• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Peningkatan Pelayanan Angkutan, dengan kegiatan:

PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH

3) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan, dengan kegiatan:

a. Penyuluhan bagi para sopir/juru mudi untuk peningkatan keselamatan penumpang

b. Peningkatan Disiplin Masyarakat menggunakan angkutan

c. Uji Kelayakan Sarana Transportasi guna keselamatan penumpang d. Pengendalian Disiplin pengoperasian Angkutan Umum di Jalan Raya e. Pengumpulan dan Analisa data base pelayanan angkutan umum f. Koordinasi dalam rangka Peningkatan Pelayanan Angkutan Barang g. Pelayanan perijinan angkutan orang

h. Pelayanan perijinan angkutan barang i. Pelayanan pengelolaan perparkiran

4) Program Peningkatan Dan Pengamanan Lalu Lintas, dengan kegiatan : a. Pengadaan rambu-rambu lalu lintas

b. Pengadaan Marka Jalan

c. Pengadaan Pagar Pengaman Jalan

A.7.3 Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan

Urusan Perhubungan dilaksanakan dengan anggaran belanja langsung urusan sebesar Rp1.621.809.000,00, dan terealisasi sebesar Rp1.604.511.550,00 atau

Adapun realisasi anggaran program dan kegiatan Urusan Perhubungan seperti yang diuraikan di atas selengkapnya dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 4.7.2

Capaian Indikator Kinerja Urusan Perhubungan Tahun 2011

No Uraian Satuan Capaian

2010 Target 2011 Realisasi 2011 %

1 Jumlah arus penumpang

angkutan umum orang 8.992.699 9.082.625 8.563.703 94,29

2 Rasio ijin trayek % 1.2 1.2 0,00026 0,02

3 Jumlah uji kir angkutan

umum Kendaraan 2.783 2.810 2.749 97,83

4 J u m l a h P e l a b u h a n L aut/Udara/ Terminal

Bis Terminal B 1 1 1 100,00

Terminal C 4 4 4 100,00

5 Rasio panjang jalan per

jumlah kendaraan % 0.0054 0.0054 0,0053 98,14 6 Jumlah orang/barang terangkut angkutan umum Orang/ ton 9.043.167/ 232.502 9.117.903/ 234.423 8.563.703/ 386.568 93,93/ 164,90 7 Jml org/brg melalui

dermaga/ terminal per tahun Org/ ton 9.043.167/ 232.502 9.117.903/ 234.423 8.563.703/ 386.568 93,93/ 164,90 8 Angkutan darat % 0.0185 0.0185 0,00017 0,92 9 Kepemilikan KIR

angkutan umum kendaraan 7.425 7.580 1.454 19,18

10 Lama pengujian kelayakan angkutan

umum (KIR) Menit 30 30 30 100,00

11 Pemasangan Rambu-

rambu buah 542 578 248 42,91

Sumber: Dishubkominfo, 2011

1) Jumlah arus penumpang angkutan umum tahun 2011 sebanyak 8.563.703 orang menurun dibanding tahun 2010 sebanyak 8.992.699 orang dan di bawah target RPJMD tahun 2011 sebanyak 9.082.625 orang. Menurunnya jumlah penumpang angkutan umum ini disebabkan adanya bencana letusan gunung Merapi yang mengakibatkan terputusnya jalur utama Semarang Yogyakarta, sehingga banyak bis AKAP dan AKDP yang tidak beroperasi. Selain itu faktor lainnya adalah adanya pergeseran penggunaan moda angkutan umum ke kendaraan roda 2.

2) Ijin Trayek yang dikeluarkan Dishubkominfo Kabupaten Semarang tahun 2011 sebanyak 241 ijin trayek lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2010 yaitu sebanyak 234 ijin trayek. Sedangkan jumlah penduduk kabupaten menurut data BPS adalah 938.802 jiwa. Berdasarkan Permendagri No.54 tahun 2010 perhitungan Rasio ijin trayek hanya menggunakan perhitungan Ijin trayek yang dikeluarkan. Pada tahun 2010 dan target 2011 perhitungan target ijin angkutan umum yang dikeluarkan sebanyak 1.219 ijin yang terdiri dari Ijin Trayek, Ijin Isidentil dan Penneng.

