• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Percakapan dalam Kegiatan Sehari-hari

DATA DAN ANALISIS DATA

4.2 Analisis data

4.2.2 Struktur Percakapan Bahasa Karo dalam Konteks Situasi Biasa .1 Struktur Percakapan dalam Perkawinan

4.2.2.2 Struktur Percakapan dalam Kegiatan Sehari-hari

Struktur percakapan dalam kegiatan sehari hari adalah struktur percakapan yang terjadi di rumah tangga, di warung kopi, dan di pasar dengan penutur yang berbeda. Data percakapan di rumah tangga diperoleh dari sebelas kegiatan di rumah tangga yang berbeda dengan topik pembicaraan yang berbeda pula. Dua percakapan di pasar dan satu percakapan di warung kopi. Jika dalam konteks situasi biasa perkawinan, struktur yang terjadi disebabkan oleh pengaruh hubungan pelibat sebagai sala h satu unsur konteks situasi, dalam percakapan sehari-hari struktur percakapan hanya dipengaruhi oleh hubungan pelibat. Hal ini dapat dilihat dari struktur percakapan no.1-3, 7, 9,12

15-16,18-19,21-22,25-26,28-29,31-32,36-39. Struktur yang terbentuk adalah struktur yang berbeda dari struktur yang telah diuraikan pada Bab II dikarenakan hubungan penutur dan petutur yang tidak dapat menukarkan pengalaman secara langsung melainkan harus melalui perantara. Akibatnya terjadi struktur meminta informasi ditandai dengan langkah k2 direalisasikan dengan memerintah/meminta jasa ditandai dengan a2 k2(a2) seperti contoh berikut.

(1)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

a2 BL: gia sungkun turangku ise narikin siman Timanken? Ph Imper

‘jadi tanya kakak siapa lagi yang mau ditunggu’

a1(k1)BR: Nggo tasak nakanta nina anak berunta nande Risa, Prn Decl

‘sudah masak nasi kita kata anak beru, mamak risa.’ (BIIa2)

(2)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k2BR: enggonge banci kita man,’apakah kita sudah boleh makan,’ Pn Interro k2BR: ntah lit dengan si lenga reh, uga?’ apa masih ada yang Pn Interro

belum datang?’

k1NR: Adi enggo sikap, yah, enggonge kuakap bancikita man RPn Decl (a2) nindu man turangku ‘Kalau sudah rapi, yah, kurasa

sudah boleh kita makan bilang sama turangku’ (BIIa3)

Dalam struktur percakapan no.1 dan 2 penutur BL tidak dapat berbicara langsung kepada penutur NR karena mereka ipar beripar. Penutur bahasa Karo, ipar beripar tidak diperkenankan berbicara langsung. Selain ipar beripar, menantu perempuan dengan mertua laki-laki dan sebaliknya mertua perempuan dengan menantu laki-laki juga tidak diperkenankan berbicara langsung seperti yang terlihat dalam percakapan no. 36-38. Percakapan dilakukan dengan perantara sehingga terbentuklah struktur percakapan yang bermarkah.

(36)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

a2JM: Sungkun kai ate bulangndu nakku‘Tanya apa mau Kakekmu nak’ Pn Interro a1BR: La kai pe kempu ningen man mamakndu. RPn Imper (a2) ‘Tidak apa-apa cucu, bilang sama mamakmu.’

a1f(a2f) BR: Kede nari aku ndai. ‘Dari kedai aku tadi’ (BIVa1) Prn Decl (37)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k2 BR: Uga mbue nge lako? ‘Bagaimana banyaknya laku?’ Pn Interro

k1(a2) JM: Sitek-sitek bulang ningen nakku. RPn Imper

‘Sedikit-sedikit bilang sama kakek anakku.’

k1f JM: Sangana pelego bagenda, la enterem kalak belanja. Prn Decl

(a2f) ‘Sedang musim kering begini, tidak banyak orang belanja’.

k2f(a2) BR: Bage kin ningen man nande ndu kempu. Ph Decl k2f BR: Terpaksa kin sabar ningen Ph Decl (a2) ‘Harus sabar bilang cucu‘ (BIVa2)

(38)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k1 BR: Dage ku rumah aku lebe kempu Prn Decl ‘Jadi aku pulang dulu cucu’.

