - - -

Hutang jangka panjang lain - - -

Kewajiban imbalan pasca kerja 59.377 50.115 39.223 32.297

Negatif goodwill - net - - -

-Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 2.606.724 2.695.192 2.948.428 2.395.580

Jumlah Kewajiban 4.662.905 3.964.402 4.034.616 2.740.557

Keterangan: * disajikan kembali

Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009

Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp4.662.905 juta atau meningkat 17,62% dari jumlah kewajiban pada tanggal 31 Desember 2009. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan hutang jangka pendek sebesar 807,50%.

Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008

Jumlah kewajiban Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami penurunan yang tidak signifikan sebesar Rp70.214 juta atau 1,7% dibandingkan jumlah kewajiban tahun 2008. Pada tanggal 31 Desember 2009, kewajiban lancar meningkat 16,8% yang terutama disebabkan oleh kenaikan biaya masih harus dibayar sebesar Rp378.264 juta, yang sebagian besar merupakan biaya bunga dan biaya penggunaan frekuensi, serta adanya pengakuan surat hutang komersil sebesar Rp80.000 juta pada tanggal 31 Desember 2009. Kenaikan tersebut diimbangi dengan penurunan hutang usaha sebesar Rp187.580 juta dan penurunan hutang lain-lain sebesar Rp112.091 juta. Penurunan hutang tersebut terutama disebabkan oleh adanya restrukturisasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan melakukan konversi hutang menjadi modal saham.

Pada tanggal 31 Desember 2009, kewajiban tidak lancar menurun 8,6%, terutama disebabkan oleh penurunan hutang obligasi sebesar Rp213.595 juta akibat konversi sebagian hutang obligasi Rupiah menjadi modal saham.

Perbandingan total kewajiban pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007

Jumlah kewajiban tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar Rp1.294.059 juta atau 47,2% dibandingkan tahun 2007. Kewajiban lancar meningkat 214,9%, terutama disebabkan oleh meningkatnya hutang usaha sebesar Rp505.680 juta yang sebagian besar merupakan hutang atas pembelian peralatan infrastruktur telekomunikasi, kenaikan hutang lain-lain sebesar Rp144.985 juta terutama karena pengakuan hutang atas kerugian nilai wajar instrumen keuangan derivatif, kenaikan biaya masih harus dibayar sebesar Rp125.165 juta dan kenaikan hutang sewa pembiayaan jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp35.609 juta. Pada tanggal 31 Desember 2008, kewajiban tidak lancar tercatat meningkat 23,1%, terutama disebabkan oleh peningkatan hutang sewa pembiayaan jangka panjang sebesar Rp393.422 juta sehubungan dengan sewa menara pemancar, kenaikan hutang obligasi akibat depresiasi nilai Rupiah terhadap USD yang mempengaruhi Guaranteed Senior Notes yang diterbitkan oleh Anak Perusahaan sebesar Rp161.884 juta, kenaikan kewajiban imbalan pasca kerja sebesar Rp6.926 juta serta terkompensasi atas penurunan hutang kepada pihak hubungan istimewa sebesar Rp9.384 juta.

3.2.3. Ekuitas

Berikut adalah perincian mengenai akun-akun ekuitas Perseroan:

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 31 Agustus 31 Desember

2010 2009 2008* 2007*

Modal saham 2.863.594 2.663.476 2.023.587 2.023.587

Tambahan modal disetor 726.701 725.100 533.134 533.134

Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali - - 42.245 42.245 Saldo laba (defisit) :

Ditentukan penggunaannya 100 100 100 100

Tidak ditentukan penggunaannya (3.565.237) (2.596.144) (1.871.748) (802.880)

Jumlah Ekuitas 25.159 792.532 727.318 1.796.186

Keterangan: * disajikan kembali

Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Agustus 2010 dan 31 Desember 2009

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp25.159 juta atau menurun 96,83% dari jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya saldo defisit Perseroan akibat kerugian yang dialami selama periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010.

Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 mengalami peningkatan sebesar Rp65.214 juta atau 9,0% dibandingkan jumlah ekuitas tahun 2008. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh konversi sebagian hutang obligasi menjadi modal saham yang dilakukan pada tahun 2009.

Perbandingan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007

Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2008 mengalami penurunan sebesar Rp1.068.868 juta atau 59,5% dibandingkan tahun 2007. Penurunan ini diakibatkan oleh rugi bersih yang dialami Perseroan selama tahun 2008.

3.3 Likuiditas, Solvabilitas dan Rentalbilitas 3.3.1. Likuiditas

Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar, yaitu perbandingan aset lancar terhadap kewajiban lancar dan merupakan indikator kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 memiliki rasio lancar sebesar 0,18 kali, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 masing-masing memiliki rasio lancar sebesar 0,35 kali, 0,57 kali, dan 4,27 kali.

3.3.2. Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan untuk memenuhi seluruh kewajiban dengan menggunakan seluruh aset atau ekuitas. Solvabilitas diukur dengan membandingkan jumlah kewajiban dengan jumlah ekuitas (solvabilitas ekuitas), maupun jumlah kewajiban dengan seluruh jumlah aset (solvabilitas aset). Solvabilitas ekuitas Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah 185,34 kali sedangkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007, adalah 5,00 kali, 5,55 kali dan 1,53 kali. Solvabilitas aset Perseroan periode 8 (delapan) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2010 adalah 0,99 kali, sedangkan untuk tahun yang berakhir pada pada tanggal–tanggal 31 Desember 2009, 2008 dan 2007 adalah 0,83 kali, 0,85 kali, dan 0,60 kali.

3.3.3. Rentabilitas

Rentabilitas antara lain diukur dengan rasio-rasio Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin), Imbal Hasil Aset (Return on Assets) dan Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity).

Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin) menggambarkan tingkat kembalian keuntungan bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap pendapatan bersih.

Imbal Hasil Aset (Return On Assets) menggambarkan efektivitas perseroan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aset yang dimiliki yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total aset.

Imbal Hasil Ekuitas (Return On Equity) menggambarkan efektivitas perseroan di dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan ekuitas yang dimiliki yang diukur dengan membandingkan laba bersih terhadap total ekuitas.

(dalam jutaan Rupiah)

Keterangan 8 bulan 31 Desember

2010 2009 2008* 2007*

Marjin laba bersih -356,6% -134,8% -115,4% 4,5%

Imbal hasil rata-rata aset na -15,2% -23,0% 1,3%

Dalam dokumen PENAWARAN UMUM TERBATAS I (Halaman 70-75)