BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Pengumpulan Data
Variabel Penelitian Dimensi Indikator Sumber
Data Pengelolaan Sarana
dan Prasarana
Perencanaan 1. Mekanisme atau langkah-langklah
3. Proses pengadaan sarana dan
prasarana
4. Evaluasi kegiatan pengadaan Pemeliharaan 1. Upaya-upaya
dalam
Penghapusan 1. Cara perawatan atau penghapusan
prasarana
3. Memiliki
dengan waktu yang
strategis dan rencana oprasional sekolah
3. Pengendalian dan penjaminan mutu atau keunggulan sistem pembelajaran di sekolah
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM SEKOLAH
Penelitian ini dilakukan di SMK Al Hidayah Lestari sebagai hasil penelitian pertama, peneliti memaparkan mengenai gambaran umum sekolah beserta aspek pendukung hasil penelitian lainnya. Adapun identitas sekolah sebagai berikut:
1. Identitas Sekolah
a. Nama Sekolah : SMK Al-Hidayah Lestari b. Nomor Data Sekolah : A0407207
c. Nomor Statistik Sekolah : 342016202272
d. Nomor NPSN : 20102540
e. Nomor SK Akreditasi : 369/BAP-S/M/DKI/2013 f. Nomor SK Izin Oprasional : No. 2200/-1.851.78/2014
g. Alamat : Jl. Kana Lestari Blok K
No.01 No.01
1) Kelurahan : Lebak Bulus
2) Kecamatan : Cilandak 3) KotaMadya : Jakarta Selatan
4) Provinsi : DKI Jakarta
5) Telpone/Fax : (021) 7661343 h. Status Sekolah : “Terakreditasi B”
i. Waktu KBM : Pagi
j. Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah Lestari Al-Hidayah Lestari
k. Tahun Pendirian Yayasan : 18 Maret 1986 l. Tahun Pendirian Sekolah : 19 Juli 1993 m. Status Pemilikan Gedung : Milik Sendiri n. Tanggal SK Pemakaian Gedung : 20 Juli 1993
o. Website : www.smkalstar.sch.id
p. Email : [email protected] q. Keterangan Bangunan : Baik
r. Luas Tanah : 2.500 M2
s. Panjang Bangunan : 176 M2 t. Lebar Bangunan : 7 M2 u. Luas Tampak Bangunan : 1.232 M2
Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sudah sesuai dengan pedoman format yang di tentukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia. Profile tersebut juga sudah mendeskripsikan kualitas pendidikan yang ada di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus.
2. Sejarah
SMK Al-Hidayah Lestari adalah sekolah menengah kejuruan swasta kelompok Bisnis Manajemen berlokasi di Lebak Bulus Jakarta selatan. Sekolah ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al Hidayah, berdasarkan akta notaris Raden Soeryo Wongsowijoyo. SMK Al Hidayah Lestari mulai melakukan KBM pada tahun ajaran 1993 / 1994, disahkan berdasarkan surat keputusan menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor keputusan 017/101.A1/I/95 tentang persetujuan penyelenggaraan sekolah swasta.
SMK Al Hidayah Lestari terdiri dari tiga jurusan atau program keahlian yaitu akuntansi, sekretaris dan manajemen bisnis (penjualan).
Didirikan pada tahun 1993 dan telah meluluskan XIII angkatan.12 lokal berdiri di atas tanah seluas 1700M2 resmi dibangun pada tanggal 19 juli 1993 dan terakreditasi “B” pada tahun 2008. Setelah itu mendapatkan akreditasi “A” pada tahun 2009.
SMK Al-Hidayah Lestari berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Hidayah, Yayasan ini mempunyai luas tanah 2500M2. Yayasan ini telah melaksanakan kegiatan pendidikan berupa
pendidikan kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).74
Program studi di SMK Al-Hidayah Lestari merupakan program studi yang langsung berkenaan dengan kebutuhan dunia kerja. Saat ini SMK Al-Hidayah Lestari memiliki 4 jurusan yaitu, jurus akuntansi dan keuangan lembaga ,otomatisasi tata kelola perkantoran ,bisnis daring pemasaran dan teknik komputer jaringan yang ditunjang dengan gedung yang berdiri pada tanah milik sendiri dengan guru-guru yang rata-rata pendidikannya S1. Walaupun SMK Al-Hidayah Lestari berstatus sekolah swasta tapi mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain.