3) Jumlah uji kir angkutan umum tahun 2011 mengalami penurunan dibanding target maupun capaian tahun 2010, hal ini disebabkan berkurangnya kendaraan umum yang beroperasi karena tidak sebanding dengan biaya operasionalnya. Sedangkan realisasi jumlah seluruh kendaraan bermotor dan jenisnya yang diuji tahun 2011 sebanyak 15.224 kendaraan mengalami peningkatan dibanding tahun 2010 sebanyak 14.341 kendaran. Hal tersebut tampak dalam Tabel di bawah ini :

Tabel 4.7.3

Jumlah dan Jenis Kendaraan Yang Diuji Tahun 2010 dan 2011

No Kendaraan Tahun 2010 Realisasi 2011 Kenaikan/ penurunan (%) 1. Mobil Penumpang 1.100 786 (28,55) 2. Mobil Bis 1.883 2.160 14,71 3. Pick Up 7.128 7.687 7,84 4. Bestel Wagon 16 5 (68,75) 5. Truck 3.749 4.050 8,03 6. Tangki 95 115 21,05 7. Traktor 41 51 24,39 8. Truck Sb III 167 175 4,79 9. Kend.Khusus 95 105 10,53 10. Kereta Gandeng 26 43 65,38 11. Kereta Tempel 41 47 14,63 Jumlah 14.341 15.224 1016,16 Sumber: Dishubkominfo, 2011

4) Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan tahun 2011 adalah 0,0053% lebih rendah dari target RPJMD sebesar 0,0054%. Hal ini disebabkan pertambahan jumlah kendaraan yang jauh lebih besar dibanding panjang jalan yang ada.

5) Jumlah orang/barang yang terangkut angkutan umum tahun 2011 adalah 8.186.990 orang dan 386.568 ton. Untuk jumlah orang masih di bawah target RPJMD karena pergeseran penggunaan moda angkutan umum ke angkutan pribadi.

6) Realisasi Angkutan Darat tahun 2011 sangat rendah dibandingkan tahun 2010 dan target 2011 karena beralihnya moda angkutan umum ke kendaraan roda 2 yang berimbas pada berkurangnya kendaraan angkutan umum yang beroperasi selain itu meningkatnya harga suku cadang kendaraan menyebabkan biaya operasional tinggi sehingga antara biaya operasional kendaraan dengan pemasukannya tidak seimbang.

7) Kepemilikan KIR Angkutan Umum tahun 2011 lebih rendah dibandingkan tahun 2010 dan target tahun 2011 dikarenakan banyak kendaraan umum yang tidak beroperasi. Tidak beroperasinya kendaraan umum disebabkan beralihnya moda transportasi dari kendaraan umum ke kendaraan roda 2.

8) Pemasangan rambu-rambu tahun 2011 masih belum memenuhi target disebabkan antara lain; (a) Taget tahun 2011 mengacu pada capaian tahun 2010, (b) Pembatasan plafon anggaran pada saat penyusunan RKPD 2011 sehingga tidak bisa memenuhi target RPJMD 2011-2015 (c) Kurangnya anggaran untuk mencukupi kebutuhan rambu di Kabupaten Semarang.

9) Untuk pencapaian target pendapatan dari Dishubkominfo rata-rata tercapai kecuali untuk retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, retribusi terminal dan retribusi tempat khusus parkir yang masih di bawah target. Capaian pendapatan dari retribusi yang dikelola Dishubkominfo dapat dijelaskan pada tabel dan grafik sebagai berikut:

Tabel 4.7.4

Capaian Target Pendapatan Dishubkominfo Tahun 2011

No Jenis Retribusi 2010 Target 2011 Realisasi %

1 Retribusi Pelayanan Parkir

No Jenis Retribusi 2010 Target 2011 Realisasi %

3 Retribusi Mobil derek 3.754.000 3.840.000 3.840.000 100 4 Retribusi Terminal 342.934.700 409.374.000 371.956.500 90,86 5 Retribusi Tempat khusus

Parkir 322.229.000 412.596.000 369.399.000 89,53 6 Retribusi Ijin Trayek 37.170.000 35.750.000 36.078.200 100,92 7 Retribusi Ijin Usaha

Angkutan Orang 24.238.000 3.162.000 3.162.000 100 8 Retribusi Ijin Angkutan

Barang 38.783.800 3.296.000 3.296.000 100

9 Retribusi Dispensasi

Penggunaan Jalan 176.762.000 16.953.000 16.953.000 100 10 Retribusi Ijin Usaha

Tempat Parkir

2.100.000 - - -

11 Retribusi Sertifikasi Bengkel Umum Kendaraan Bermotor

555.000 - - -

Jumlah 1.560.260.680 1.574.202.000 1.497.342.840 95,12

Sumber: Dishubkominfo, 2011

Dari tabel diatas maka ada 3 Retribusi yang tidak memenuhi target. Yaitu Retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, Retribusi tempat khusus parkir dan Retribusi terminal. Hal ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi pada bulan November-Desember 2011 menyebabkan berkurangnya para pengendara sepeda motor maupun mobil yang menggunakan jasa parkir di lokasi parkir serta banyaknya AKDP yang tidak beroperasi akibat ditutupnya jalur lalu lintas Magelang-Yogyakarta karena erupsi Gunung Merapi. Berdasarkan Surat Bupati Semarang No.180/000240 tanggal 20 Januari 2011 tentang Pemberhentian Pelaksanaan Pemungutan Retribusi Daerah, maka mulai 1 Februari 2011 pemungutan Retribusi Ijin Usaha Angkutan Orang, Retribusi Ijin Pengusahaan Barang, Retribusi Dispensasi Jalan dan Retribusi Ijin Usaha Tempat Parkir dihentikan pelaksanaannya.

