HASIL UJI HIPOTESIS
METODE PENELITIAN
G. Metode Pengumpulan Data
2. Skala Kecemasan Terhadap Ujian Statistika (KTUS) I, II dan
Skala Kecemasan Terhadap Ujian Statistika I (KTUS I) ditujukan untuk mengukur tingkat kecemasan terhadap ujian statistika pada sampel sesaat sebelum diberikan perlakuan. Sedangkan Skala Kecemasan Terhadap Ujian Statistika II (KTUS II) ditujukan untuk mengukur tingkat kecemasan terhadap ujian statistika pada sampel saat belajar selama 10 menit sebelum mengerjakan ujian statistika dan Skala Kecemasan Terhadap Ujian Statistika III (KTUS III) ditujukan untuk mengukur tingkat kecemasan terhadap ujian statistika pada sampel saat mengerjakan ujian statistika.
Masing-masing skala KTUS I, II dan III terdiri dari 46 butir aitem sebelum dilakukan uji coba. Terdapat pilihan respon “ya” dan “tidak” di masing-masing aitemnya. Sampel memilih respon “ya” jika ia merasa sesuai dengan pernyataan yang ada dalam aitem tersebut, sedangkan sampel memilih respon “tidak” jika pernyataan yang ada pada aitem tersebut tidak sesuai dengan apa yang ia rasakan pada saat itu. Skor 1 akan diberikan ketika sampel memilih respon “ya” dan skor 0 diberikan ketika sampel memilih respon “tidak” sehingga skor maksimum untuk masing-masing skala dapat dihitung, yaitu jika sampel memilih respon “ya” di
semua aitem maka sampel akan memperoleh skor sebesar 46 x 1 = 46 dan skor minimum sebesar 46 x 0 = 0 jika sampel memilih respon “tidak” di semua aitem.
Setelah mengetahui nilai minimum dan maksimumnya, maka nilai mean hipotetiknya dapat diperoleh dengan membagi dua hasil penjumlahan nilai skor maksimum dengan skor minimum untuk masing-masing skala yaitu sebesar (46 + 0) : 2 = 23. Setelah mengetahui nilai mean hipotetik, maka nilai standar deviasi (SD) hipotetiknya juga dapat diperoleh dengan membagi enam hasil pengurangan nilai skor maksimum dengan skor minimunya yaitu sebesar (46 - 0) : 6 = 7.67. Mean dan standar deviasi hipotetik ini diperlukan untuk melihat apakah rerata dari hasil masing-masing pengukuran KTUS I, II dan III pada sampel di setiap kelompok lebih tinggi atau lebih rendah daripada rerata KTUS I, II dan III pada populasi. Selain itu, mean dan standar deviasi hipotetik diperlukan untuk membuat kategorisasi kecemasan terhadap ujian statistika yang rendah, sedang dan tinggi pada sampel terhadap hasil pengukuran KTUS I, II dan III yang dipaparkan pada bab 4.
Skala KTUS I, II dan III disusun berdasarkan respon-respon kecemasan yang dicetuskan oleh Stuart (dalam Agnesha, 2011) yang meliputi aspek fisiologis, perilaku, kognitif dan afektif. Spesifikasi/blueprint indikator pengukuran dari setiap aspek beserta proporsi dan bentuk aitem pada skala KTUS I dan II akan disajikan pada tabel 2 :
Tabel 2. Blueprint Skala KTUS I dan KTUS II
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Respon Fisiologis
Kardiovaskular 1. Jantung berdebar kencang 20%
60
Tabel 2 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS I dan KTUS II
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Gastrointestinal 3. Rasa tidak nyaman di perut (mulas, tidak enak, perut rasanya melilit, dan sebagainya)
Neuromuskular 4. Mual
5. Gemetaran di bagian tubuh tertentu (misalnya kaki / tangan / alis / bagian tubuh lainnya)
6. Gugup 7. Kepala pusing
Traktur urinarius 8. Rasa ingin buang air kecil
Kulit 9. Keringat dingin
10. Gatal di bagian tubuh tertentu Respon
Afektif
Mudah merasa terganggu
11. Mudah merasa terganggu / sensitif 20%
Tidak sabar 12. Perasaan tidak sabar / tergesa-gesa 13. Perasaan ingin segera melewati dan mengakhiri ujian sesegera mungkin
Gelisah 14. Perasaan tidak enak / gelisah
Tegang 15. Perasaan yang menegangkan
terhadap ujian statistika yang akan dihadapi
Ketakutan 16. Perasaan takut yang tidak menentu Waspada 17. Perasaan waspada yang berlebihan
