A. Izin Operasional
V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
3. Analisa Keuangan
3.1 Perkembangan Pendapatan dan Laba Perseroan
3.1.1. Perkembangan Pendapatan Usaha Bersih
Pendapatan usaha terdiri dari pendapatan (i) layanan telekomunikasi dan (ii) layanan interkoneksi. Jasa telekomunikasi CDMA Perseroan merupakan sumber utama pendapatan Perseroan yang terdiri dari pendapatan layanan jasa telekomunikasi berupa (i) Percakapan, (ii) Layanan Pesan Singkat (SMS), (iii) Data, (iv) Abonemen dan (v) Lain-lain. Perseroan juga memperoleh pendapatan dari interkoneksi domestik dan internasional yang diterima dari penyelenggara telekomunikasi lainnya. Jumlah pendapatan usaha Perseroan disajikan dengan mengurangi Beban Interkoneksi atas interkoneksi yang dilakukan oleh pelanggan Perseroan kepada jaringan penyelenggara lainnya tersebut dan potongan harga.
Pendapatan Jasa Telekomunikasi
Pendapatan jasa telekomunikasi terdiri dari pendapatan jasa telekomunikasi percakapan prabayar dan pascabayar, SMS, data, abonemen, pulsa dalam voucher tidak terpakai yang kadaluwarsa dan layanan bernilai tambah lainnya, sebelum memperhitungkan potongan harga.
Pendapatan jasa telekomunikasi prabayar terutama terdiri dari penjualan paket perdana, yang berisi kartu RUIM beserta pulsa, pendapatan penggunaan pada saat voucher isi ulang digunakan dan pendapatan non-penggunaan pada saat voucher telah kadaluwarsa. Pendapatan penggunaan diperoleh dari airtime, panggilan lokal, panggilan jarak jauh domestik, panggilan internasional, SMS, data dan layanan nilai tambah lainnya.
Pendapatan jasa telekomunikasi pascabayar terdiri dari airtime, panggilan lokal, panggilan jarak jauh domestik, panggilan internasional, SMS, data dan layanan nilai tambah lainnya.
Perseroan tidak membebankan biaya layanan bulanan kepada pelanggan prabayar. Pelanggan pascabayar Perseroan dibebankan biaya minimum pemakaian sebesar Rp50.000,- per bulan.
Perseroan tidak membebankan kepada pelanggan untuk layanan roaming domestik atau panggilan masuk. Untuk panggilan dari jaringan Perseroan ke jaringan operator lain, Perseroan mengakui seluruh jumlah biaya yang dibebankan kepada pelanggan atas panggilan, termasuk tarif jarak jauh dan tarif internasional seperti suara dan data revenue. Perseroan akan mengirim kepada operator lain jumlah biaya interkoneksi seperti tarif jarak jauh dan tarif internasional.
Pendapatan Jasa Interkoneksi
Pendapatan jasa interkoneksi terdiri dari pendapatan layanan jasa interkoneksi domestik dan jelajah internasional.
Pendapatan jasa interkoneksi domestik terdiri dari pendapatan yang Perseroan terima dari penyelenggara layanan telekomunikasi domestik lainnya untuk interkoneksi ke dalam jaringan Perseroan pada saat pelanggan penyelenggara lainnya tersebut melakukan panggilan kepada pelanggan Perseroan. Hal ini termasuk pendapatan layanan interkoneksi yang Perseroan terima untuk panggilan masuk internasional yang diterima melalui gateways internasional Indosat dan Telkom. Biaya untuk interkoneksi domestik didasarkan pada perjanjian interkoneksi yang Perseroan jajaki dengan operator domestik lainnya. Untuk panggilan internasional non VoIP, Perseroan menerima persentase tarif panggilan internasional untuk panggilan masuk dari Indosat dan jumlah yang disetujui per menit untuk panggilan masuk dari Telkom. Untuk panggilan dari jaringan operator fixed line lain (termasuk operator telepon selular) kepada jaringan Perseroan, operator tersebut akan mengirim kepada Perseroan biaya pemutusan sebesar Rp203,- per menit untuk panggilan lokal dan Rp626,- per menit untuk panggilan jarak jauh. Untuk panggilan dari jaringan operator telepon selular lainnya kepada jaringan Perseroan, operator tersebut kan mengirim kepada Perseroan biaya pemutusan sebesar Rp261,- per menit untuk panggilan lokal dan Rp493,- per menit untuk panggilan jarak jauh. Pendapatan yang Perseroan terima untuk pemutusan interkoneksi jarak jauh domestik bergantung pada apakah Perseroan membawa sinyal jarak jauh antara titik interkoneksi.