A.7.4 Permasalahan dan Solusi

Permasalahan yang dihadapi dalam melaksanakan program dan kegiatan pada tahun 2011 tidak banyak mengalami hambatan yang berarti, tetapi bila dikaitkan

dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika sampai dengan tahun 2011 ada beberapa hal yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Terbatasnya SDM yang memadai dari segi kuantitas, yang sekarang 133 personil,

idealnya 150 personil.

2) Terbatasnya Sarana dan Prasarana Perhubungan, Komunikasi dan Informatika :

• Belum terpenuhinya fasilitas jalan berupa rambu-rambu, marka dan pagar pengaman di wilayah Kabupaten ;

• Masih banyak jalan yang belum dilengkapi pagar pengaman ( guard rail )

• Traffic Light / APILL banyak yang sudah usang/ sering trobel ;

• Fasilitas pejalan kaki banyak yang tidak memenuhi syarat ;

• Masih dibutuhkan Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO );

• Masih banyaknya rambu-rambu yang hilang

3) Masih adanya simpul simpul kemacetan dan rawan laka lantas :

• Banyak simpang yang belum memenuhi standar geometric jalan ;

• Outlet / Inlet jalan tol di Ungaran ;

• Gangguan pinggir jalan ( Truck parkir tepi jalan dll )

• Banyaknya pasar di tepi jalan utama ;

• Belum tertatanya kawasan Bandungan .

4) Sulitnya pengembangan Jaringan angkutan karena faktor tertentu (geometrik)

• Faktor geometrik jalan belum memungkinkan untuk dilayani angkutan ;

• Terbatasnya lahan untuk Sub Terminal .

5) Belum terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Teknis sebagai tindak lanjut UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ .

6) Belum tersedianya Sistem Informasi pengelolaan perijinan (Data Base Interkoneksi/ On Line )

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya perbaikan yang perlu dilakukan adalah:

1) Menambah jumlah SDM yang mempunyai kemampuan di bidang perhubungan 2) Memenuhi kebutuhan fasilitas lalu lintas secara bertahap sesuai prioritas

3) Koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka mengurangi kemacetan di berbagai titik jalan di Kabupaten Semarang

4) Membangun sub terminal pendukung pelayanan angkutan umum 5) Mengikuti Petunjuk Pelaksanaan dan Tehnis UU No. 22 Tahun 2009. 6) Diberlakukanya Sistem Informasi pengelolaan perijinan secara On line. 7) Adanya peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas perlengkapan jalan.

A.8 Urusan Lingkungan Hidup A.8.1 Kondisi Umum

Penyelenggaraan urusan Lingkungan Hidup ditujukan untuk pemanfaatan sumber daya alam secara optimal dan berkelanjutan. Kinerja urusan bidang ini diukur dari meningkatnya persentase penanganan sampah tahun 2010 sebesar 78.57% dan target 2011 diharapkan 78.77%. Rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per satuan penduduk pada tahun 2010 sebesar 0,11% dan diharapkan pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 0,15%. Persentase penduduk berakses air minum pada tahun 2010 mencapai 59,73% pada tahun 2011 diharapkan menjadi 65,20%. Semakin besarnya volume sampah yang dihasilkan oleh masyarakat menuntut peranserta masyarakat untuk dapat memusnahkan sampah dengan cara yang ramah lingkungan demi memperpanjang usia TPA. Berikut gambaran perkembangan pelayanan bidang lingkungan hidup sebagaimana tabel berikut:

Tabel 4.8.1

Data Capaian Urusan Lingkungan Hidup Tahun 2010 dan Tahun 2011

No Uraian Satuan Capaian 2010 Target 2011

1 Persentase penanganan sampah % 78.57 78.77

2 Rasio tempat pembuangan sampah

(TPS) per satuan penduduk - 0.11 0.15

3 Persentase penduduk berakses air

minum % 59.73 65.20

4 Persentase luas permukiman yang

tertata % 39.10 43.21

5 Cakupan Pantauan Pencemaran

status mutu air % 00.00 18.00

6 Cakupan penghijauan wilayah rawan

longsor dan sumber mata air % - 14.00

7 Cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan amdal, UKL-UPL,

SPPL % 10.00 20.00

8 Pelayanan Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat akibat adanya dugaan Pencemaran dan/atau Kerusakan LH Penegakan

A.8.2 Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan untuk mendukung urusan Lingkungan Hidup yang dilaksanakan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kebersihan dan Badan Lingkungan Hidup pada tahun 2011 sebagai berikut :

Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kebersihan

1) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, dengan kegiatan: a. Penyediaan prasaran dan sarana pengelolaan persampahan

b. Peningkatan operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana persampahan 2) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan kegiatan:

a. Penataan RTH b. Pemeliharaan RTH Badan Lingkungan Hidup

1) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan, dengan kegiatan: a. Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan

b. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan persampahan

2) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup,