• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pemerintah Kabupaten Nias khususnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias perlu menjalin kerjasama dan melibatkan PT.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Nias untuk dapat mendukung pelaksanaan kegiatan pelayanan langsung di kecamatan sehingga ketika jadwal pelayanan tiba, stabilitas arus listrik di lokasi pelayanan dapat terjaga dan tidak terdampak pemadaman.

2. Pelayanan langsung di kecamatan merupakan pelayanan loket yang berpindah tempat di kantor camat. Oleh karena itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias perlu membuat standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan pelayanan langsung di kecamatan. Hal ini dapat menciptakan ketenangan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan.

3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias tetap melanjutkan pelaksanaan sosialisasi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan administrasi kependudukan. Kegiatan sosialisasi disarankan lebih menyasar langsung kepada masyarakat daripada aparatur pemerintahan desa dan kecamatan. Apalagi belakangan ini telah banyak terbit peraturan-peraturan sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, yang semuanya ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam pengurusan dokumen kependudukannya.

Sosialisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persyaratan dan tata cara pengurusan dokumen

kependudukan sehingga dengan demikian dapat meminimalisasi ketergantungan masyarakar terhadap pihak ketiga dalam pengurusan dokumen kependudukannya.

4. Apabila mencermati luas, geografi dan topografi wilayah Kabuaten Nias yang terdiri dari sepuluh kecamatan dan 170 desa, Pemerintah Kabupaten Nias perlu memikirkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Instansi Pelaksana di kecamatan sebagai salah satu solusi permanen untuk memperpendek jarak pelayanan administrasi kependudukan.

DAFTAR PUSTAKA

Agustino, Leo, 2006, Dasar-dasar Kebijakan Publik, Bandung: Alfabeta.

Bagong, Suyanto, 2005, Metode Penelitian Sosial, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Djaliluddin, Rusli, 2015, Evaluasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik (Studi pad Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banggai Kepulauan), Tesis, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Dwiyanto, Agus (ed.), 2005, Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Idrus, Muhammad, 2009, Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatis, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Lovelock, Christhoper dan Jochen Wirtz, 2001, Service Marketing, People, Technology, Strategy, Seven Editition.

Karlina, Eka, 2014, Kualitas Pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pontianak, Tesis, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Keban, Yeremias T., 2008, Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik, Konsep, Teori dan Isu, Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Mardiasmo,2002, Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah, Yogyakarta: Andi Offset.

Moeljono, Djokosantoso, 2006, Good Corporate Culture Sebagai Inti Dari Good Corporate Governance, Jakarta: PT. Elex Media Computindo.

Moleong, Lexy J., 2005, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Natsir, Moh., 1999, Metodologi Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Palmer, Adrian, 2001, Principles of Service Marketing, Third edition, McGraw Hill International Edition.

Puspitosari, Hesti, 2007, Wajah Buram Pelayanan Publik, Malang: Yappika.

Purwanto, Erwan Agus dan Dyah Ratih Sulistyastuti, 2012, Implementasi Kebijakan Publik: Konsep dan Aplikasinya Di Indonesia, Yogyakarta:

Gava Media.

Ratminto dan Atik Septi Winarsih, 2006, Manajemen Pelayanan. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Ripley, Randall B. & Grace A. Franklin, 1986, Policy Implementation and Bureaucracy, Chicago, Illionis: The Dorsey Press.

Said, M. Mas’ud, 2009, Birokrasi di negara birokratis: Makna, Masalah, dan Dekonstruksi Birokrasi Indonesia, Malang: UMM Press.

Sinambela, Litjan Poltak, dkk., 2011, Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, Implementasi, Jakarta: Bumi Aksara.

Subarsono, AG., 2005, Analisis Kebijakan Publik: Konsep, Teori dan Aplikasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung:

Alfabeta.

Sulistyani, Ambar Teguh (ed.), 2011, Memahami Good Governance Dalam Perspektif Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Thoha, Miftah, 2003, Birokrasi dan Politik di Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Utomo, Warsito, 2006, Administrasi Publik Baru Indonesia; Perubahan Paradigma dari Administrasi Negara ke Administrasi Publik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Winarno, Budi, Kebijakan Publik: Teori, Proses dan Studi Kasus, Yogyakarta:

CAPS (Centre of Academic Publishing Service), 2014

Jurnal-jurnal

Makinde, Taiwo, 2005, Problems of Policy Implementation in Developing Nations: The Nigerian Experience, Journal of Social Science, Vol. 11 (1), Nigeria: Kamla-Raj.