3. Visi dan Misi a. Visi
Terwujudnya peserta didik yang unggul dan berprestasi, seimbang dalam intelektual, emosional dan spritual yang islami serta berwawasan global.
b. Misi
1) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2) Meningkatkan kualitas intelektual, kepekaan, emosional dan kesadaran spritual peserta didik.
3) Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan global dengan tetap menjaga identitas kearifan lokal.
4) Mempersiapkan generasi masadepan yang islami.
5) Menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.75
74 Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021, ditulis pada 22 Maret 2021.
75 Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021, ditulis pada 22 Maret 2021.
Visi SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sangat komprehensif, proporsional dan dinamis. Hal tersebut tercermin dari visi
‘Berwawasan Global’ yang berarti menyeluruh. SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus bercita-cita mencetak peserta didik yang unggul, berprestasi, seimbang dalam intelektual, emosiaonal dan spiritual yang islami, dalam hal tersebut visi yang ada di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus juga tidak hanya dalam bidang akademik tetapi dalam bidang spiritual yang harus seimbang dan perjuangkan dalam capaian visi SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus.
Visi tersebut sesuai dengan misi dan tujuan yang dirumuskan.
Terdapat lima misi yang dijadikan sebagai langkah nyata SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus dalam mewujudkan visinya. Hal itulah yang membuat masyarakat semakin yakin untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus.
4. Guru dan Tenaga Kependidikan
Sekolah Menengah Kejuruan Al Hidayah Lestari memiliki guru dan tenaga kependidikan yang bervariatif dilihat dari jabatan maupun pendidikan seperti tabel berikut:
Tabel 4.1 Keadaan Guru dan Tenaga Kependidikan dilihat dari Jenjang Pendidikan, Jabatan dan Bidang Studi
No Nama Guru Jenjang Jabatan
1. Hj. Parhanah, M.M S2 Kepala Sekolah
2. Drs. Fahruddin S1 Wakil Kepala Bidang Kurikulum
3. H. M. Amin, S.Ag S1 Wakil Kepala Bidang Kesiswaan
4. Hj. Fadillah, SH., M.M S2 Wakil Kepala Bidang Sarpras
5. Siti Komariah, S.Pd S1 Wakil Kepala Bidang Humas
6. Ediyana, S.Kom S1 Kajur TKJ
7. Satriana, SE S1 Kajur Akuntansi
8. Lamsarma, S.Pd S1 Kajur Perkantoran 9. Dadang, S.Pd S1 Kajur Pemasaran 10. Octavina, S.Pd S1 Kepala Perpustakaan 11. Lukman Hakim, S.Pd S1 Kepala Tata Usaha
12. Faisal, SE S1 Bendahara I
13. Ahmad Sofyah, SE S1 Bendahara II 14. Khaidar Qirman M SMA Staf TU
15. Dwi Prasetya SMA Staf TU
16. Syarifuddin, S.Pd S1 Staf TU 17. Sabil Hafizh Ramadhan SMK Staf TU 18. Dr. H. Marzuki Mahmud,
MA
S3 Guru
19. Rini S, S.Pd S1 Guru
20. H. Faesal Fais, S.Pd S1 Guru 21. Lia Marantiaka, S.Pd S1 Guru 22. Eny Eviyanti, S.Pd S1 Guru 23. Sri Sutarsih, S.Pd S1 Guru 24. Wahyu Tri R, S.Pd S1 Guru
25. Upi Ahmad S, SE S1 Guru
26. Pitri Yuliantis, S.Pd S1 Guru 27. Hj. Saidah, S.Pdi S1 Guru 28. Wahyu Suyanti, S.Pd S1 Guru 29. Yuli Yulianti, S.Pd S1 Guru 30. Cherry Rosa, S.Pd S1 Guru 31. Muthia Mutmainah, S.Pd S1 Guru 32. Ryan Ramadhan, S.Pd S1 Guru
33. Novan Wibisono SMK Karyawan
34. Yudi Lesmana SMA Karyawan
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Mayoritas, pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus memiliki kualifikasi pendidikan terakhir sarjana. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga komitmen SMK Al Hidayah Lestari dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berkualitas. Selain itu dengan sumber daya manusia yang maju SMK Al Hidayah Lestari akan semakin mudah mewujudkan visi dan misi yang telah di tetapkan.
