BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus I, peneliti melalukan diskusi dengan guru mata pelajaran untuk membahas masalah yang dialami oleh siswa maupun guru dalam proses pembelajaran khususnya pada kemampuan menyimak berita. Selain itu, pada tahap ini peneliti menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Selanjutnya peneliti juga membuat pedoman observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan berlangsung. Selain itu, peneliti juga
52
b. Tahap Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan siklus I ini dilakukan selama 3 kali pertemuan.
1. Pertemuan Pertama
Pada pertemuan pertama, guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan. Kegiatan yang dilakukan yaitu guru menjelaskan materi menyimak berita, dan menjelaskan mengenai pokok-pokok berita yang meliputi apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana. Setelah materi selesai dijelaskan, selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila ada hal yang belum dipahami terkait materi yang telah dijelaskan.
Selanjutnya peneliti mengarahkan siswa untuk membentuk sebuah kelompok, dengan cara siswa diminta untuk berhitung mulai dari 1 sampai 5 dimulai dari pojok kanan. Selanjutnya siswa diminta untuk mencari kelompoknya masing-masing. Satu kelompok terdiri atas 4-5 orang, namun pada saat pembagian kelompok ada beberapa siswa yang masih bingung untuk mencari teman kelompoknya karena tidak memperhatikan pada saat pembagian kelompok, kemudian siswa berdiskusi tentang materi pokok-pokok berita yang telah disimak berdasarkan penjelasan guru. Selanjutnya siswa merangkum materi pokok-pokok berita yang telah didiskusikan pada buku catatan masing-masing. Langkah selanjutnya yaitu masing-masing perwakilan
kelompok tampil untuk memaparkan hasil diskusinya dan kelompok yang lain memberikan tanggapan. Sebelum pertemuan pertama berakhir guru menyuruh siswa untuk mempelajari kembali tentang pokok-pokok berita yang meliputi 5W + 1H di rumah.
2. Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan, selanjutnya siswa menyimak berita yang dibacakan, kemudian diminta untuk mengidentifikasi unsur-unsur berita 5W + 1H. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung siswa kurang terlihat serius karena mendapatkan beberapa gangguan dari temannya.
Kegiatan selanjutnya adalah siswa secara kelompok mendiskusikan hasil temuannya, selanjutnya menyimpulkan dan mengungkapkan kembali isi berita. Dalam kegiatan diskusi ini partisipasi siswa dalam berdiskusi kurang baik. Hal ini terlihat dari siswa dalam kelompok yang berbicara dengan temannya dan hanya beberapa orang saja yang mengerjakan tugas yang diberikan, siswa yang lain hanya sibuk dengan kegiatan lain.
3. Pertemuan ketiga
Pada pertemuan ketiga peneliti bersama siswa mengadakan
meminta siswa untuk memaparkan hasil tugas yang telah diberikan dan membuat simpulan terhadap pembelajaran keterampilan menyimak berita.
c. Tahap Pengamatan/Observasi
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran menyimak berita pada siklus I, diperoleh gambaran bahwa kegiatan pelaksanaan belum maksimal atau belum terlaksana dengan baik.
Secara rinci, kegiatan pembelajaran menyimak berita siswa kelas VIII4SMP Negeri 26 Makassar pada siklus I dapat diamati pada tabel berikut.
Tabel 4.1 Aktvitas Kinerja Guru Siklus I
No Aspek Yang Dinilai
Terlaksana
TL TTL
I. Prapembelajaran
1. Mempersiapkan siswa untuk belajar
2. Melakukan kegiatan apersepsi
II. Kegiatan Inti Pembelajaran A. Penguasaan Materi Pelajaran
1. Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran
2. Menyampaikan materi dengan jelas
sesuai dengan hierarki belajar dan karakteristik siswa
3. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan
B. Pendekatan strategi pembelajaran
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai dan karakteristik siswa
2. Melaksanakan pembelajaran secara runtut
3. Menguasai kelas 4. Melaksanakan pembelajaran yang
bersifat kontekstual
5. Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kegiatan positif
6. Melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan
C. Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran
1. Menggunakan media pembelajaran secara efektif dan efisien
2. Menghasilkan pesan yang menarik
3. Melibatkan siswa dalam
pemanfaatan media
D. Pembelajaran yang memicu dan
memelihara keterlibatan siswa 1. Menumbuhkan partisipasi aktif
siswa dalam pembelajaran
2. Menunjukkan sikap terbuka
terhadap respon siswa
3. Menumbuhkan keceriaan dan
antusiasme siswa dalam belajar
E. Penilaian proses dan hasil belajar
1. Memantau kemajuan belajar selama proses
2. Melakukan penilaian akhir sesuai
dengan kompetisi
F. Penggunaan bahasa
1. Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar
2. Menyampaikan pesan dengan gaya
yang sesuai
III. Penutup
1. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa
2. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan atau kegiatan atau tugas sebagai bahan
Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap aktivitas guru dalam pembelajaran menyimak berita pada siswa kelas VIII4 SMP Negeri 26 Makassar pada siklus ini belum maksimal. Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran tidak terlaksana dengan baik. Kegiatan yang dimaksud yaitu kurang memberikan apersepsi, kurang memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat siswa, kurang dalam mengaitkan materi dengan realita kehidupan, guru juga lebih banyak berdiri di depan kelas sehingga siswa yang duduk di posisi belakang merasa terabaikan, kurang dalam pemanfaatan media dalam proses pembelajaran sehingga siswa merasa jenuh pada saat mengkuti proses belajar di dalam kelas, kurang melibatkan siswa dalam pemanfaatan media, dan belum melaksanakan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa.
