HASIL UJI HIPOTESIS

METODE PENELITIAN

J. Hasil Uji Coba Alat Ukur

2. Uji Reliabilitas

Terdapat beberapa kali pengujian reliabilitas untuk masing-masing skala KTUS I dan KTUS III. Pengujian pertama dilakukan untuk melihat reliabilitas alat ukur beserta daya beda aitem pada semua aitem yang telah disusun sesuai dengan blueprint yang telah dibuat. Pengujian reliabilitas hanya akan dilakukan sekali saja jika tidak ada pembuangan aitem yang memiliki daya beda aitem yang rendah.

Hasil pengujian reliabilitas yang pertama terhadap skala KTUS I untuk setiap aspeknya dan secara keseluruhan ditunjukkan pada tabel 5:

Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas KTUS I Yang Pertama

KTUS I Cronbach’s Alpha Jumlah Aitem

Aspek Fisiologis .679 10

Aspek Perilaku .668 12

Aspek Kognitif .723 14

Aspek Afektif .699 10

Keseluruhan .874 46

Berdasarkan tabel 5, terlihat bahwa reliabilitas untuk skala KTUS I secara keseluruhan adalah sangat baik dengan koefisien Alpha sebesar 0.874 (di atas 0.7). Namun aspek fisiologis, perilaku dan afektif memiliki reliabilitas yang rendah (di bawah 0.7) serta terdapat beberapa aitem yang harus digugurkan pada masing-masing aspek karena memiliki daya beda aitem yang rendah pula. Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas yang kedua (final) setelah membuang aitem- aitem yang memiliki daya beda aitem yang rendah pada Skala KTUS I :

Tabel 6. Hasil Uji Reliabilitas KTUS I Yang Kedua (Final)

KTUS I Cronbach’s Alpha Jumlah Aitem

Aspek Fisiologis .703 8

Aspek Perilaku .722 10

Aspek Kognitif .750 12

Aspek Afektif .702 9

Keseluruhan .880 39

Berdasarkan tabel 6, maka alat ukur KTUS I sudah dikatakan memiliki reliabilitas yang baik (di atas 0.7), baik reliabilitas untuk masing-masing aspeknya maupun reliabilitas skala KTUS I secara keseluruhan.

Selanjutnya, hasil pengujian reliabilitas untuk Skala KTUS III dapat dilihat pada tabel 7:

Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas KTUS III Yang Pertama

KTUS III Cronbach’s Alpha Jumlah Aitem

Fisiologis .665 10

Perilaku .685 12

Kognitif .703 14

Afektif .683 10

Keseluruhan .865 46

Berdasarkan tabel 7, KTUS III secara keseluruhan memiliki reliabilitas yang tinggi yang ditunjukkan dengan koefisien alpha sebesar .865 (di atas 0.7). Akan tetapi, reliabilitas untuk aspek fisiologis, perilaku dan afektif masih terlihat rendah (di bawah 0.7) yang juga disertai dengan daya beda aitem yang rendah pada beberapa aitem di masing-masing aspek, sama seperti pada hasil pengujian reliabilitas skala KTUS yang pertama. Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas yang kedua (final) setelah membuang aitem-aitem yang memiliki daya diskriminasi yang rendah di masing-masing aspek pada Skala KTUS III :

74

Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas KTUS III Yang Kedua (Final)

KTUS III Cronbach’s Alpha Jumlah Aitem

Aspek Fisiologis .730 8

Aspek Perilaku .714 10

Aspek Kognitif .761 12

Aspek Afektif .706 9

Keseluruhan .877 39

Berdasarkan tabel 8, maka alat ukur KTUS III juga sudah dapat dikatakan memiliki reliabilitas yang baik (di atas 0.7), baik reliabilitas untuk masing-masing aspeknya maupun reliabilitas skala KTUS III secara keseluruhan.

3. Uji Daya Beda Aitem

Hasil uji coba menunjukkan bahwa terdapat koefisien korelasi aitem total atau indeks daya beda aitem yang berada di bawah nilai minimum (di bawah 0.2) pada beberapa aitem di masing-masing aspek pada alat ukur KTUS I, KTUS II dan KTUS III. Aitem-aitem tersebut haruslah dibuang dari alat ukur karena aitem dengan indeks daya beda aitem yang berada di bawah nilai minimum (0.2) mengartikan bahwa aitem tersebut tidak mampu membedakan mana sampel yang memiliki kecemasan terhadap ujian statistika dengan sampel yang tidak. Aitem- aitem yang digugurkan pada skala KTUS I dan II dapat dilihat pada tabel 9:

Tabel 9. Aitem Yang Gugur Pada Skala KTUS I dan KTUS II

Aspek Nomor Aitem Koefisien K.A.T

Respon Fisiologis 7 .100 10 .114 Respon Afektif 18 .075 Respon Kognitif 23 .190 28 .047 Respon Perilaku 36 -.040 40 .032