5. Keadaan Siswa
Keadaan siswa-siswi yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sangat bervariatif dengan artinya sekolah tersebut memiliki beberapa kelas yang cukup dari kelas X TKJ, X BDP, X AKL, X OTP, XI TKJ, XI BDP, XI OTP dan XII TKJ, XII, XII BDP, XII OTP, seperti terlihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2 Keadaan Siswa dan Siswi SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus
No. Kelas Jurusan Jumlah Siswa
Jumlah Laki-laki Perempuan
1.
X
TKJ 31 5 36
2. BDP 23 7 30
3. AKL 4 20 24
4. OTP 23 22 45
Jumlah 81 54 135
5. XI TKJ 21 2 23
6. BDP 16 7 23
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Menurut Permendiknas rasio guru dalam rombongan belajar yang ideal di Indonesia adalah 1:32 untuk jenjang pendidikan SMK/MAK.76 SMK Al Hidayah Lestari memiliki 20 Pendidik (guru) untuk jenjang SMK dan 353 siswa, yang artinya rasio guru-siswa SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus adalah 1:18. Rasio guru-siswa ini tergolong cukup baik, sehingga pemberdayaan guru dapat berlangsung dengan efektif dan efesien. Hal ini mencerminkan kebijakan dan pengelolaan sekolah yang tepat.
6. Keadaan Sarana dan Prasarana
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al Hidayah Lestari Lebak Bulus memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang cukup memadai, baik berupa fisik bangunan seperti gedung maupun non fisik seperti kurikulum belajar, metode pegajaran, suasana dalam lingkunngan sekolah, dan sebagainya. Sarana fisik di SMK Al Hidayah seperi gedung sekolah, ruang belajar, perpustakaan, kantor guru, lab.
Komputer, ruang keterampilan, ruang OSIS, mushola, lapangan dan sebagainya merupakan sarana belajar yang terus menerus mengalami
76 Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, h. 7.
7. OTP 8 30 38
Jumlah 45 39 84
8.
XII
TKJ 1 30 3 33
9. TKJ 2 30 3 33
10. BDP 18 14 32
11. OTP 9 27 36
Jumlah 87 47 134
Rekapitulasi 213 140 353
cukup kemajuan, meskipun masih terdapat masalah dalam hal kemanfaatan dan perawatan namun sudah cukup baik dan dikelola.
Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada keterangan berikut:
a. Tanah dan Halaman
Tanah sekolah SMK Al Hidayah Lestari sepenuhnya milik Yayasan. Luas areal seluruhnya 2.500 M2. Dengan panjang bangunan 176 M2 dan lebar bangunan 7 M2. Keadaan tanah SMK Al Hidayah Lebak Bulus ini berstatus milik sendiri dengan atas nama yayasan Al Hidayah Lestari.
b. Gedung Sekolah
Bangunan sekolah dengan luas bangunan 1.232 M2 pada umumnya sangat baik. Jumlah ruang kelas untuk menunnjang cukup memadai. Hal ini sejalan dengan Permendiknas No. 40 tahun 2008 yang dihitung sesuai dengan banyak dan jenis keahlian serta banyak rombel di masing-masing program keahlian.77 Maka dengan ini digambarkan kedaan gedung SMK Al Hidayah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Sarana dan Prasarana
