Sebagai perusahaan energi dengan cakupan bisnis yang komprehensif dari sektor hulu sampai hilir, Pertamina memiliki potensi risiko yang melekat pada setiap proses bisnisnya. Beragam faktor internal maupun eksternal mempengaruhi timbulnya risiko di Pertamina, baik dalam operasional sehari-hari (kegiatan eksplorasi, produksi dan pengolahan migas serta transportasi, distribusi dan pemasaran produk) maupun dalam pengembangan bisnis (perencanaan dan eksekusi proyek strategis, akuisisi aset migas, pendanaan, dan lain-lain).
Untuk itu, Pertamina menerapkan suatu kerangka pengelolaan risiko perusahaan yang holistik, Enterprise Risk Management (ERM), agar mampu meminimalkan potensi kerugian dan mengoptimalkan profitabilitas, menciptakan nilai perusahaan dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, mendorong standar praktik terbaik Tata Kelola Perusahaan, serta menjadikan budaya sadar risiko sebagai bagian dari budaya perusahaan Pertamina.
Kerangka pengelolaan risiko Pertamina digambarkan pada diagram berikut: Komunikasi dan Konsultasi Communication and Consultation Penentuan Lingkup Pengelolaan Risiko
Establish the Context
Penanganan Risiko Treat Risk Assessmen Risiko Risk Assessment Evaluasi Risiko Evaluate Risk Analisis Risiko Analyse Risk Identifikasi Risiko Identify Risk Pemantauan dan Kaji Ulang Monitor and Review
As an energy company with a comprehensive business coverage from upstream to downstream, Pertamina has the potential risks inherent in each business processes. Various internal and external factors affecting the occurence of risk in Pertamina, both in day-to-day operations (exploration, production and processing of oil and gas as well as transportation, distribution and marketing of products) as well as in business development (planning and execution of strategic projects, oil and gas asset acquisition, financing, and others).
To that end, Pertamina implements a holistic enterprise risk management framework, Enterprise Risk Management (ERM), in order to minimize potential losses and optimize profitability, creating value and improve stakeholder confidence, encouraging best standard practices of Corporate Governance, as well as making the culture of risk as part of the corporate culture Pertamina.
The framework of Pertamina’s risk management is illustrated in the following diagram:
Organisasi Pengelolaan Risiko
Komite Manajemen Risiko yang terdiri dari Direksi dan Direktur Investment Planning & Risk Management bertanggung jawab mengembangkan kebijakan dan strategi pengelolaan risiko Perusahaan, dengan didukung oleh Fungsi Risk Management di tingkat Korporat maupun Direktorat.
Fungsi Risk Management Korporat bertanggung jawab untuk mengembangkan laporan manajemen risiko, memantau profil risiko Perusahaan, memberikan rekomendasi kepada Komite Manajemen Risiko, mengevaluasi kegiatan bisnis, dan memantau pelaksanaan manajemen risiko.
Fungsi Manajemen Risiko Direktorat, bersama-sama dengan Unit Bisnis (Risk Owner), melakukan proses Manajemen Risiko dengan mengindentifikasi, menilai, memetakan, memitigasi dan memantau risiko.
Pelaksanaan pengelolaan risiko Perusahaan didukung oleh sumber daya manusia yang terus ditingkatkan kompetensinya tentang pengelolaan risiko melalui program-program pembelajaran, serta oleh sistem pengelolaan risiko terintegrasi yang mendokumentasikan setiap tahap proses pengelolaan risiko.
Faktor-Faktor Risiko
Beberapa jenis risiko yang ada dalam proses-prosee kerja dan bisnis Pertamina antara lain adalah:
• Risiko Strategis • Risiko Finansial • Risiko Operasional • Risiko Tata Kelola • Risiko Kepatuhan • Risiko Pelaporan
Berikut ini diuraikan potensi risiko (risk event), dampak risiko dan rencana mitigasi risiko bagi beberapa faktor risiko utama.
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
1. Risiko Strategis
Strategic Risk Risiko perubahan situasi ekonomi, sosial, dan politik.
Risk of changes in economic, social and political
situations.
Terganggunya kegiatan dan kinerja keuangan Perusahaan.
Disruption in the Company’s activities and financial performance.
Menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang dengan memperhitungkan dan mengantisipasi perubahan kondisi eksternal yang berpotensi merugikan Perseroan.
Formulate short and long-term strategies by calculating and anticipate external conditions that may be potential causes of losses to the Company.
Risiko terkait dengan regulasi pemerintah.
Risks relating to government regulations.
• Terganggunya kegiatan usaha Pertamina.