Pendapatan roaming internasional mencerminkan pendapatan yang Perseroan terima untuk roaming internasional dari operator telepon selular negara lain untuk pelanggan mereka di Indonesia melalui jaringan Perseroan. Per tanggal 30 Juni 2010, Perseroan memiliki perjanjian roaming internasional dengan 19 operator CDMA di negara lain termasuk Jepang, Korea, Taiwan, Thailand, Cina, Selandia Baru, Amerika Serikat, Vietnam, Makau, India, Guam, Jamaika, Bangladesh, Mexico dan Kanada serta 56 operator GSM di Algeria, Australia, Brunei, Bulgaria, Kamboja, Cina, Kongo, Siprus, Mesir, Perancis, Yunani, Hongkong, India, Italia, Luxemburg, Makau, Malaysia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Filipina, Portugal, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Slovenia, Afrika Selatan, Srilanka, Swiss, Thailand, Tunisia, Turki, UAE, Uzbekistan, Vietnam dan Yaman. Perjanjian roaming dengan operator tersebut membentuk biaya untuk layanan tersebut. Biaya untuk roaming internasional adalah dengan mata uang Dolar Amerika Serikat dan Perseroan menerima pembayaran dari operator luar Indonesia untuk layanan tersebut dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Beban Interkoneksi dan Potongan Harga
Dengan diterimanya pendapatan Jasa Interkoneksi dari penyelenggara layanan telekomunikasi lainnya, Perseroan juga berkewajiban untuk membayar biaya interkoneksi sehubungan dengan panggilan yang dilakukan oleh pelanggan Perseroan kepada pelanggan dari penyelenggara layanan telekomunikasi domestic dan internasional lain. Perseroan mencatat potongan harga yang Perseroan berikan kepada para distributor dan agen untuk penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang sebagai beban potongan harga. Berdasarkan perjanjian pembagian pendapatan antara Perseroan dengan rekanan penyedia layanan jasa nilai tambah (misalnya ring back tones), Perseroan juga harus membayar pembagian pendapatan kepada rekanan Perseroan pada saat pelanggan Perseroan mengakses data dan layanan yang disediakan oleh rekanan Perseroan tersebut, dan Perseroan membukukannya sebagai bagian beban interkoneksi dan potongan harga.
Diskon merupakan diskon yang Perseroan sediakan kepada distributor-distributor dan agen untuk penjualan kartu perdana dan voucher.
Berikut ini adalah perkembangan pendapatan bersih Perseroan :
(dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 8 bulan 12 bulan
2010 2009 2008* 2007* Pendapatan Usaha : Jasa telekomunikasi 234.736 464.698 820.365 992.082 Jasa interkoneksi 35.861 72.680 106.160 125.654 Jumlah pendapatan 270.597 537.378 926.525 1.117.736 Potongan harga (9.368) (32.886) (31.589) (41.775)
Pendapatan Usaha - Bersih 261.229 504.492 894.936 1.075.961
Keterangan: * disajikan kembali
Pendapatan bersih Perseroan untuk periode 8 (delapan) bulan yang berakhir tanggal 31 Agustus 2010 adalah sebesar Rp261.229 juta, yang terdiri dari pendapatan (i) percakapan sebesar 57,5% dari jumlah pendapatan bersih, (ii) SMS sebesar 15,4% dari jumlah pendapatan bersih, (iii) data sebesar 13,4% dari jumlah pendapatan bersih, (iv) abonemen sebesar 1,0% dari jumlah pendapatan bersih dan (v) lain-lain sebesar 2,6% dari jumlah pendapatan bersih, serta dikurangi dengan (vi) diskon sebesar 3,6% dari jumlah pendapatan bersih.
Saat ini, Perseroan sedang berusaha untuk meningkatkan penjualan dengan terus meluncurkan produk-produk baru yang didukung dengan perluasan dan penguatan jariang distribusi dan penjualan seperti meningkatkan direct selling dan outsourced sale, mendorong channel community selling dan corporate
sales, aktif melakukan customer retention dan loyalty program. Selain itu juga, Perseroan aktif melakukan
Pada dasarnya produk dari industri telekomunikasi memiliki siklus yang singkat yaitu 3-6 bulan, karena itu Perseroan harus tetap mengeluarkan penawaran-penawaran baru. Produk Perseroan telah disesuaikan agar sesuai dengan siklus tersebut.
