Dengan adanya profesi MP yang dipersiapkan dan direncanakan secara terarah berupa latihan dan pendidikan formal serta sertifikasi yang didasarkan atas PM-BOK, jalan terbuka lebar bagi karier mereka yang ingin menekuni bidang manajemen proyek. Garnbar 3-11 mem perlihatkan potensi jalur karier MP, yang memperlihatkan jenjang yang dapat ditempuh oleh personil proyek (dalarn hal ini diwakili oleh manajer proyek).
j a l u r
AJalur A adalah yang lazim terjadi. Suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang ter tentu (nonproject oriented company), misalnya memproduksi bahan bakar minyak (BBM), akan memperluas salah satu unitnya. Untuk itu, pimpinan perusahaan memilih dan menunjuk salah seorang insinyur senior dari bidang pemeliharaan (struktur lini) untuk
Pendidikan
Pendidikan formal Universitas (S- 1 )
+
J abatan (a)
Masuk ke perusahaan/departemen tertentu sebagai spesialis teknis
Dipindahkan ke bidang nonstruktural untuk menangani kegiatan nonrutin proyek
• Kembali ke bidang struktural
• Promosi
menjadi pirnpro/manajer proyek perluasan pabrik tersebut. Setelah berhasil menyelesai kan proyek dengan baik, manajer proyek dikembalikan lagi ke bidang struktural/ fung sional dan mendapat promosi sebagai kepala bidang. Akan tetapi, tidak lepas kemungkinan setelah selesai proyek, eks manajer proyek
mengambil pendidikan MM (Magister Mana
jemen) atau MBA bidang/jurusan manajemen proyek dan memperoleh sertifikat. Kemudian ia melanjutkan karier seperti pada jalur B.
jalur B
Jalur pengembangan karier dan profesi ini lebih terarah. Setelah menamatkan pendidikan formal akademis tingkat (S-1), seseorang bergabung dengan perusahaan yang kegiatan utamanya erat (exposed) dengan penyeleng garaan proyek, seperti konsultan, kontraktor, atau organisasi (BUMN, Departemen) yang
�
(aPendidikan formal Universitas (S- 1 )
+
Jabatan & Latihan (a)
Masuk ke perusahaan tertentu yang berkaitan dengan proyek
�
Pendidikan {b)• MM atau MBA dalam manajemen proyek • Menerima sertifikat MP
!
abataniPeke
• Deputi Manajer/Manajer Proyek Profesional
• Koordinator proyek-proyek
• Pimpinan perusahaan bidang proyeklkontraktor
+
(c)
Konsultan MP lnstruktur MP
54
sedang menangani proyek. Setelah 5-6 tahun
bekerja di lingkungan tersebut, ia diharapkan dapat menyerap ilmu dan pengalaman serta
memahami berbagai prosedur dan policy
bagaimana menjalankan suatu usaha dan kaitannya dengan kegiatan proyek. Langkah berikutnya ialah mengambil pendidikan lanjutan (S-2) seperti MM atau MBA jurusan
Di samping tersedia jalur edukasi akademis yang pesertanya setelah tamat memperoleh gelar MBA atau MSc dalam Project Manage ment, terdapat pula jalur "praktisi", yaitu melalui program sertifikasi. Program ini bermaksud untuk memformalkan pendidikan bagi profesi PM, yaitu dengan mengadakan ujian dan pemberian sertifikat sebagai tanda bahwa pemegang sertifikat telah "menguasai"
ilmu dasar (basic knowledge) manajemen
proyek. Salah satu institusi yang telah melaksanakan program sertifikasi ini adalah
PMI-USA yang dimulai sejak tahun 1984.
Kualifikasi yang diberlakukan adalah sebagai berikut:
a. Telah menunjukkan professional commit
ment terhadap manajemen proyek dalam jangka panjang.
b. Lulus ujian sertifikasi.
Selanjutnya, professional commitment bagi
calon pemegang sertifikat diterjemahkan
/JriXIII/1 I. """-'''!' d1111 A rm 1/!1111 Mrlllii/1'111<'11 /'mt/1'1. manajemen ptoyek. Ini akan memberikan cukup bekal dan persiapan bagi tugas dan
tanggung jawab sebagai senior project control
a tau deputi manajer proyek profesional untuk proyek-proyek berukuran sedang. Jenjang karir berikutnya akan terbuka sesuai dengan prestasi yang bersangkutan seperti terlihat
pada Gambar 3-11. sebagai berikut: • • • L,1tar bcbk;mg pendidika n .
Pendidikan formal yang telah diikuti dan berapa lama pelatihan yang telah dialami yang ada kaitannya dengan pengelolaan proyek.
Peng;:liaman pckcrja,m .
