• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERPINDAHAN ANGGOTA

Pasal 70

PERPINDAHAN ANGGOTA ANTARJEMAAT GKI

1. Anggota yang akan pindah ke Jemaat lain harus mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat. Formulir permohonan dimuat dalam Peranti Administrasi.

2. Majelis Jemaat mengadakan percakapan gerejawi dengan yang bersangkutan dan atas dasar itu memberikan surat atestasi kepada Majelis Jemaat yang dituju oleh anggota tersebut. Formulasi surat atestasi dimuat dalam Peranti Administrasi.

3. Majelis Jemaat:

a. Mewartakan kepindahan anggota tersebut dalam warta jemaat dengan menyebutkan nama, alamat dan Jemaat yang dituju.

b. Sesudah menerima pemberitahuan dari Majelis Jemaat penerima tentang

Administrasi.

Pasal 71

PERPINDAHAN ANGGOTA KE GEREJA LAIN YANG SEAJARAN

1. Anggota, yang akan pindah ke gereja lain yang seajaran, harus mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat. Formulir permohonan dimuat dalam Peranti Administrasi.

2. Majelis Jemaat mengadakan percakapan gerejawi dengan anggota tersebut, dan berdasarkan percakapan itu menerima permohonan tersebut dan memberikan surat atestasi kepada Majelis Jemaat yang dituju. Formulasi surat atestasi dimuat dalam Peranti Administrasi.

3. Majelis Jemaat:

a. Mewartakan kepindahan anggota tersebut dalam warta jemaat dengan menyebutkan nama, alamat dan gereja yang dituju.

b. Mencatat kepindahan tersebut dalam Buku Induk Anggota GKI.

Pasal 72

PERPINDAHAN ANGGOTA DARI GEREJA LAIN YANG SEAJARAN KE GKI

1. Majelis Jemaat menerima surat atestasi atau surat keterangan pindah keanggotaan dari gereja asal.

2. Majelis Jemaat:

a. Melakukan percakapan gerejawi dengan calon yang garis besarnya meliputi:

1) Dasar dan motivasi pindah keanggotaan gereja.

2) Pokok-pokok ajaran GKI serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.

3) Tanggung jawab dan hak sebagai anggota GKI.

4) Hal-hal lain yang dianggap perlu.

b. Menerima kedatangan anggota tersebut dan mewartakan kedatangan anggota tersebut dalam warta jemaat dengan menyebutkan nama, alamat baru dan gereja asalnya.

c. Mencatat anggota baru tersebut dalam Buku Induk Anggota GKI.

d. Memberitahukan hal penerimaan anggota tersebut kepada Majelis Jemaat/pimpinan gereja asal, dengan formulir yang formulasinya dimuat dalam Peranti Administrasi.

3. Jika calon anggota telah meminta tetapi tidak memperoleh surat atestasi atau surat keterangan pindah dari Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya:

a. Ia harus sekali lagi mengajukan permohonan pindah secara tertulis kepada Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya dengan melampirkan salinan/fotokopi surat baptis/sidi, dengan tembusan kepada Majelis Jemaat yang dituju.

b. Jika dalam waktu paling lama tiga (3) bulan ia belum memperoleh jawaban dari Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya, ia harus mengajukan surat permohonan menjadi anggota kepada Majelis Jemaat yang dituju, dengan melampirkan salinan/fotokopi permohonan pindah yang telah dikirim kepada Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya dan salinan/fotokopi surat baptis/sidi, dengan tembusan kepada Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya.

c. Majelis Jemaat mengirimkan surat pemberitahuan kepada Majelis Jemaat/

pimpinan gereja pemohon tentang keinginan anggotanya untuk pindah keanggotaan ke GKI dilampiri salinan/fotokopi surat permohonan pindah keanggotaan dan surat permohonan pindah keanggotaan kepada Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya.

d. Jika dalam waktu paling lama tiga (3) bulan Majelis Jemaat belum memperoleh jawaban dari Majelis Jemaat/pimpinan gereja tersebut, penerimaan anggota baru tersebut dilakukan sesuai dengan Tata Laksana Pasal 72:2.

4. Jika calon anggota telah menerima baptisan/sidi tetapi tidak dapat menunjukkan surat baptis/sidinya:

a. Majelis Jemaat membutuhkan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menguatkan kebenaran tentang baptisan/sidi calon anggota tersebut.

b. Penerimaan anggota baru tersebut dilakukan sesuai dengan Tata Laksana Pasal 72:2.