k2 JM: Ue ningen man bulang ndu nakku Prn Imper (a2) . ‘Ia bilang sama kakek nak’

k2f JM: Anjar-anjar bulang ningen. Ph Decl (a2f) ‘Pelan-pelan bilang sama kakek’ (BIVa3)

Struktur percakapan no. 36-38 memperlihatkan bahwa penutur JM dan BR sebagai menantu dan mertua laki-laki tidak dapat berbicara langsung. Pembicaraan mereka lakukan dengan perantara anak/cucu mereka sehingga terbentuklah struktur percakapan yang berbeda dari struktur percakapan yang ditawarkan Martin. Dalam konteks situasi biasa yakni dalam percakapan sehari-hari, meskipun pertukaran pengalaman tidak dapat dilakukan secara langsung, tetapi respon terkadang diberikan secara langsung dengan struktur yang berbeda

seperti yang terdapat dalam struktur percakapan no.36-38. Penutur BR dan JM melakukan langkah memberi dan meminta imformasi dengan cara memerintah anak/cucu mereka.

Dalam Struktur percakapan di rumah tangga no.2, 36-38 terdapat ketidaksesuaian fungsi ujar dan modus karena percakapan yang dimulai dengan langkah pertanyaan direalisasikan dengan langkah perintah dan langkah meminta barang dan jasa yang ditandai dengan langkah a2 direspon dengan langkah memerintah. Lazimnya langkah perintah yang ditandai dengan langkah a2 ditanggapi dengan langkah memberi barang dan jasa yang ditandai dengan langkah a1.

Tanggapan langsung juga terdapat dalam struktur percakapan no.13. Penutur menanyakan kesehatan mertua perempuan melalui perantara adik istri ditandai dengan langkah k2 (meminta informasi), langsung mendapat respon dari mertua dengan melakukan perintah terhadap anaknya ditandai dengan a2 seperti yang dapat dilihat dalam percakapan berikut.

(13)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

a2 BR: Di banci denga paksaken man Ph Decl

‘Kalau masih bisa paksakan makan,‘

a2 BR: mbuelah mami man, asal la mutah pasti jadi gegeh Ph Decl kerina nindu man mami. banyaklah mami makan,

asal tidak muntah jadi tenaga bilang sama mami.’

a1(a2) NR: Ue banci nge ku pala-palai ningen man kela ena, Ros RPh Decl

‘Ya . bisanya kucoba, bilang sama menantu itu, Ros’.

a2f BR: Gelah meter sehat, me meterka pagi ku rumah. Prn Decl

‘Biar cepat sehat cepat pulang ke rumah’ (BIId3)

Dinamika langkah banyak terjadi di dalam situasi jual beli antara pembeli dan penjual. Dinamika yang terjadi berbentuk tantangan, klarifikasi, dan konfirmasi yang ditandai dengan ch, cl dan cf. Hal ini tidak mengherankan karena dalam situasi jual beli,

pembeli adalah raja dan agar pembeli dapat berulang kembali, penjual berusaha melayani sebaik mungkin seperti yang terdapat dalam struktur percakapan no. 39-40 .

(39)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

Pb: la kurang ‘Tidak kurang?’ Pn Interro

Pb: jah pe ndai telu ribu ngenca ‘di sana pun tadi hanya tiga ribu ‘ Prn Decl

Pj: La kap seri tomat te, ‘Tidak sama tomat kita ini,’ Prn Decl

Pj: niindu min ‘coba lihat’ Ph Imper

Pb: kurangi sitik yah, telu ribu saja ban Ph Imper

(BIVb2)

(40)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

Pb: pas ban timbangen na ‘pas buat timbangannya’ Ph Imper

Pj: Adi timbangen ula kam biar, ‘Kalau timbangan jangan takut,’ RPh Decl

Pj: banci kari timbang ndu jah seri nge kilo nta enda Prn Decl

. ‘boleh nanti kau timbang di sana samanya kilo kita ini’

Pj: Ula kam sangsi ‘jangan kau ragu’ Ph Imper

(BIVb4)

Demikian juga halnya di rumah tangga, percakapan antara suami dan istri terdapat dinamika langkah dalam bentuk klarifikasi dan respon terhadap klarifikasi ditandai dengan cl dan rcl, serta tantangan dan respon terhadap tantangan ditandai dengan langkah ch dan rch. Kondisi demikian memperlihatkan keakraban suami istri yang dapat dilihat pada struktur percakapan no.23.