Berapa lama pengalaman kerja di proyek dan jabatan yang pernah diduduki.
Keg i u tan profesiona l
Keanggotaan perkumpulan profesi, semi nar, penulisan makalah atau buku yang berkaitan dengan proyek.
Bobot komitmen profesi di atas dinilai dengan angka. Di bawah angka tertentu, calon dianggap belum memenuhi syarat. Bagi mere ka yang lulus kualifikasi diberikan sertifikat
dan gelar PMP atau Project Management Pro
fessional oleh PMI.
RINGKASAN
• Melihat semakin luasnya aplikasi manajemen proyek di dunia usaha dan industri, timbul
pemikiran untuk melakukan kodefikasi, standarisasi, dan sertifikasi profesi manajemen proyek.
• Sertifikasi formal bagi suatu profesi umumnya didahului oleh pendidikan, latihan, dan
ujian dari lembaga yang berwenang untuk maksud tersebut.
• Salah satu atribut dasar dari profesi adalah batang tubuh ilmu pengetahuan (body of
knowledge-BOK) yang bersangkutan, seperti ilmu pengetahuan kedokteran bagi profesi dokter. Berbagai lembaga manajemen telah menyusun BOK untuk manajemen proyek, di antaranya Project Manajemen Institute (PMI) di USA.
55
PM�BOK merumuskan area ilmu manajemen proyek yang terdiri dari 9 komponen pengelolaan, yaitu integrasi, lingkup kerja, waktu, biaya, mutu, sumber daya, pengadaan/ kontrak, risiko, dan komunikasi.
• Sama halnya dengan para pemerhati yang lain, PMI juga menyebutkan adanya over/aping dengan ilmu atau practices manajemen lain seperti dengan manajemen fungsional atau umum yang digunakan untuk mengelola kegiatan on-going enterprise.
• Perbedaan antara kegiatan proyek dengan kegiatan operasional rutin yang berpengaruh besar terhadap pengelolaannya ialah adanya masa mulai dan masa akhir yang amat tajam pada siklus proyek.
Terdapat berbagai teknik dan metode khusus yang perlu dikuasai untuk dapat mengelola proyek dengan lancar, terutama dalam aspek perencanaan dan pengendalian biaya dan jadwal, yaitu bagan balok, jaringan kerja (CPM, PDM, PERT), analisis varians, "earned value" SRK/WBS.
• Untuk profesi MP, di samping jalur akademis yang memberikan gelar MBA atau MSc bagi
mereka yang telah menempuh dan menamatkan pendidikan yang bersangkutan, juga tersedia jalur "praktisi" untuk mengikuti program sertifikasi dengan kualifikasi yang telah ditentukan.
• Dengan adanya jalur akademis dan program sertifikasi MP diharapkan potensi karir mereka
yang memilih profesi tersebut lebih mudah direncanakan.
1. Manajemen proyek termasuk disiplin ilmu manajemen, bukan ilmu teknik-engineering,
meskipun untuk mengelola proyek E-MK seorang pimpro sebaiknya memahami disiplin teknik-engineering yang bersangkutan. Apakah yang ingin ditekankan dari pernyataan di atas?
2. Jelaskan segi-segi prositif adanya kodefikasi dan standardisasi profesi MP!
3. Berbagai institusi atau lembaga MPI telah merintis tersusunnya PM-BOK dan memerlukan
waktu bertahun-tahun untuk merampungkannya. Di mana kiranya letak kesukarannya?
4. Para pengamat dan pemikir konsep manajemen proyek mengidentifikasi adanya over/aping antara konsep tersebut dengan konsep manajemen fungsional atau general management. Jelaskan pengertian di atas dan sebutkan contohnya!
5. PMI merumuskan suatu PM-BOK yang terdiri dari 9 komponen area ilmu manajemen
proyek. Terangkan masing-masing komponen tersebut serta output yang dihasilkan!
6. Sebutkan berbagai teknik dan metode spesifik yang diperlukan untuk pengelolaan proyek! 7. Dalam menyusun PM-BOK, PMI mengenakan berbagai batasan dan kriteria. Sebutkan tujuan
adanya batasan tersebut!
8. Pimpro dan tim inti proyek berkewajiban mengidentifikasi dan menguasai area atau jenis
disiplin ilmu lain yang tidak dimasukkan dalam PM-BOK tetapi diperlukan untuk proses mengelola macam proyek tertentu yang sedang ditangani. Berikan contoh ilmu dan macam proyek tersebut!
9. Jelaskan bagaimana pengembangan jenjang karir dapat berbeda bagi mereka yang menekuni profesi MP di dalam organisasi yang berorientasi proyek dan organisasi nonproyek!
10. PMI mengembangkan jalur praktisi dalam hal penguasaan area ilmu manajemen proyek.