Beberapa kegiatan pembelajaran yang belum mendapat perhatian oleh guru tersebut, akhirnya berimplikasi pada penilaian proses siswa terhadap pembelajaran menyimak berita. Hasil observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus I disajikan pada tabel berikut.
Tabel 4.2 Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus I
Kriteria Penilaian
Pertemuan
Rata-rata
Persentase (%)
1 2 3
Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran
30 29 30 29,67 98,9
Positif Mengajukan
pertanyaan mengenai materi pelajaran yang belum dipahami aktivitas lain diluar kegiatan pembelajaran
Hasil observasi dari pelaksanaan penelitian tindakan ini diperoleh kemampuan awal siswa kelas VIII4 SMP Negeri 26 Makassar selama pembelajaran peneliti dibantu oleh guru yang bersangkutan mengecek lembar observasi yang telah disediakan sebelumnya. Peneliti juga mencatat segala sesuatu yang terjadi dalam
saat proses belajar mengajar berlangsung. Peneliti mengikuti kegiatan pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Adapun aspek yang diamati adalah perilaku siswa baik yang positif maupun negatif. Aspek yang positif terdiri dari (1) kehadiran siswa dalam kegiatan pembelajaran, (2) siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang belum dipahami, (3) siswa yang menjawab/menanggapi pertanyaan dari teman/peneliti, (4) siswa yang meminta bimbingan /bantuan dalam mengerjakan soal-soal evaluasi, (5) memberi bantuan penjelasan kepada teman yang membutuhkan, (6) siswa yang memberi tanggapan terhadap presentasi dari kelompok lain, (7) siswa yang mengumpulkan/menyetor pekerjaan rumah, (8) siswa terganggu oleh lingkungan, sedangkan aspek negatif adalah (9) siswa yang melakukan aktivitas lain diluar kegiatan pembelajaran (tidak memperhatikan penjelasan peneliti, mengantuk, tidur, menggnggu teman, keluar masuk ruangan).
Dari hasil evaluasi diperoleh gambaran bahwa minat dan motivasi siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran cukup baik.
Hal ini diindikasikan pada hasil observasi yang diperoleh saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pemaparannya adalah berdasarkan tabel 4.2 diperoleh bahwa dari 30 siswa kelas VIII4SMP Negeri 26 Makassar, jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung rata-rata mencapai 98,9%, siswa mengajukan pertanyaan mengenai materi pelajaran yang belum
dipahami sebesar 52,24%, siswa yang menjawab/menanggapi pertanyaan dari teman/peneliti sebesar 54,47%, siswa yang meminta bimbingan/bantuan dalam mengerjakan soal-soal evaluasi sebesar 50%, siswa yang memberi bantuan penjelasan kepada teman yang membutuhkan sebesar 33,34%, siswa yang memberi tanggapan terhadap presentasi dari kelompok lain sebesar 40%, siswa yang mengumpulkan/menyetor pekerjaan rumah sebesar 4,47%, dan siswa yang melakukan aktivitas lain diluar kegiatan pembelajaran (tidak memperhatikan penjelasan peneliti, mengantuk, tidur, mengganggu teman, keluar masuk ruangan) sebesar 22,24%.
Pada siklus ini dilaksanakan tes hasil belajar yang berbentuk tes uraian sebanyak satu kali setelah dilaksanakan proses belajar mengajar selama 3 kali pertemuan. Adapun data skor belajar yang diperoleh siswa dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.3 Skor Kumulatif Menyimak Berita Siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase (%) 0 – 59
(30%) berada pada kategori rendah, 3 siswa (10%) berada pada kategori sedang, 15 orang siswa (50%) berada pada kategori tinggi, dan 3 orang siswa (10%) berada pada kategori sangat tinggi.
Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Skor Kumulatif Menyimak Berita Siklus I
Kriteria Frekuensi Persentase (%) Tuntas
Tidak Tuntas
21 9
70 30
Jumlah 30 100
Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan bahwa dari 30 orang siswa sebagai subjek penelitian terdapat 21 (70%) yang tuntas dan 9 (30%) yang tidak tuntas. Ini berarti siswa di kelas VIII4 SMP Negeri 26 Makassar belum mencapai ketuntasan secara klasikal. Ketuntasan klasikal apabila siswa di kelas tersebut telah mencapai skor ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah tersebut.
d. Tahap Refleksi
Berdasarkan hasil analisis kategori skor dipadukan dengan hasil observasi, maka peneliti menarik simpulan sementara tentang pelaksanaan siklus I bahwa keterampilan menyimak berita masih perlu untuk ditingkatkan lagi sesuai dengan ketuntatasan pencapaian hasil pembelajaran menyimak berita, maka perlu diadakan pembelajaran siklus II.