BAURAN PEMASARAN DI STT TAWANGMANGU
B. Sub Topik Kekuatan dalam Unsur Marketing Mix 1. Product
Peneliti : Baik kita langsung dalam pembahasan tentang sub topik kekuatan. Ada 4 poin yang telah ditulis dalam identifikasi sementara yang peneliti temukan.
Kelompok ini dapat memperhatikan, apakah poin-poin tersebut sudah sesuai?
Arif : Kalau berbicara tentang produk sebaiknya yang dtiuliskan itu kegiatan atau program yang tidak
91
bersifat sementara dengan kata lain program permanen. Poin nomor satu sebaiknya dihapuskan saja.
Peneliti : Terima kasih atas masukannya, Pak Arif. Poin a tentang penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya kita hapuskan saja. Bagaimana dengan yang poin-poin lainnya?
Hendro : STT Tawangmangu ini masuk dalam anggota asosiasi Persetia dimana setiap tahun mengeluarkan program-program. Apakah itu dapat dimasukkan?
Arif : Kekuatan-kekuatan lain kenapa tidak mamasukkan tentang infrastruktur kita?
Peneliti : Produk fokus kepada jasa pendidikan, program, atau kegiatan-kegiatan di kampus ini, Pak.
Arif : Kalau kita lihat daftar kelemahan poin b, justru masuk dalam kekuatan? Pendidikan karakter bisa diintegerasikan dalam kurikulum, bukankah sesuai dengan visi?
Peneliti : Pertimbangan peneliti saat itu, berdasarkan wawancara bahwa pendidikan karakter tidak lagi menjadi program unggulan karena sudah dilakukan pada level kurikulum SD, SMP, dan SMA sederajat.
Arif : Apakah pendidikan karakter di tempat lain dimasukkan dalam materi secara penuh seperti yang dilakukan oleh STT Tawangmangu? Kalau saya tetap dimasukkan saja sebagai produk unggulan kampus ini.
92
Peneliti : Rekomendasi mengenai pendidikan karakter akan dimasukkan. Kalau begitu, dari diskusi kita tentang kekuatan unsur produk, kira-kira yang dapat mewakili sebagai kekuatan poin berapa?
Arif : Kalau kita rangkumkan dari program-program yang sudah diuraikan, maka dari itu yang paling kaut sebenarnya pada kompetensi lulusan, di mana setelah lulus mahasiswa langsung mendapatkan pekerjaan.
Waktu tunggu mencari pekerjaan kurang dari satu tahun khususnya prodi Teologi. Begitu pun dengan prodi PAK, selain lembaga pendidikan, mereka juga bekerja di gereja.
Kesimpulan : Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah tingkat serapan lulusan kampus cukup tinggi
2. Price
Peneliti : Bagaimana menurut anda tentang data hasil identifikasi sementara kekuatan pada unsur price?
David : Data yang diberikan sudah sesuai dan inilah kondisi riil di sini. Kekuatan pada poin a ini memang kekuatan, namun sekarang menjadi relatif. Dengan adanya alokasi beasiswa dengan persentase 80%
apakah masih menjadi kekuatan, karena di beberapa STT telah berani memberikan beasiswa utuh 100%
sampai lulus, minimal ada 2 STT yang saya tahu telah menerapkan hal ini. Maka dari itu, kita dapat
93
mempertimbangkan lagi. Selanjutnya, kebijakan beasiswa bagi mereka yang terkualifikasi dengan IP tertinggi sudah tidak dilakukan lagi dan programnya diganti dengan pemberian apresiasi yang bersifat insidental saja.
Peneliti : Berarti klausa mengenai pemberian beasiswa kepada mahasiswa berprestasi sebaiknya kita hapuskan saja.
Apakah masih ada yang perlu didiskusikan tentang kekuatan unsur price di sini?
David : Saya pikir yang lainnya sudah sesuai. Hal yang paling unik menurut saya karena pembiayaan kita di kampus ini untuk aspek pembayaran cukup fleksibel bagi mahasiswa karena dapat diangsur.
Peneliti : Bagaimana kalau kita simpulkan saja bahwa pembiayaan kampus terbilang baik?
David : Sebenarnya yang paling tepat adalah pembiayaan kita itu terbilang murah atau terjangkau. Indikatornya, sponsor tidak ada yang komplain bahwa pembiayaan kita mahal. Kalau dibandingkan dengan kompetitor yang lain, kita ini masih masuk dalam kategori murah.
Kesimpulan : Berarti apabila dikonkretkan maka pembiayaan di STT Tawangmangu terbilang murah atau terjangkau dibandingkan dengan kompetitor STT lain.
3. Place
94
Peneliti : Dalam unsur place, apakah ada yang perlu ditambahkan atau dikurangi dalam data yang ada pada anda?
Kalis : Poin-poin yang sudah dijabarkan sudah sesuai dengan keadaan riil.
Kesimpulan : Dapat kita simpulkan bahwa kekuatan dari unsur place, yaitu adanya aksesbilitas dan kondusifitas pada lokasi kampus.
4. Promotion
Peneliti : Bagaimana menurut anda tentang kekuatan pada unsur promotion pada data identifikasi sementara tersebut?
Ratna : Mungkin dari segi SDM belum dimasukkan, karena dosen yang juga melayani bisa menjadi promosi.