No Sarana Jumlah
1. Ruang kelas AC 14
2. Laboratorium Teknik Komputer Jaringan 1
3. Laboratorium Akuntansi 1
4. Laboratorium Pemasaran 1
5. Laboratorium Perkantoran 1
6. Laboratorium Komputer 1
7. Koprasi Sekolah 1
8. Lapangan Olahraga 1
77 Barnawi dan M.Arifin, Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2017) cet ke- 2, h. 103.
9. Perpustakaan 1
10. Mushola 1
11. Kantin 1
12. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) 1
13. Kamar Mandi Siswa 6
14. Kamar Mandu Guru 2
15. Ruang Guru 1
16. Ruang Kepala Sekolah 1
17. Ruang Serbaguna 1
18. Ruang Tata Usaha 1
19. Lahan Parkir 1
20. Gudang 1
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Berdasarkan tabel diatas SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus memiliki sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran peserta didik dan guru. Adapun sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajran seperti ruang kelas yang memilik 14 ruang, Lab TKJ, Lab Akuntansi, Lab Pemasaran, Lab Perkantoran, Lab komputer dan sarana prasarana lainnya. Dari data tabel di atas SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sekiranya sudah memberikan fasilitas untuk meningkatkan segala aspek mutu pendidikan. Adapun fasilitas sarpras lab di SMK Al Hidayah Lestari sudah cukup memadai dari sisi kelengkapan sarana dan prasarana.
Berikut gambaran kondisi laboratorium.
Tabel 4.4 Kondisi Laboratorium SMK Al Hidayah Lestari
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Berdasarkan tabel di atas dapat dikatakann proses pembelajaran peserta didik memiliki proses yang baik, sebab didukung dengan kondisi laboratorium yang baik. Kondisi laboratorium yang baik dapat memberikan kenyamanan dan ruang yang kondusif pada proses pembelajaran. Adapun kondisi perpustakaan di SMK Al Hidayah Lestari terlihat baik dan cukup memadai untuk fasilitas perpustakaanya tidak ada kondisi yang rusak. Berikut gambaran kondisi perpustakaan SMK Al Hidayah Lestari.
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Perpustakaan dapat dikatakan sebagai sarana yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran sebab memiliki media belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik serta dilengkapi dengan kondisi ruang dan layanan yang baik. Makadari itu, berdasarkan tabel di atas dapat dikatan proses pembelaajaran peserta didik memiliki proses yang baik, sebab didukung dengan kondisi perpustakaan yang baik pula. Kondisi yang baik dapat memberikan kenyamanan yang kondusif pada peseta didik ketika mengunjungi perpustaakan.
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Dari data yang diperoleh menurut hasil studi dokumen yang dilakukan, untuk prasarana di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sudah cukup memadai, dengan masing-masing sarana dan prasarana dalam kondisi baik seperti ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha dan juga ruang serba guna di SMK Al Hidayah Lestari memiliki kondisi yang baik.
Dapat di simpulkan bahwa secara keselurahan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sudah cukup memadai, artinya tidak ada kerusakan yang dapat menghambat
jalannya proses belajar mengajar, hanya saja ada beberapa fasilitas dari sarana dan prasarana tersebut yang mengalami rusak ringan. Pernyataan tersebut didapat dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti.
Kerusak yang ringan itu terdapat pada bagian tertentu dari sarana namun tidak mempengaruhi fungsional dari sarana tersebut, sedangkan untuk pengertian rusak sedang yaitu kerusakan sarana dan prasarana yang sampai menghambat fungsi dari sarana tersebut, dan rusak berat yaitu kerusakan yang menyebabkan sarana tidak bisa digunakan lagi.
Semua jenis kerusakan tersebut langsung ditangani oleh pihak sekolah untuk perbaikan dengan berkoordinasi dengan pihak yayasan terlebih dahulu.
B. DESKRIPSI DAN ANALISA DATA
SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus melakukan pengelolaan, pemeliharaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan. Dalam mencapai tujuan pendidikan, penting bagi sekolah untuk mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki agar optimal digunakan dalam proses pencapaian tujuan tersebut, termasuk didalamnya pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada disekolah.
Sebagaimana kita tahu bahwa sarana dan prasarana pendidikan ini merepukan elemen yang digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, jelas tidak akan berjalan sebuah pendidikan disekolah jika tidak ada sarana dan prasarana.
Adapun gamabaran umum terkait pengelolaan sarana dan prasarana di SMK Al Hiayah Lestari Lebak Bulus meliputi proses perencanaan, proses pengadaan, proses pemeliharaan, proses penghapusan dan proses pengawasan. Untuk lebih jelas terkait pengelolaan sarana dan prasarana di SMK Al hidayah dapat dilihat pada bagan berikut:
Gambar 4.1 Proses Pengelolaan Sarana dan Prasarana SMK Al Hidayah Lestari
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
PERENCANAAN
PENGADAAN
PEMELIHARAAN PENGHAPUSAN
PENGAWASAN
Dalam observasi peneliti, proses pengelolaan sarana dan prasarana dilembaga pendidikan SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus sudah sesuai dengan teori pengelolaan sarana dan prasarana yang dikemukakan oleh para ahli. Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikannya dimulai dari proses perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, penghapusan dan pengawasan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini sejelan dengan wawancara:
Berdasarkan wawancara dengan Ibu Parhanah selaku kepala sekolah SMK Al Hidayah Lestari pada tanggal 08 Maret 2021, frekuensi pengelolaan di SMK Al Hidayah Lestari terlihat baik dengan mengacu standar sarana dan prasarana yang yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan juga semua itu dilakukan untuk sebagai persyaratan akreditasi sekolah, adanya lapangan yang digunakan untuk mendukung kegiatan proses pembelajaran, tersedianya 14 ruang kelas yang cukup memadai namun belum maksimal dalam pemanfaatan sesuai fungsi seperti infokus di setiap kelas ruang kelas yang tidak digunakan, penetapan ruang kelas yang selalu berpindah-pindah mengakibatkan kurang efektif dalam pengelolaan ruang kelas, tersedia musholah untuk beribadah, perpustakaan yang belum maksimal dalam pengelolaan.78
Dari tabel tersebut, proses pengelolaan sarana dan prasarana SMK Al Hidayah Lestari, yaitu:
1. Perencanaan Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Salah satu usaha meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Langkah pertama dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan adalah mengadakan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.
78 Hasil wawancara dengan Hj. Parhanah, M.M selaku Kepala SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus pada tanggal 08 Maret 2021.
Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus adalah proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, yaitu mampu dan terampil dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang didasari keimanan dan ketakwaan.
Didalam perencanaan sarana dan prasarana pendidikan pihak sekolah sangat memperhatikan permendiknas nomor 40 tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai acuan dalam mendefinisikan alat-alat sekolah yang diperlukan.
Tabel 4.7 Perencanaan Sarana dan Prasarana SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus
No Jenis Sarana dan
Prasarana Jumlah Jangka Waktu
1. Ruang Kelas 2 Ruang Panjang
2. Musholah 1 Ruang Menengah
3. Meja 100 Buah Pendek
4. Infokus 9 Buah Menengah
5. ATK Tentatif Pendek
6. Perpustakaan 1 Ruang Menengah
7. Kamar Mandi 2 Ruang Menengah
Sumber: Dokumentasi, Profil SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus, Tahun ajaran 2020/2021
Berdasarkan tabel di atas dalam perencanaan sarana dan prasarana, SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus mengumpulkan data berupa sarana dan prasarana sekolah yang ada, kemudian dihitung jumlah dari setiap unit fasilitas dan ditentukan kegunaan dari segi jangka waktu. Hal tersebut dilakukan agar sekolah mengetahui jumlah pasti dan kegunaan fasilitas untuk digunakan pada waktu yang akan datang. Hal ini sejalan dengan wawancara:
Proses perencanaan SMK Al Hidayah Lestari dituangkan pada rencana kegiatan jangka pendek kemudian terbagi dalam rencana
jangka menengah yang sudah di susun dalam pertahunnya, pihak sekolah hanya melanjutkan dan insidensial sarana dan prasarana yang belum lengkap diusahakan dapat teraalisasikan dengan pendanaan dari yayasan atau bantuan dana dari pemerintah yang diterima dengan adanya upaya yang melibatkan stakeholder sekolah, guru-guru, komite dan yayasan.79
Pihak sekolah berusaha untuk menginput dan menginventarisir sarana dan prasarana yang mungkin harus disiapkan untuk jangka pendek, inventarisasi dilakukan dalam rangka usaha penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap sarana dan prasaranayang dimilki oleh suatu sekolah.