• Menghadapi kesulitan terhadap perpanjangan kontrak produksi atau konsesi.
• Disruption of Company’s activities. • Difficulties in extending production
contracts or concessions.
Mengelola Wilayah Pengelolaan Pertambangan yang mengacu pada prinsip GCG.
Manage Mining Working Area in accordance to GCG principles.
Risk Management Organization
Risk Management Committee which consists of the Board of Directors and Director of Investment Planning & Risk Management is responsible for developing policies and strategies for risk management of the Company, supported by the Risk Management Function in the Corporate and Directorate level.
Corporate Risk Management function is responsible for developing risk management reports, monitoring the Company’s risk profile, providing recommendations to the Risk Management Committee, evaluating business activities, and monitor the implementation of risk management.
Directorate Risk Management function, together with the Business Units (Risk Owner), conducts the Risk Management process to identify, assess, map, mitigate and monitor risks.
Implementation of the Company’s risk management is supported by human resources which continue to be improved in competence on risk management through learning programs, as well as by an integrated risk management system that documents each stage of the risk management process.
Risk Factors
Several types of risks involved in the work and business processes of Pertamina include: • Strategic Risk • Financial Risk • Operational Risk • Governance Risk • Compliance Risk • Reporting Risk
The following is the description of potential risks (risk event), the impact of risks and risk mitigation plans for several major risk factors.
MANAJEMEN RISIKO
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
Risiko tidak dapat digantikannya cadangan migas.
Non-renewable oil and gas reserves risk.
Ketergantungan penghasilan utama Perusahaan kepada cadangan migas.
Income deficiency due to the Company’s dependence on oil and gas reserves.
• Mencari cadangan baru. • Mengakuisisi blok di dalam dan
luar negeri.
• Mengembangkan energi alternatif seperti panas bumi, coal bedmethane dan energi alternatif lainnya, serta mengembangkan produk bahan bakar yang berasal dari bahan nabati seperti Biopertamax dan Biosolar. • Menggunakan teknologi
Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan sisa cadangan hidrokarbon di sumur tua.
• Exploring new reserves. • Acquiring domestic and overseas
blocks.
• Developing alternative energy sources such as geothermal and coal bed methane as well as bio-fuel products (e.g.Biopertamax and Biosolar).
• Implementing Enhanced Oil Recovery (EOR) technology to enhance the recovery of hydrocarbon from remaining reserves in depletion field.
Risiko besaran margin PSO yang ditetapkan oleh Pemerintah tidak dapat menutupi biaya operasi.
Risk of uncovered operating costs from of the alpha number determined by the Government.
Perusahaan mengalami kerugian operasional.
The company suffers operational losses.
• Melakukan efisiensi biaya operasi,
• Meningkatkan kehandalan kilang,
• Menjalankan strategi yang tepat dalam pengadaan mata uang asing maupun pengadaan minyak,
• Berkoordinasi dengan BP Hilir dalam penentuan penerima PSO.
• Applying efficiency in operating costs,
• Improve the reliability of refineries,
• Implement appropriate strategies in foreign exchange and oil procurement
• Coordinate with Downstream Oil and Gas Regulator (BP Hilir) in appointing PSO recipients.
Risiko nilai cadangan minyak yang terkandung tidak sebanding dengan biaya investasi yang dikeluarkan.
Risk of the possibility that oil and gas reserves may not compensate the investment spending.
Perusahaan mengalami kerugian investasi.
The company suffers investment losses
Melakukan feasibility study yang komprehensif terhadap setiap rencana investasi dan melakukan kerja sama untuk investasi yang bernilai besar dan berisiko tinggi.
Conduct a comprehensive feasibility study for every investment plan and partner/collaborate with third parties for high valued and high-risk investments.
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
Risiko kelangkaan minyak mentah dan produk minyak.
Risk of shortages in crude and oil Products.
• Kegagalan Pertamina dalam menjamin keamanan pasokan minyak dan produknya. • Reputasi Pertamina di masyarakat
akan menjadi buruk.
• Pertamina failure to guarantee the security of oil supplies and its products.
• Bad reputation for Pertamina.
• Meningkatkan sarana penyimpanan dan distribusi berupa pembangunan tanki timbun, peremajaan pipa minyak dan gas,
• Menambah jumlah kapal tanker untuk memperlancar distribusi, • Meningkatan produksi minyak
mentah untuk mengurangi ketergantungan impor.
• Improve distribution facilities by developing and revitalizing oil and gas pipelines,
• Increase the number of tanker vessels for better distribution, • Increase the production of crude
oil to reduce dependence on imports.
Risiko kegagalan pihak ketiga.
Risk of third party default.
• Terganggunya kegiatan operasional.
• Perusahaan mengalami kerugian operasional.
• Disruption of operational activities.
• The Company suffers operating losses.
• Memilih mitra secara selektif, • Menyusun kontrak yang tidak
merugikan kedua pihak, • Menempatkan wakil Perusahaan
yang kompeten dalam kerja sama tersebut.
• Carefully select partners, • Design contracts that benefit both
parties,
• Appoint competent Company representative within the cooperation.
Risiko terkait dengan aksi terrorisme.
Risks of terrorist acts.
• Perusahaan mengalami kerugian besar.
• Terganggunya kegiatan operasional.
• The Company suffers huge losses. • Disruption of operational
activities.
• Meningkatkan sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan, • Mengasuransikan aset
Perusahaan.
• Increase Corporate Security Management,
• Apply insurance for the Company assets.
Risiko bencana alam.
Natural disaster risk.
kerusakan aset-aset Perusahaan, korban jiwa, hingga terhentinya kegiatan operasional.
Damage to Company assets, casualties, and halt/ shut down in operational activities.
• Memaksimalkan Disaster Recovery Plan dan Disaster Recovery Center,
• Memberikan simulasi kondisi darurat secara berkala dan dibentuk tim penanggulangan keadaan darurat.
• Mendirikan Pusat Komando Pengendalian di unit operasi yang terhubung dengan crisis center di Kantor Pusat,
• Mengasuransikan aset Perusahaan.
• Maximize Disaster Recovery Plan and Disaster Recovery Center. • Conduct training/simulations for
emergency conditions periodically and form an Emergency Response Team,
• Establish a Control Command Center at each operational unit which is connected with crisis center at the company’s Head Office
• Apply insurance for Company assets.
MANAJEMEN RISIKO
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
Risiko gugatan hukum dari berbagai pihak, baik dari regulator, mitra kerja, pekerja, hingga masyarakat.
Lawsuit risks from various parties including regulators, business partners, workers, and the general public.
• Perseroan mengalami kerugian besar.
• Reputasi Pertamina di masyarakat akan menjadi buruk.
• The company suffers huge losses. • Bad reputation for Pertamina .
• Menerapkan prinsip GCG, • Memaksimalkan Fungsi Hukum
dan Litigasi, serta asuransi liability untuk menjamin berbagai risiko gugatan hukum.
• Implement GCG principles, • Maximize Legal & Litigation
Function and insurance covering any liabilities in lawsuit risks. 2. Risiko Finansial
Financial Risk
Risiko pergerakan atau fluktuasi variabel-variabel pasar seperti perubahan kurs valuta asing, harga komoditas, tingkat suku bunga, sewa kapal, dan fluktuasi harga minyak.
Risk of fluctuated market variables such as changes in foreign exchange, commodity prices, interest rates, vessel rental charges, and oil price fluctuation.
Perusahaan mengalami kerugian besar
The Company suffers huge losses
• Melakukan analisis risiko pasar, natural hedging,
• Berkoordinasi dengan BI untuk pengadaan valas,
• Berkoordinasi dengan Anak Perusahaan untuk pengadaan crude dan produk, • Mengupayakan tingkat
suku bunga pinjaman yang kompetitif,
• Memelihara hubungan yang baik dan mempunyai akses yang kuat dengan bank dan lembaga keuangan di dalam dan luar negeri,
• Menambahkan armada kapal milik guna mengurangi ketergantungan kapal sewa.
• Conduct analysis of market risks, natural hedging,
• Coordinate with BI for foreign exchange supply
• Coordinate with subsidiaries for crude and products procurement. • Conduct best efforts to get
competitive lending rates, • Maintain good relationship
and strong access to local banks, foreign banks and financial institutions,
• Increase the number of fleet to reduce dependence on vessel renting.
Risiko keterlambatan atau gagal bayar dari pelanggan.
Risk of the customers’ late payments and/or defaults.
• Terganggunya cash flow Perusahaan.
• Terganggunya kegiatan investasi Perusahaan.
• Perusahaan mengalami kerugian yang besar.
• Disruption of cash flow. • Disruption of the Company’s
investment activities. • Company suffers huge losses.
• Menerapkan sistem scoring dan Rating dalam pemberian kredit, • Mengevaluasi alokasi kredit dan
jaminannya.
• Apply scoring and rating system on credit lending,
• Evaluate credit allocation and its collateral.
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
Risiko kondisi cash shortage atau ketidaksesuaian komposisi mata uang yang dimiliki dengan komposisi kewajiban dalam mata uang (mismatch currency).
Risk of cash shortages and/or and mismatch currency.