terhadap materi-materi statistika ataupun hal lainnya, seperti bentuk soal yang diujiankan, bagaimana cara penilaian oleh dosen, siapa yang mengawas saat ujian, dan lain-lain Mati rasa 18. Perasaan mati rasa / tidak tertarik
dengan hal-hal lain
Rasa bersalah 19. Rasa bersalah karena merasa kurangnya persiapan untuk ujian Malu 20. Malu bila nilai hasil ujian tidak
sesuai dengan yang diharapkan Respon
Kognitif
Perhatian terganggu
21. Perhatian mudah terganggu oleh pikiran-pikiran dan hal lainnya
40%
Pelupa 22. Mudah lupa (rumus, langkah-
langkah pengerjaan, metode analisis, dan sebagainya)
Salah dalam memberikan penilaian
23. Memiliki pemikiran yang belum tentu benar (misal : menilai bahwa materi tertentu tidak akan diujiankan; beranggapan bahwasoal kuis akan keluar saat ujian; dan pemikiran / anggapan lainnya)
Tabel 2 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS I dan KTUS II
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Hambatan dalam berfikir
24. Sulit dalam berfikir (misal, sulit
memahami rumus, konsep, sulit
mengerjakan analisis statistik, sulit
memahami kasus / data, dan
sebagainya) Kesadaran diri
meningkat
25. Menyadari bahwa saya berada di situasi yang mengancam
Sulit
berkonsentrasi
26. Sulit berkonsentrasi Sulit mengambil
keputusan
27. Sulit memilih rumus atau analisis statistik yang tepat terhadap bentuk kasus / data-data tertentu
Lapangan Persepsi Menurun
28. Terlalu fokus ke materi yang sedang dibahas, sehingga mengabaikan dan hal-hal lain yang terjadi di sekitar Kreatifitas
menurun
29. Kurang mampu bila diminta untuk membuat contoh contoh kasus / data yang berbeda dari soal-soal latihan sebelumnya
Bingung 30. Bingung (misal, kebingungan
dalam memahami atau memaknai
konsep, cara mengerjakan /
menganalisis data, dan sebaginya)
Takut 31. Memikirkan hal-hal yang
menakutkan, misalnya seperti tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, tidak
akan mampu memahami rumus,
berfikir bahwa rumus-rumus yang telah dipelajari akan lupa, dan pemikiran menakutkan lainnya.
Kehilangan kontrol
32. Tidak mampu lagi memahami tentang konsep, langkah-langkah pengerjaan dan analisis statsitik sehingga rasanya butuh tuntunan atau pengarahan dari orang lain
33. Tidak dapat berfikir apa-apa lagi / blank
34. Pasrah Respon
Perilaku
Gelisah 35. Tidak tenang / gelisah 20%
Ketegangan Fisik
36. Tegang / kaku
Reaksi Terkejut 37. Bereaksi seperti saat sedang terkejut (misal, terbodoh, terdiam, terpaku, dan sebagainya)
62
Tabel 2 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS I dan KTUS II
Selanjutnya, blueprint skala KTUS III dapat dilihat pada tabel 3: Tabel 3. Blueprint Skala KTUS III
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Menghindar 39. Menghindari bertatapan muka atau kontak mata dengan orang lain
40. Ingin menyendiri sesaat Kurang
Koordinasi
41. Tidak responsif (misal : bila ada yang memanggil, tidak langsung segera merespon / menoleh kepada yang
memanggil; tidak dapat segera
mengantisipasi saat pulpen atau alat tulis lainnya hendak jatuh; dan sebagainya)
Melarikan diri dari masalah
42. Tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai materi yang akan diujiankan 43. Bila diperbolehkan dan dapat memilih, saya memilih untuk tidak mengikuti ujian statistika
44. Berharap bahwa ujian tidak jadi dilaksanakan dan diganti di hari lain Menarik diri dari
hubungan interpersonal
45. Tidak terlalu ingin berkomunikasi dengan teman
46. Tidak terlalu ingin diajak bercanda oleh teman
Total 100%
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Respon Fisiologis
Kardiovaskular 1. Jantung berdebar kencang 20%
Pernafasan 2. Nafas tidak teratur
Gastrointestinal 3. Rasa tidak nyaman di perut (mulas, tidak enak, perut rasanya melilit, dan sebagainya)
4. Mual
Neuromuskular 5. Gemetaran di bagian tubuh tertentu (misalnya kaki / tangan / alis / bagian tubuh lainnya)
6. Gugup 7. Kepala pusing
