• Tidak ada hasil yang ditemukan

1772 Risiko Usaha

Dalam dokumen Final PT Bakrieland AR 2014 (Halaman 181-183)

Bakrieland sebagai Perusahaan properti yang terintegrasi mempunyai lini bisnis yang beragam

dalam bidang landed residential, kondominium,

perkantoran, perhotelan, hiburan dan rekreasi serta pusat perbelanjaan. Faktor keberagaman usaha tersebut menimbulkan dampak pada meningkatnya risiko usaha.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, dalam memulai pengembangan usahanya Bakrieland selalu menerapkan evaluasi yang seksama dan melakukan uji tuntas dengan penetapan IRR yang sangat ketat.

3. Risiko Sistem & Teknologi

Risiko sistem & teknologi timbul sebagai akibat adanya ketidakseragaman sistem dan teknologi dalam operasional Perusahaan. Kompleksitas sistem yang belum terintegrasi penuh antara Perusahaan dan Unit Usaha dapat menimbulkan gangguan terhadap sinkronisasi bisnis satu sama lain.

Bakrieland meminimalisasi potensi masalah ini dengan menetapkan bahwa Unit Usaha tetap mengacu pada kebijakan penetapan sistem dan teknologi sesuai yang diacu oleh Perusahaan.

Risiko Sumber Daya Manusia (SDM)

Risiko SDM berkaitan dengan penyimpangan hasil

dari tingkat produktivitas yang diharapkan, karena

adanya variabel yang mempengaruhi produktivitas

kerja. Sebagai Perusahaan besar yang mengelola

jumlah tenaga kerja yang banyak dengan berbagai

macam latar belakang usia dan pendidikan,Bakrieland

akan mengalami tantangan dalam mencapai tujuan Perusahaan jika SDM tersebut tidak dikelola dengan

baik. Indikator keberhasilan pengelolaan SDM

di Bakrieland dapat dilihat antara lain dari tingkat

produktivitas yang tinggi, tingkatpergantian karyawan

yang rendah, serta tingkat absensi yangrendah.

Dalam mengelola risiko SDM, Bakrieland selalu menempatkan SDM sebagai aset utama dalam

mencapai tujuan Perusahaan. Usaha yang telah

dilakukan, antara lain selalu mengadakan penilaian

2. Business Risk

Bakrieland operates as an integrated property company with diversified business lines in landed residential, condominiums, offices, hotels, entertainment and recreation facilities, as well as shopping centers. Such business diversity has a direct impact on the increase of business risks.

To anticipate these risks, Bakrieland is always cautious in its initial development plan by applying thorough evaluation and due diligence with a set of strict IRR.

3. System and Technology Risk

System & technology risks arise as a result of the diverse systems and technologies existing in the Company’s units’ operations. The complexity of the systems which are not fully integrated among the Parent Company and the Business Units may cause disruption in synchronizing all of the units’ businesses.

Bakrieland minimizes this potential problem by specifying that each business unit still refers to the determination of the system and technology referred to by the Company.

Human Resources (HR) Risk

The HR risk is related with the deviations of the expected productivity levels due to the existence of variables that affect work productivity. As a large Company that manages a great number of employees with a variety of ages and educational backgrounds, Bakrieland will experience challenges in achieving company objectives if HR is not managed properly. Bakrieland’s indicators of the success of its HR management can be seen, among others, from the high level of productivity, low employee turnover, and lower truancy rates.

In managing the HR risk, Bakrieland always places human resources as a major asset in achieving the company’s objectives. The measures taken include, applying two direction performance appraisals

kinerja karyawan berbasis dua arah antara atasan

dan bawahan, dan memberikan remunerasi yang

kompetitif dengan Perusahaan lain dalam industri

yang sejenis untuk menjaga rendahnya tingkat

pergantian karyawan.

Risiko Eksternal

Risiko eksternal ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1. Risiko Lingkungan, Sosial dan Politik

Risiko yang timbul dalampengembangan properti

dapat terdiri dari berbagai jenis, di antaranya

peraturan pemerintah tentang pembatasan pemilikan properti oleh warga negara asing,

aturan perpajakan, bencana alam, kejahatan

dan terorisme yang seluruhnya berada di luar

kendali Perusahaan. Bakrieland selalu berusaha

memenuhi ekspektasi seluruh pemangku

kepentingan (stakeholder) sebelum memulai

suatu proyek.

Hal itu dilakukan melalui implementasi standar- standar terbaik dan terencana, risiko-risiko yang mungkin timbul dapat diminimalisasi dengan

tetap memperkirakan force majeure yang

mungkin terjadi. Seluruh proyek diasuransikan, serta senantiasa memperhatikan faktor lingkungan, sehingga terjadi keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. 2. Risiko Hukum

Dalam hubungan bisnis dengan pihak ketiga, selalu terdapat potensi timbulnya sengketa atau perkara hukum. Dalam hal kondisi tersebut terjadi dan bernilai material, maka dapat mempengaruhi kegiatan usaha dan pencapaian target laba Perusahaan. Selanjutnya, adanya perubahan kebijakan hukum yang ditetapkan oleh regulator yang harus dipatuhi oleh obyek hukum, juga dapat memberikan risiko hukum bagi Perusahaan. Untuk meminimalisasi risiko hukum, Bakrieland secara seksama mengikuti semua peraturan yang berlaku dan memastikan bahwa setiap proyek telah memenuhi seluruh unsur hukum. Segala risiko tuntutan hukum masyarakat terhadap dampak lingkungan yang mungkin terjadi telah

MANAJEMEN RISIKO &

KEPATUHAN

Risk Management & Compliance

between superiors and subordinates, and by providing a competitive remuneration as compared to other companies in similar industries to maintain a low level of employee turnover.

External Risk

External Risk is also divided into three, as follows: 1. Environmental, Social and Political Risks

The risks arising in property development sector can comprise of various types, including the government regulation on the restriction for foreigners to own properties, taxation rules, natural disasters, crime and terrorism which are entirely beyond the control of the Company. Bakrieland always strives to meet the expectations of all stakeholders before starting a project.

This is achieved through the implementation of best standards and planning. The risks that may arise can be minimized while still considering the force majeure that may occur. The entire project is insured and Bakrieland always pays attention to environmental factors, resulting in a balance between development and environmental sustainability.

2. Legal Risk

In the business relationships with a third party, there is always the potential for disputes or lawsuits. In the event where this occurs and related to material value, business activities and the achievement of the Company’s profit target may be affected. Furthermore, the change in a legal policy set by the regulator and which it is obliged to be followed by a legal entity, can also provide a legal risk for the Company.

To minimize legal risks, Bakrieland carefully follows all applicable laws and ensures that each project meets all legal requirements. All risk lawsuits against the environmental impact that may occur has been minimized through the fulfillment of all the requirements set by the Government,

PT Bakrieland Development Tbk Annual Report 2014

179

Dalam dokumen Final PT Bakrieland AR 2014 (Halaman 181-183)