• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB 3 ANALISIS ISU STRATEGIS

4.1. PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAERAH

Dalam mengimplementasikan perencanaan pembangunan daerah, biasanya timbul permasalahan karena adanya “gap expectation” antara kinerja pembangunan yang dicapai saat ini dengan pembangunan yang direncanakan (RTRW, RPJM atau RPJP). Adanya gap ini juga terjadi karena adanya perbedaan antara target pembangunan yang ingin dicapai di masa datang dengan kondisi riil daerah saat dokumen rencana sedang disusun. Permasalahan pembangunan daerah ini harus diidentifikasi sehingga dapat dicari solusinya, dalam rangka menyelenggarakan pembangunan yang berkelanjutan.

Permasalahan pembangunan daerah pada umumnya timbul dari kekuatan (potensi daerah) yang belum dimanfaatkan secara optimal, kelemahan yang belum dapat diatasi, peluang yang belum dapat dimanfaatkan serta ancaman dari luar daerah yang tidak diantisipasi. Dalam rangka penyusunan RPJPD Kabupaten Tambrauw Tahun 2005-2025 ini perlu diidentifikasi terlebih dulu permasalahan pembangunan daerah agar rencana pembangunan yang disusun dapat meminimalkan atau menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat. Dengan teridentifikasinya permasalahan pembangunan daerah diharapkan teridentifikasi pula berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan/kegagalan kinerja pembangunan daerah di masa lalu, terutama yang berkaitan dengan wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah.

Selanjutnya berbagai permasalahan yang masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang kewenangan di Kabupaten Tambrauw dapat diidentifikasi pada sub bagian berikut ini;

4.1.1. Urusan Wajib Pelayanan Dasar

4.1.1.1. Urusan Bidang Pendidikan;

o Belum optimalnya angka partisipasi pendidikan;

98

o Belum memadainya serta meratanya ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana pendidikan dasar serta menengah terutama di wilayah distrik dan kampung Kabupaten Tambrauw;

o Belum memadainya jumlah ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia tenaga pengajar untuk pendidikan dasar, menengah dan pendidikan khusus;

4.1.1.2. Urusan Bidang Kesehatan;

o Masih rendahnya aksesibilitas dan jangkauan pelayanan kesehatan pada masyarakat terutama di wilayah distrik dan kampung;

o Belum memadainya Ketersediaan dan kapasitas SDM tenaga medis dan para medis di wilayah kampung dan distrik di Kabupaten Tambrauw;

o Rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan prilaku hidup sehat;

o Cukup tingginya ancaman penyakit menular yang berkembang; o Masih tingginya angka kesakitan pada masyarakat;

o Belum memadainya pelayanan kesehatan ibu dan anak; o Belum memadainya upaya kesehatan lingkungan;

4.1.3. Urusan Bidang Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang;

o Kondisi geografis yang masih cukup sulit telah menyebabkan tingginya indeks kemahalan konstruksi Kabupaten Tambrauw yang berakibat pada tingginya biaya pembangunan infrastruktur fisik daerah ;

o Minimnya kuantitas dan kualitas jalan di wilayah Kabupaten Tambrauw terutama ke daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi;

o Belum memadainya kondisi sanitasi dan prasarana pengairan lainnya telah mengakibatkan rendahnya produktifitas lingkungan;

o Belum optimalnya pelaksanaan penataan ruang wilayah;

4.1.1.4. Urusan Bidang Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman;

o Masih banyaknya jumlah penduduk yang tinggal di rumah-rumah sederhana yang kurang layak;

o Pembangunan kawasan permukiman masih kurang memperhatikan aspek tata ruang dan kaidah lingkungan hidup.

4.1.1.5. Urusan Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, Dan Pelindungan Masyarakat;

o Masih belum optimalnya tingkat Partisipasi Politik Masyarakat dalam Pemilu; o Masih adanya potensi dan gangguan Kerukunan hidup berbangsa dan

bernegara;

o Belum memadainya kesadaran bela negara pada masyarakat;

o Adanya potensi bencana yang mengancam ketentraman hidup masyarakat o Adanya ancaman budaya dari luar yang menggerogoti ketentraman dan

99

o Belum memadainya dukungan dan partisipasi dari berbagai kelompok dan kalangan masyarakat dalam menggalang ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat

o Belum memadainya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam dan bencana sosial;

o Masih rendahnya kesadaran terhadap resiko bencana dan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana

o Belum optimalnya penyiapan Mitigasi Bencana bagi daerah-daerah yang memiliki kerawanan bencana;