Traktur urinarius 8. Rasa ingin buang air kecil
Kulit 9. Keringat dingin
10. Gatal di bagian tubuh tertentu Respon
Afektif
Mudah merasa terganggu
11. Mudah merasa terganggu / sensitif 20% Tidak sabar 12. Perasaan tidak sabar / tergesa-gesa
13. Perasaan ingin segera melewati dan mengakhiri ujian sesegera mungkin
Tabel 3 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS III
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Tegang 15. Perasaan yang menegangkan
terhadap ujian statistika yang sedang dihadapi
Ketakutan 16. Perasaan takut yang tidak menentu
Waspada 17. Perasaan waspada yang berlebihan terhadap materi-materi statistika ataupun hal lainnya, seperti pengerjaan soal yang sudah benar atau belum, bagaimana cara penilaian oleh dosen, siapa yang mengawas saat ujian, dan lain-lain
Mati rasa 18. Perasaan mati rasa / tidak tertarik dengan hal-hal lain
Rasa bersalah 19. Rasa bersalah karena merasa kurangnya persiapan untuk ujian Malu 20. Malu bila nilai hasil ujian tidak
sesuai dengan yang diharapkan Respon
Kognitif
Perhatian terganggu
21. Perhatian mudah terganggu oleh pikiran-pikiran dan hal lainnya
40%
Pelupa 22. Mudah lupa (rumus, langkah-
langkah pengerjaan, metode analisis, dan sebagainya)
Salah dalam memberikan penilaian
23. Memiliki pemikiran yang belum tentu benar (misal : menilai bahwa analisis statistik yang digunakan sudah tepat; beranggapan bahwa soal yang dikerjakan sudah benar; dan pemikiran lainnya)
Hambatan dalam berfikir
24. Sulit dalam berfikir (misal, sulit
memahami rumus, konsep, sulit
mengerjakan analisis statistik, sulit memahami kasus/data, dan sebagainya) Kesadaran diri
meningkat
25. Menyadari bahwa saya berada di situasi yang mengancam
Sulit
berkonsentrasi
26. Sulit berkonsentrasi Sulit mengambil
keputusan
27. Sulit memilih rumus atau analisis statistik yang tepat terhadap bentuk kasus / data-data tertentu
Lapangan Persepsi Menurun
28. Terlalu fokus ke materi yang sedang dibahas, sehingga mengabaikan dan hal-hal lain yang terjadi di sekitar Kreatifitas
menurun
29. Kurang mampu bila diminta untuk membuat contoh contoh kasus / data yang berbeda dari soal-soal latihan sebelumnya
64
Tabel 3 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS III
Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase
Bingung 30. Bingung (misal, kebingungan
dalam memahami atau memaknai
konsep, cara mengerjakan /
menganalisis data, dan sebaginya)
Takut 31. Memikirkan hal-hal yang
menakutkan, misalnya seperti tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, waktu ujian tidak akan cukup, berfikir bahwa analisis yang digunakan akan salah, dan pemikiran menakutkan lainnya.
Kehilangan kontrol
32. Tidak mampu lagi memahami soal ujian, langkah-langkah pengerjaan dan analisis statsitik sehingga rasanya butuh tuntunan atau pengarahan dari orang lain
Kehilangan kontrol
32. Tidak mampu lagi memahami soal ujian, langkah-langkah pengerjaan dan analisis statsitik sehingga rasanya butuh tuntunan atau pengarahan dari orang lain
33. Tidak dapat berfikir apa-apa lagi / blank
34. Pasrah Respon
Perilaku
Gelisah 35. Tidak tenang / gelisah 20%
Ketegangan Fisik
36. Tegang / kaku
Bicara Cepat 38. Bicara menjadi lebih cepat ketika ada yang mengajak berbicara
Menghindar 39. Menghindari bertatapan muka atau kontak mata dengan orang lain
40. Ingin menyendiri sesaat setelah ujian selesai
Kurang Koordinasi
41. Tidak responsif (misal : bila ada yang memanggil, tidak langsung segera merespon / menoleh kepada yang memanggil; tidak dapat segera mengantisipasi saat pulpen atau alat tulis lainnya hendak jatuh; dan sebagainya)
Melarikan diri dari masalah
42. Tidak ingin lagi mencoba
mengerjakan soal ujian yang tidak bisa dikerjakan
43. Tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai materi yang diujiankan saat ujian selesai
Tabel 3 (Lanjutan). Blueprint Skala KTUS III