Pasal 73

PERPINDAHAN ANGGOTA

KE GEREJA LAIN YANG TIDAK SEAJARAN

1. Anggota yang akan pindah ke gereja lain yang tidak seajaran harus

Pindah dimuat dalam Peranti Administrasi.

4. Majelis Jemaat:

a. Mewartakan kepindahan anggota tersebut dalam warta jemaat dengan menyebutkan nama dan gereja yang dituju.

b. Mencatat kepindahan tersebut dalam Buku Induk Anggota GKI.

Pasal 74

PERPINDAHAN ANGGOTA DARI GEREJA LAIN YANG TIDAK SEAJARAN KE GKI

1. Majelis Jemaat menerima surat atestasi atau surat keterangan pindah keanggotaan dari gereja asal.

2. Calon anggota mengikuti dan menyelesaikan katekisasi. Setelah calon menyelesaikan katekisasi, Majelis Jemaat melakukan percakapan gerejawi yang garis besarnya meliputi:

a. Dasar dan motivasi pindah keanggotaan gereja.

b. Pokok-pokok ajaran GKI yang berbeda dari pokok-pokok ajaran gereja asal.

c. Kesediaan calon untuk menerima dan melaksanakan ajaran GKI serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.

d. Tanggung jawab dan hak sebagai anggota GKI.

e. Hal-hal lain yang dianggap perlu.

3. Majelis Jemaat mewartakan nama dan alamat calon serta gereja asalnya dalam warta jemaat selama tiga (3) hari Minggu berturut-turut untuk memberikan kesempatan kepada anggota untuk ikut mendoakan dan mempertimbangkan.

4. Jika masa pewartaan tiga (3) hari Minggu telah selesai dan tidak ada keberatan yang sah dari anggota sidi, Majelis Jemaat melaksanakan penerimaan anggota dalam Kebaktian Minggu atau Kebaktian Hari Raya Gerejawi dengan menggunakan Liturgi Penerimaan Anggota dan dilayani oleh pendeta.

5. Keberatan dinyatakan sah jika:

a. Diajukan tertulis secara pribadi dengan mencantumkan nama dan alamat yang jelas serta dibubuhi tanda tangan atau cap ibu jari dari anggota yang mengajukan keberatan tersebut dan tidak merupakan duplikasi dari surat keberatan yang lain mengenai hal yang sama.

b. Isinya mengenai tidak terpenuhinya syarat penerimaan anggota.

c. Isinya terbukti benar sesuai dengan hasil penyelidikan Majelis Jemaat.

6. Jika ada keberatan yang sah, Majelis Jemaat menangguhkan pelaksanaan penerimaan keanggotaannya sampai persoalannya selesai atau membatalkan penerimaan keanggotaannya. Jika Majelis Jemaat pada akhirnya membatalkan

pelaksanaan penerimaan anggota bagi calon, Majelis Jemaat mewartakan hal tersebut dalam warta jemaat.

7. Majelis Jemaat memberitahukan keputusan atas keberatan yang diajukan kepada yang mengajukan.

8. Majelis Jemaat memberikan Piagam Penerimaan kepada anggota baru.

Formulasi Piagam Penerimaan Anggota ditetapkan dimuat dalam Peranti Administrasi.

9. Majelis Jemaat mencatat anggota baru tersebut dalam Buku Induk Anggota GKI.

10. Majelis Jemaat memberitahukan penerimaan anggota tersebut kepada Majelis Jemaat/pimpinan gereja asal dengan formulir yang formulasinya dimuat dalam Peranti Administrasi.

11. Jika calon anggota tidak memperoleh surat atestasi atau surat keterangan pindah dari Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya:

a. Calon harus mengajukan permohonan pindah secara tertulis kepada Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya, dilampiri salinan/fotokopi surat baptis/sidi, dengan tembusan kepada Majelis Jemaat yang dituju.

b. Jika sebelum tiga (3) bulan Majelis Jemaat telah menerima surat atestasi atau surat keterangan pindah, penerimaan anggota baru tersebut dilakukan sesuai dengan Tata Laksana Pasal 74:2-10.

c. Jika dalam waktu tiga (3) bulan ia belum memperoleh jawaban dari Majelis Jemaat/pimpinan gerejanya:

1) Majelis Jemaat mengirim surat pemberitahuan kepada Majelis Jemaat/

pimpinan gereja pemohon tentang keinginan anggotanya untuk pindah keanggotaan ke GKI dilampiri salinan/fotokopi surat permohonan pindah keanggotaaan.