Berdasarkan tabel 9, diketahui bahwa terdapat 7 aitem yang digugurkan dalam skala KTUS I dan II sehingga total aitem skala KTUS I dan KTUS II secara keseluruhan berkurang menjadi 39 aitem. Hal ini mengakibatkan susunan indikator aitem serta bentuk aitem pada skala juga turut berubah. Blueprint final skala KTUS I dan KTUS II disajikan pada tabel 10:

Tabel 10. Blueprint Final Skala KTUS I dan KTUS II

Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase

Respon Fisiologis

Kardiovaskular 1. Jantung berdebar kencang 20%

Pernafasan 2. Nafas tidak teratur

Gastrointestinal 3. Rasa tidak nyaman di perut (mulas, tidak enak, perut rasanya melilit, dan sebagainya)

4. Mual

Neuromuskular 5. Gemetaran di bagian tubuh tertentu (misalnya kaki / tangan / alis / bagian tubuh lainnya)

6. Gugup

Traktur urinarius 7. Rasa ingin buang air kecil

Kulit 8. Keringat dingin

Respon Afektif

Mudah merasa terganggu

9. Mudah merasa terganggu / sensitif 20% Tidak sabar 10. Perasaan tidak sabar / tergesa-gesa

11. Perasaan ingin segera melewati dan mengakhiri ujian sesegera mungkin

Gelisah 12. Perasaan tidak enak / gelisah

Tegang 13. Perasaan yang menegangkan

terhadap ujian statistika yang akan dihadapi

Ketakutan 14. Perasaan takut yang tidak menentu Waspada 15. Perasaan waspada yang berlebihan

terhadap materi-materi statistika ataupun hal lainnya, seperti bentuk soal yang diujiankan, bagaimana cara penilaian oleh dosen, siapa yang mengawas saat ujian, dan lain-lain Rasa bersalah 16. Rasa bersalah karena merasa

kurangnya persiapan untuk ujian Malu 17. Malu bila nilai hasil ujian tidak

76

Tabel 10 (Lanjutan). Blueprint Final Skala KTUS I dan KTUS II

Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase

Respon Kognitif

Perhatian terganggu

18. Perhatian mudah terganggu oleh pikiran-pikiran dan hal lainnya

40%

Pelupa 19. Mudah lupa (rumus, langkah-

langkah pengerjaan, metode analisis, dan sebagainya)

Hambatan dalam berfikir

20. Sulit dalam berfikir (misal, sulit

memahami rumus, konsep, sulit

mengerjakan analisis statistik, sulit

memahami kasus / data, dan

sebagainya) Kesadaran diri

meningkat

21. Menyadari bahwa saya berada di situasi yang mengancam

Sulit

berkonsentrasi

22. Sulit berkonsentrasi Sulit mengambil

keputusan

23. Sulit memilih rumus atau analisis statistik yang tepat terhadap bentuk kasus / data-data tertentu

Kreatifitas menurun

24. Kurang mampu bila diminta untuk membuat contoh contoh kasus / data yang berbeda dari soal-soal latihan sebelumnya

Bingung 25. Bingung (misal, kebingungan

dalam memahami atau memaknai

konsep, cara mengerjakan /

menganalisis data, dan sebaginya)

Takut 26. Memikirkan hal-hal yang

menakutkan, misalnya seperti tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, tidak

akan mampu memahami rumus,

berfikir bahwa rumus-rumus yang telah dipelajari akan lupa, dan pemikiran menakutkan lainnya.

Kehilangan kontrol

27. Tidak mampu lagi memahami tentang konsep, langkah-langkah pengerjaan dan analisis statsitik sehingga rasanya butuh tuntunan atau pengarahan dari orang lain

28. Tidak dapat berfikir apa-apa lagi / blank

29. Pasrah Respon

Perilaku

Gelisah 30. Tidak tenang / gelisah 20%

Reaksi Terkejut 31. Bereaksi seperti saat sedang terkejut (misal, terbodoh, terdiam, terpaku, dan sebagainya)

Bicara Cepat 32. Bicara menjadi lebih cepat ketika ada yang mengajak berbicara

Tabel 10 (Lanjutan). Blueprint Final Skala KTUS I dan KTUS II

Selanjutnya, aitem-aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total di bawah 0.2 pada skala KTUS 3 dapat dilihat pada tabel 11:

Tabel 11. Aitem Yang Gugur Pada Skala KTUS III

Aspek Nomor Aitem Koefisien K.A.T

Respon Fisiologis 7 .056 10 -.155 Respon Afektif 18 -.037 Respon Kognitif 23 .103 28 -.148 Respon Perilaku 36 .129 40 .103

Keterangan : K.A.T = Korelasi Aitem Total

Berdasarkan tabel 11, dapat dilihat bahwa seluruh nomor dan banyaknya jumlah aitem yang harus dibuang pada skala KTUS III sama persis dengan

Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase

Menghindar 33. Menghindari bertatapan muka atau

kontak mata dengan orang lain Kurang

Koordinasi

34. Tidak responsif (misal : bila ada yang memanggil, tidak langsung segera merespon / menoleh kepada yang

memanggil; tidak dapat segera

mengantisipasi saat pulpen atau alat tulis lainnya hendak jatuh; dan sebagainya)

