• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Interaksi Sosial Warga Binaan Di Dalam Sel penjara

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.6 Pola Interaksi Sosial Warga Binaan Di Dalam Sel penjara

Interaksi sosial di dalam LP merupakan sebuah fenomena sosial yang sangat menarik. Interaksi sosial yang terjadi pada dasarnya menyerupai proses dan cara-cara interaksi sosial seperti pada masyarakat umum, yang membedakannya ialah interaksi sosial yang terjadi didalam LP berada sedikit lebih kaku karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Interaksi setiap warga binaan dimulai dari dalam sel, ketika tahanan telah menyelesaikan proses hukumnya, ia akan menyandang status sebagai warga binaan permasyarakatan dan akan bergabung ke dalam LP bersama dengan warga binaan yang lain. Narapidana baru, pada umumnya diawali dengan proses pengenalan LP oleh petugas permasyarakatan, lalu diikuti dengan perkenalan warga binaan tersebut kepada keluarga barunya (warga binaan satu sell), dimana dalam proses ini tidak terlepas sebagai interaksi sosial pertama bagi warga binaan itu sendiri.

Warga binaan baru yang memasuki lembaga Permasyarakatan Kelas II/A Pematang Siantar, ketika pertama kali masuk ke dalam LP harus melewati ruang pemeriksaan dan penggeledahan terlebih dahulu, pemeriksaan dan penggeledahan langsung dilakukan oleh petugas permasyarakatan maupun penggeledehan menggunakan alat scan. Selesai melakukan pemeriksaan, warga binaan akan diarahkan oleh petugas menuju ruang administrasi, sebelum memasuki ruangan administrasi warga binaan terlebih dahulu melakukan pendataan dan pelaporan di ruang pengamanan blok. Setelah itu, warga binaan diarahkan kembali menuju ruang adminnistrator, selesai melalukan pendataan secara manual dan online,

warga binaan akan langsung diserahkan kepada seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (BIMKEMASWAT).

Melalui BIMKEMASWAT, warga binaan baru akan mendapatkan arahan tentang hak, kewajiban dan peraturan didalam LP diantaranya mendapatkan pakaian warga binaan permasyarakatan, matras (tempat tidur) dan tempat makan yang biasa disebut dengan compreng. Bimkemaswat secara langsung akan menentukan tempat hunian bagi warga binaan baru lalu petugas permasyarakatan akan mengantarkan ke dalam kamar tersebut.

Pada proses interaksi sosial tahap pertama, setiap sel warga binaan yang ada di dalam LP memiliki tradisi masing-masing, tradisi yang wajib dilakukan oleh warga binaan baru, yang menetap di dalam sel tersebut. Tradisi tersebut merupakan bentuk-bentuk penyambutan kepada anggota baru di dalam sel oleh warga binaan dan sudah dilakukan dari generasi ke generasi. Proses penerapan tradisi tersebut akan dilakukan setelah warga binaan baru yang memasuki LP telah diperkenalkan oleh petugas permasyarakatan lalu menyerahkannya kepada palkam.

Pola interaksi sosial tahap pertama, merupakan tahapan pertama proses terjadinya sosialisasi warga binaan di tiga bulan pertama, ketika berada di dalam LP. Selama waktu tiga bulan tersebut, warga binaan berada pada masa-masa transisi, sebagai pengalaman pertamaberada di dalam LP. Warga binaan yang baru masuk diperkenalkan oleh palkam kepada seluruh anggota kamar, pada umumnya perkenalan dilakukan secara langsung kepada seluruh anggota sel. Ibarat memasuki sebuah rumah yang baru, tentunya ada nilai-nilai dan norma-norma

tertentu yang wajib untuk diikuti dan dilaksanakan oleh setiap warga binaan baru di dalam LP. Setiap warga binaan baru menerima perlakuan yang sama dari warga binaan pendahulunya, tanpa membedakan usia, lama hukuman pidana maupun jenis pelanggaran yang dilakukan.