2) Majelis Jemaat melaksanakan penerimaan anggota baru sesuai dengan Tata Laksana Pasal 74:2-10.

12. Jika calon anggota tidak mempunyai surat baptis/sidi:

a. Majelis Jemaat membutuhkan saksi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menguatkan kebenaran tentang baptisan/sidi calon anggota tersebut.

Pasal 75

PERPINDAHAN ANGGOTA

KE AGAMA LAIN DAN PENERIMAAN KEMBALI

1. Jika ada anggota yang diduga telah pindah ke agama lain, Majelis Jemaat melakukan prosedur penggembalaan khusus terhadap yang bersangkutan sesuai dengan Tata Laksana Pasal 40.

2. Jika melalui prosedur itu yang bersangkutan mempertahankan keputusannya untuk tetap pindah ke agama lain, Majelis Jemaat mencatat dalam Buku Induk Anggota GKI bahwa yang bersangkutan telah pindah agama, setelah terlebih dulu mewartakan kepada Jemaat.

3. Jika yang bersangkutan tetap pindah ke agama lain dan sesudahnya menyatakan ingin kembali ke iman Kristen dan menjadi anggota GKI, ia harus mengajukan permohonan tertulis kepada Majelis Jemaat. Selanjutnya Majelis Jemaat menempuh prosedur sebagai berikut:

a. Majelis Jemaat melakukan percakapan gerejawi dengan yang bersangkutan yang garis besarnya meliputi:

1) Dasar dan motivasi untuk kembali menjadi anggota GKI.

2) Ajaran GKI serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKI.

3) Tanggung jawab dan hak sebagai anggota GKI.

4) Hal-hal lain yang dianggap perlu, termasuk kemungkinan katekisasi ulang.

b. Jika Majelis Jemaat memandang yang bersangkutan layak untuk membarui pengakuan percayanya dan diterima kembali menjadi anggota GKI, Majelis Jemaat mewartakan nama dan alamatnya dalam warta jemaat selama tiga (3) hari Minggu berturut-turut untuk memberikan kesempatan kepada anggota untuk ikut mendoakan dan mempertimbangkannya.

c. Jika masa pewartaan tiga (3) hari Minggu telah selesai dan tidak ada keberatan yang sah dari anggota sidi, Majelis Jemaat melaksanakan pembaruan pengakuan percaya yang bersangkutan dalam Kebaktian Minggu dengan menggunakan Liturgi Pembaruan Pengakuan Percaya dan dilayani oleh pendeta.

d. Keberatan dinyatakan sah jika:

1) Diajukan tertulis secara pribadi dengan mencantumkan nama dan alamat yang jelas serta dibubuhi tanda tangan atau cap ibu jari dari anggota yang mengajukan keberatan tersebut dan tidak merupakan duplikasi dari surat keberatan yang lain mengenai hal yang sama.

2) Isinya mengenai kelakuan dan/atau paham pengajaran yang bersangkutan yang diduga bertentangan dengan Firman Allah dan ajaran GKI.

3) Isinya terbukti benar sesuai dengan hasil penyelidikan Majelis Jemaat.

e. Jika ada keberatan yang sah, Majelis Jemaat menangguhkan pembaruan pengakuan percaya tersebut sampai persoalannya selesai atau membatalkan pelaksanaannya. Jika Majelis Jemaat pada akhirnya membatalkan pelaksanaan pembaruan pengakuan percara bagi yang bersangkutan, Majelis Jemaat mewartakan hal tersebut dalam warta jemaat.

f. Majelis Jemaat memberitahukan keputusan atas keberatan yang diajukan kepada yang mengajukan.

g. Majelis Jemaat mencatat namanya dalam Buku Induk Anggota GKI.

Bab XIX SIMPATISAN

Pasal 76 SIMPATISAN

1. Simpatisan adalah setiap orang yang belum menjadi anggota GKI, yang:

a. Sedang mengikuti katekisasi sidi, atau

b. Menjadi pengunjung tetap kebaktian dalam sebuah Jemaat.

2. Simpatisan juga berperanserta dalam melaksanakan misi gereja dan pembangunan jemaat.

H. JABATAN GEREJAWI

BAB XX