4.1.1.6. Urusan Bidang Sosial

o Masih cukup tingginya jumlah penduduk yang berada dalam kondisi Kemiskinan dan kemelaratan;

o Masih cukup tingginya ketimpangan ekonomi antar golongan dan wilayah di Tambrauw;

o Masih kurangnya jumlah tenaga yang terdidik/terlatih dalam menangani masalah kesejahteraan sosial

o Belum optimalnya pemberian bantuan dan pemberdayaan pada masyarakat adat terpencil dan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial);

o Belum optimalnya kelembagaan dan partisipasi penanganan masalah kesejahteraan sosial;

4.1.2. Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar

4.1.2.1. Urusan Bidang Tenaga Kerja;

o Masih cukup tingginya tingkat Pengangguran di wilayah Kabupaten Tambrauw o Relatif belum terintegrasinya pertumbuhan ekonomi daerah terhadap

penyerapan tenaga kerja lokal;

o Belum terbangunnya Balai Latihan Kerja;

o Belum memadainya kemampuan dan keterampilan tenaga kerja terutama penduduk asli Kabupaten Tambrauw;

4.1.2.2. Urusan Bidang Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak;

o Masih adanya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Tambrauw;

o Belum terlaksananya Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan berbagai bidang pembangunan daerah di Kabupaten Tambrauw;

o Masih Kurangnya peranan organisasi perempuan dan lembaga terhadap perlindungan Perempuan dan Anak.

o Masih terjadinya kasus diskriminasi, eksploitasi serta perdagangan perempuan dan Anak.

o Masih adanya beberapa Buta Aksara Perempuan yang tersebar di kampung – kampung ;

100

o Kurangnya pemahaman tentang Kualitas Hidup Perempuan dan Hak Hidup Anak ;

4.1.2.3. Urusan Bidang Pangan;

o Belum memadainya ketersediaan data dan peta daerah rawan pangan; o Belum adanya regulasi berupa peraturan daerah dan peraturan bupati yang

disusun untuk peningkatan ketahanan pangan;

o Belum terintegrasinya kebijakan ketahanan pangan dan penyuluhan di Kabupaten Tambrauw lintas sektoral;

o Belum optimalnya distribusi pangan antar wilayah di kabupaten Tambrauw; o Belum berkembangnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bidang

ketahanan pangan;

4.1.2.4. Urusan Bidang Pertanahan;

o Cukup tingginya Konflik kepentingan pertanahan; o Kurang adanya kepastian hukum kepemilikan tanah;

o Belum berkembangnya satu pola kemitraan yang saling menguntungkan diantara pemilik tanah lokal dengan investor dalam pengembangan sektor usaha tertentu.

4.1.2.5. Urusan Bidang Lingkungan Hidup;

o Mulai tingginya Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan akibat adanya eksploitasi sumber daya alam untuk berbagai pemanfaaatan;

o Belum optimalnya Pengelolaan sampah.

o Rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat maupun aparatur terhadap peraturan perundang-undangan dibidang lingkungan hidup sehingga berdampak pada kurangnya penegakan aturan dibidang lingkungan hidup; o Sumber daya aparatur yang relatif masih terbatas kuantitas dan kualitasnya o Belum terbentuknya regulasi daerah untuk pengelolaan lingkungan hidup

kabupaten

4.1.2.6. Urusan Bidang Administrasi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil;

o Cukup tingginya migrasi penduduk luar daerah/pendatang ke Kabupaten Tambrauw seiring dengan perkembangan ekonomi wilayah;

o Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan relatif masih kurang;

4.1.2.7. Urusan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa;

o Potensi pengembangan ekonomi kampung belum teridentifikasi;

o Kapasitas masyarakat dalam melakukan usaha-usaha produktif masih rendah; o Rendahnya administrasi pelayanan pemerintahan kampung;

o Rendahnya penyelenggaraan pembangunan kampung;

101

o Rendahnya kapasitas SDM Pemerintahan kampung dalam melaksanakan tugas dan peran dan fungsinya sesuai dengan UU Desa;

o Rendahnya pemahaman para pemangku kepentingan terhadap UU Desa dan turunannya;

o Rendahnya kapasitas aparatur kampung dalam pengelolaan pemerintahan kampung;

o Belum optimalnya kapasitas SDM di BPMK untuk melaksanakan tugas dan fungsinya;

4.1.2.8. Urusan Bidang Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana;

o Belum tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk ikut berKB; o Belum optimalnya pelayanan KB;

4.1.2.9. Urusan Bidang Perhubungan;

o Belum memadainya moda transportasi darat dan laut untuk keluar masuk wilayah Kabupaten Tambrauw;

o Belum memadainya fasilitas keselamatan lalu lintas darat dan laut;

o Belum memadainya kapasitas sumber daya manusia di bidang manajemen transportasi;

4.1.2.10. Urusan Bidang Komunikasi Dan Informatika;

o Sebagian besar wilayah Tambrauw belum tercakup dan mendapat akses pelayanan informasi dan komunikasi bagi masyarakat;

o Belum memadainya sarana dan prasarana infrastruktur komunikasi dan informatika;

o Belum optimalnya penggunaan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk mendukung diberbagai bidang pembangunan daerah.