(23)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

a2 S: Ban sitik teh ku yah ‘Buatkan air minumku’ Ph Imper ch I: Timai tik nari, ya ‘Tunggu sebentar lagi,ya’ Prn Decl rch S: Ugakin kam ei, ‘Bagaimana kau ini, ‘ Pn Interro

cl S: muas kita tik nari nindu Prn Decl

ch I: Adi la nai tertimai ndu, anak ndu suruh Ph Decl

‘Kalau tidak bisa kau tunggu, anakmu suruh’

cl S: la kap sada pe je ‘Tak ada satupun di situ’ RPh Decl rcl I: ih ndai je nge ia kerina, ntah ku jaka laus na e Prn Decl

‘tadi ada semua di situ, entah kemana pula perginya’

ch S: e ban ken yah ‘buatkanlah’ Ph Imper

a1 I: ya ue yah, ‘ya, ‘ RPh Minor a2 I: ula kam merawa ‘ jangan kau marah’ Ph Imper S: Non Verbal (NV)

Percakapan di atas adalah percakapan antara suami dan istri yang hanya terdiri dari satu struktur yang kompleks. Banyak terjadi dinamika langkah, yaitu tantangan dan respon terhadap tantangan yang berulang serta klarifikasi dan respon terhadap klarifikasi yang ditandai dengan panah melengkung Selain itu juga terdapat langkah pesoude move (non verbal) yang juga diperhitungkan sebagai langkah karena maksud pembicara tercapai yaitu meminta jasa dari istrinya untuk membuat secangkir teh meskipun mengalami hambatan. Setelah data di atas di analisis, maka diperoleh struktur percakapan sebagai berikut: a2^ch^rch^ch^ch^cl^rcl^ch^a1^a2^a1

(24)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k2A: Asa kai nari mbue na ‘berapa banyak lagi, cukup ini ?’ Pn Interro k2A: bias asa enda Pn Interr Ellips chI: Tamaken lebe enca cecap ka sekalei Ph Imper ‘Taruhkan dulu, baru cicipi lagi’

rchA: enggo yah, ‘Sudah, ya, ‘ RPh Minor rchI: cecapka ulihi ‘ulangi cicipi’ Ph Imper rchA: Uga ‘ bagaimana?’ Pn Interr Ellips k1I: ei enggo pas yah ‘ei sudah cocok, ‘ RPn Minor k1I: ras nakan pe enggo kua kap pas e ‘ ya sama Prn Decl nasipun kurasa sudah cocok’ (BIIh2)

(25)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

a2I: Bage pe sungkun bapa ndu ‘begitupun tanya bapakmu’ Ph Decl a2I: ula kari masin sa kap na ‘Jangan nanti keasinan menurutnya’ Ph Decl k2B: Apai kin e ‘Apa itu?’ Pn Interro k1I: ena gulen e. ‘Itu sayur itu’ RPn Decl Ellip k2A: Enggo nge pas sirana? ‘Sudah cocok garamnya’ Pn Interro k1B: Masinsa kap sitik ei. ‘Keasinan sikit ini.’ (NBIh3) RPn Decl (26)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k2B: Uga ngei? ‘Bagaimana ini?’ Pn Interro Ellip k1(k2)A: Uga nari ban nande? ‘bagaimana lagi dibuat mak?’ Pn Interro k1(a2)I: Sungkun bapa ndu ena. ‘Tanya bapakmu itu’ Ph Imper k1I: Aku enggom kuakap ndai pas Prn Decl ‘Aku sudah tadi kurasa cocok’ (BIh4)

Struktur percakapan no. 24-26 adalah percakapan yang terjadi di rumah tangga antara anak, bapak dan ibu. Terdapat dinamika langkah yang menunjukkan keakraban anggota keluarga.

Dalam percakapan di rumah tangga ditemukan satu struktur percakapan yang panjang yakni struktur percakapan no. 28 yang disebabkan oleh hubungan pelibat. Menurut budaya Karo ipar beripar (MT dan SG) tidak dapat menukarkan pengalamannya secara langsung . Konsekuensinya maksud MB meminjam uang kepada abang iparnya MT terjadi melalui percakapan yang panjang. MT harus menyampaikan maksud MB kepada istrinya dan meminta persetujuan SG. Struktur tersebut dapat dilihat dalam petikan struktur percakapan no. 28. Struktur percakapan ini memperlihatkan terjadinya ketidaksesuaian langkah. Lazimnya meminta informasi yang ditandai dengan k2 ditanggapi dengan k1 (k2^k1) tetapi karena hubungan tenor yang tidak membenarkan mereka berbicara langsung, informasi yang diberikan direalisasikan dengan modus imperatif.