Sarbini, Akhmad, dkk., 2016, Implementasi Kebijakan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam Jurnal eJournal Administrative Reform, Volume 4, No. 3, Palangkaraya: Universitas Mulawarman.

Peraturan Perundang-Undangan :

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1956 tetang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 tahun 2010 tentang Formulir dan Buku Yang Digunakan Dalam Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2015 tentang Tata Cara Perubahan Elemen Data Penduduk Dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 470/327/SJ tanggal 17 Januari 2014 tentang Perubahan Kebijakan Dalam Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan

Peraturan Daerah Kabupaten Nias Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Nias

Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kecamatan Sogaeadu

Peraturan Bupati Nias Nomor 17 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Nias

Sumber Berita Yang Diakses Secara Online:

Apa saja unsur-unsur negara itu? url: www.pendidikanzone.blogspot.co.id/apa-saja-unsur-unsur-negara-itu? Tanggal 8 Agustus 2015; diakses tanggal 20 April 2016

Asas “Stelsel Aktif” dalam UU Adminduk Tidak Bertentangan dengan Konstitusi;

url: http://www.mahkamahkonstitusi.go.id edisi 26 Februari 2014; diakses tanggal 13 Februari 2016.

Jumlah Penduduk Indonesia 259 Juta, url: http://nasional.kompas.com edisi 19 September 2011; diakses tanggal 16 Februari 2016.

Layanan Publik Makin Baik, url: http://print.kompas.com edisi 1 Maret 2016;

diakses tanggal 20 April 2016

Mengkhawatirkan, Angka Kelahiran di RI Tiap Tahun Setara Jumlah Penduduk Singapura, url: http://nasional.kompas.com edisi 29 September 2015; diakses tanggal 16 Februari 2016.

Pemerintah Ubah Pola Pelayanan Administrasi Kependudukan, url:

http://www.tribunnews.com edisi tanggal 8 Desember 2013; diakses tanggal 13 Februari 2016

Urus KTP di Jakarta Lama Banget..., url: http://megapolitan.kompas.com edisi tanggal 29 April 2011; diakses tanggal 15 Februari 2016

2014, Pemerintah Jemput Bola Layani Administrasi Kependudukan, url:

http://nasional.kompas.com edisi 10 Desember 2013; diakses tanggal 15 Februari 2016.

http://sapa.kemendagri.go.id/pengaduan/detil/2841#.VygCnkC5-C4; diakses tanggal 20 April 2016

http://brainly.co.id/tugas/149117; diakses tanggal 20 April 2016

Lampiran 2

DAFTAR PERTANYAAN SEBAGAI PEDOMAN WAWANCARA

1. Apakah Bapak/Ibu mengetahui tentang Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan?

2. Apakah Bapak/Ibu memahami kebijakan stelsel aktif pada pelayanan administrasi kependudukan?

3. Bagaimana Bapak/Ibu sebagai implementator melaksanakan kebijakan tersebut? Apa saja yang telah dilakukan?

4. Bagaimana anggaran yang dialokasikan untuk melaksanakan kebijakan stelsel aktif pada pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Nias?

5. Apakah DPRD Kabupaten Nias mendukung? Bagaimana bentuk dukungan yang diberikan?

6. Pelayanan langsung ini berlokasi di kantor camat. Bagaimana Bapak/Ibu menyikapi dan mendukung kegiatan tersebut?

7. Sebagai implementator, apakah sumberdaya khususnya ketersediaan pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias telah memadai untuk melaksanakan kegiatan pelayanan langsung? Jika belum, bagaimana menyikapinya?

8. Apakah kegiatan pelayanan langsung tersebut sudah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP)?

9. Bagaimana kejelasan isi program pelayanan langsung tersebut? Apakah mudah dipahami?

10. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana pengaruh pelayanan langsung ini terhadap masyarakat? Apakah membantu masyarakat?

11. Apakah Bapak/Ibu merasakan dampak atau manfaat dari pelaksanaan pelayanan langsung di kecamatan yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nias?

12. Selama melaksanakan kegiatan pelayanan langsung di kecamatan, apa saja dan bagaimana kendala-kendala yang dihadapi?