4.1.2.11. Urusan Bidang Koperasi, Usaha Kecil, Dan Menengah

o Belum munculnya kesadaran pada masyarakat lokal untuk ikut berpartisipasi menjadi anggota Koperasi;

o Rendahnya jiwa wirausaha di kalangan masyarakat;

o Belum optimalnya upaya pembinaan koperasi dan UMKM di Kabupaten Tambrauw;

o Masih belum berkembangnya usaha-usaha kecil yang memanfaatkan potensi unggulan daerah.

4.1.2.12. Urusan Bidang Penanaman Modal

o Belum optimalnya upaya promosi investasi pada investor domestik maupun asing;

o Belum memadainya Infrastruktur daerah sehingga belum menarik minat investasi;

102

4.1.2.13. Urusan Kepemudaan Dan Olahraga

o Belum memadainya prestasi dan budaya olahraga di kalangan pemuda Kabupaten Tambrauw;

o Belum tergarapnya Potensi dan partisipasi pemuda dalam percepatan pembangunan Kabupaten Tambrauw;

o Adanya kecenderungan budaya luar yang mempengaruhi moral para pemuda di Kabupaten Tambrauw.

4.1.2.14. Urusan Bidang Statistik

o Belum optimalnya ketersediaan data data statistik pembangunan daerah Kabupaten Tambrauw;

o Kurangnya kordinasi berbagai pihak dalam penyediaan data statistik pembangunan daerah;

o Belum memadainya kapasitas sumber daya manusia pendataan dan statistik daerah.

4.1.2.15. Urusan Bidang Kebudayaan

o Belum dioptimalkannya peranan kepala suku dan dewan adat sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sebagai akibat kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah; dan

o Kurangnya pembinaan kepada generasi muda tentang etika dan berdasarkan budaya daerah dalam pembentukan kepribadian dan etika dalam kehidupan sosial;

o Adat istiadat dan kesenian daerah yang sangat unik walaupun sudah dikenal oleh dunia luar, tetapi masih belum adanya wadah pembinaan dan promosi secara terorganisir dan terpadu bagi pengembangan kebudayaan;

4.1.2.16. Urusan Bidang Perpustakaan

o Belum tersedianya fasilitas perpustakaan umum bagi masyarakat, baik di pusat kabupaten maupun di distrik distrik serta kampung;

o Belum tumbuhnya minat dan budaya baca siswa dan masyarakat Tambrauw pada umumnya ;

4.1.2.17. Urusan Bidang Kearsipan.

o Kurangnya perhatian pemerintah daerah dalam mendokumentasikan berbagai kekayaan arsip daerah;

o Belum tertatanya arsip daerah. 4.1.3. Urusan Pilihan

4.1.3.1. Urusan Bidang Kelautan Dan Perikanan;

o Belum munculnya minat masyarakat lokal untuk menjalani profesi sebagai nelayan atau petani ikan;

103

o Rendahnya pengelolaan dan pemasaran Produk Hasil Perikanan dan Kelautan; o Belum memadainya sarana dan prasarana perikanan tangkap yang dimiliki

oleh nelayan;

o Semakin meluasnya kerusakan pantai;

o Rendahnya SDM nelayan dan pembudidaya dan pengelolah hasil perikanan; o Kurangnya kelembagaan kelompok usaha perikanan;

o Masih rendahnya kesadaran hukum dalam memanfaatkan sumber daya kelautan dan perikanan.

4.1.3.2. Urusan Bidang Pariwisata;

o Belum optimalnya Pengembangan destinasi dan objek pariwisata; o Masih rendahnya Kuantitas kunjungan wisatawan;

o Tidak memadainya Kualitas dan kuantitas sarana prasarana pariwisata; o Masyarakat belum memahami dengan baik tentang pengembangan pariwisata o Belum tersedianya fasilitas penunjang

o Sumber daya manusia/aparatur yang terbatas.