Kemudian hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Ibu Pitri Yulianti selaku guru di SMK Al Hidayah yang menyatakan, biasanya antara pimpinan dan tata usaha ada rapat dengan internal dan akan dibahas bersama guru-guru itu setiap awal tahun ajaran baru, untuk perencanaan secara keseluruhan memang dibuat, tapi untuk perencanaan tersebut sifatnya tertutup menurut saya dikarenakan hanya pimpinan yayasan, pimpinan sekolah dan tata usaha yang mengetahui detail perencanaan tersebut.80
Disekolah ini, guru-guru tidak dilibatkan secara langsung, tetapi biasanya guru-guru hanya memberikan usulan pada waktu istirahat, sifatnya tidak formal. Misalnya saya sebagai guru Bahasa Indonesia membutuhkan infokus untuk menunjang pembelajaran dikelas.
Biasanya antara pimpinan dan tata usaha ada rapat internal dan akan dibahasa bersama guru-guru itu setiap awal tahun ajaran baru, karena guru yang mengerti tentang kebutuhan sarana dan prasarana yang sesuai
79 Ibid, Hasil wawancara dengan Hj. Parhanah, M.M selaku Kepala SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus.
80 Hasil wawancaran dengan Pitri Yulianti, S.Pd selaku Guru Bahasa Indonesia SMK Al Hidayah Lestari pada tanggal 09 Maret 2021.
kebutuhan sarana dan prasarana yang sesuai kebutuhan pada proses pembelajaran.81
Berdasarkan hasil wawancara tersebut diatas peneliti menyimpulkan bahwa dalam perencanaan sarana dan prasarana di SMK Al Hidayah Lestari Lebak Bulus dilakukan dengan mengadakan rapat bersama setiap awal tahun ajaran baru untuk menampung semua saran dari guru-guru serta seluruh stakeholder tentang kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran, dan rapat tersebut bertujuan untuk mengetahui skala prioritas terhadap sarana dan prasarana yang dianggap lebih penting dalam pengadaannya karena perencanaan sarana prasarana merupakan kunci untuk mengidentifikasi kebutuhan akan sarana dan prasarana. Perencanaan dilakukan oleh tim sekolah yang terdiri dari komite sekolah kepala sekolah, guru mata pelajaran dan seluruh program jurusan yang ada di SMK Al Hidayah Lestari.
Hal ini sesuai dengan pendapat Sri Ambar yaitu dimana perencanaan sebagai keseluruhan proses perkiraan secara matang rancangan pembeliaan, pengadaan, rehabilitas, distribusi sewa atau pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan.82 Perencanaan menjadi kunci utama untuk menentukan program sekolah kemasa yang akan datang. Keberhasilan pengelolaan sarana dan prasarana akan sangat ditentukan oleh sejauh mana perencanaan itu dibuat. Tidak mungkin sebuah organisasi tersebut bisa langsung berkompetensi jika perencanaan yang dilakukan tanpa perhitungan yang matang.
Perencanaan sekaligus menjadi tolak ukur yang harus senantiasa diukur kelebihan dan kekurangannya, yaitu bagaimana menyiapkan segala sesuatu secara cermat dan penuh pertimbangan. Pertimbangan
81 Ibid, Hasil wawancaran dengan Pitri Yulianti, S.Pd selaku Guru Bahasa Indonesia SMK Al Hidayah Lestari
82 Wahyu Sri Ambar Arum, Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan, (Jakarta: Multi Karya Mulia, 2007) Cet.1, h.20.
dan aspek-aspek peluang serta resiko senantiasa dilakukan untuk membuat yang baik bagi sekolah. Jangan sampai perencanaan dan segala sesuatunya yang menjadi miniatur kemudian tidak terkonsep sedemikian rupa sehingga menjadi hal yang tidak matang.
Dari segi perencanaan di sekolah ini telah berjalan lancar. Karena beberapa sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa dan guru untuk menunjang proses belajar mengajar telah direncanakan sebelumnya dan telah disepakati secara bersama oleh kepala sekolah, wakasek bidang sarana dan prasarana, tata usaha, kajur serta guru-guru yang disampaikan dalam rapat bersama. Semua kebutuhan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar telah dibicarakan secara
Dari segi perencanaan di sekolah ini telah berjalan lancar. Karena beberapa sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan oleh siswa dan guru untuk menunjang proses belajar mengajar telah direncanakan sebelumnya dan telah disepakati secara bersama oleh kepala sekolah, wakasek bidang sarana dan prasarana, tata usaha, kajur serta guru-guru yang disampaikan dalam rapat bersama. Semua kebutuhan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar telah dibicarakan secara