Secara umunya, warga binaan baru yang masuk ke dalam penjara pertama kalinya, mengatakan bahwa ketika berada dalam penjara, segala sesuatunya harus di mulai dari nol. Warga binaan yang sudah berada terlebih dahulu di dalam penjara tidak akan peduli dengan apa dan bagaimana latar belakang warga binaan baru, semuanya dipandang sama dan wajib mengikuti kebiasaan di dalam kamar.

Hal tersebut dibenarkan oleh bapak Erwin Sianati Nasution, yaitu:

“Dulukan sudah menjadi tahanan kepolisian dimasukkan di dalam penjara pak, skarang sudah vonis statusnya, sudah sah jadi warga binaan, ruangan (kamar) baru pak yang sekarang lagi mulai dari nol lagilah pak, mengikuti peraturan yang barulah pak.”

Hal tersebut juga dibenarkan oleh bapak Suwondo, laki-laki berusia 41 tahun yang berasal dari kasus penyalahgunaan narkotika:

“Ketika pertama kali masuk, itu sewaktu menjadi tahanan kepolisian didolok ya cuek-cueknya semua pak, karna masih berada diantara-diantara pak, karna menunggu vonisnya pak, tapi ini setelah divonis ya harus membaur lagilah pak membangun dari nol pak, karna kita semua yang satu kamar waktu jadi tahanan dipencarkan semua pak, pertama masuk, biasanya disuruh perkenalanlah pak.”

Sebagaimana kita ketahui bersama, LP merupakan tempat bagi para pelaku kejahatan yang secara hukum telah divonis hilang kemerdekaan, dalam arti sederhana LP merupakan tempat yang mempertemukan para pelaku kejahatan atau kriminal. Interaksi pertama yang dialami oleh warga binaan baru ketika pertama sekali masuk ke dalam LP pada umumnya disambut dengan sorak-sorakan, teriakan mengejek dan dijaimi serta dibentak-bentak secara

beramai-ramai, hal tersebut merupakan hal yang lazim terjadi ketika warga binaan baru masuk ke dalam LP. Sambutan tersebut ditegaskan oleh bapak Untung, yaitu:

“Dihari pertama pak, sambutan pegawai atau petugas permasyarakatan biasanya biasa aja pak, sama kek warga tahanan baru lainnya, ya dirogohilah semuanya kantong, lalu dibawa kebinadik pak, pengisian data setelah itu mendapatkan compreng pak, tempat makan, baju permasyarakatan sama matras pak, kalau pas pertama masuk pak, pas iring-iringan sama petugas, dari jarak jauh kita diketawai pak, disorak soraki kadang juga dimaki-maki sini macam menyindir pak.”

Diagram Alur 4 : Tahapan Interaksi Sosial Antar Sesama Warga Binaan Di Dalam Lembaga Permasyarakatan

Sumber : Observasi Pada Lembaga Permasyarakatan Kelas II/A Pematang Siantar

Hal tersebut merupakan perlakuan yang pada umumnya diterima oleh setiap warga binaan baru yang ditempatkan di LP kelas II/A Pematang Siantar. Sambutan tersebut merupakan sambutan hangat yang secara tidak langsung menunjukkan

Interaksi Sosial Warga Binaan

Pola Interaksi Sosial Tahap Kedua

Mulai membuka diri/

keluar dari kamar Pengenalan Lapas oleh Petugas

Lapas

Pola Interaksi Sosial Tahap Pertama

Pengenalan kamar oleh warga binaan

Interaksi sosial di dalam kamar

Interaksi sosial di luar kamar

kerasnya kehidupan di dalam LP. Setiap warga binaan baru masuk ke dalam LP selalu mengundang perhatian seluruh warga binaan, tidak heran jika warga binaan baru ketika diantar oleh petugas permasyarakatan dikerumuni oleh sebahagian besar warga binaan.