Terganggunya kegiatan pendanaan Perusahaan.
Disruption of corporate financing activities
• Menetapkan tingkat cash reserve minimum mata uang yang diperlukan,
• Membuat proyeksi cash flow untuk memonitor rencana penerimaan dan pengeluaran beserta realisasinya,
• Melakukan strategi pendanaan, percepatan kolektibilitas piutang, serta cost efficiency.
• Determine minimum level of cash reserves of required currency, • Prepare cash flow projection to
monitor intake planning, spending budgets and its realization, • Employ funding strategies,
accelerate receivables collectability, and cost efficiency.
Risiko terjadinya penurunan aktivitas perekonomian dunia.
Risk of global economic slowdown
Terganggunya kegiatan dan kinerja keuangan Perusahaan.
Disruption of Company activities and financial performance.
Melakukan analisa potensi pasar primer dan sekunder, serta strategi pemasaran untuk merespon perubahan kondisi makro ekonomi.
Conduct analyses of market potentials for primary and secondary market, as well as analyses of marketing strategies to respond to the macroeconomic condition.
3. Risiko Operasional
Operational Risk
Risiko keselamatan dan kesehatan kerja serta pencemaran lingkungan.
Risks of occupational health, safety and environmental pollution
• Perusahaan mengalami kerugian besar.
• Reputasi Pertamina di masyarakat akan menjadi buruk.
• The Company suffers huge losses. • Bad reputation for Pertamina
• Penerapan ISO 14000 dan HSE risk assessment.
• Upskiling, awareness dan drill HSE secara berkala,
• Menerapkan program Contractor Safety Management System (CSMS),
• Melibatkan safety engineer pada tahap disain dan commissioning, • Sosialisasi regulasi pengelolaan limbah B3, dumping, dan Proper • mengasuransi liability untuk
pencemaran lingkungan (Third party liability).
• Implementation of ISO 14000 and HSE risk assessment. • Increase HSE awareness and
up-skill trainings and drillings periodically
• Implement Contractor Safety Management System (CSMS) program,
• Involve Safety Engineers on the design and commissioning phase, • Socialize of regulation
management of B3, waste dumping, and Proper, • Insure environmental pollution
liability (Third party liability).
MANAJEMEN RISIKO
No. Tipe Risiko Risk Type Potensi Risiko Risk Event Dampak Impact MitigationMitigasi
Risiko terlambatnya mengikuti perkembangan teknologi migas.
Risk of delayed development of oil and gas technology.
Hilangnya peluang Perusahaan untuk ikut mengerjakan proyek-proyek migas yang membutuhkan konsep dan teknologi baru.
Opportunity loss in conjoining with partners/other companies on oil and gas projects which require new concepts and technologies.
Melakukan research and development melalui fungsi Technology Center, upskilling knowledge, training, benchmarking, serta engineering and development.
Conduct research and development through Technology Center division, knowledge up-skilling, training, benchmarking, as well as engineering and development.
Risiko terkait dengan usia aset-aset produksi perusahaan.
Mature Production Assets Risk.
• Bertambahnya biaya perawatan alat.
• Terganggunya kegiatan operasional.
• Increase cost of equipment maintenance.
• Disruption of operation activities.
Melakukan perbaikan, perawatan, dan peremajaan aset produksi dengan teknologi baru.
Conduct maintenance, reparation, and rejuvenation on production assets using new technology.
Risiko rendahnya tingkat utilisasi aset yang dimiliki perusahaan
Low corporate asset utilization risk
• Banyak aset-aset perusahaan yang digunakan secara ilegal oleh masyarakat.
• Hilangnya peluang keuntungan terhadap aset-aset yang idle.
• Illegal use of corporate assets by the public.
• Loss of profit opportunities due to idle assets.
Melakukan identifikasi aset Perusahaan, melengkapi adminstrasi, serta optimalisasi aset-aset yang kurang produktif melalui kerja sama dengan pihak lain atau divestasi.
Identify the Company’s assets, complete the administrative processes, and optimize non-productive assets through cooperation with other parties or conduct divestment.
MANAJEMEN RISIKO
/RISK MANAGEMENT
Implementasi Enterprise Risk Management
Implementasi manajemen risiko terintegrasi, atau yang lebih dikenal sebagai Enterprise Risk Management (ERM), dimulai di Pertamina pada tahun 2008 dengan pengembangan Road Map Implementasi ERM Pertamina. Road map ERM Pertamina terbagi dalam beberapa tahapan mulai dari tahap Kesadaran, tahap Kerangka & Disiplin, sampai tahap akhir yaitu Budaya Risiko.