Berikut ini adalah metode-metode penjualan yang dilakukan oleh Perseroan :
• Memperluas inisiatif pemasaran dan membuat penawaran produk baru dengan fitur unggulan untuk Fren dan Duo Mobi.
• Memperluas jaringan distribusi dan penjualan seperti :
o lebih memperkuat jaringan distribusi dan penjualan, khususnya di Jakarta dan Jawa Timur o meningkatkan jaringan direct selling dan outsourced sales
o melalui community selling dan corporate sales
• Fokus kepada customer retention dan loyalty program untuk menjaga tingkat churn pada tingkat yang wajar.
Perbandingan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2008
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 Perseroan mencatat pendapatan bersih Rp504.492 juta atau mengalami penurunan Rp390.444 juta atau 43,6% dibandingkan pendapatan tahun 2008. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan pendapatan yang signifikan dari percakapan, SMS, data dan jasa interkoneksi domestik. Jumlah pendapatan dari percakapan memberikan kontribusi terbesar, yaitu 58,1% dari total pendapatan usaha sementara sisanya terutama berasal dari kontribusi layanan SMS dan data.
Pada tahun 2009, pendapatan jasa telekomunikasi menurun sebesar 43,4% dari Rp820.365 juta pada tahun 2008 menjadi Rp464.698 juta pada tahun 2009. Penurunan tersebut terutama disebabkan jumlah pelanggan yang relatif sama dengan tahun 2009, sedangkan ARPU pada tahun 2009 menurun dibandingkan pada tahun 2008 terutama disebabkan karena tingkat persaingan yang sangat ketat antar operator telekomunikasi di Indonesia selama tahun 2009.
Pendapatan jasa interkoneksi di tahun 2009 menurun 31,5% dari Rp106.160 juta pada tahun 2008 menjadi Rp72.680 juta pada tahun 2009. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari jasa interkoneksi domestik, sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan masuk.
Secara persentase dari pendapatan usaha, beban interkoneksi dan potongan harga Perseroan meningkat dari 21,0% di tahun 2008 menjadi 31,3% di tahun 2009. Peningkatan tersebut terutama sebagai akibat dari meningkatnya lalu lintas panggilan keluar (outgoing call) dibandingkan dengan lalu lintas panggilan masuk (incoming call) yang mengakibatkan naiknya biaya yang wajib dibayarkan ke operator lain.
Perbandingan pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2008 dan 31 Desember 2007
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2008 Perseroan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp894.936 juta atau mengalami penurunan Rp181.025 juta atau 16,8% dibandingkan pendapatan pada tahun 2007 yang hanya sebesar Rp1.075.961 juta. Penurunan ini diakibatkan oleh penurunan pendapatan yang signifikan dari percakapan, SMS, data dan jasa interkoneksi domestik. Jumlah pendapatan dari percakapan memberikan kontribusi terbesar yang meliputi 71,8% dari total pendapatan usaha, sementara sisanya terutama berasal dari kontribusi layanan SMS dan data.
Pada tahun 2008, pendapatan jasa telekomunikasi menurun sebesar 17,3% dari Rp992.082 juta pada tahun 2007 menjadi Rp820.365 juta pada tahun 2008. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh jumlah pelanggan yang relatif sama dengan tahun 2007, sedangkan ARPU menurun dari tahun 2007 dikarenakan tingkat persaingan yang sangat ketat antar operator telekomunikasi Indonesia selama tahun 2008.
Pada tahun 2008, pendapatan jasa interkoneksi menurun 15,5% dari Rp125.654 juta pada tahun 2007 menjadi Rp106.160 juta di tahun 2008. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari jasa interkoneksi domestik, sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan masuk.
Beban interkoneksi dan potongan harga menurun sebesar 17,2% dari Rp235.190 juta pada tahun 2007 menjadi Rp194.694 juta di tahun 2008. Penurunan ini terutama sebagai akibat gabungan dari penurunan tarif interkoneksi dan lalu lintas panggilan yang mengakibatkan penurunan beban interkoneksi, serta penurunan jumlah paket perdana dan voucher yang terjual, yang dijual dengan potongan harga kepada para distributor/penyalur Perseroan sehingga mengakibatkan penurunan potongan harga secara keseluruhan.