Melarikan diri dari masalah

35. Tidak ingin membahas lebih lanjut mengenai materi yang akan diujiankan 36. Bila diperbolehkan dan dapat memilih, saya memilih untuk tidak mengikuti ujian statistika

37. Berharap bahwa ujian tidak jadi dilaksanakan dan diganti di hari lain Menarik diri dari

hubungan interpersonal

38. Tidak terlalu ingin berkomunikasi dengan teman

39. Tidak terlalu ingin diajak bercanda oleh teman

78

seperti yang tertera pada tabel 10, sehingga indikator-indikator pada blueprint final skala KTUS III juga sama seperti pada blueprint final skala KTUS I dan II, kecuali bentuk aitem-aitemnya. Blueprint final skala KTUS III disajikan pada tabel 13:

Tabel 12. Blueprint Final Skala KTUS III

Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase

Respon Fisiologis

Kardiovaskular 1. Jantung berdebar kencang 20%

Pernafasan 2. Nafas tidak teratur Gastrointestinal

3. Rasa tidak nyaman di perut (mulas, tidak enak, perut rasanya melilit, dan sebagainya)

4. Mual

Neuromuskular 5. Gemetaran di bagian tubuh tertentu (misalnya kaki / tangan / alis / bagian tubuh lainnya)

6. Gugup

Traktur urinarius 7. Rasa ingin buang air kecil

Kulit 8. Keringat dingin

Respon Afektif

Mudah merasa terganggu

9. Mudah merasa terganggu / sensitif 20%

Tidak sabar 10. Perasaan tidak sabar / tergesa-gesa 11. Perasaan ingin segera melewati dan mengakhiri ujian sesegera mungkin

Gelisah 12. Perasaan tidak enak / gelisah

Tegang 13. Perasaan yang menegangkan

terhadap ujian statistika yang sedang dihadapi

14. Perasaan takut yang tidak menentu Waspada 15. Perasaan waspada yang berlebihan

terhadap materi-materi statistika ataupun hal lainnya, seperti pengerjaan soal yang sudah benar atau belum, bagaimana cara penilaian oleh dosen, siapa yang mengawas saat ujian, dan lain-lain

Rasa bersalah 16. Rasa bersalah karena merasa kurangnya persiapan untuk ujian Malu 17. Malu bila nilai hasil ujian tidak

sesuai dengan yang diharapkan Respon

Kognitif

Perhatian terganggu

18. Perhatian mudah terganggu oleh pikiran-pikiran dan hal lainnya

40%

Pelupa 19. Mudah lupa (rumus, langkah-

langkah pengerjaan, metode analisis, dan sebagainya)

Tabel 12 (Lanjutan). Blueprint Final Skala KTUS III

Aspek Indikator Nomor dan Bentuk Item Persentase

Hambatan dalam berfikir

20. Sulit dalam berfikir (misal, sulit

memahami rumus, konsep, sulit

mengerjakan analisis statistik, sulit

memahami kasus / data, dan

sebagainya) Kesadaran diri

meningkat

21. Menyadari bahwa saya berada di situasi yang mengancam

Sulit

berkonsentrasi

22. Sulit berkonsentrasi Sulit mengambil

keputusan

23. Sulit memilih rumus atau analisis statistik yang tepat terhadap bentuk kasus / data-data yang ada pada soal Kreatifitas

menurun

24. Kurang mampu bila diminta untuk membuat contoh contoh kasus / data yang berbeda dari soal-soal latihan sebelumnya

Bingung 25. Bingung (misal, kebingungan

dalam memahami atau memaknai

konsep, cara mengerjakan /

menganalisis data, dan sebaginya)

Takut 26. Memikirkan hal-hal yang

menakutkan, misalnya seperti tidak akan bisa mengerjakan soal ujian, waktu ujian tidak akan cukup, berfikir bahwa analisis yang digunakan akan salah, dan pemikiran menakutkan lainnya.

Kehilangan kontrol

27. Tidak mampu lagi memahami soal ujian, langkah-langkah pengerjaan dan analisis statsitik sehingga rasanya butuh tuntunan atau pengarahan dari orang lain

28. Tidak dapat berfikir apa-apa lagi / blank

29. Pasrah Respon

Perilaku

Gelisah 30. Tidak tenang / gelisah 20%

Reaksi Terkejut 31. Bereaksi seperti saat sedang terkejut (misal, terbodoh, terdiam, terpaku, dan sebagainya)

Bicara Cepat 32. Bicara menjadi lebih cepat ketika ada yang mengajak berbicara

Menghindar 33. Menghindari bertatapan muka atau

80

Tabel 12 (Lanjutan). Blueprint Final Skala KTUS III

Dalam dokumen Pengaruh Musik Klasik Sedatif Terhadap Prestasi Belajar Statistika Melalui Penurunan Kecemasan Ujian Statistika pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (Halaman 79-87)