Begitu juga dengan mahasiswa yang melayani.
Peneliti : Sebenarnya, saya memasukkan program mission trip ke dalam peluang, apakah hal itu bisa dimasukan ke dalam kekuatan juga?
Ratna : Kalau menurut saya hal itu bisa menjadi peluang dan kekuatan.
Kalis : Melalui ikatan alumni juga sebagai sarana promosi.
Peneliti : Apakah di kampus ini sudah memiliki ikatan alumni yang resmi? Berdasarkan observasi saya, ikatan alumni STT Tawangmangu hanya sebatas grup di facebook dan whatsapp.
95
David : Kalau bicara mengenai promosi itu berarti kita berbicara tentang siapa cepat siapa dapat. Kita memang sudah menjalankan kegiatan promosi.
Hanya saja, kita ini kalah start dengan STT lain apalagi dengan promosi dengan beasiswa utuh 100%.
Testimoni dari lembaga-lembaga yang bersedia menempelkan poster kita, paling tidak ada 2 gereja yang mengatakan hal tersebut. Artinya, berdasarkan evaluasi, promosi itu dilakukan jauh-jauh hari, waktunya harus lebih cepat. Sebenarnya, kekuatan kita itu pada networking.
Peneliti : Saya menggarisbawahi tentang networking karena ini yang menjadi kekuatan pada kampus ini. Ibu Carol secara rutin membagikan newletters tentang kegiatan-kegiatan di kampus ini kepada rekan-rekan di luar negeri.
Ratna : Hal itu sudah tertulis di poin c.
Hani : Mungkin dapat ditambahkan juga, mahasiswa kita memilik kampus ini berdasarkan rekomendasi alumni. Saya tidak melihat aspek rekomendasi alumni ini pada penjabaran yang ditampilkan. Oleh karena itu, rekomendasi alumni menjadi kekuatan dalam hal promosi.
Kalis : Kalau pun kita tidak memiliki wadah alumni yang resmi, tapi secara riil kita sudah memiliki persekutuan alumni.
96
Kesimpulan : Secara umum, faktor kekuatan dari unsur promotion adalah adanya jejaring promosi dalam dan luar negeri.
5. People
Peneliti : Berdasarkan hasil identifikasi sementara, apakah ada penambahan atau pengurangan pada faktor kekuatan unsur people?
Andi : Sebenarnya, poin c itu bukan hanya staf saja tetapi juga dosen.
David : Prinsip kolegial pada dasarnya dapat menjadi kekuatan di STT Tawangmangu, di mana dalam mengambil keputusan-keputusan melibatkan setiap unsur yang ada di manajemen kita melalui rapat rutin.
Saya kira, poin b itu tidak hanya manajemen transparan tetapi juga kolegial.
Peneliti : Apakah kata sinergitas itu masih kurang representatif ya, Pak?
David : Bukan hanya sinergitas saja tetapi kolegial juga perlu ditambahkan. Dalam mengambil keputusan, kita menerapkan manajemen kolegial di sini.
Peneliti : Apakah manajemen berbasis kolegial bisa menjadi kekuatan di STT Tawangmangu?
Andi : Kalau menurut saya, kolegial ini bisa menjadi kekuatan dan kelemahan.
Firman : Dalam sistem keorganisasian maka kolegial ini justru menjadi kelemahan.
97
Ratna : Kolegialitas dan kekeluargaan itu pada dasarnya berbeda. Kolegial itu artinya sesama/sejawat.
Kekeluargaan itu pun memiliki struktur (ayah, ibu, anak, dll).
Firman : Kekuatan kita untuk unsur people yang paling terukur di kampus kita, sebenarnya ada pada poin a, yaitu program melanjutkan studi bagi dosen dan staf Kesimpulan : Berdasarkan diskusi kita, maka dapat disimpulkan
bahwa kekuatan dari unsur people adalah adanya program peningkatan kualifikasi dan kualitas SDM.
6. Physical Evidence
Peneliti : Apakah data hasil identifikasi sementara mengenai kekuatan dari unsur physical evidence ini sudah sesuai dengan kondisi di kampus ini?
Anto : Perlu ditambahi bahwa kampus kita memiliki asrama untuk mahasiswa.
Peneliti : Baik. Kita tambahkan poin tersedianya bangunan asrama untuk mahasiswa dalam menunjang perkuliahan.
Hani : Makna perkuliahan lebih fokus kepada kegiatan di kelas. Sebaiknya menggunakan pembelajaran karena konteksnya lebih luas.
Kesimpulan : Jadi, secara umum faktor kekuatan pada unsur physical evidence adalah adanya sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran.
98 7. Process
Peneliti : Bagaimana dengan kekuatan dari unsur process, apakah ada penambahan atau pengurangan?
Firman : Saya rasa semua penjabaran sudah sesuai. Namun, apakah sebaiknya juga memasukkan boarding school?
Peneliti : Keasramaan tadi sudah ditambahkan untuk unsur physical evidence.
Firman : Menurut saya, boarding school mendukung proses pembentukan karakter dan juga proses akademik.
Kesimpulan : Berdasarkan pendapat Bapak/Ibu, maka secara umum kekuatan dalam unsur process adalah adanya kegiatan yang memfokuskan pada proses pembentukan karakter dan akademik.
C. Sub Topik Kelemahan dalam Unsur Marketing Mix