4.1.3.3. Urusan Bidang Pertanian;

o Skala Usaha Pertanian, peternakan dan perkebunan masyarakat yang masih subsisten;

o Belum memdainya kapasitas SDM aparatur dan Petani;

o Belum memadainya kuantitas dan kapasitas tenaga penyuluh pertanian, peternakan dan perkebunan.

o Belum berkembangnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam bidang pertanian, peternakan dan perkebunan;

o Kurang memadainya sarana, prasarana dan teknologi produksi pertanian, peternakan dan perkebunan;

o Belum memadainya upaya pengembangan komoditas perkebunan untuk menopang mata pencaharian masyarakat;

4.1.3.4. Urusan Bidang Kehutanan;

o Masih belum optimalnya upaya Konservasi lahan dan pelestarian sumber daya kehutanan;

o Belum optimalnya Pemanfaatan lahan untuk budidaya

o Belum optimalnya kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar hutan; o Pencurian dan perdagangan kayu masih terjadi dan cukup tinggi;

o Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sumberdaya hutan;

4.1.3.5. Urusan Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral;

o Masih rendahnya pemenuhan listrik masyarakat di wilayah Kabupaten Tambrauw, yang ditandai dengan rendahnya tingkat elektrifikasi

104

o Peggunaan energi listrik menggunakan energi baru dan terbarukan masih rendah, padahal peluang penggunaannya bervariasi mulai dari tenaga surya, mikro hidro maupun angin.

o Masih rendahnya pemahaman dan pelaksanaan terhadap peraturan dan perundang-undangan di sektor energy dan sumber daya mineral;

o Belum terpetakannya daerah potensi rawan bencana di wilayah Kabupaten Tambrauw

4.1.3.6. Urusan Bidang Perdagangan;

o Belum tumbuhnya inisiatif berusaha dalam bidang perdagangan pada penduduk lokal;

o Belum optimalnya pendistribusian barang ke kampung-kampung; o Belum memadainya ketersediaan pasar di didtrik distrik;

o Belum optimalnya upaya Revitalisasi pasar tradisional;

4.1.3.7. Urusan Bidang Perindustrian

o Belum terlaksananya pengembangan pusat-pusat industri kecil (industri kerajinan);

o Ketergantungan akan hak paten terhadap produk-produk industri lokal

4.1.4. Urusan Pemerintahan Penunjang

4.1.4.1. Urusan Bidang Pemerintahan Umum

o Belum tersusunnya organisasi pemerintahan daerah yang miskin struktur tapi kaya fungsi;

o Belum optimalnya pembinaan pemerintahan distrik dan kampung di Kabupaten Tambrauw;

o Kurang memadainya upaya transparansi dan jalinan komunikasi dan informasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah;

o Masih belum optimalnya upaya sosialisasi dan kerjasama penegakan produk hukum daerah;

o Belum optimalnya pelaksanaan fungsi legislasi dan penganggaran DPRD yang mendorong terciptanya tatanan pemerintahan yang baik di Kabupaten Tambrauw;

4.1.4.2. Urusan Bidang Aparatur dan Kepegawaian

o Belum memadainya kapasitas sumber daya manusia aparatur dalam menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan

o Masih rendahnya Profesionalisme Birokrasi

o Belum berkembangnya sistem reward dan punishment dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Kabupaten Tambrauw;

105

4.1.4.3. Urusan Bidang Keuangan Daerah

o Masih rendahnya kemandirian keuangan daerah yang ditandai dengan belum Optimalinya kontribusi PAD terhadap pembiayaan pembangunan daerah; o Belum optimalnya pengelolaan Asset Daerah;

o Belum terbangunnya unit usaha BUMD dalam pengelolaan potensi unggulan daerah.

4.1.4.4. Urusan Bidang Perencanaan Pembangunan Daerah

o Belum terciptanya satu sistem perencanaan pembangunan daerah yang komprehensif dan integratif antar wilayah serta sektor perekonomian daerah; o Masih lemahnya kordinasi antar pelaku pembangunan daerah, baik pada tataran horizontal dengan SKPD-SKPD, maupun pada tataran horizontal dengan pemerintah Pusat, Provinsi, Distrik dan Kampung-kampung;

o Belum tertatanya seluruh dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik antar sektoral maupun perwilayahan pembangunan;

o Belum memadainya ketersediaan data-data pembangunan daerah Kabupaten Tambrauw;

o Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah;

4.1.4.5. Urusan Bidang Pengawasan Pembangunan Daerah

o Belum optimalnya tindaklanjut hasil pemeriksaan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);

o Masih adanya SKPD yang terkena kasus hukum;

o Belum terlaksananya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di jajaran SKPD;

o Belum optimalnya implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di jajaran SKPD Pemerintah Kabupaten Tambrauw; o Belum memadainya penanganan aspirasi masyarakat atas Pengaduan

terhadap proses pembangunan Kabupaten Tambrauw.