Dengan demikian struktur percakapan yang terbentuk adalah k2^k1 (a2). Demikian juga dalam meminta barang dan jasa. Lazimnya ditanggapi dengan memberi jasa, yaitu a2^a1 tetapi karena penutur MB dan SG tidak dapat menukarkan pengalamannya secara langsung, pemberian barang dan jasa disampaikan melalui orang lain (MT). Konsekuensinya terbentuklah struktur percakapan a2^a1(a2).

( 28)

Struktur Percakapan Percakapan Fungsi Ujar Modus

k2 MT: kai kin ndai ei? ‘ada apa?’ Pn Interro ch BM: la bo kai pei bang. ‘Tidak apa-apa bang’ RPn Decl Ellip k2 BM: Ma sehatlah kam bage pe turangku ras parmain kerina? Pn Interro ‘Apakah abang sehat, begitu juga kaka ipar dan semua

ponakan?’

k1 MT: sehat ‘sehat’ RPn Minor

k2 BM: Ija turangku ei? ‘Dimana kakak ipar?’ Pn Interro k1 MT: ah dapur sangana erdakan. ‘Di dapur sedang masak’ RPn Decl a2 MT: Enta kulebuhken yah ‘Biar kupanggil’ Prn Decl

a1 BM: Non-verbal

k2 SG: Eh dubem turangku reh? ‘Sudah dari tadi adik ipar datang? Pn Interro k1(a2) BM: E dengang ningen man turangku ena RPn Decl ‘Baru saja bilang sama kakak ipar’

k2 SG: Ei mei labo kai pe? ‘Tidak ada apa-apa kan?’ Pn Interro k2 SG: Turangku ngenca si sada?. ‘Adik ipar saja sendirian’ Pn Interro k2 SG: Uga bebere sehat nge kerina Pn Interro ‘bagaimana ponakan sehat semuakan?’

k1(a2) BM: Sehat ningen man turang ndu. RPn Interro ‘Sehat bilang sama kakak ipar’

k1 MT: Enggom kami je duana ras turangku ndu. Prn Decl a2 MT: Kai kin ndai sura-sura ndu kataken saja. Pn Interro ‘Apa tadi maksudmu, bilanglah’

a1 BM: Ei bagenda bang kam ras turangku. RPn Decl ‘Ei, begini abang dan kakak’

a1 BM: Berkat ate bebere ndu ku jakarta minggu si reh. Prn Decl ’Mau berangkat ponakan abang ke jarkarta minggu depan.’

a1 BM: Ijah tena nerusken sekolahna Prn Decl . ‘Di sana dia akan melanjutkan sekolahnya’

a2f SG: Ei enggo merandal, ‘Baguslah, ‘ PPrn Minor k1 SG: enggo ke peken galang bebere ndai Prn Decl adi enggo pang ia sekolah i Jakarta sudah rupanya

besar ponakan tadi sudah berani dia sekolah di Jakarta,’

a1 SG: e tutusi ningen gelah seh pagi sura-sura nei Ph Decl ‘tekunlah bilang sama dia agar sampai cita-citanya’.

k2f BM: ban merhatna nge ia sekolah maka Prn Decl

i pala-palai kami ngenda

(a2f) ‘karena berhasratnya dia sekolah maka kami sangup-sanggupi’.

k1 MT: Ei bageilah gelah sehka sura-surana kita pe PPrn Decl

meriahka ukurta. ‘Ei begitulah, agar sampai cita-citanya

kita pun gembira hati kita.’

k2 BM: Oe bang, ‘Ia bang’, RPrn Minor k1 BM: tapi bagi sikurangkap enda sen perberkat ia. Prn Decl ‘tapi kurang uang kami memberangkatkan dia’

k1 BM: Jadi e nge ndai ateku reh ku jenda entah lit Prn Decl nge je sitik sen kena. ‘Jadi itulah maksudku (BIi2)

Berdasarkan analisis terhadap data percakapan dalam kegiatan sehari-hari ditemukan 71 struktur percakapan dan 40 struktur percakapan berbeda dari yang diajukan Martin (1992) dan merupakan temuan penelitian. Temuan penelitian tersebut dirangkum pada Tabel 5.4 dan temuan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 5