Bangka Belitung
STRATEGI (ST) a Peran Dinas Perikanan
dalam memberikan informasi tentang harga rumput laut b. Pembentukan kelompok tani STRATEGI (WT) a. Pembentukan koperasi b. Sosialisasi peran perbankan dalam pemberian modal c. Pemberian modal
Sumber: Data Primer setelah diolah, 2009
Penjelasan dari keempat strategi seperti yang terlihat pada matriks SWOT adalah, sebagai berikut : Strategi Kombinasi Kekuatan dan Peluang (SO)
Strategi SO dapat diterapkan dengan menggunakan segenap kekuatan pemasaran rumput laut untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada, seperti pengembangan sumberdaya manusia, peningkatan peran pemerintah dan peningkatan produksi.
Dalam hal ini peningkatan produksi rumput laut jikalau ketersediaan sumber daya alam yang melimpah berupa luas pesisir yang ada di kabupaten Takalar yang merupakan sentra produksi rumput laut di Kabupaten Takalar. Kemudian banyaknya jumlah anggota keluarga dalam setiap rumah tangga perikanan yang berkecimpung dalam usaha rumput laut juga menunjang peluang untuk terjadinya peningkatan produksi rumput laut.
Strategi lain yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan harga rumput laut adalah dengan memberikan pelatihan teknis tentang pengelolaan rumput laut, agar produksi dan kualitas dapat ditingkatkan. Strategi lain tentang budidaya rumput laut yaitu sektor perikanan yang banyak diminati oleh para petani perikanan. Oleh karena itu, dibutuhkan peran aktif pemerintah dalam hal pembinaan teknis, kelembagaan dan manajemen usaha agar masyarakat dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada secara efisien.
Strategi Kombinasi Kekuatan dan Ancaman (ST)
Untuk menerapkan strategi ini adalah tujuan memanfaatkan segenap kekuatan yang dimiliki oleh produsen rumput laut agar dapat meningkatkan pemasaran rumput laut yaitu dengan adanya pembentukan kelompok tani yang merupakan wadah perkumpulan para petani rumput laut, maka petani menggunakan
59
organisasi ini sebagai tempat untuk membicarakan dan mencari solusi dari segala permasalahan yang dihadapi.
Kemudian adanya peran Dinas Perikanan dalam pemberian informasi harga, yang mana umumnya petani tidak mengetahui harga rumput laut yang ada di pasaran selain informasi dari para pedagang pengumpul. Sehingga nantinya para petani dapat menjual hasil produksi rumput lautnya sesuai dengan harga yang berlaku dipasaran.
Strategi Kombinasi Kelemahan dan Peluang (WO)
Dalam mengkombinasikan kelemahan dan peluang bertitik tolak pada adanya kelemahan mendasar pada pemasaran rumput laut. Kelemahan yang dimaksud antara lain kurangnya pengetahuan dalam mengelola usaha berupa pengelolaan modal, sarana produksi maupun hasil produksinya. Strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas dan harga rumput laut adalah pembinaan manajemen usaha, sehingga para petani dapat menjalankan usahanya dengan baik tanpa mengalami kendala utamanya dalam hal penyediaan modal dan sarana produksi serta perbaikan kualitas produk.
Dalam hal peningkatan harga rumput laut, maka strategi yang diperlukan adalah peningkatan kualitas produk. Dimana para pedagang umumnya membeli rumput laut dari petani dengan harga yang rendah karena kualitasnya rendah, misalnya panen terlalu cepat dan tingkat kebersihan yang rendah. Selain faktor itu maka yang menyebabkan rendahnya kualitas rumput laut adalah penanganan pasca panen yang kurang tepat, misalnya metode penjemuran yang dilakukan di atas pasir sehingga hasil rumput laut banyak yang bercampur dengan pasir, batu dan kerikil.
Strategi Kombinasi Kelemahan dan Ancaman (WT)
Strategi ini digunakan untuk meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi hal ini dilakukan antara lain sosialisasi peran perbankan dimana informasi mengenai penyedia modal untuk usaha budidaya rumput laut, para petani membutuhkan informasi mengenai jenis-jenis pembiayaan yang dapat diberikan oleh pihak perbankan agar petani tidak mencari sumber pembiayaan lain misalnya para rentenir atau tengkulak.
Kemudian adanya pemberian modal, dimana munculnya para tengkulak yang berkedok sebagai pedangang pengumpul dan penyedia modal di Kabupaten Takalar sangat berperan dalam permainan harga rumput laut di tingkat petani. Dan para petani tidak mampu untuk mencari pedagang lain yang menawarkan harga yang kompetitif karena mereka sudah terikat kesepakatan dengan tengkulak tersebut yang memberikan modal dan sarana produksi.
Lalu adanya pembentukan koperasi, seperti halnya kelompok tani, para petani membutuhkan lembaga koperasi yang mampu menyediakan modal, sarana produksi dan dapat membeli hasil produksi rumput laut. Dengan adanya koperasi, maka para petani dapat meningkatkan pendapatannya dengan memproleh harga yang kompetitif tanpa melalui saluran pemasaran yang terlalu panjang.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Berdasarkan analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman), maka dibutuhkan strategi dalam meningkatkan harga laut di tingkat petani yaitu : dengan meningkatkan kualitas rumput laut melalui pembinaan manajemen usaha dan pengembangan sumberdaya manusia. 2) Faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya harga rumput laut di tingkat petani adalah rendahnya kualitas produk rumput laut yang dimiliki oleh petani, tidak adanya informasi harga tentang rumput laut, keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani, dan adanya para rentenir yang mau mengambil keuntungan dari para petani.
Implikasi dari penelitian adalah: 1) Perlu adanya peran dari Dinas Perikanan dalam memberikan penyuluhan kepada para petani rumput laut dengan membentuk lembaga koperasi atau kelompok tani yang mampu mewadahi para petani dalam pembudidayaan rumput laut dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi para petani tentang pembudidayaan rumput laut. 2) Perlunya diberikan pinjaman modal kerja kepada petani rumput laut melalui lembaga koperasi atau program Bank di desa-desa sehingga petani dapat meningkatkan produksi rumput laut dan menambah luas lahan.
5. UCAPAN TERIMA KASIH
Penelitian ini dilaksanakan dengan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1) Bapak Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang telah memberikan kesempatan kapada tim peneliti untuk melaksanakan penelitian ini. 2) I-MHERE sebagai
60
funding sponsor yang telah mendukung segala keperluan selama penelitian berlangsung. 3) Semua pihak yang telah membantu penelitian ini sehingga dapat terlaksanakan sesuai dengan rencana yang ada.
6. DAFTAR PUSTAKA
Achiwalaga, 1982. Ilmu Usaha Tani, Penerbit Alumni, Bandung.
Amiruddin, Maryam. 2003, Analisis Tataniaga Usahatani Rumput Laut (Nephelium Lappeleum L) melalui uasaha agribisnis rumput laut dikabupaten jenneponto. Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin. Anggarahani, S., E. Sugiharto dan Sulistijo. Penambahan Rumput Laut Turbinaria sp. Dan sargassum sp.
Sebagai iodium sumber ayati pada produk mie. Makalah pada seminar Pangan dan Gizi, Kongres PATPI, Yogyakarta, 10-11 Juli 1996.
Anonim, 1994., Pembangunan Agribisnis Perikanan, Badan Agribisnis Direktorat Jenderal Perikanan , Jakata David, Downey, W.D dan SP. Erikson, 1992, Manajemen Agribisnis Terjemahan, edisi ke-22, Erlangga,
61
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI USAHATANI CASSAVA DI PROVINSI LAMPUNG